
Maira dan Lisa melanjutkan perjalanan kembali, "setelah sarapan perutnya terasa kenyang dan energi pun juga bertambah," Ujar Lisa.
"Lo udah enggak bete lagi kan Mai!" tanya Lisa sambil menyetir.
"Emang nya gue bisa bete setelah mendengar bualan Lo tadi," jawab Maira nyeleneh.
Dan lagi-lagi mereka tertawa, Enggak terasa mereka hampir sampai dan sudah memasuki kawasan kantor nya.
Gedung besar ini memiliki area parkir yang amat cukup luas, dan sebenarnya di dalam gedung ini juga tersedia kantin yang makanannya juga terbilang cukup lengkap.
Lain kali pasti kami makan di kantin ini jadi kalian para pembaca sabar dan stay tune aja ya.
Maira gue masuk dulu ya," ucap Lisa yang dari tadi sudah mengajak Maira keluar tetapi dia tidak mau.
Maira masih di dalam mobil, sementara Lisa sudah berlalu dari setengah jam yang lalu.
Mereka memang bekerja di tempat yang sama Tetapi beda gedungnya, tetapi tetap saja mereka masih visi dan misi yang sama.
Melihat Maira tak kunjung datang juga Mak akhirnya menelfon Maira, berkali- kali MaX mencoba menghubungi nya tetapi tidak ada jawaban darinya.
Hal ini tentu membuat Max sangat kesal dan sontak keluar ingin menjemput Maira kediamannya Lisa.
Setelah dia sampai dilobi betapa terkejutnya MaX melihat Maira Lagi duduk di salah satu bangku disana.
MaX yang merasa kesal pun, menghampiri nya, dan langsung menariknya keluar lalu masuk ke mobil.
Maira begitu kesal dengan Perlakuan MaX pada nya yang kasar, Tetapi tetap MaX sangat tidak memperdulikannya.
MaX menjalankan Mobilnya sampai disalah satu toko bunga yang tak jauh dari kantornya, MaX memilih satu untuk di berikan kepada istri pak Pandu, satu lagi untuk Maira.
Malamnya MaX menjemput Maira, dan entah angin dari mana MaX memberikan buket bunga yang di belinya tadi siang.
Melihat ini Maira sangat Merasa aneh, kenapa akhir-akhir ini sifat MaX sering kali berubah-ubah, maira pun mengambil buket bunga itu dengan begitu banyak tanda tanya di benaknya.
Mereka pun pergi ke rumah Pak Pandu sesuai undangannya kemarin sore, MaX yang tidak bisa memalingkan wajahnya dari Maira menjadi tidak fokus menyetir dan hampir menabrak sepeda motor yang ingin berbelok.
Lo gila ya," ucap Maira yang kaget.
Gue belum mau mati," jawabnya.
Ya maaf gue ga fokus tadi,"jawab MaX.
__ADS_1
Gimana Lo mau fokus sementara yang Lo liat gue bukan jalanan, emangnya ada jalanan di muka gue!" tanya Maira kesal.
Ga ada sih cuman lebih keliatan cantik aja," ucap Max pelan, tetapi masih terdengar oleh Maira.
Ucapan itu lantas membuat Maira menjadi salah tingkah, mereka berdua kehabisan kata-kata dan akhirnya melanjutkan perjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sesampainya di kediaman pak pandu, mereka disambut sangat hangat disana, dan mereka juga di perlakukan seperti pasangan yang berbahagia.
Kamu ternyata cantik ya Maira," puji nyonya Anjani istri dari pak pandu.
Biasa aja buk," ucap Maira merendah.
"Ah kamu bisa aja merendah, mas pandu seharian ini bicarakan kalian terus, katanya kalian itu dulunya terjerat antar benci dan cinta ya," aduh itu sama dengan kita ya mas," jelas Nyonya anjani menjelaskan.
"Yang di bilang orang-orang itu ada benar loh jika kita tidak boleh terlalu benci sama orang, nanti lama-lama jadi cinta," tambah pak Pandu.
"Saya ga percaya dengan yang kayak gitu," ucap Maira.
"Saya yakin cinta akan datang tepat pada waktunya," ucap MaX sambil merangkul Maira.
"Tenang Maira, kamu kelihatan banget benci sama Max," ucap nyonya Anjani.
"Benar-benar cinta maksudnya,"tambahnya.
Max dan keluarga pak Pandu asik bercengkrama, bercerita dari mulai bisnis hingga urusan percintaan, sedangkan Maira hanya terdiam mendengar ucapan mereka semua.
Maira terasa disudut kan disini, ingin rasanya dia berontak tetapi dia Si Max malah seakan menahannya melakukan itu.
Hal yang ditunggu- tunggu oleh Maira akhirnya datang juga.Pulang, ya saat ini dia hanya ingin pulang dan berendam di bathtub nya.
Lo sengaja banget ya,bilang kayak tadi," ucap Maira ketika sudah sampai di mobil.
"Sengaja gimana," ucap MaX yang kurang mengerti.
Apa Lo lupa atau pura- pura lupa!" tanya Maira.
"Kita ini masih musuhan kan, and you my enemy," jelas Maira.
"Gue engga pernah anggap Lo musuh," ucap MaX.
"Terus apa?" tanya Maira.
__ADS_1
"Jika lo menganggap gue musuh Lo, itu urusan Lo, yang pasti gue atasan Lo sekarang, jadi sebagai bawahan seharusnya Lo bisa jaga sikap kan," jelas MaX yang semakin mendekati Maira dan menatap kedalam mata Maira.
Mendengar itu Maira menjadi tertegun dan tidak bisa berkata-kata lagi, MaX pun menjalankan mobilnya lalu mengantar Maira pulang kerumahnya Lisa.
Sepanjang perjalanan mereka hanya bisa diam membisu tetapi begitu banyak pertanyaan dan pernyataan di dalam kedua benak mereka.
Maira yang sesekali mencuri pandang dengan MaX membuat hatinya bergetar ketika MaX melakukan hal tadi kepadanya.
MaX yang semakin gugup pun hampir membanting stir nya karena ada kucing yang tak sengaja menyebrang.
Aduh... Lo ga apa kan Mai, ucap MaX reflek yang melihat Maira hampir terbentur.
"Sorry ada kucing tadi," tambahnya meminta maaf.
"Ia ga papa kok," ucap Maira.
Perasaan aneh dan jantung berdegup kencang diantara keduanya, mereka berusaha menutupi itu supaya tidak terdengar oleh yang lainnya.
Akhirnya MaX sampai di kediaman Lisa, Maira pun turun dari mobil itu dan berpamitan langsung, lalu masuk kedalam rumah tanpa menoleh lagi kebelakang.
Max pun langsung meninggalkan tempat itu dan berhenti di pinggir jalan, lalu melihat sekeliling dan memegang jantungnya.
"Gawat! gue semakin ga terkontrol akhir- akhir ini," gumam Max.
"Jika begini terus gue bisa gila," gumamnya lagi.
Gue tau dia memang cantik, tapi bukannya udah biasa kalau cewek cantik, ya kalau ganteng cowok lah namanya, kayak gue gini," gumam MaX lagi.
akhh...
Ga tau lah pusing mending gue pulang trus tidur," Max pun menjalankan mobilnya melaju menuju rumahnya.
Ditempat lain Maira yang tengah berendam masih memikirkan kejadian di dalam mobil tadi, dia sangat bingung kenapa jantungnya bisa berdegup lebih kencang ketika MaX menatap nya dalam.
Maira pun menghidupkan Musik favorit nya dan supa dia bisa tenang dan melupakan kejadian itu sejenak.
MaX yang sudah sampai dirumah pun menjadi tidak bisa tidur karena kejadian itu, bayang wajah Maira selalu mengikutinya sehingga dia tidak tidur sampai pagi.
Jangan lupa Like, komen dan Beri vote nya juga ... kalian boleh masukan ini kedalam favorit kalian supaya ada notif nya pas aku lagi up ceritanya...
Terima kasih atas segalanya,๐
__ADS_1
Aku sayang kalian๐๐