My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 7


__ADS_3

"Jadi istri saya baik-baik saja kan dok,"ucap Aldi yang menghawatirkan istrinya.


"Ia pak tapi si jaga ya pak istrinya,"jelas dokter.


Aldi sangat menghawatirkan keadaan istrinya, ketakutannya untuk kehilangan bayinya membuatnya sangat over protective kepada Nadin.


Cintanya kepada Nadin bertambah besar ketika dia mengetahui kalau Nadin tengah berbadan dua.


Dia sangat mencintai keluarga kecilnya ini, Sehingga dia tidak ingin sesuatu hal terjadi pada mereka.


Dia kecewa kepada Maira yang tetap saja berada didalam kamar ketika kakaknya mengkhawatirkannya.


Maira sangat lega ketika dokter mengatakan bayi nya baik-baik saja, dia meminta maaf kepada kakaknya dan dia berjanji tidak akan mengulangi lagi.


Walau sangat kecewa tapi Aldi tetap memaafkan Maira, dan berharap Maira tidak mengulanginya lagi.


Akhirnya Nadin mengetahui tentang kegalauan adiknya,dia mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna.


Jadi apapun kesalahan dari seseorang kita wajib memberinya kesempatan kedua.


Maira terdiam mendengar kalimat dari kakaknya, dia sadar ketika dia telah melakukan kesalahan yang fatal.


Tetapi suami dari kakaknya telah memaafkannya begitu saja, dia sadar bahwa dia bisa saja membuat kakak kehilangan bayi mereka.


Tapi kakaknya dan suaminya telah memberi kesempatan kedua untuk nya.


Dan dia pun teringat kepada Lisa teman lamanya, Maira pun tersadar bahwa dia telah begitu kejam kepada sahabatnya sendiri.


Maira menangis dan dia ingin bertemu dengan Lisa.


keesokan harinya setelah dia meyakinkan kondisi kakaknya baik-baik saja, Maira meminta izin kepada kakaknya untuk masuk kerja hari ini.


Niat dia adalah ingin mencari tau tentang Lisa dari MaX.


Dan setelah sampai di kantor nya, Maira langsung bertemu dengan MaX, tapi dia sudah di tolak oleh perusahaan itu.


"Tolong pak sebentar saja,"ucap Maira.


Maira memohon terus menerus kepada Sekuriti yang bekerja disana, tetapi dia tetap tidak di izinkan masuk oleh mereka.


Setelah sekian lama Mobil yang dilihat Maira pun datang,dia tahu bahwa yang berada di dalam mobil itu adalah MaX.


Maira menghampiri mobil tersebut dan mencegatnya agar mereka bisa berhenti dan MaX mau bertemu dengan nya.


Maira memang gadis yang gigih, dia tidak akan menyerah untuk apa yang dia inginkan, sifatnya begitu dominan, membuat di sekeliling nya terkadang sedikit kesal padanya.


MaX pun turun dari mobilnya dan menarik tangan Maira, dan mengatakan jika Maira tidak perlu datang kesini lagi karena dia telah di pecat.


Maira tidak memperdulikannya, dia tetap saja bicara mengenai Lisa,dia mengatakan kepada MaX bahwa dia ingin bertemu dengan Lisa.

__ADS_1


"Buat apa bertemu dia lagi,"tanya MaX yang kesal.


"Gue mau minta maaf,"jawab Maira.


MaX mengatakan bahwa itu tidak perlu, Maira sudah tidak perlu melakukan apapun untuk menemui Lisa.


Semua yang dilakukannya sekarang hanya lah sia-sia saja, MaX menyuruh maira untuk segera pulang.


Maira tidak mendengarkan MaX dia tetap saja memohon kepada MaX agar di pertemukan oleh Lisa.


MaX tetap tidak mengizinkan Maira untuk menemui Lisa, MaX pun masuk kedalam kantornya dan meninggalkan Maira di luar.


Akhirnya Maira pulang dengan penyesalannya ,dia teringat kepada Lisa yang waktu itu meminta maaf padanya tetapi dia malah menyuruhnya pergi.


Penyesalan yang dirasakannya pasti sama yang dirasakan oleh Lisa saat dulu, Maira telah salah, kepada sahabatnya ini.


Di jalan mobil maira mogok,setelah di cek ternyata bensinnya habis, dan dia pun masih jauh dari rumahnya dan tempat penjualan bensin.


Akhirnya Maira memutuskan untuk berjalan kaki mencari pompa bensin.Maira berjalan hampir sekilo lamanya, dan setelah lama berjalan ada sebuah mobil yang menghampirinya.


"Maira,"ucap gadis yang keluar dari mobil itu.


"Siapa tu,"ucap Maira.


"Lo Maira kan,"ucapnya lagi.


"Lisa," jawabnya lirih.


"Apa kabar Mai," ucap Lisa.


Lisa memeluk Maira teman lamanya, Lisa sangat senang bertemu dengan Maira, dia sangat merindukan Maira.


Maira terheran melihat Lisa, dia begitu tidak menyangka dengan Lisa bisa berubah sehingga Diapun susah untuk di kenali.


Maira melihat Lisa dari atas hingga bawah, dia berfikir jika Lisa telah menjadi wanita terkenal sekarang.


Lisa Baru pulang dari tanah kelahirannya untuk melanjutkan perusahaan ayahnya,setelah dia magang disana dan dia akhirnya memutuskan untuk kuliah dan menerima pekerjaan dari ayahnya disana.


Lisa Atmaja,Anak dari Surya Atmaja pewaris tunggal dari kekayaan sang ayah membuat Lisa tidak besar hati dan sombong.


Dia tidak pernah menceritakan apapun tentang dirinya kepada siapapun,termasuk Amaira, karena dia sangat tahu kondisi dari temannya tersebut.


Pertemuannya dengan Maira saat SMP dulu memiliki kesan yang dalam baginya, Maira tidak pernah bertanya tentang status keluarga Lisa.


Saat mereka bertemu hingga menjadi teman, Lisa sengaja tidak menceritakan latar belakangnya kepada Maira.


Sebenarnya Lisa pindah ke kota ini untuk mencari teman sejatinya, karena selama ini setiap orang yang berteman dengan nya hanya melihat kekayaannya saja.


Lisa bahagia berteman dengan Maira, karena maira berbeda dengan yang lain, Maira sangat tulus.

__ADS_1


Tetapi di balik ketulusannya Maira adalah orang yang tidak mau ada kebohongan apapun darinya, dia sangat tidak bisa terima orang yang berbohong walau sekecil apapun.


Maira memiliki prinsip jika benci tidak akan berubah menjadi cinta, entah dari mana dia memilikinya tapi ya itu lah Maira.


"Hai Maira," ucap Lisa.


"Lisa gue mau minta maaf," ucap Maira.


"Tidak Maira, Lo sama sekali tidak salah keputusan tepat saat itu."


"karena jika kita masih berteman di waktu itu, akan lebih sulit bagi gue untuk ninggalin Lo,"


jelas Lisa.


Saat Lisa di minta magang oleh ayahnya waktu itu dia sangat menolaknya karena sahabatnya.


Dia sangat menyesal menolak ayahnya waktu itu, setelah dia ada masalah dengan Maira dia pun bergegas menemui ayahnya yang tengah sakit.


Ayahnya meminta untuk meneruskan segala yang telah ada, dan Lisa pun menurutinya, Lisa mengesampingkan dulu tentang dirinya.


Dia mengurus ayahnya hingga kepemakaman dan waktu itu dia sangat sedih, tapi sekarang setelah bertemu dan menceritakan segala kepada Maira temannya.


Lisa berharap agar Maira memaafkan Lisa dan mengulang semua dari awal.


Maira menangis mendengar ucapan Lisa, dia sangat tidak menyangka ketika Lisa mengucapkan itu.


Maira mengira Lisa sangat membenci Maira,sehingga dia tidak ingin bertemu dengannya .


Sekali lagi Maira mendapatkan pelajaran begitu besar dan ini dari temannya.


karena memaafkan seseorang itu tidaklah salah, kita semua pasti memiliki kesalahan dan kekhilafan, dan setiap kesalahan berhak mendapatkan kesempatan kedua.


Karena tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna sebagai manapun kita mengejar kesempurnaan itu maka kita tidak akan mendapatkannya.


Maka dari itu hal yang tepat yang harus kita lakukan ada lah bersyukur dan saling memaafkan dan saling menerima satu sama lain.


akhirnya Maira dan Lisa saling memaafkan dan berjanji tidak akan menyembunyikan apapun lagi.


Lisa mengantar Maira kerumahnya mereka berbincang- disana,maira mengenalkan Kakak iparnya kepada Lisa dan semuanya di akhiri dengan makan malam.


Setelah beberapa hari MaX kewalahan dengan pekerjaannya, dia merasa kalau dia harus memiliki sekretaris secepatnya.


Dia meminta karyawannya untuk mencarikannya sekretaris baru,tetapi karyawannya mengatakan jika tidak ada yang seperti dia mau.


Kriteria sekretaris yang dia minta untuk saat ini hanya ada pada Maira, sedangkan Maira sudah tidak bekerja disini lagi.


MaX sangat bingung dengan semuanya, saat itu juga Lisa datang dan mengatakan bahwa tidak etis bagi nya jika MaX memecat Maira hanya karena masalah pribadi.


Jadi Lisa meminta agar MaX melihat dari segi kelebihan Maira, maira adalah yang paling tepat untuk saat ini di kantor.

__ADS_1


Jadi Lisa berharap agar MaX untuk memikirkannya kembali, Jika tidak Dia akan menyesali ketika Maira sudah jatuh ke perusahaan lainnya.


__ADS_2