My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 30


__ADS_3

Max membuka pintu dan mengambil pesanan nya dari ojek online, dia kembali masuk dan tak lupa menutup pintunya lagi.


Di dapur Maira sudah menunggu nya dengan keadaan muka yang masih comel.


"Siapa yang datang?" tanya Maira.


"Ouch ini, bentar ya aku ambil piring dulu," jawab MaX.


"Lihat aku bawak apa," ucap MaX sambil meletakkan piring diatas meja.


"Kamu beli, kan aku sudah bilang jangan beli, gimana sih kamu," ucap Maira yang sedikit merajuk.


"Ya... merajuk, jangan dong sayang... aku tau kamu sudah berusaha tadi, tapi aku sudah keburu lapar, gimana dong," ucap MaX sambil menghapus tepung di wajah Maira."


Ya aku tau, aku gak bisa masak...," jawabnya.


Enggak usah dipikirin, yang penting kita bahagia, kalau kamu gak bisa masak emang kenapa," ucap MaX sambil membuka bungkus makanan itu.


"Maaf ya Max, aku belum bisa jadi yang terbaik buat kamu," ujar Maira.


"Ya no problem, kamu gak usah merasa merendah gitu ya," ucap MaX yang menenangkan Maira.


Mereka pun makan dengan lahap, dan setelah makan, Max mengantarkan Maira pulang kekediaman Lisa.


Sampai dirumah, Lisa tidak ada disana, Maira dan Max pun bingung kemana Lisa pergi, karena dia tidak memberi tahu sebelumnya.


"Jadi gimana?" tanya Max.


"Ya gak tahu lah," jawab Maira.


"Coba telpon lagi," ucap MaX lagi.


"Sudah tapi gak di angkat sama Lisa," sahut Maira.


"Kamu punya kuncinya kan?" tanya Max lagi.


"Kemaren ada, tapi waktu kabur kemaren ya semua kunci cadangannya aku bilangin ke Lisa," jelas Maira.


Akhirnya MaX memutuskan untuk menemani Maira, hingga Lisa pulang.. cukup lama mereka menunggu sampai Lisa pulang, dan akhirnya Lisa pulang juga.


"Sorry ya, gue lupa nitipin kunci tadi Ama maira," ucap Lisa yang langsung membuka pintu.


"Ya asal lain kali gak Lo ulangi aja lagi," ucap MaX sedikit Kesal.


"Eh... sorry MaX," ujar Lisa.


"Lo dari mana sih Lis," jam segini baru pulang?" tanya Maira.


"Sorry Maira, gue ada perlu tadi," jawabnya.

__ADS_1


"Ya sudah sayang... aku pulang dulu ya, kan sudah ada Lisa," ucap MaX yang pamit sambil mengecup kening Maira.


"Ye.. sabar bentar lagi juga sah," celetuk Lisa.


Dah sayang," ucap Maira.


Maira dan Lisa masuk kedalam rumah, didalam Maira, menanyakan kepada Lisa apa yang sebenarnya terjadi.


"Lo kemana sebenarnya tadi?" tanya Maira.


"Ada kerjaan bentar tadi," jawabnya.


"Bohong... Lo bohong kan," tebak Maira.


"Gue,..gue_," ucap Lisa yang tidak tau mau jawab apa.


"Apa, ayok jawab." Ujar Maira.


Ya gue bertemu sama seseorang," ucap Lisa yang sedikit malu.


"Siapa, orang penting atau siapa?" tanya Maira.


"Pacar gue, waktu Lo kabur dulu gue ketemu sama seseorang dan merasa cocok terus kita jadian," jelas Lisa.


"Ha,... pacar!" ucap Maira yang kaget karena tidak menyangka dengan ucapan sahabatnya.


Maira sontak memeluk Lisa dan mengucapkan selamat atas apa yang telah terjadi, Maira juga merasa menyesal karena dia tidak ada saat Lisa merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.


"Jadi Lo gak marah, Mai!" tanya Lisa.


"Buat apa gue marah, gue senang dong... kalau Lo punya pacar, aneh deh Lo," sahut Maira.


Ya udah Gue mau naik dulu udah ngantuk," ucap Maira.


Lisa merasakan bahagia karena temannya mensupport apa yang dia rasakan terhadap seorang pria.


Lisa sangat tidak menyangka bahwa Maira akan mengatakan itu ketika dia tahu yang sebenarnya.


Lisa sangat bangga kepada Maira, karena dia sudah mulai dewasa, dan itu juga bagus untuk nya kedepannya saat menjalani hari-hari menjadi istri Max.


...****************...


Dan Pernikahan Maira dan Max tinggal Seminggu lagi, semua sudah hampir selesai, Max dan Maira sedang fitting baju pengantin yang telah mereka observasi terlebih dulu.


Saat Maira keluar dari kamar pas, betapa terpesona Max dengan kecantikan calon istrinya dalam balutan gaun pengantin berwarna putih.


"Kamu sangat cantik sayang,"ucap MaX, tanpa berkedip.


"Bener, ini udah pas belum ya, aku takut nanti gak cocok buat aku?" tanya Maira.

__ADS_1


'it's perfect...," ucap Lisa yang baru sampai.


"Lisa, Lo lama amat datangnya," ucap Maira sambil mendekati Lisa.


"Lo adalah pengantin yang paling cantik maira," ucap Lisa.


"Lisa bener sayang," ucap MaX, yang menghampiri Maira sambil memeluknya.


"Mm, gue lega deh, soalnya gue sangat nervous tahu ga," ucap Maira yang sangat gugup.


"Ga apa Maira, itu sangat wajar..." ucap Lisa.


Hampir sejam mereka melakukan Fitting baju disana, mereka Lisa dan Maira memutuskan untuk rutin kesalon dalam seminggu ini.


Sedangkan Max kembali bekerja di kantor, dia berpamitan kepada Maira, Max yang merasa sedih harus berpisah pada Maira, membuat Lisa sangat geli dengan pasutri baru ini.


Lisa pun membawa Maira pergi dari Max, kesebuah salon langganan Mereka, disana Maira dibuat secantik dan serileks mungkin.


Supaya rasa gugupnya hilang, jadi Maira harus dibuat enjoy dalam masas ini, Lisa sangat bahagia melihat temannya akan menikah sebentar lagi.


Tak henti-hentinya dia tersenyum dan bahagia untuk Max dan Maira.


"Lisa, Lo ga nyalon juga," ucap Maira.


"Hmm gak ah,ntar lebih cantikan gue dari pada pengantinnya." ledek Lisa.


"Apa sih Lo, aneh!" gumam Maira.


"Oya Lis, nanti temani gue kerumah Kak Nadin ya," pinta Maira.


"Kayak ya gak keburu Mai, besok gimana," jelas Lisa.


"Oke ga apa lah," jawab Maira.


Setelah sekitar Dua jam mereka berada di salon, akhirnya mereka pulang, Lisa menyuruh Maira untuk istirahat supaya di hari H nanti dia akan Fresh.


Maira selalu menuruti semua ucapan Lisa, dia percaya jika Lisa ingin yang terbaik untuknya.


Setelah memastikan Maira tidur, Lisa pergi keluar untuk suatu urusan penting, yang harus dikerjakannya seorang diri.


Maira tidur sangat pulang dikamarnya, sedangkan Lisa sibuk mempersiapkan sesuatu hal untuk Maira sahabatnya yang sudah di anggap nya sebagai saudaranya.


Keesokan paginya Max masih bekerja seperti biasanya, sedangkan Maira sibuk di salon dan fitting baju, untuk nya dan untuk keluarganya yang lain..


Pesta pernikahan Max dan Maira akan diadakan menggunakan tema pesta kebun, sehingga pesta itu akan diadakan di taman dekat kantor Max yang ukurannya memang terbilang cukup besar.


Banyak tamu yang akan diundang nantinya, selain kerabat dekat, rekan kerja dan teman barunya Maira juga diundang olehnya.


Semoga pernikahan Max dan Maira berjalan dengan baik yan teman, semoga Ambar tidak datang untuk mengacaukan segalanya.

__ADS_1


Kita lihat saja di next episode ya, terus baca per episode nya dan jangan lupa untuk Like dan vote nya ya.😊


Bersambung...


__ADS_2