My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 24


__ADS_3

Maira yang masih ketakutan akan kehilangan Max, karena Safira masih berusaha mengejar Max untuk bisa mendapatkan cintanya kembali.


Seperti biasa Maira yang selalu lari dari masalah, mengurung dirinya didalam kamar dan meratapinya.


Maira yang sudah tidak masuk kerja selama berhari-hari masih meratapi dan merasa ketakutan akan di tinggal oleh Max.


Lisa yang begitu geram dengan tingkah naif dari temannya mencoba mengetuk pintu dan berusaha berbicara pada Maira.


"Maira, Lo enggak bisa kayak gini terus-menerus," ucap Lisa sambil mengetuk pintu.


Maira sengaja tidak menjawab ucapan Lisa, dia sudah berhari-hari tidak mandi dan tidak keluar kamar juga, Maira hanya tiduran di kasur sambil menangis dan meratapi segalanya seakan bumi ini akan runtuh.


"Maira! maira ayo buka pintunya, Lo memang ga pernah berubah Maira, masalah tidak akan pernah selesai jika Lo kayak gini terus."


Lisa yang selalu berusaha membujuk Maira, tetap saja gagal karena Maira tidak mendengarnya sama sekali.


"terserahlah! lupakan saja Max, dan jangan berharap lagi, mungkin Lo memang tidak pantas buat menjalin hubungan sama siapapun," Jelasnya.


Lo yang akan menyesal dan Safira yang akan menang, lihat aja! saat lo keluar nanti MaX dan Safira pasti sudah balikan.


Seperti kehilangan akal Lisa yang tak henti memanas-manasi Maira dengan harapan dia bisa terpancing dan keluar dari kamar nya.


krekkk...


Suara pintu terbuka...


Lisa langsung masuk saat melihat pintu kamar Maira terbuka dan betapa terkejutnya dia ketika melihat temannya yang acak-acakan di tempat tidur.


Lo kenapa! kok suka banget menyiksa diri begini?" tanya Lisa.


"Gue memang bodoh Lisa, Max mungkin memang seharusnya tidak dengan gue."Ucap nya.


"Sudah lah! gue ga mau dengar apapun juga dari mulut Lo," ucapnya marah.


"Yang ini lah ,yang itu lah, sekarang bukan waktunya untuk ngomong, udah Lo bangun trus mandi, bersihin tu badan Lo muka Lo yang_," ucap Lisa yang langsung menghentikan ucapannya karena melihat temannya yang begitu frustasi.


"Gue tunggu lima menit dibawah,"


Lisa langsung meninggalkan Maira disana, dan menunggunya hampir lebih se-jam-an


Maira turun dengan murung kebawah, dan menanyakan kepada Lisa bahwa mereka akan pergi kemana.


Hal itu justru membuat Lisa bertambah kesal dan membiarkannya disana sendiri.


Terserah Lo mau kemana, gue enggak jadi pergi," ucap Lisa.

__ADS_1


...****************...


Malamnya Max datang kerumahnya Lia untuk menemui Maira disana, Max yang sedih heran melihat kondisi Amaira disana, sangat tidak menyangka jika Maira sangat meratapi Masalah ini.


"Kamu kenapa kayak gini sayang?" tanya Max.


Maira hanya diam saja saat Max menanyakan beberapa pertanyaan padanya.


"Maira! Aku sangat mencintai mu, kenapa kamu begini... aku tidak ingin melihat kamu begini terus Maira." Pinta MaX.


"Aku mau putus Max, aku enggak bisa berada didalam bayang mantanmu," ucap Maira.


"Tapi Maira, kenapa harus begini, kita bisa berjuang bersama kan." Pinta nya lagi.


"Aku enggak tahu Max, aku butuh waktu sendiri..." ujar Maira dan langsung meninggalkan max di ruang depan.


Lisa langsung menghampiri MaX, dan mereka sama-sama bingung dan tidak bisa menerima ucapan dari Maira yang selalu menyerah begini.


"Sorry ya Max, di luar dugaan gue sih Max," kata Lisa.


"Ya... Lo ga salah kok, mungkin Maira bukan jodoh gue," ujar MaX pasrah.


"Safira gimana, masih sering datang!" tanya Lisa.


"Udah lama dia gak kekantor, gue kan udah bilang kalau gue udah selesai dengan Safira." jelas Max.


"Gue mau jujur sama Lo, sebenarnya gue pernah balikan sama Safira, waktu Lo ngilang dulu ." Ucap MaX.


"Tapi bentaran doang, ya gue kalut banget, saat Safira datang... ya gue terima dia balik, ehh enggak tahu nya , dia itu pasien rumah sakit jiwa Lisa." Jelas MaX.


"Lo yakin, Lo enggak ngarang kan," jawab Lisa.


"Gue enggak tahu lagi ngejelasinnya, gue itu sebenarnya enggak mau cerita, tapi udah kayak gini kejadiannya, dan sekarang, Lo bilang kalau gue ngarang," jelas MaX yang kesal atas jawaban Lisa.


"hahaha... sorry MaX, habisnya lucu aja, ya... kayak ga yakin gue kalau Safira pasien rumah sakit jiwa," Ucap Lisa sambil tertawa.


"Ia... paham gue," jawab MaX.


Safira yang depresi karena perlakuan perlakuan dari mantannya yang selalu memukulinya dan berkata kasar padanya, dia sangat menyesalinya kenapa dia harus meninggalkan Max demi pria yang tidak beradap seperti itu.


Safira yang kabur untuk ke dua kalinya menemui Max, untuk meminta maaf dan ingin mengulangi semuanya dari awal lagi.


Tetapi Max, telah menyelesaikan segalanya dengan memulangkan safira ke rumah sakit, tetapi saat dia berharap bisa baik-baik saja bersama Maira, Maira malah membuat keputusan terbalik dengan MaX.


Maira ingin menyudahi segalanya dan pergi meninggalkan Max, yang jelas-jelas max sudah berkorban dan ingin kejenjang serius bersama Maira.

__ADS_1


Sikap Maira justru membuat MaX sangat kecewa atas keputusannya, Lisa yang berharap lebih pun kepada Maira juga merasakan kekecewaan itu.


...****************...


"Lo jadi pergi Mai!" tanya Lisa.


"ehm, gue rasa gue memang harus pergi sekarang," jelasnya.


"Memang Lo yakin dengan keputusan Elo!" tanya Lisa lagi.


"Dan Lo memang nya enggak mau mendengar penjelasan MaX." Jelas Lisa memancing Maira.


"Keputusan sudah jelaskan, Max kembali ke Safira yang cantik," ujarnya


"Ya ampun Maira, bangun! bangun Lo jangan tidur Mulu..., Max mana mungkin suka sama cewek gila kayak Safira gitu," jelas Lisa.


"Ha... maksudnya apa?" tanya Maira.


"Sekarang baru Nanya,"


Lisa mencoba menjelaskan kepada Maira, jika Safira itu sangat depresi dan sudah menjadi pasien rumah sakit jiwa selama empat tahun belakangan ini.


Maira yang awalnya sangat tidak mempercayai, masih saja ingin meninggalkan segala yang ada di sana, dia tidak ingin mempertahankan apa yang bukan miliknya.


Tetapi setelah Lisa mengulang ucapannya dan meyakini Maira sekali lagi, dia seperti merubah pikirannya, dan ingin menemui Max sekali lagi.


Maira bergegas mencari Max dan ingin merubah keadaan yang ada, didalam hatinya jelas saja dia masih mencintai Max dan masih ingin bersama Max.


Tetapi Max bukanlah Mainan bagi Maira, Maira tidak bisa datang dan pergi seenaknya begini, Maira memang harus lebih banyak merubah dirinya lagi.


Sikap Naif dan ketakutan yang berlebihan itu sangat tidak baik bukan, Jadi setelah memikirkan sekali lagi Maira menghentikan langkah kakinya untuk menemui Max.


Dia merasa, sebelum meyakinkan hubungan ini yang terpenting dia harus meyakini Dirinya terlebih dahulu, apakah dia pantas atau tidak untuk bersama-sama dengan MaX.


Lisa yang melihat Maira tidak jadi menemui Max juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena hubungan ini Max dan Maira yang menjalankan nya.


Jadi yang berhak dalam mengambil keputusan adalah Maira sendiri.


Maira pun melanjutkan Perjalanannya kembali, Walau dia belum tahu mau kemana tetapi yang terpenting saat ini Maira merasa bahwa dia sangat perlu Sendiri dulu.


Kira-kira ada yang tahu Maira ingin pergi kemana, dan apakah hubungan Maira dan Max akan tetap berjalan baik atau tidak.


Mohon dengan sangat author sangat membutuhkan dukungan kalian jadi jika mampir tolong tinggalkan jejak dengan


Tap like, dan vote nya serta beri hadiah jika berkenan dan juga masukan dulu aja ke favorit supaya enakkan jika mau baca lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


Author sayang kalian.😘


__ADS_2