
"Si Maira kenapa ya!" Tanya Lisa yang bingung melihat temannya dari tadi senyum-senyum sendiri.
Lisa yang bingung akhirnya memutuskan menghampiri Maira yang lagi duduk di ruang depan sambil melahap es krim kesukaannya.
"Gue perhatiin sejak tadi Lo ketawa melulu ?Mai!" tanya Lisa.
Eh, Lis! sini duduk gue mau cerita," ujar Maira.
"Kenapa Maira?" tanya nya lagi.
Tadi di kantor si MaX tu aneh tau banget, Ya ga kayak biasa nya gitu," ucap Maira.
"Kalian berantem!" tanya Lisa.
"Ya kalo berantem mah udah biasa," jawabnya.
Maira pun menjelaskan atas keanehan yang dia rasa tentang MaX dari pagi tadi, disaat mereka duduk dalam satu ruangan saat bekerja tadi.
Seketika tawa Lisa pecah saat Maira bercerita tentang dirinya dan MaX, Lisa yang tak sanggup menahan tawa nya merasa aneh kenapa ini bisa terjadi.
Hahaha....
Ha-ha-ha....
Aneh kan gue bilang," ucap Maira.
Setelahnya mereka pun tertawa bersama.
Keesokan harinya...
Lis, gue masuk duluan," ucap Maira yang langsung berlari kedalam kantor tanpa menunggu Lisa memarkirkan mobilnya.
"Maira tungguin gue,"ucap Lisa sambil memarkirkan mobilnya.
Maira menghampiri MaX di ruangannya, ternyata MaX sedang melakukan temu janji dengan Klien, Maira yang tidak mengetahuinya asal masuk kedalam dan langsung berceloteh.
Keadaan itu sontak membuat semua menjadi canggung dan hening, Klien tersebut reflek mengatakan jika Maira adalah pacar MaX.
Mendengar pernyataan itu membuat MaX menjadi salah tingkah dan langsung membalikkan semua omongan sang klien.
Sebelum sempat Max mengatakannya, klien tersebut langsung menyetujui kontrak yang diberi oleh Max dan langsung menandatangani nya.
Melihat semua itu Max pun senang karena dia berhasil mendapatkan tender baru lagi, Maira yang melihat itu langsung ingin keluar dari ruangan itu.
"Tunggu," ucap klien tersebut sambil menunjuk Maira yang hendak keluar dari ruangan.
__ADS_1
Kamu sangat lucu, tingkah kalian barusan membuat saya mengingat tentang suatu kejadian dengan istri saya," jelas Klien itu.
Dahulu saya sangat membenci istri saya tetapi sekarang saya sangat mencintainya dan tak ingin jauh dari nya," jelasnya lagi.
Sama seperti kalian berdua ini, pasangan muda yang bercinta," sambungnya.
"Tapi kita enggak,_"
Maira yang ingin menjelaskan semua, perkataan nya langsung di potong oleh Pak Pandu, klien dari MaX.
"Saya ingin mengundang kalian makan," ucap pak pandu sambil mengambil tasnya di kursi.
"Saya tunggu nanti malam ya, kalau begitu saya permisi," pinta pak pandu.
"Tapi pak kami,_,"
MaX yang langsung memeluk Maira memotong perkataan Maira, dan menyetujui semua undangan dari pak Pandu.
MaX memberi pengertian kepada Maira jika undangan itu tidak di penuhi maka kemungkinan tanda tangan itu juga bisa di batalkan.
Tapi kita ga ada hubungan sama sekali!"ucap Maira.
Ya pura-pura aja, ada!" ucap MaX dengan santainya.
"Lo kira gue sudi," ucap MaX yang berteriak.
Maira sangat tidak bisa membayangkan semua ini, Jangan kan untuk pacaran, bicara yang baik dengan MaX aja itu udah mustahil menurutnya.
"Kenapa gue masuk saat itu," ucap Maira menggerutu.
Mendapatkan ini semua Maira merasa pusing dan stress banget, dia pergi ke kantin lalu memesan segelas air dan meminumnya hingga delapan gelas.
Hal itu malah membuat Maira harus berakhir di toilet sepanjang hari.
Hingga sudah dirumah pun Maira masih menggerutu akan penyesalannya yang asal main masuk keruangan MaX saat itu, dia mengacak-ngacak rambutnya dan memukuli bantal yang sedang dipangku nya.
Lisa yang melihat semua itu merasa aneh sendiri dengan tingkah temannya akhir-akhir ini, Lisa yang masih melihat temannya langsung beberes dan mengeringkan rambutnya.
Setelah Lisa mengenakan pakaian lengkap usai mandi tadi, ia pun langsung menghampiri temannya dan bertanya ada apa gerangan.
Maira menceritakan segalanya, tetapi Lisa malah menertawakannya, Maira semakin Kesal dan marah melihat respon Lisa tang tertawa.
Lagian elo sih yang main asal masuk," ucap Lisa.
"Ya kan gue kira ga ada orang Lis," sambung Maira.
__ADS_1
"Ya memang harus pergi kali ya, ucap Lisa.
Lisa pun berlalu meninggalkan Maira dengan kegalauan nya, Lisa yang memang lapar sejak sore langsung mengambil makanannya di dalam lemari yang memang sudah dia pesan sejam sebelum dia mandi.
Maira menghampiri Lisa, berusaha membujuk Lisa supaya makan malam ini tidak terjadi atau mungkin semua ini bisa ditunda satu hingga dua hari.
Lisa sama sekali tidak memperdulikannya dia masih asik sendiri dengan makanan di atas meja.
Seporsi Mie geprek dan kentang goreng kesukaannya serta es jeruk yang sangat dingin, Lisa menyantap semuanya hingga tak tersisa lagi.
Maira yang galau dengan semuanya, dibuat tambah galau dengan tingkah Lisa yang tidak menggubrisnya, dia pun pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Wanita ini bahkan tidak bisa duduk dengan tenang, dia duduk, berdiri duduk lagi lalu berjalan berputar sepenuh kamarnya yang cukup besar mencari cara agar semuanya tidak terjadi.
Maira melakukan itu hingga merasa ngantuk dan terakhir dia berbaring di atas kasur nya lalu tertidur disana hingga pagi.
Pagi ini Maira tidak bersemangat untuk pergi kekantor, dia merasa tidak enak badan dan mengatakan kepada Lisa bahwa hari ini dia dirumah saja.
Tetapi belum selesai dia mengatakannya Pesan dari MaX yang mengharuskan dia datang kekantor membuat nya tidak bisa melanjutkan ucapannya pada Lisa.
Maira terpaksa pergi juga bersama Lisa Kekantor, Dia duduk disamping Lisa dengan wajah yang manyun.
melihat itu Lisa tertawa kembali, lalu menjalankan Mobilnya, dengan kecepatan sedang Lisa mengemudi sambil melirik mencari restoran terdekat.
Kita sarapan dulu ya Maira, gue lapar!" ucap Lisa yang memarkirkan mobilnya disalah satu restoran.
Maira tidak menjawab apa-apa, tetapi dia langsung turun dan memesan segelas capuccino panas.
Sedangkan Lisa memesan Nasi goreng siput dan segelas Thai Thea. Tidak berapa lama pun makanan yang mereka pesan akhir nya tiba diatas meja.
"Lo enggak makan Mai?" tanya Lisa.
"Enggak lapar gue," jawabnya sambil menyeruput secangkir capuccino hangat.
Mereka makan cukup lama disana, karena sambil bercerita dan bersenda gurau, Lisa memang sangat pintar membujuk dan mengembalikan mood Maira.
Mood Maira yang tadinya kurang baik akhirnya meleleh juga dengan jurus andalan Lisa, sesaat mereka menceritakan kenangan masa lalu saat SMA dahulu.
Begitu banyak kenangan dan kebahagian bersama saat itu, dan mereka sangat senang jika bisa menceritakannya kembali.
kekonyolan yang dilakukan membuat mereka tertawa lepas, sampai orang-orang yang tengah makan disana sontak melihat mereka yang tertawa lepas dengan kencang.
Bahkan mereka sangat tidak memperdulikannya, yang terpenting bagi Lisa adalah temannya bisa tertawa dan ceria seperti dulu lagi.
Bersambung...
__ADS_1