
Hallo semuanya, sebelumnya selam kenal untuk kalian semua, terima kasih atas dukungannya kepada Author. Author sangat bangga kepada sama kalian semua, semoga karya ini selalu bisa menghibur kalian dan semoga kalian suka dengan apa yang aku tulis, jika ada kritik dan saran sangat boleh kalian luapkan di komentar ya..😁
Mohon selalu dukungannya, Terimakasih 😍
...****************...
Maira bangun pagi-pagi sekali, ini hari pertama dia memasak untuk suaminya, sebagai istri yang baik dia harus menyiapkan sarapan dan teh hangat setiap pagi bukan.
Bangun lebih awal dari pada sang suami, dan tersenyum saat melihat suami, membuat suami selalu nyaman saat berada bersama kita, itulah yang sedang di terapkan oleh Maira.
Maira gadis ceria nan polos selalu ingin menjadi dewasa untuk Max, dia tidak ingin Max menganggapnya sebagai anak kecil lagi.
Menjadi istri sangat menyenangkan bagi Maira, diawal pernikahannya semua terasa sempurna dimatanya.
Maira sebagai wanita sangat bersyukur mendapatkan suami seperti Max yang selalu mencintai nya, itu yang selalu di tanamnya di dalam hatinya.
"Selamat pagi sayang," ucap Maira sambil membawa secangkir teh kekamar.
"Pagi," ucap MaX yang baru selesai Mandi.
"Sarapan sudah siap loh! Oya kamu mau makan disini atau diluar aja?" tanya Maira.
"Di luar aja yuk," ucap MaX.
Mereka keluar menuju meja makan, Max melihat Maira membuatkan sarapan untuk pertama kalinya bagi dirinya.
Max duduk dan mencoba makanan yang dimasak oleh Maira, ketika mencicipi makanan itu Max merasa ada yang salah dalam makanan itu, tapi Max tidak enak jika dia harus mengatakan kepada Maira.
"Gimana rasanya?" tanya Maira.
"Enak kok, ucap MaX.
"Bener, sini biar aku cobain juga," pinta Maira.
"Jangan! aku lapar, buat aku semua ya," ucap MaX yang tidak ingin Maira merasakan masakannya.
Maira merasa senang jika suaminya ingin menghabiskan masakannya.
Maira melihat Max melahap makanan itu sampai habis dan setelah itu Maira mengantarkan Max kedepan pintu.
Max yang masih merasa keasinan dengan makanan Maira berusaha menutupinya supaya Maira tidak tahu sebenarnya.
"Kamu hati-hati ya mas," ucap Maira.
"Iya sayang," sahut Max sambil memberikan kecupan ke kening Maira.
Max pun berangkat ke kantor, sedangkan Maira masuk kedalam rumah dan memulai harinya sebagai ibu rumah tangga yang sejati.
Dari mulai membersihkan rumah, mencuci dan memasak semua dilakukan Maira dengan penuh senang hati dan suka cita .
Manjadi istri sangat di nikmatnya, dia yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Max, hingga sesuatu hal menyadarkan Maira.
__ADS_1
Kringgggg.....
Kringgggg....
Suara telfon berbunyi dari dalam kamar, Maira mengikuti suara itu dan mencoba mengangkatnya.
Hallo...
Maira, Lo dimana!" tanya seseorang disana.
Lisa nomor Lo ganti!" tanya Maira lagi.
Iya, gitu lah! tapi itu tidak penting, Lo dimana sekarang, kenapa Lo gak pergi kepulau!" tanya Lisa.
Maira tidak menjawabnya dia hanya diam, dan meminta bertemu dengan Lisa nanti siang.
Dan Setelah bertemu di salah satu kafe dan juga telah memesan secangkir kopi, Maira menjelaskan jika dia tidak bisa memenuhi keinginan mereka semua.
Dia dan Max memiliki liburannya sendiri, terlebih Maira yang sangat phobia dengan pesawat.
"Yang penting Lo dan Max bahagia," ujar Lisa.
"Makasih Lis, Lo sudah mau ngerti," ucap Maira.
"Jadi Lo berdua tinggal dimana sekarang?" tanya Lisa.
"Max beli sebuah apartemen ga jauh dari sini kok," jelas Maira.
Lisa pun mengerti alasan Maira yang tidak memenuhi hadiah yang diberikannya, Setelah itu semua yang terpenting adalah kebahagian dua pasutri ini bukan.
Lisa yang senang bisa melihat Maira dan Max bahagia, terlebih Maira sudah menjadi saudara nya sekarang.
Mereka pun saling berbincang-bincang sambil menikmati kopi yang telah dipesannya tadi.
Maira yang sangat sumringah menceritakan Kebahagiaannya menjadi istri baru membuat Lisa juga ingin menikah dengan seseorang.
...****************...
Malam harinya Maira yang sudah menunggu Max pulang dari kantor, semakin tidak sabar menyambut kedatangan dari suaminya tercinta.
Beberapa kali dia melihat jam dan menunggu Max pulang, Maira yang berpindah-pindah tempat duduk dari mulai meja makan dan sofa lalu masuk kekamar dan menunggu di ruang tv, namun Max belum menampakkan wajahnya disana.
"Max mana sih, belum pulang juga! sudah jam berapa ini," Gumam Maira.
"Coba di telfon kali ya," gumamnya lagi.
Maira mencoba menelpon Max namun tidak ada jawaban dari sana, Maira mencoba beberapa kali tapi tetap tidak ada jawaban apapun dari sana.
Maira lantas mencoba menelpon Kantor nya Max, dia mencoba memastikan bahwa Max tengah menyetir saat ini.
"Hallo..!" ucap Maira, ketika Maira mendengar jawaban dari sana.
__ADS_1
"Ya hallo," jawabnya.
"Pak Max nya masih dikantor!" tanya Maira.
"Sudah pulang sejak tadi buk," jawabnya lagi.
Maira lantas mematikan telfonnya dan dia m memutuskan menunggu Max lagi.
"Mungkin Max sedang menyetir kali," gumam Maira.
Tidak berselang lama, Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Maira yang hampir tertidur segera membuka pintu.
"Sayang... lama sekali pulangnya?" tanya Maira
"Maaf ya... Tadi ada yang kecelakaan, jadi aku harus putar balik deh," jawab MaX.
"Ouch.. tapi kamu gak papa kan!" tanya Maira lagi.
"Aman.. semua aman kok," sahut Max.
Max segera masuk untuk membersihkan dirinya, sedangkan Maira kembali menutup pintu dan bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam buat Max, yang sebenarnya waktu makan malam sudah lewat sejak tadi.
Tidak berselang lama, Max pun turun dan menghampiri Maira di meja makan, mereka mulai menyantap makanan itu hingga habis, Max menatap Maira karena makanan ini sangat terasa lain dari pada tadi pagi.
"Kenapa Mas?" tanya Maira.
"Kamu beli dimana makanannya?" tanya Max.
"Lain ya rasanya, Iya aku beli itu...," jelas Maira.
"Pantas, rasanya enak yang tadi kan asin,"" ucap MaX keceplosan.
"Asin! yang tadi asin kan, kamu mah..," rengek Maira.
Max yang geram dengan tingkah Maira mencubit pipinya Maira, dan mereka pun tersenyum hingga tertawa juga.
"Maaf ya mas, aku tadi udah masak kok, trus gosong jadi aku beli aja, pas aku ketemuan sama Lisa tadi di kafe." jelas Maira.
"Iya.. gak apa kok, kamu ketemu Lisa terus0 apa katanya?" tanya Max.
"Ya mau bilang apa, paling dia bilang yang penting kalian bahagia," sahut Maira.
"Yang penting dia gak marah kan, aku tahu jika Lisa orang yang baik," jelas MaX.
"Ya Lisa emang orang yang baik," sahut Maira.
Setelah makan pasutri ini langsung masuk kekamar untuk beristirahat sambil bercanda sebelum tidur.
Maira yang masuk duluan dan disusul oleh Max yang menutup pintu kamar. Dan terdengar suara-suara mendesah dari dalam kamar tersebut.
Bersambung...
__ADS_1