My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 29


__ADS_3

Setelah menerima lamaran dari Max, Maira dan Max kembali kerumah Lisa, mereka akan segera menentukan tanggal baik ini.


Selang beberapa hari Max dan kedua orang tuanya datang menemui Maira dirumah Kakak untuk melamarnya secara keluar besar.


Dalam acara itu terdapat kedua orang tua Max dan Lisa serta kakak Maira dan suaminya, setelah semua ini selesai mereka ingin melakukan tunangan terlebih dahulu.


Akhirnya MaX dan Maira bertunangan di hari yang baik dan hari pernikahan mereka di langsungkan dua bulan dari hari pertunangan.


"Kamu bahagia gak sekarang?" tanya Max.


"Aku bahagia sekali," jawab Maira.


Aku janji akan jadi suami yang selalu ada buat kamu, karena kebahagiaan kamu adalah segalanya buat aku," jelas MaX.


Maira tersenyum bahagia, terlebih dia akan menjadi seorang istri dalam dua bulan ini, sesuatu yang sangat sulit untuk dia ungkapkan dan sangat bahagia jika dirasakannya.


...****************...


Seminggu setelah acara pertunangan, Maira yang selalu tersenyum melamun melihat cincin tunangannya yang melingkar di jari manisnya.


"Ya elah... lama-lama gak silau tu cincin di lihatin Mulu," ledek Lisa yang baru masuk kedalam kamar.


"Apasih Lo, syirik tanda tak mampu tahu," jawabnya sambil meledek juga.


"Ih, siapa yang syirik," ucap Lisa sambil memegang pipi Maira dan memeluk nya.


"Makasih ya Lis, Lo selalu support gue dalam keadaan apapun," ucap Maira yang membalas pelukan Lisa.


"Iya, itukan gunanya saudara, gue selalu anggap Lo sebagai saudara gue Maira," jelasnya.


...****************...


Sebulan telah berlalu, Maira yang semakin sibuk dalam mengurus segala urusan pernikahan dengan MaX, gadis ini begitu antusias dalam memilih segalanya.


Saat Maira sedang memilih gaun pengantin, dia tidak sengaja bertemu dengan Ambar teman waktu sekolahnya dulu.


"Ambar," ucap Maira yang kaget.


"Ouch, hai... Amaira, jadi juga Lo kawin?" tanya Ambar.


"Iya Ambar, nih gue lagi cari gaun pengantin," jawab Maira pelan.


"Ya gue berharap semoga pernikahan Lo berjalan dengan lancar," ucap Ambar seperti tidak suka.


"Ya makasih Ambar," jawab Maira.


Ambar yang pergi dari sana, membuat Maira menjadi kuatir karena ucapan Ambar seperti tidak sedang mendoakan tetapi sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk pernikahan dengan MaX.


Selang sejam setelah memilih gaun pengantin Maira mampir ke kafe untuk meminum segelas kopi disana.


"Makasih ya mbak," ucapnya dengan pelayan kafe yang mengantar segelas kopi.

__ADS_1


Maira merenungkan ucapan Ambar, sambil mengaduk-aduk kopinya, hal itu tentu saja membuatnya menjadi ragu dengan pernikahannya.


Karena melamun Maira tidak sadar jika Lisa sudah duduk tepat didepannya melihatnya dari lima menit yang lalu.


"Hadehh, calon pengantin melamun, pamali tau gak," ucap Lisa yang mengagetkan Maira.


"Lisa, Lo ngagetin gue aja," ucapnya yang tersadar dari lamunannya.


"Emang Lo kenapa sih, gue yang dari tadi disini ga dilirik sama sekali loh," ujar Lisa.


"Lo udah dari tadi disini Lis?" tanya Maira.


"Jadi Lo gak sadar?" tanya Lisa lagi.


"Tadi gue ketemu Ambar, dia ngomong sesuatu gitu," jelas Maira.


"Terus! karena ucapannya loe jadi Melamun gini," ucap Lisa.


"Ya gue cuman kepikiran aja," jawab Maira.


"Sudahlah Mai, jangan terlalu dipikirkan, dia itu sengaja buat Lo goyah... yang penting Lo yakin dengan MaX dan pernikahan ini," jelas Lisa.


"Iya Lisa, gue emang suka mikirin yang gak penting kadang," jawabnya lagi.


"Nah.. itu sangat gak bagus Mai, dengan hubungan Lo dengan MaX," jelas Lisa lagi.


Maira mulai lagi memikirkan ucapan Lisa, walau dia masih sedikit ragu dengan ucapan Lisa, setidaknya dia sedikit lupa dengan ucapan Ambar tadi.


Udahlah... jangan dipikirkan terus, mending sekarang Lo kesalon biar fresh," ajak Lisa.


"Gimana Maira, Lo agak enakkan gak?" tanya Lisa yang lagi di creambath.


"Gue sedikit lebih lega Lisa, makasih ya Lo selalu ada buat gue," ucap Maira lagi.


Hampir dua jam mereka disalin memanjakan dirinya, dua gadis ini tertidur sambil di pijat oleh karyawan salon itu.


Hingga telepon berbunyi Maira pun terbangun karena terkejut.


kringgggg...


kringgggg....


Maira melihat layar di ponselnya dan mengangkat nya.


Ya Max... ada apa," jawab Maira.


Kamu dimana, kok dari tadi aku telfon ga diangkat." ucap MaX.


Iya maaf aku lagi disalon bareng Lisa, jadi kami ketiduran, ya udah aku pulang sekarang ya," ucap Maira.


Oke aku tunggu ya."

__ADS_1


Maira menutup telepon nya dan membangunkan Lisa yang masih tertidur pulas.


Beberapa kali dia membangunkan sahabat karibnya, dan Lisa terbangun juga dari mimpi indahnya.


Mereka lantas pulang setelah Lisa bangun, setelah Lisa mengambil mobilnya dari parkiran mereka melaju menuju kediaman Max.


Lisa yang telah sampai diarea depan rumah Max, tidak turun dari mobil karena ada urusan yang harus di selesaikan, dia meninggalkan dua sejoli ini di dalam rumah hanya berdua saja.


"Dahh," ucap Maira sambil melambaikan tangan dan melangkah menuju pintu utama.


Max, Max," Ucap Maira yang memanggil Max karena Max tidak ada di depan.


Tidak beberapa lama Max pun turun kebawah menemui Maira, tunangannya.


"Hay sayang," sapa nya sambil mengecup kening Maira.


"Hay Sayang," jawab Maira yang terlihat lesu.


"Kenapa... capek ya pulang dari salon?" tanya Max.


"Ehmm," jawab Maira manja.


"Besok, kalau kamu udah jadi istri aku, aku akan bawain salonnya kerumah supaya kamu gak capek," ucap MaX yang menggoda Maira.


"ish kamu lebay," jawab Maira sambil tersenyum.


"Ihh biarin aja lebay, kan sama istri sendiri," ucapnya sambil mengelus kepala Maira.


"Kamu sudah makan belum, kita pesan makan ya," ajak MaX.


"Iya aku belum makan sih, tapi gak usah beli ya... aku masak aja gimana," pinta Maira.


"Kamu masak, emang bisa," ucap MaX yang kurang yakin.


"Bisa lah, masak gak bisa, tunggu disini ya, nanti kalau udah siap aku panggil," ujar Maira Sambil pergi ke dapur.


Sudah hampir sejam Maira di dapur dan Max belum juga di panggil nya, Max yang curiga mulai memanggil Maira tapi tidak ada jawaban dari dapur.


Max pun berinisiatif memesan makanan dari ojek online langganannya sambil melihat Maira di dapur.


"Maira udah siap belum, aku udah lapar nih!" tanya Max yang berbasa-basi karena dia tidak mencium aroma makanan sedikit pun.


Ya Max, lima menit lagi," jawab Maira.


Ya cepat sayang aku udah lapar ini," ujar MaX sedikit teriak.


Saat membalikkan tubuhnya Maira melihat Max tepat di belakangnya, dan Max pun tertawa karena muka Maira penuh dengan tepung dan gula.


Max kamu disini dari tadi?" tanya Maira.


"Maira, kamu_"

__ADS_1


Max menahan ucapannya dengan tidak menyinggung Maira, dan tak lama dari sana bel rumah pun berbunyi, Max meminta Maira duduk di meja makan sementara dia keluar melihat pesanannya yang sudah datang.


Bersambung...


__ADS_2