My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 6


__ADS_3

Maira menaiki mobil mini Cooper miliknya,dia melaju di jalanan menuju kantor barunya.


Ada interview pagi ini, jadi Maira berangkat subuh dari rumah tadi.


karena dia takut terjebak macet di jalanan,maira mendapatkan pesan masuk tapi dia tidak menghiraukannya.


Tidak ada yang boleh mengganggu nya saat ini, dia hanya ingin fokus sama interview nya saat ini.


Setelah satu jam perjalanan,akhirnya maira sampai di kantor tempat dia ingin interview.


Dia sampai lebih cepat dari yang lain, tidak selang berapa lama akhirnya interview pun di mulai.


Saat atasannya memanggil namanya, dia berdiri dan berjalan masuk keruangan.


Dia berusaha melakukan yang terbaik,demi jabatan yang di harapkan nya.


"jadi saya di terima pak,"ucap Maira.


"Kapan kamu bisa bekerja,"ucap staf HRD.


"Besok saya bisa pak,"ucapnya lagi sambil bersemangat.


"Baiklah, selamat bergabung ya,"ucap pak Doni Staf HRD .


Maira sangat senang bisa di terima seperti harapannya, Dia sangat berterima kasih dan mereka pun bersalaman.


"Jadi gimana kemaren Mai,"ucap kak Nadin sambil sarapan.


"Doain ya kak semoga aku lancar kerja disana dan betah juga."


Sambil mengoleskan selai ke rotinya, Maira bercerita tentang pekerjaan barunya di kantor, dia sangat senang dan bersemangat saat itu.


"Terus kedepannya kamu gimana," tanya Nadin lagi.


"Selamat pagi,"ucap Aldi yang baru datang.


"Pagi mas,"jawab Maira dan Nadin.


"Syukur Mai,lalu kamu ke terima mas lega


mas juga udah bilang kan kalo kamu mau kamu bisa kerja tempat mas."


"Gak mas, itu semua ga perlu,"ucap Maira.


Maira sangat bersyukur memiliki saudara seperti mereka yang sangat perduli kepadanya, tetapi dia sangat tidak mau tergantung kepada orang lain termasuk kakak nya sendiri.


Selama ini Nadin sudah berjuang untuknya, Dia merasa kalau ini saatnya dia mandiri sekarang.


Dan saat nya juga untuk membalas segala kebaikan Nadin.


Maira adalah orang yang sangat sensitif, dia merasa jika kebaikan akan dibalas dengan kebaikan juga.


Tapi sebaliknya dia juga termasuk seseorang yang sangat sulit memaafkan, dia berusaha merubah semua sifat buruknya .


Karena Dia Tidak akan mengulangi lagi kejadian yang sama seperti dulu.


"Gue akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, gue bukan anak SMA lagi,gue harus lebih kuat dari sebelumnya."ucapnya di dalam hati.


"Gimana Maira, mas tanya loh ini!"ujar Nadin.

__ADS_1


"Kakak sama mas tenang aja, aku bisa... aku akan berusaha untuk diriku sendiri."


"Kakak sama mas jangan kuatir ya,"ucap Maira menenangkan kakaknya.


"Ya baik, jika itu pilihan mu maira, ucap mas Aldi.


"Ehmm,"sambung Nadin sambil tersenyum.


Maira pun pamit dan segera berangkat kekantor barunya.


Dia tidak akan memberikan kesan negatif di hari pertamanya,maka dari itu dia berusaha untuk tidak terlambat di hari ini.


Sebuah mobil Memasuki kawasan perusahaan tempat Maira bekerja, Maira melihat mobil itu dari kejauhan,tempat dia memarkirkan mobilnya.


Maira tidak berhenti memandanginya sambil membereskan segala keperluannya,Dia pun merapikan wajahnya sebelum akhirnya dia masuk kedalam kantor besar itu.


Mobil besar dan bagus itu masih terbesit dalam ingatan Maira, sudah dua jam dia duduk di ruangannya sebagai sekretaris disini.


Dan dia masih belum melihat siapa bos nya disini, Maira berfikir jika mungkin orang yang ada didalam mobil itu adalah bos nya.


"Mungkin saja dia bos nya,mobilnya saja sangat besar! sudah pasti dia bos nya."ucap Maira di dalam hatinya.


Khayalan Maira pun terhenti, ketika ada seseorang masuk keruangan nya.


"Maira Ayuk ikut!"ucap Leni.


"Kemana mba," jawab Maira.


"Hari ini ada meeting, bos sudah menunggu Mu di depan,"ucapnya lagi.


Maira pun menyiapkan segalanya, lalu pergi menemui bosnya.


Maira di persilahkan masuk oleh supir yang sudah menunggunya, lalu membukakan pintu untuk nya.


Maira Memasuki mobil itu dan melihat kedalam mobil tersebut, dia melihat ada seorang lelaki yang sedang membaca koran sambil menutupi wajahnya.


Pria itu menyuruh untuk berangkat sekarang, Sedangkan Maira masih saja penasaran siapa orang di balik koran itu.


"Ih siapa si ni orang, bikin penasaran aja,"ucap Maira dalam hati.


"Jadi kamu sekretaris barunya,"ucapnya.


"Ia pak, kenalkan saya Maira," ucap Maira sambil mengarahkan tangan untuk bersalaman.


"Maaf tadi ga masuk kedalam kantor, saya sangat sibuk, Sangat jarang bagi saya untuk mampir kesana." ujar bos.


"Jadi kamu harus selalu tau di mana posisi saya, karena kamu harus selalu di samping saya," ucapnya lagi sambil menunjuk Maira.


Saat melihat wajah bos nya,maira sangat terkejut dia terkaget karena dia mengenali pria ini.


"MaX," ucap Maira kaget.


"Michael," Saya Michael... bukan MaX," ucapnya lagi.


"Lo MaX... sepupu nya Lisa, Lo bos di Perusahaan tempat gue kerja,"ucap Maira sangat kanget


"Denger Nona Maira Gunawan,tolong sopan kepada saya, saya ini bos Loh disini, dan tolong panggil saya pak Michael."


"Tetep saja sombong,"ucap Maira didalam hatinya.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di tempat meeting, mereka melakukan meeting di tiga tempat sekaligus di siang ini.


Setelah semua meeting nya selesai, mereka pun berangkat kembali ketempat lain untuk menjumpai klien yang lain.


"Kamu tunggu di mobil saja, dalam lima belas menit saya akan kembali." ucap si bos sambil pergi dari sana.


Maira yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, selalu memperhatikan pria itu. maira yakin jika itu MaX, sepupu nya Lisa.


Tapi Amaira tersadar kenapa dia harus mikirin hal itu sementara dia sudah tidak ingin bertemu dengan mereka lagi.


Setelah lima belas menit berakhir, maira memastikan kembali siapa pria itu sebenarnya.


"Lo MaX bukan sih," ucap Maira meyakinkan.


"kenapa Lo ingin tau," ucapnya.


'Jadi Lo benar MaX, bos perusahaan itu."Ujar Maira.


"MaX yang Lo Maksud sudah ga ada, dia sudah mati tenggelam dalam penyesalannya sejak Lo buang dia gitu aja," ucap MaX kesal.


"Kenapa," ucap Maira.


"Lo bahkan ga mau pamit ketika Lo pergi dulu, dan disaat itu gue menutup semua akses untuk tidak berurusan sama Lo lagi."


"Lo sadar, apa yang sudah Lo lakukan sangat membekas ke pada Lisa, bahkan Lo ga mau melihat dia walau sebentar."


"Dia sangat terpuruk waktu itu, bahkan dia tidak mau bertemu sama orang banyak."


"Gue ga tau soal itu,"ucap Maira.


"Lo ga akan tau, jika Lo hanya sibuk dengan sakit hati lo saja, bagaimana mungkin Lo bisa perduli dengan sahabat Lo sedangkan Lo hanya memikirkan diri Lo sendiri."


"Yang Lo tau hanya tentang diri Lo, kenapa bagaimana supaya lo ga kecewa, Lo orang yang sangat egois Maira."ucap MaX kasar.


"Tidak! gue bukan egois, Lo salah menilai gue,


Lo yang egois, kalian yang jahat sama gue, kalian yang bohongi gue," ujar Maira sambil menangis.


"Bukan gue pelakunya, kalianlah pembohong nya, gue ga salah ,gue tidak egois."


"Gue benci sama kalian,"ujar Maira histeris.


"Kenapa kalian harus datang,kenapa kalian mengganggu hidup gue, kenapa."


Maira menangis dan pergi meninggalkan MaX, dia sangat kesal dan benci dengan segalanya terlebih dengan MaX dan Lisa.


Dia sudah tidak ingin bertemu dengan mereka lagi, Dan dia akan mengakhiri segalanya.


Sesampainya dirumah, Maira masih menangisi kejadian tadi siang dia mulai mengingat segalanya tentang masa lalunya.


wanita itu menangis hingga larut malam hingga tidak keluar untuk bertemu kakaknya.


Kakanya yang dari tadi diluar sangat khawatir dengan nya, dia menghawatirkan keadaan adiknya, sehingga membuat perutnya merasa kram dan tegang.


Nadin duduk di sofa sambil menunggu suaminya pulang.


ketika suami nya pulang, Nadin meminta Suaminya membujuk Maira agar keluar dari kamarnya.


Sementara Nadin menunggu di bawah sambil memegangi perutnya yang kram.

__ADS_1


__ADS_2