My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 11. Kisah baru


__ADS_3

~MANSION LEONARD



Merenung menjadi kebiasaan ku belakangan ini, walau masih hitungan bulan aku merasa Jenny sudah meninggalkan ku selama bertahun tahun. Entah harus bagaimana aku akan menghapus rasa bersalah ku ini, aku merindukan nya.


Aku merindukan pelukan nya, merindukan masakan nya yang terlalu asin, aku merindukan tawa dan semua tentang nya. Kadang aku melihat bayang bayang nya berjalan jalan dirumah melakukan rutinitas yang biasa dia lakukan dirumah, sepintas aku berpikir dia kembali namun bayangan itu kembali menghilang.



Hari ini Clark akan menikah, beberapa hari lalu dia mengirim undangan lewat email ku. Ingin rasa nya pergi kesana namun saat dia menanyakan kabar Jenny semangat ku patah kembali, beruntung Clark sangat mengerti aku dan tidak keberatan jika aku tak dapat menghadiri pernikahan nya. Aku harus kembali memusatkan perhatian ku untuk mencari keberadaan Jenny.



Tubuh ku selalu terhenyak ditempat tidur jika aku tidak berangkat kekantor, kebiasaan gila kerja yang sempat ku tinggalkan demi menjaga Jenny kembali terulang.


Tak pernah ada senyum terlihat, dan mungkin dunia ku telah berubah sejak Jenny menghilang. Untuk melepas Jenuh, aku pergi menuju apartemen Ceryn namun yang kudapat hanyalah penghianatan. Ceryn malah sibuk bermesraan dengan seorang laki laki paruh baya di kamar nya.


Mungkin aku telah mendapat karma dari perbuatan ku pada Jenny.



^Dalam hati Mike


Jenny !


sampai kapan kamu akan menghukum ku sayang? tidak kah kamu rindu pada ku?


Tak sehari pun bayangan mu pergi dari pikiran ku. Apa kamu balas dendam pada ku?


kembali lah sayang !



Air mata itu terjatuh lagi, sudah kesekian kali nya sejak Jenny pergi air mata ini jatuh. Aku yang dulu telah berubah menjadi sosok lemah.




*Jenny



Beberapa hari lalu seseorang memberi ku tissu saat aku menangis di halaman belakang,sampai saat ini aku belum mengetahui siapa orang yang yang berbaik hati itu. Sudah 2 hari tapi nampak nya Kakak belum menyiap kan bulan madu mereka berdua,padahal kan ini hari bahagia mereka.



Clark : ada apa Jini? kamu memikirkan sesuatu?


Jenny : ah.. tidak kak


Clark : istirahat lah, jangan banyak pikiran itu tidak baik buat bayi mu


Jenny : Kak, apa kalian tidak akan pergi bulan madu? seperti nya kalian sibuk



tiba tiba Yusi menghampiri dan membawa beberapa kotak susu dan buah buah an segar.


Yustine : bulan madu ? (melirik Clark dan tersenyum)


Jenny : ada apa kak?


Yustine : bukan apa apa sayang, kami akan mengundur bulan madu sampai kamu melahir kan (mengusap perut )


Jenny : kalian pergilah kak, jika menunggu itu akan kama sedangkan aku akan melahirkan dalam waktu 3 bulan lagi


Yustine : Ya !! apa yang kamu pikir kan Jini? apa kau nengusir kami?


bagaimana kami bisa meninggalkan mu sendiri


Clark : Jini (menatap) kami akan pergi bulan madu bersama dengan keponakan kecil kami, untuk itu kami harus menunggu mu melahirkan bukan?


Jenny : (tercengang) baik lah kak




Hari berlalu begitu saja, aku mulai melupakan masa lalu ku dan menjalani hari ku bersama Kakak Clark dan istri nya. Aku tak pernah sebahagia ini seumur hidup ku, selama ini aku sering hidup sendiri dan jauh dari keluarga. Setelah pindah bersama Kakak aku tak pernah kesulitan, mereka membantu ku dan sekalu memberi ku motivasi. Didalam rumah kami selalu berbincang hangat dan tertawa lepas jika Kak Clark menggoda kak Yusi, ahhh aku tak ingin hari ini cepat berlalu.



Tingg..


kami saling memandang, aku yang hendak berjalan tiba tiba di cegat kak Clark dan menyuruh ku duduk.


Cukup lama mereka berbincang di ruang tamu, aku penasaran siapa datang. Aku ingin melihat nya namun enggan bergerak, mungkin itu karena pengaruh kemalian ku yang mulai membesar. Minggu depan bayi ku akan lahir, waktu yang ditentukan Kak Yusi seminggu yang lalu.




*Clark



Hari ini sangat sibuk, bahkan makan siang pun aku tak sempat. Berkas berkas menumpuk diatas meja kerja ku, walau hanya memeriksa dan menandatangani nya tetap saja mata ku terlihat berat memandang nya.



Tok..tok..tok. ..


Terdengar suara ketukan di daun pintu dan terlihat Yusi datang membawa bungkusan makanan.


Yustine : hai sayang..sudah makan?


Clark : belum sayang


Yustine : sudah kuduga, kamu akan melupakan makan siang mu jika sudah bekerja. Mari makan


Clark : baik lah sayang jika kamu memaksa (senyum)



Kami berdua menyantap makan siang yang dibawa istri ku,beberapa kali aku menatap istri ku saat makan.



Yustine : jangan menatap ku terus, makan lah


Clark : salah kah? kamu istri ku.


Yustine : terserah pada mu sayang.


Clark : bagaimana perlengkapan bayi Jini sayang?


Yustine : aku telah mempersiapkan nya sayang, tinggal menunggu waktu yang tepat saat dia melahirkan.


Clark : terimakasih sayang telah membantu ku merawat Jini sayang.


Yustine : kau harus membayar mahal untuk itu sayang..


Clark : upah ? (menaikkan alis )


Yustine : tentu saja, berikan aku kartu debit aku ingin pergi belanja dengan Jini. Dia pasti bosan berada dirumah sepanjang hari.

__ADS_1


Clark : baiklah (merogoh dompet) pergilah sayang


Yustine : oke sayang.




*Jenny



Kakak Yusi pulang lebih cepat, dia mengajak ku pergi berjalan jalan keluar rumah untuk belanja perlengkapan bayi. Kami telah membeli beberapa namun seperti nya masih kurang, karena perut ku sudah membesar Kak Yusi membawa kursi roda agar aku tak lelah berjalan. Dia memperhatikan ku dengan sangat baik, kami berangkat ditemani oleh oleh Yamato asisten pribadi kak Clark.


Yamato mendorong kursi roda dengan perlahan menyisiri pusat perbelanjaan dan sekedar singgah dibeberapa toko yang menyediakan perlengkapan bayi.



Setelah mengelilingi mall kami singgah di sebuah kafe cepat saji, kami makan sembari melepas penat. Tiba tiba kak Yusi berteriak saat melihat sepasang kekasih sedang berjalan tak jauh dari kafe tempat kami makan.Tak lama sepasang kekasih itu menghampiri, dan ternyata itu adalah Willson dan kekasih nya bernama Anna.



Yusi : sedang apa disini bocah kecil ?


Willson : jangan menyebut ku begitu Kak, Anna mendengar nya (kecut)


Yusi : upss.. baiklah ! apa kabar Anna?


Anna : Baik kak. bagaimana dengan kakak?


Yusi : Baik, oh iya kenalin ini Jini


Anna : hai..(mengulurkan tangan) senang berkenalan dengan anda buk.


Jenny : oh hai..


Yusi : jangan panggil dia begitu, Jini masih se usia dengan kalian.


Anna : benarkah ? dimana suami mu Jini


Willson :Anna diam lah, ayo kita pergi.


Kakak kami pergi dulu.



Kata kata nya menyayat hati, aku gelagapan mencari jawaban tapi Willson segera mengajak nya pergi. Willson hanya terdiam sejak tadi sampai dia menerima panggilan di ponsel nya dan terburu buru mengajak Anna pulang. fuihh... hampir saja aku dibuat bingung oleh Anna. Aku harus menghindari nya jika aku bertemu lain waktu seperti nya dia mulut berbisa yang mematikan orang lain. Kak Yusi yang menyadari keadaan ku memegang tangan ku dan menatap ku.


Yustine : Jini, jangan hirau kan dia.


Jenny : ah... tidak apa kak itu hal biasa


Yustine : ayo kita pulangg



Didalam perjalanan tiba tiba saja perut ku terasa kram dan sesuatu terasa mengalir di kaki ku.



*Yustine



Sepanjang hari Jini dirumah saja aku berniat membawa nya keluar berjalan jalan sekedar menghirup udara, dan ternyata dia terlihat senang. Seterus nya aku akan sering membawa nya agar dia tidak bosan dirumah. Aku melihat Willson dan kekasih nya dan mereka datang menghampiri kami. Aku melakukan kesalahan memanggil Willson karena kehadiran mereka mengganggu Jini, kata kata Anna membuat nya tersinggung. Kami berniat pulang, namun ditengah perjalanan Jini kesakitan.



Astaga...Jini air ketuban nya pecah..


"Yama, langsung kerumah sakit"




perawat : buk, maaf kita harus menunggu Dokter nya


Yustine : diam lah, aku ini Dokter ( menunjukkan kartu nama )



Selama beberapa jam aku menangani Jini, dibantu oleh Dokter kandungan lain nya.




*Clark



Ku lajukan mobil ku secepat mungkin saat mendengar Jini masuk rumah sakit, kaki ku berlari kecil menjelajahi lorong lorong kecil rumah sakit. Yamato sedang menunggu disebuah kursi dan aku menghampiri nya.


Clark : bagaimana keadaan Jini?


Yamato : sedang ditangani Yusi dan dokter lainnya.



Aku panik, sejak berangkat dari kantor ku. Kaki ku terus melangkah berulang ulang ditempat yang sama. Pintu ruangan itu tak pernah lekang dari pandangan ku, sekali pun Yusi sedang berada di dalam tapi aku tetap kwatir.


Sudah 2 jam tapi tak seorang pun keluar memberi kabar keadaan Jini didalam sana.



Klikk..


Daun pintu bergerak, Yusi keluar.


Clark : (berhambur menuju Yusi) sayang bagaimana keadaan Jini?


Yustine : (memeluk) kita akan menjadi paman dan bibi sayang. Dia baik baik saja sayang, bayi nya laki laki (senyum)


Clark : syukurlah sayang, aku sangat ketakutan


Yustine : aku tau itu sayang


Clark : kapan kita bisa melihat nya?


Yustine : ikut aku kita akan melihat keponakan kita, sementara Jini masih harus istrahat karena belum sadar.



Kami berjalan menuju kamar bayi, dan melihat anak laki laki Jini.



Sangat tampan ! seperti ayah nya.



Yustine : apa maksud perkataan mu sayang?


Clark : sayang, perhatikan lah seksama. Pangeran kecil Jini sangat mirip dengan Mike


__ADS_1



~INGGRIS √ MILED GROUP



*Mike



Kepalaku sangat pusing, jantungku berdebar debar tak karuan. Sejak tadi aku gelisah, perasaan tidak nyaman. Mata nya perh dan jantung nya sangat sakit. Mungkin aku perlu periksa, seperti nya aku lelah belakangan ini




*Yustine


Clark sedang mengurus administrasi dan perpindahan Jini ke Klinik pribadi ku, aku ingin Jini merasa nyaman disana.


Jika Jini disana, aku akan leluasa memeriksa keadaan nya.



Sementara aku membawa putra kecil Jini keruangan nya karena dia sudah sadar, aku mengetuk pintu dan menghampiri Jini.



Yustine : Jini, lihat lah putra kecil mu sayang. sangat tampan


Jenny : (menatap ) Mike !


Yustine : Mike ??


Jenny : iya kak, wajah nya sangat mirip dengan Mike. Bagaimana Tuhan begitu tidak adil padaku? aku berjuang untuk nya dan dia keluar dengan memakai wajah duplikat Mike. hikss..hkkss.


Yustine : jangan menagis sayang


Jenny : aku bahagia kak, walau aku tak bersama Mike setidak nya putra ku bersama ku.



Clark datang dan melihat kami sedang berbincang.


Clark : Jini, jangan menangis. Tidak baik untuk kesehatan mu.


Jenny : iya kak


Clark : kamu sudah menyiapkan nama nya?


Jenny : Hansond Miller. kita bisa memanggil nya Hans !


Clark : bagaimana dengan Marga nya? Leonard?


Jenny : aku tak ingin dia memakai nama itu.


apa Kakak lupa kalau aku pewaris keluarga Aurora? dia akan memakai nama itu.


Clark : Hansond Miller Aurora.


nama yang bagus.


kalian berdua berbenah lah kita akan pulang.



Sepanjang perjalanan aku hanya menatap wajah Hans,dan tersenyum kecil. Clark diam diam menatap ku dan mengagetkan ku.



Clark : Sayang, sebaik nya kita secepat nya punya bayi agar Hans punya teman bermain (setengah berbisik)


Yustine : apa?? ( terkejut)


Jenny : aku mendengar nya Kak (melirik )



Pecah lah canda tawa kami didalam mobil, aku melihat rona kebahagiaan diwajah Jini.




*Clark



Hans !


Malaikat kecil yang hadir menghiasi rumah kami dengan suara tangisan nya yang nyaring. Semua orang menyayangi nya, terlebih Yusi yang paling protektif dalam menjaga Hans.


Aku dan Jini hanya bisa berdiam diri jika dia sudah ber celoteh tentang larangan pada bayi, harap di maklumi saja dia seorang Dokter.



Kami mengadakan pesta kecil kecilan menyambut pangeran kecil kami, walau hanya orang terdekat dan karyawan yang kami undang tapi pesta nya tetap meriah.



Semua tamu undangan penasaran melihat Hans, dan ketika melihat semua orang terpukau melihat dan ingin menggendong nya saja. Bagaimana tidak wajah imut Hans sangat mempesona semua orang untuk mengelus pipi tembem nya.


Perbincangan kecil kami berakhir saat malam semakin larut, semua para tamu undangan pulang kecuali Mertua ku dan adik ipar ku.


Kami masih tetap bersenda gurau dan tertawa kecil saat menceritakan masa kecil Yusi dan Willson.



Willson, terkesan diam saja sejak tadi tanpa kata. Sesekali dia hanya menatap Hans dan kembali meneguk kembali minuman nya.


Sebenar nya dia baik, hanya saja sikap sombong dan dingin nya membuat semua orang salah paham mengartikan sosok Willson.


Aku menegur nya, namun dia hanya menjawab seada nya.



*Jenny


Sejak kehadiran Hans rumah menjadi lebih berwarna, tangisan nya membuat keributan setiap hari nya namun Kakak Clark dan kak Yusi tidak keberatan dengan hal itu. Saat Hans menangis mereka berdua akan berebut menenang kan nya, baik itu Kakak Clark maupun kak Yusi.



Mereka sangat membantu ku merawat Hans, meski mereka tidur jika Hans menangis dalam sekejab mereka akan bangun dan melihat nya sedangkan aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu mereka.


Dirumah Kakak mengadakan pesta kecil untuk menyambut kedatangan Hans, tak banyak tamu undangan hanya orang terdekat dan karyawan kakak saja yang diundang karena takut akan membuat suasana ribut dan mengganggu Hans.



Aku berbincang dengan paman dan bibi orangtua dari kakak Yusi, sedangkan Hans digendong oleh Kak Clark. Malam semakin larut meski tamu undangan yang lain telah pulang tapi aku meminta paman dan bibi agar tetap tinggal menginap, mereka setuju untuk tinggal beberapa hari lagi.



uwekk...uwe....


Hans menangis, aku menghampiri kak Clark dan mengambil Hans dari nya. Mungkin Hans butuh asi, sejak tadi aku sibuk mengurus tamu undangan. Aku pergi menuju kamar ku dan memberi asi pada Hans, setelah Hans cukup aku menutup kancing kemeja ku dan bergegas menemui yang lain. Aku duduk disofa menghadap ke arah Willson yang sejak tadi sibuk bermain ponsel nya.


Cukup lama kami berhadapan, namun Willson beranjak dan berjalan menaiki anak tangga.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian aku menyusul dan betapa karena mulai mengantuk,alangkah terkejut nya aku saat melihat Willson sedang mengusap usap kepala Hans yang belum ditumbuhi rambut sama sekali. Kamar tamu ada di sebelah kamar ku,tapi aku bingung apa yang dilakukan Willson dikamar ku. Aku hanya menatap nya dan berdiri di daun pintu, dan nampak nya Willson tak menyadari keberadaan ku.



__ADS_2