
Maira melamun kan ucapan dari Ambar, dengan menghirup udara malam, Amaira berdiri di dekat balkon sambil melihat indahnya cuaca di malam ini.
Lampu-lampu jalan yang sangat indah membuat Maira begitu tenang di tambah bintang yang berkerlip di langit.
"Apa selama ini gue memang naif," gumam Maira.
"Apakah yang di bilang sama Ambar itu semuanya benar?" gumamnya lagi sambil melihat sekeliling.
Tidak di sangka ucapan Ambar membuat Maira menyadari dirinya begitu salah terhadap Lisa dan MaX.
"Maira Lo belum tidur," tanya Sari.
Belum ngantuk," jawabnya.
Sari yang dari tadi melihat Maira langsung berdiri dan menghampiri nya, karena sejak tadi senior dari Maira ini sedang memperhatikannya.
"Ada apa, ada masalah sama pacar Lo ya!" tanya Sari sambil menghirup udara.
"Enggak kak, ga ada apa-apa kok," jawabnya.
"Udah jangan bohong... gue tahu kok tipe kayak Lo gini, pasti lagi galau kan," tebak sari.
"Ah Kakak! bisa aja," jawab Maira.
"Ya enggak ngaruh juga sih kalau Lo enggak cerita ke gue," tambahnya sambil melihat kebawah.
Maira hanya diam mendengarkan perkataan dari senior nya tersebut, Sari termasuk karyawan yang hambel di kantor, dia juga sangat netral tidak memihak kemana pun.
Yang terpenting jangan ada yang menggangu nya, jika ada yang berani maka dia tidak akan segan membalas perlakuan orang tersebut.
Ya intinya dia itu orang baik, tapi walau pun dia baik dia juga bisa menjadi jahat melebihi singa yang lapar.
"Gue masuk dulu ya, terlalu dingin soalnya," ucapnya sambil melangkah kedalam dan berbaring di kasurnya.
"Oia Lo jangan lama-lama di luar, ntar masuk angin," ucap nya lagi.
Maira sekali lagi tidak menjawabnya, dia kembali berbalik melihat kebawah, dan menghirup udara segar di malam ini lagi.
Dalam saku celananya di ambilnya ponsel dan di lihatnya foto Lisa dan MaX di galeri ponselnya.
"Gue kangen sama kalian," gumamnya.
"Gue enggak tahu mau sampai kapan begini, yang jelas untuk saat ini gue belum siap untuk bertemu kalian," gumamnya lagi.
Sesaat tanpa sadar Maira meneteskan air matanya, sikapnya selama ini tanpa dia sadari begitu menyakiti orang-orang terdekatnya.
Di scrollnya lagi ponselnya dan dia melihat foto Bayu bersama kedua orang tuanya, Dan sekali lagi dia menangis melihat foto kakaknya bersama keluarga kecilnya.
Entah sampai berapa lama dia melihat foto di ponselnya dan entah kapan dia masuk, dia berusaha untuk memejamkan kedua matanya, tetapi tetap saja matanya tidak bisa di ajaknya tidur.
__ADS_1
Di lihatnya kedua teman sekamarnya sudah terlelap dari tadi, akhirnya dia memutuskan untuk turun kebawah hanya sekedar meminum secangkir kopi.
Sesampainya di bawah dan saat kopi panas pun sudah ada di tangannya, Maira melihat David yang lagi duduk di salah satu kursi di dekat jendela.
"Hai pak David belum tidur?" tanya Maira sambil duduk di sampingnya.
"Maira, kamu belum ngantuk makanya turun ya," jawabnya yang balik bertanya.
"Iya pak, bapak sendiri sama kan juga belum ngantuk makanya masih disini," jawab Maira lagi.
"Bukan, kali ini kamu salah," jawabnya.
"Lantas apa pak," jawab Maira.
"Ya saya udah ngantuk sebenarnya, cuman lagi gak bisa tidur aja," jelas nya.
Itu sama aja kali pak," jawab Maira sambil tersenyum.
Saat melihat Maira tersenyum David melihat Keisha disana, pacarnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Dia menatap Maira semakin dalam lagi, lalu dia pun ikut tersenyum saat melihat Maira tersenyum.
"Kamu cantik," ucapnya lirih.
"Apa pak, bapak ngomong sesuatu?" tanya Maira.
"Gak ada, bukan apa-apa kok," jawabnya lagi.
"Dia kenapa ya," gumam Maira.
"Tadi dia kayak muji gue gitu," gumamnya Lagi.
"Udah ah, mending gue tidur," ucapnya sambil menguap dan langsung memasuki kamar tidurnya.
...****************...
Setelah lima hari di sana melakukan beberapa rapat dengan beberapa kolega penting akhirnya proyek itu berhasil di dapatkan oleh perusahaan tempat Maira kerja.
Dengan proposal yang di ajukan oleh Maira mereka Menyetujui persentasi yang dilakukan oleh Maira dan akhirnya mereka memutuskan menandatangani surat kontrak yang diajukan oleh perusahaan Maira.
Dengan Maira yang mendapatkan kontrak itu, semakin membuat Ambar begitu marah dan benci kepadanya, Ambar menggenggam tangannya dan menatap Maira tanda perang segera dimulai.
Mereka pulang dengan sangat gembira dan sesampainya di kantor mereka pun mengadakan pesta untuk menyambut debut pertama Maira
"Wah, selamat ya Maira."
"Selamat ya Maira, Lo keren."
"Maira selamat ya belum satu bulan tapi Lo sudah naik level aja."
__ADS_1
Semua Staf memberi selamat kepada Maira atas berhasil nya Proyek tersebut, Tapi tidak dengan Ambar, dia begitu kesal karena Maira mencoba menggeser posisinya di kantor ini.
"Maira, selamatnya," ucap Santi sambil memeluk Maira.
"Makasih ya Santi, dan untuk kalian semua makasih juga ya," ucap Maira.
Mereka sangat bahagia termasuk juga dengan bos, bos memanggil Maira untuk menemui nya di ruangannya, karena atas debut pertama kalinya Maira mendapatkan bonus dari perusahaan.
Hal itu membuat Ambar begitu kesal, dan semakin membenci Maira, "Awas Lo Maira," gumamnya sambil mengintip Maira Saat dipanggil oleh Bos.
"Alhamdulillah bonusnya gede banget," gumam Maira sambil keluar dari ruangan si bos.
...****************...
Setelah mendapatkan cukup Uang, Maira berniat Menemui kakaknya dan keponakannya tersayang, dia membeli banyak hadiah untuk Bayu dan juga untuk Kakaknya Nadin.
Maira begitu senang karena dengan gajinya sendiri dia bisa membeli sesuatu untuk Kakaknya dan keponakannya.
Tok...
Tok...
Dan saat pintu di buka Maira langsung memeluk kakaknya sambil meneteskan air mata, rasa rindunya terlalu dalam pada Nadin, karena masih begitu sulit untuk nya menjauh dari sang kakak.
"Kok mewek sih, udah ayok kita masuk," bujuk Nadin sambil membawa Maira masuk.
Maira duduk dan meletakkan barang bawaannya serta melihat sekeliling mencari Bayu yang tak terlihat olehnya sejak tadi.
"Lagi tidur, kamu banyak banget bawak bingkisan kesini," ucap Nadin sambil membawa semua bingkisan itu masuk dan keluar lagi membawa secangkir teh.
"Makasih kak," ucap Maira dan mengambil teh yang di bawa kakaknya.
"Kamu kenapa," tanya Nadin.
"Kangen sama Kakak sama Bayu," jawabnya sambil meletakkan teh di atas meja.
'Kangen apa galau," ledek Nadin
Maira tersenyum melihat kakaknya sedang menggodanya, dan dia Memeluk Nadin sekali lagi.
"Kakak tau, kamu lagi galau kan," tebak kakaknya.
Maira, kamu tidak boleh selalu mengikuti keinginannya kamu saja, di sekeliling kamu banyak orang yang menyayangi kamu, mereka berusaha mengerti kamu, kamu juga harus seperti itu," jelas kakaknya seakan mengerti apa yang sedang di alami adiknya.
memang kakak ngerti apa yang terjadi pada ku!" tanya Maira.
"Kakak ini, kakak mu sayang, aku selalu mengerti yang kamu butuhkan dan kamu rasakan, begitu juga dengan MaX," jelas Nadin.
Kok jadi Max!" tanya Maira.
__ADS_1
"Terkadang sikap egois itu harus di sedikit di singkirkan, demi orang yang kita cintai, demi mendapatkan yang kita mau, dan jika ada masalah sebaiknya jangan di tunda terlalu lama," jelas Nadin lagi.
Perkataan Nadin membuat Maira terdiam, karena setiap orang yang dia temui selalu mengatakan itu, "mungkin itu semua ada benar nya," gumamnya.