My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 23


__ADS_3

Hubungan Max dan Maira semakin hari semakin intim, bahkan mereka tidak segan mengumbar kemesraan di depan karyawan lain.


Pacaran sambil meeting dan ketemu klien membuat hari-hari Maira semakin penuh warna.


Ouch begini rasanya pacaran!" gumam Maira sambil melamun melihat Max.


"Kenapa?" tanya Max.


"ehm," Maira menggeleng.


"Kenapa sayang!" tanya nya lagi.


"enggak ada," jawabnya manja.


"Kenapa sih sayangku!" tanya Max sambil menatap Maira dan mengusap rambut Maira.


"ISS tidak ada apa-apa," jawab Maira yang manja.


Max yang geram pun menggelitik Maira hingga mereka tertawa lepas bersama.


hingga saat Max ingin mengecup bibir lembut Maira, salah satu karyawannya pun masuk tanpa mengetuk pintu.


"Maaf pak, kalau gitu nanti saja kesini lagi," ucapnya yang langsung menutup pintu dan pergi dari ruangan itu.


"Max, kan kamu aku bilangin, suka nakal deh kamu,"ujar Maira yang menahan malu.


"Biarin aja, emang mau apa dia, aku kan bos nya," jawab MaX berlagak.


Lisa sangat bahagia bisa melihat maira yang sangat bahagia ketika bersama Max, dan dia berharap mereka bisa bahagia selamanya.


...****************...


Siang ini Max dan Maira ingin makan di tempat mereka jadian kemaren, Max menggandeng tangan Maira dengan mesra sambil bersenda gurau tertawa bersama.


Hai MaX! kamu apa kabar!" ucap Safira yang tiba- tiba memeluk Max.


Max yang risih sekaligus kaget melepaskan pelukan Safira.


Maira sontak cemberut saat melihat mantan Max datang, dan dia spontan melepaskan tangannya dari genggaman Max.


Max yang merasa Maira melepaskan tangannya pun langsung menggapai tangan Maira kembali.


Dan Safira melihat bahwa Maira sangat risih dengan kedatangannya.


"Hallo kamu Maira kan, kenalkan aku Safira mantannya Max," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Maira hanya diam melihat Safira yang memperkenalkan dirinya sebagai mantan Max.


Rasa cemburu membuat dia sangat takut kehilangan Max, Maira yang menggenggam tangan Max dengan kencang dan tanpa berkedip sedikit pun.


"Apaan si Lo udah pergi sana jangan ganggu gue dan Maira lagi," ucap MaX yang merasa jika Maira sangat ketakutan.


"Ayo sayang kita pergi," ucap Mak sambil menarik Maira.

__ADS_1


"Gue akan datang lagi besok Max," ancam Wanita itu.


Saat di perjalanan Maira tidak bisa mengalihkan fikiran dari mantannya Max, dia merasa jika Safira sangat sempurna.


Dengan bodi ****, tinggi semampai, dan raut wajah juga terbilang sangat cantik, Maira sangat takut jika MaX bisa berbalik kepada


Safira dan meninggalkan nya sendiri.


Maira kamu enggak apa kan!" tanya Max yang lagi menyetir.


Maira sama sekali tidak menjawab ucapan Max, karena dia masih memikirkan kejadian tadi.


"Maira, Maira... "Max memberhentikan mobilnya dan menatap Maira kekasihnya.


"Ada apa, ha... kenapa! udah lah tidak usah di pikirkan," jelas MaX sambil mengangkat dagunya Maira.


"Max, kenapa kamu bisa putus sama dia?" tanya Maira.


"Sudah lah Maira, itu sudah berakhir... cukup ya jangan bahas ini lagi." Jelas MaX.


"Tapi Max, besok dan lusa atau mungkin setiap hari dia akan terus datang menemui kamu, menghantui hubungan kita, aku takut Max," jelas Maira sambil menggenggam tangan Max erat.


"Itu biar jadi urusan aku, kamu jangan kuatirin itu ya," jelas MaX, menenangkan.


Tapi Max,_"


"sstt sudah lah aku tidak mau bahas dia lagi. OK," tegas Max.


Maira pun hanya bisa diam saat itu, tetapi dia masih memikirkan didalam hatinya, wanita ini sangat takut sehingga dia tidak bisa melupakan kejadian itu.


...****************...


"Max," ucap nya yang terbangun dari tidurnya.


"Lo kenapa Mai?" tanya Lisa yang memang belum tidur sejak tadi.


Maira memeluk Lisa dan menangisi mimpinya, bisa di bilang jika Maira sangat trauma saat melihat mimpi tersebut.


"hey... Lo kenapa... ayok coba ceritakan ke gue, ada apa," pinta Lisa sambil membujuk Maira.


Max, dia ninggalin gue, dia pergi sama mantannya," ucap Maira.


"Ha.. Max jalan sama mantannya," jawab Lisa yang kaget.


Kapan kok bisa, awas aja si MaX gue kasih pelajaran ntar, " ucapnya geram.


"Didalam mimpi," ujar Maira, polos.


"Dalam mimpi," Lisa hanya tersenyum mendengar ucapan Maira.


Lisa pun menenangkan kan Maira dan mengajak dia tidur kembali lalu berusaha


meyakinkan diri sendiri jika itu tidak akan terjadi.

__ADS_1


"Safira, apa dia sudah kembali," gumam Lisa.


...****************...


Pagi ini Lisa menemui Max di ruangannya, dia ingin memastikan bahwa mimpi Maira tidak menjadi kenyataan.


Saat bertemu Max di dalam ruangan Lisa pun terkejut melihat Safira sudah berada di sana.


Tetap saja Safira yang centil menyapa Lisa dengan penuh manja, " hallo Lisa".


"Max gue mau ngomong," pinta Lisa.


Max pun keluar dan menyusul Lisa, Lisa yang terkejut dengan kedatangan Safira, dia pun menanyakan segalanya kepada Max.


Max mengatakan bahwa dia tidak tahu Kenapa Safira kembali lagi, karena seingat Max ketika mereka putus mereka sudah tidak berhubungan lagi satu sama lain.


Safira adalah pacar Max semasa di kampus mereka menjalin hubungan sekitar 6 bulanan, lalu mereka putus karena Safira telah memiliki pacar yang lain.


Dan setelah mereka putus Max dan Safira sudah tidak saling berhubungan, Tetap saja kedatangan Safira sangat mengejutkan semua orang.


"Lo yakin enggak ada hubungan setelah itu," tanya Lisa.


"Kan gue bilang enggak ada," jawab MaX kesal.


"Ya gue harap dia enggak ganggu hubungan kalian, tadi malam itu Maira mimpi tentang Lo balikan sama Safira," jelas Lisa.


"Apa! kok bisa gitu, gue udah bilang jangan difikirkan, biar gue yang hadapi semuanya," ucap MaX.


"Sayang nya Maira bukan begitu max, ini pertama kali baginya, dia pasti takut kehilangan Lo." jelasnya lagi.


"Gue harap Lo bisa lebih perduli sama dia," pinta Lisa.


Max yang mendengar ucapan Lisa, sangat tidak menyangka jika Maira sangat memikirkan tentang kedatangan Safira kembali.


Lisa yang berlalu dari sana membuat MaX begitu juga ketakutan, karena Lisa tidak tahu bahwa Max pernah balikan dengan Safira saat sudah bekerja di kantor ini.


Dia menghela nafas, dan berusaha agar rahasia ini tidak di ketahui oleh Lisa dan Maira.


Max yang sudah kembali keruangannya begitu marah dan langsung menarik tangan Safira dan mengancamnya untuk tidak datang menemui nya lagi.


Safira yang tidak perduli dengan ucapan max malah mengancam Max kembali dengan mengatakan bahwa dia akan membongkar hubungan mereka di hadapan Lisa dan Maira.


Max yang tidak berkutik pun menyuruh Safira untuk meninggalkan kantor ini lalu dia memukul dinding sambil marah.


Malam harinya...


"Kamu kenapa kok diam aja?" tanya Max, pada Maira yang dari tadi terlihat murung.


"Makanan nya tidak enak, atau kita pindah restoran aja," tanya nya lagi.


Maira yang memang tidak masuk hari ini tidak mengetahui kejadian tadi siang, Max berusaha membujuk Maira dengan mengajaknya diner di tempat mereka jadian kemaren.


Tetapi sudah banyak yang dibicarakan dengan MaX, Maira tetap diam saja, dia melamun kan ketakutannya dan membuatnya tidak berani mengatakan nya pada Max.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2