My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 12


__ADS_3

"Apa! dimana pak?" tanya Maira cemas.


"Di jalan dekat Jembatan arah barat," ucap seseorang mencoba menjelaskan.


Maira melihat sekeliling dia sadar jika alamat yang dituju sama dengan tempat dia berdiri sekarang, Maira pun menutup ponselnya dan mencoba keluar melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Dia berusaha meyakinkan dirinya jika yang dihadapannya bukanlah Lisa, Maira pun menyusuri jalan yang sudah di penuhi kerumunan warga.


Dia melihat sebuah mobil yang sudah cukup parah kerusakannya akibat menghantam dinding jembatan.


Maira meyakinkan dirinya sekali lagi jika wanita yang terbaring lemas berlumuran darah itu bukanlah Lisa.


Maira melihat lebih dekat korban kecelakaan itu, dia melihat pakaian yang dikenakan korban sama persis yang di pakai Lisa pagi tadi.


Maira tidak berani mendekati lebih dalam, maira pun melihat sekeliling jalan tempat terjadinya kecelakaan.


Kecelakaan yang terjadi antara kedua mobil membuat penumpang di mobil satunya mengalami luka yang cukup parah dan yang lain pingsan karena benturan.


Maira memutar kembali penglihatan, "ada mobil Lisa," ucap Maira yang terkaget melihat mobil temannya nyungsep kebawah jembatan.


Saat dia berbalik ambulance telah datang dan bersiap mengangkat tubuh korban untuk di bawa kerumah sakit.


"Tunggu pak, boleh kah saya melihat korbannya," ucap Maira.


"Silahkan mbak," jawab petugas ambulance.


"Bukan Lisa," gumam Maira.


Maira teman Lisa sangat cemas akan keadaannya, Dia bertanya lagi ada berapa korban dari kecelakaan ini.


Petugas ambulance menjawab bahwa korbannya ada 2 orang dan korban pertama sudah dibawa kerumah sakit dengan ambulance lain


"Mungkin itu Lisa," gumam Maira.


Maira pun langsung memutar mobilnya menuju rumah sakit terdekat, karena pasti korban kecelakaan diantar kerumah sakit terdekat bukan.


Begitu banyak korban kecelakaan yang dibawa ke rumah sakit ini, dan begitu banyak pula pasien yang dibawa menggunakan ambulance.


Maira sangat bingung mencari Lisa, Maira yang dari tadi sudah sampai di rumah sakit langsung memasuki lobi dan bertanya pada resepsionis rumah sakit.


Sesaat sebelum dia bertanya, Maira melihat Lisa sedang di obati oleh suster, Maira pun sontak menemui maira di ruangan UGD tersebut.


Maira yang sangat cemas terhadap Lisa, terkaget melihat Lisa duduk dan hampir seluruh tubuhnya tidak ada darah dan luka sedikit pun .


Hanya saja terlihat di bagian lututnya yang di balut perban oleh suster.


"Maira Lo tau gue dimana," tanya Lisa lugu.


"Lo ga papa," ucap Maira yang balik bertanya.

__ADS_1


"Ya ga papa, emangnya kenapa?"tanya Lisa lagi.


"Bukannya Lo kecelakaan, tapi kok Lo kayak ga ada luka sedikit pun?" tanya Maira sambil melihat setiap sudut tubuh temannya.


Lisa pun merasa tergoncang karena tubuhnya di bolak balik Maira, dan langsung menghentikan Maira.


"Ih... Lo kenapa si Maira," ucap Lisa.


Lisa pun menjelaskan tentang kecelakaan itu, memang benar terjadi sebuah kecelakaan disana, saat itu Lisa sedang berhenti tepat di bawah jembatan.


Tak tau kenapa dia merasa ada yang aneh dengan mobilnya, Lisa tahu seharusnya dia tidak turun disana untuk mengecek ban mobilnya.


Dia menyesal karena dia turun ditempat salah sehingga ada mobil yang menabrak mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, dan membuat mobilnya nyungsep ke bawah jembatan.


Dan mobil yang menabrak mobil Lisa kehilangan arah stir sehingga membuat mereka menabrak dinding tengah bagian jembatan.


Dua orang yang berada dalam mobil itu mengalami luka yang cukup parah. Lisa kesini untuk melihat korban kecelakaan dan jika perlu memberi santunan, Karena kecelakaan ini juga terjadi karenanya.


"terus kenapa ponsel Lo bisa di tempat kejadian?" tanya Maira.


"Terus juga kenapa degan kaki Lo ini, ini di jahit enggak?" tanya nya lagi.


Lisa menjelaskan lagi jika hpnya tertinggal di dalam mobil, itu pasti warga disana mengira ada orang dan tanpa sengaja melihat ponsel Lisa disana saat Maira menelfon ponsel tersebut.


Jika masalah kaki Lisa, dia terjatuh saat mengejar taksi saat hendak menyusul korban kerumah sakit.


Mendengar cerita dari Lisa, Maira sontak memeluk Lisa dan mengatakan " jangan kayak gitu lagi ya! gue cemas," dan pelukan itu tambah erat dan mereka pun meneteskan air mata bersama.


Maira dan Lisa pun melanjutkan perjalanan kekantor dengan menggunakan mobil Amaira, sementara mobil Lisa yang rusak sudah di klaim oleh asuransi.


Korban kecelakaan itu juga sudah mendapatkan pengobatan terbaik dari Lisa yang terpenting mereka juga sudah memaafkan Lisa.


Syukur ya Lis kamu ga papa!" seru Maira mengucap syukur.


Ia Maira, dan Alhamdulillah dua korban itu masih bisa di selamatkan walau harus menjalankan serangkaian pengobatan," ucap Lisa, sambil memasuki lobi kantor.


Kalian dari mana, kenapa tidak ada dari satu kalian pun yang mengangkat telfon gue?" tanya MaX yang melihat mereka memasuki lobi kantor.


Sorry MaX, tadi ada sedikit inside di jalan," jawab Lisa.


Tapi sekarang udah beres kan?" tanya nya lagi.


Sudah MaX," jawab Lisa.


Maira ikut saya ke ruangan sekarang," pinta MaX sambil berlalu dari sana.


Sudah sana, gue ga papa kok," ucap Lisa.


Maira pun pergi mengikuti MaX keruangan nya. Di ruangan MaX memberikan beberapa berkas untuk meeting.

__ADS_1


Maira melihat isi berkas itu, dan mulai mengeceknya dengan Komputer yang ada di hadapannya.


Selagi Maira mencatat, MaX berusaha curi pandang dengan Maira, membuat maira menjadi risih dengan nya.


"Lo kenapa sih?" tanya Maira.


"Ga papa," jawab MaX.


Emang nya kenapa?" tanya MaX lagi.


"Ya ga ada," jawab Maira, sambil melanjutkan pekerjaannya.


Perasaan canggung diantara keduanya membuat mereka menjadi salah tingkah, Max yang menjadi tidak fokus ketika Maira bekerja di sampingnya dalam satu ruangan.


Besok kalo ruangan Lo selesai di renovasi Lo bisa balik keruangan Lo sendiri," ujar MaX.


"Ok!" jawab Maira santai.


Max yang menginginkan jika Maira beda ruangan dengannya, makanya dibuat satu ruangan kecil di sebelah ruangan Max, MaX sangat anti bersama Maira.


Tetapi tidak tau kenapa, Satu hari bersama Maira dalam satu ruangan dan tidak bertengkar membuat mereka menjadi canggung dan salah tingkah.


Lama banget makan siang ya!" ucap Maira yang mulai tak terbiasa dengan keberadaan MaX yang tidak marah-marah.


"Ya iya gue juga udah lapar," ucap Max lagi.


Jam waktu makan siang pun terasa begitu lama tibanya, MaX dan Maira semakin kehabisan kata-kata.


lipstik Lo bagus," ucap MaX Random.


"Ha...," Maira yang kaget mendengar perkataan dari MaX membuatnya sedikit tertawa.


Maira Masih saja menyelesaikan pekerjaannya, tanpa memperdulikan perkataan Max.


"Maira, gue..._, ha... kutek Lo juga bagus," Max yang semakin canggung membuatnya mengeluarkan kalimat random saat melihat Maira.


Maira yang semakin heran dengan MaX, hanya bisa tertawa didalam hatinya karena perkataan itu memang sedikit menggelitik hatinya.


Semakin lama waktu makan siang tiba, semakin sempit ruangan itu rasanya. semakin sesak dan panas di dada.


Setiap gerak gerik Maira yang dilihat MaX, semakin membuatnya kehilangan oksigen yang membuatnya semakin sesak napas dan dingin nya AC dalam ruangan itu menjadi tak terasa baginya.


"AC nya rusak Kayaknya," ucap MaX sambil ber kipas menggunakan berkas yang ada di meja kantornya.


"AC nya ga rusak kok," ujar Maira yang Mengarahkan tangannya ke arah AC.


"Masih dingin masih bagus suhunya," tambahnya lagi.


Bukan Suhu AC yang ga terasa tetapi suhu badan MaX yang mulai naik, karena kepanasan melihat Maira yang entah kenapa semakin dilihatnya wajah Maira semakin cantik.

__ADS_1


Maira semakin aneh melihat tingkah MaX yang semakin kurang fokus saat bekerja, entah apa yang ada didalam pikiran nya sehingga ketika di lihat oleh Maira dia menjadi tak karuan.


Bersambung...


__ADS_2