My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 24. Mencintai tanpa Batasan


__ADS_3


* Jenny



Berada ditengah tengah orang orang yang tidak mengenal siapa aku sangat menyenangkan, aku mencintai keadaan ini. Disini aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus memikirkan pendapat orang lain tentang keburukan ku, bagaimana pun mereka tidak ada yang mengetahui masa lalu ku.



Setelah pulang dari jadwal mengajar aku berniat ingin membawa Hans keluar bermain di Taman hiburan, aku tau dia pasti bosan berada di rumah Ayu sepanjang hari. Seperti biasa aku harus menunggu Mike jauh dari lokasi sekolah agar tidak terlihat para siswa yang setiap hari menguntit kegiatan Mike.


Mobil Mike sudah terlihat dan perlahan berhenti, aku masuk ke dalam secepat mungkin.


Mike : kenapa harus bersembunyi ?


Jenny : itu sama aja membunuh ku dari para fans gila itu..


Mike : mengapa tidak mengakui kepada siswa bahwa kita suami istri ?


Jenny : apa kamu gila ? aku sudah berusaha membujuk para Guru lain nya agar tidak membongkar status kita.


Mike : mengapa ?


Jenny : aku belum memaafkan mu !


Mike : aku akan menunggu mu,



Lama kami terdiam sampai Mike kembali membuka suara nya,


Mike : Clark dan Laurent akan datang hari ini, kita akan menjemput mereka dibandara jam 5 sore.


Jenny : apa ? untuk apa kakak datang ?


Mike : Clark bercerai dengan istri nya dan meninggalkan mereka, Dia sudah menghubungi ku sebelum mengambil keputusan dan dia ingin bertemu adik nya.


Jenny : adik ? aku tidak tau bahwa kakak memiliki adik. itu arti nya adik nya juga berada di Indonesia.


Mike : kita tanyakan itu nanti pada Clark.



Kami sampai di rumah Ayu untuk menjemput Hans, dia selalu lupa waktu jika berada di rumah Ayu. Karena di sana Hans bisa bermain dengan anak anak se usia nya, sementara di rumah dia hanya bisa bermain di dalam rumah dan bermain ponsel.



Karena sudah dekat dengan Ayu, Hans bahkan memanggil nya dengan panggilan Umi karena anak anak lain nya menyebut Ayu dengan panggilan tersebut. kami tidak berlama lama berada di rumah Ayu karena sore hari kami harus menjemput Kakak di bandara. Ada banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan pada kakak tentang kedatangan nya, aku yakin Mike pasti mengetahui segala nya namun dia meminta ku untuk menanyakan sendiri kepada kakak saat ia sudah datang.



Aku dan Mike hanya berganti baju di rumah lalu berangkat lebih cepat, aku membawa beberapa cemilan dan minuman di kotak pendingin yang berada di mobil untuk berjaga jaga Hans haus atau pun lapar. Jakarta sangat terkenal dengan jalanan nya yang padat dengan berbagai jenis kendaraan, dulu saat aku masih sekolah keadaan nya tidak separah hari ini. Ternyata kota ini berkembang dengan sangat pesat dalam jangka beberapa tahun ini. Kami sudah menunggu Kakak di salah satu parkiran bandara, cukup lama kami menunggu sampai Kakak menghubungi Mike untuk menjemput nya. Kakak baru pertama kali nya datang ke Indonesia jadi untuk itu Mike menjamput mereka dari dalam.




Sementara aku dan Hans menunggu, Mike pergi menemui kakak. Beberapa menit kemudian mereka telah datang,


Jenny : hai kak, sudah datang..


Clark : iya Jini, apa kabar mu (memeluk)


Jenny : dimana kak Yusi ? lalu siapa ini ?


Clark : aku akan menjelaskan nya nanti, perkenalkan ini Marie mantan karyawan kantor ku yang sengaja ku bawa untuk merawat Laurent


Mike : sudahlah nanti kita bahas, ini sangat panass (masuk ke dalam mobil )



Sepanjang jalan kami berbincang melepas rindu, sedangakan Hans dan Lauren sedang tertidur.


Mike : Kita akan tinggal di rumah yang sudah kupersiap kan, karena rumah Jenny terlalu sempit untuk kita semua..


Jenny : hey.. kamu bahkan belum mengatakan apapun padaku Mike..


Mike : aku sudah meminta orang untuk memindahkan barang kalian ke rumah ku


Jenny : kamu...


Clark : kalian akan bertengkar di hadapan ku...




* Clark



Melihat Mike dan Jini berdebat tentang hak kecil membuat ku bahagia, Jini terlihat baik baik saja setelah sekian lama. Aku berpikir Jini bahagia saat di Jepang ternyata dia lebih tersakiti bersama dengan keluarga ku, kebahagiaan itu hanya ke palsuan.



Kami sudah sampai di rumah yang di beli oleh Mike untuk tempat tinggal kami bersama, cukup besar untuk kami yang hanya beberapa orang. Ruang tamu nya terlihat cukup Luas, kami bertiga duduk di atas sofa dan berbincang.


Jenny : kakak ber hutang penjelasan pada ku.


Mike : sabar lah, biarkan Clark tenang untuk sesaat


Clark : baik.. baik..


Keluarga Yusi menghina mu dengan kata kata yang tidak pantas, bukan cuma keluarga bagkan Yusi pun berbuat demikian. Aku memilih meninggalkan Yusi dan keluarga nya, aku juga menutup akses mereka agar tidak menemukan ku.


Jenny : bagaimana kakak, bisa melakukan itu ? pasti mereka hanya melakukan kecil.


Clark : itu kesalahan besar, mereka menyebut mu anak haram dan meragukan kita berdua kakak adik.


Jenny : Kakak adik ? aku tidak tau hal itu.


Clark : aku juga baru tau saat kamu melahirkan Hans..


Mike : kita lupakan hal itu sekarang kita mulai hidup yang baru.

__ADS_1



Sementara kami masih berbincang, Marie sudah tertidur dengan Laurent. Pasti sangat melelahkan karena harus mengurus putri ku yang sama sekali tidak memiliki ikatan darah sama sekali dengan nya.



Mike sudah membeli sebuah perusahaan financial di Jakarta untuk di kelola sementara waktu ini, sedangkan Jini dan Mike masih konsentrasi dengan profesi baru mereka sebagai Guru.




* Mike



Semua sudah di rencanakan sedemikian rupa, aku dan Jenny masih harus bekerja sebagai Guru di sekolah lama Jenny. Pagi hari aku dan Jenny berangkat ke sekolah, Jenny meminta untuk menurunkan nya sebelum parkiran tapi aku tetap menyetir dan tidak mengikuti permintaan nya.



Dia terlihat marah saat aku berhenti di parkiran, aku dan Jenny berjalan bersama menuju ruangan Guru. Seperti biasa ada banyak siswa penguntit di dalam sekolah, mereka melihat aku dan Jenny keluar mobil bersama.



Bel pertanda masuk jam pelajaran sudah terdengar itu arti nya aku dan Jenny harus masuk menuju ruangan kami masing masing.


Waktu berjalan begitu saja, aku baru saja keluar ruangan dan melihat Jenny basah kuyub dengan campuran tepung di sekujur tubuh ku. Aku berlari menemui nya dan ia langsung naik ke dalam taksi, aku tidak bisa mengejar nya karena hari ini aku masih ada jadwal mengajar di kelas lain.



Tidak ada pilihan lain selain menunggu jam sekolah benar benar berakhir, aku pergi kedalam ruangan Jenny terakhir mengajar bermaksud untuk menyelidiki apa yang telah terjadi.



Mike : apa yang terjadi pada Ibu Jenny pagi ini ?



Semua siswa hanya terdiam dan tidak ada yang mengeluarkan suara, mereka berbicara saat aku mengancam akan memberitahukan kepada Kepala sekolah tentang sikap mereka.


Budi : para gadis gadis menyiram Ibu Jenny pak karena merasa Ibu Jenny merebut perhatian bapak.


Mike : apa itu benar ?


Lara : itu benar pak, kami sudah memberi peringatan pada Ibu Jenny untuk menjauhi Bapak tapi tetap mendekati Bapak.


Mike : Mendekati ku ?? Budi ! tolong catat nama nama yang sudah berlaku buruk hari ini pada Ibu Jenny.



Aku meninggalkan ruangan kelas tanpa menoleh pada mereka yang terlihat kesal karena perintah ku. Gadis gadis itu sangat konyol, bagaimana mereka bisa bertingkah demikian saat mereka masih duduk di bangku sekolah. Mobil ku melaju dengan kecepatan di atas rata rata, pikiran ku masih tidak bisa mencerna bagaimana keadaan Jenny saat ini setelah di perlakukan oleh siswa bodoh itu.



Jenny sedang memasak saat aku sampai di rumah, aku duduk dan menatap nya yang sedang sibuk sedari tadi.


Jenny : ada apa Mike ?


Mike : apa kamu baik baik saja ?


Mike : apa daya ku Jenny, aku ini sangat lah tampan


Jenny : ha.. ha... ha...


Mike : ayo kita menikah lagi Jenny !


Jenny : mengapa harus menikah ? aku tidak mau menikah jiak aku akan tersakiti kembali...


Mike : kita harus menghentikan para gadis gadis bodoh itu Jenny


Jenny : aku sudah melupakan nya Mike


Mike : aku masih mencintai mu Jenny, bahkan setelah sekian lama kita berpisah...


Jenny : aku sudah pernah menikah, dan kita sudah lama berpisah..


Mike : Jenny ! tidak ada batasan untuk mencintai seseorang.


Jika kamu tulus kamu tidak akan mempermasalahkan keadaan orang yang kamu cintai.





Cukup lama kami terdiam sampai Clark datang bersamaan dengan Hans, Marie dan Laurent. Aku tidak tau dari mana mereka sejak tadi tapi wajah mereka terlihat sangat gembira. Hans datang ke pangkuan ku,


Hans : Papi.. kapan kita keluar bersama ?


Jenny : akhir pekan ini ya,, kita akan pergi ke rumah Umi Ayu.


Hans : yee...




* Jenny



Keadaan membaik belakangan ini, tidak ada lagi celoteh dari Ibu Will yang menyebut ku "wanita jahat". Tidak ada lagi sebutan "tidak berkarakter".


Semua itu tertinggal di Jepang, entah bagaimana keadaan mereka setelah Kakak meninggalkan mereka semua. Perdebatan antara aku dan Mike masih sering terjadi terlebih karena masalah di sekolah.



" selamat siang anak anak " sapa ku di dalam sebuah ruangan tempat ku mengajar siang ini, tidak ada jawaban sama seperti biasa nya. Aku tau mereka pasti melihat ku dan Mike pagi tadi.


Jenny : semua kumpulkan buku dan pulang lah ke rumah masing masing.. (merapikan kembali buku )


Lara : apa maksud Ibu ?


Jenny : bukan kah kalian tidak ingin belajar ?

__ADS_1


Ratna : Kami mau belajar tetapi tidak dengan Ibu,,



Aku menatap Lara dan Ratna yang sedang mengemukakan pendapat mereka masing masing, mereka hanya salah satu dari gabungan fans penguntit Mike. Aku hanya tersenyum melihat mereka,,


Jenny : apa kalian tau ? dulu saya juga siswa seperti kalian di sekolah ini. Meski saat itu Bapak Mike adalah Guru di sekolah ini, saat itu saya bahkan membenci beliau meski penampilan nya saat itu lebih tampan dari sekarang ini.


Ratna : ha.. ha.. Ibu membenci Mike tapi bersama nya tiap pagi. Tidak punya harga diri.


Jenny : apa kata mu ? apa begitu kamu dibesarkan ?


Ratna : aku bisa membuat Ibu di keluarkan dari sekolah ini, jadi berhentilah mendekati Pak Mike. Dia milik ku.



Aku hanya terdiam mendengar Ratna ancaman dari Ratna, aku merapikan buku dan mengambil tas ku sampai Mike datang dan Ratna berlari menuju Mike.



Ratna : Pak, lihat lah Ibu Jenny. Bapak membela nya namun dia malah meminta kami pulang ke rumah kami dan tidak mengikuti pelajaran.


Mike : benar kah itu ? duduklah



Aku duduk dan mencoba memberi isyarat agar tidak memberitahukan kebenaran nya,



Mike : Ratna, apa pekerjaan Ayah mu sampai kamu bisa mengelurkan Ibu Jenny dari sekolah ini ?


Ratna : Ayah ku salah satu donatur sekolah ini Pak, aku juga bisa meminta Ayah ku mengangkat Bapak menjadi Kepala sekolah disini.


Mike : benarkah ? aku mengagumi pekerjaan Ayah mu Ratna. Tetapi mulai sekarang jangan mengusik Ibu Jenny.


Ratna : mengapa Pak, Ibu Jenny tidak terlihat seperti Guru malah seperti wanita penggoda yang berusaha merebut perhatian Bapak.



deg...



Jantung ku berdetak kencang saat mendengar ucapan dari Ratna, aku tertunduk dan menitik kan air mata. Se rendah itu kah aku di pandangan para Siswa yang selama ini aku bimbing ? Sekilas aku melihat aura kemarahan di mata Mike, Mike berjalan menuju kursi tempat duduk Ratna.


Mike : Ratna ! berhenti mencela Jenny. Dia istri saya. Istri sah saya, kami menikah di Inggris dan kembali untuk mengabdi di sini sebagai Guru.


Ratna : istri ?


Mike : Ratna ! jika ini terjadi lagi aku tidak akan melepas mu begitu saja.



Mike menarik ku dari tempat duduk yang sejak tadi hanya menatap se isi ruangan, aku mengikuti nya ke dalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah.




* Mike



Emosi ku memuncak seketika, mendengar kata kata Ratna dengan merendahkan Jenny. Aku menghubungi Clark dan meminta nya untuk membeli sekolah swasta tempat dan Jenny bekerja. Aku juga meminta nya memeriksa donatur yang pernah membantu sekolah tersebut..



Kami sudah sampai di rumah dan Jenny langsung masuk ke dalam kamar setelah kami sampai. Clark datang membawa berkas berkas yang ku minta, dan duduk di sofa.


Clark : ada kejadian apa ?


Mike : seseorang siswa menghina Jenny di sekolah, dan ayah nya donatur di sekolah itu.


Clark : ambil daftar nya dan temukan orang nya. Aku ingin kamu bertindak atas kejadian ini Mike. Aku tidak ingin orang lain menyakiti adik ku.


Mike : serahkan itu padaku Clark.



Aku memeriksa beberapa daftar donatur dalam 2 tahun belakangan ini, mata ku tertuju pada satu nama



"Markus Prasetyo"



Mike : selidiki orang ini Clark.. Apapun pekerjaan nya hancurkan dia


Clark : itu mudah, dia hanya pemilik ekspedisi barang kecil.



Drama akan segera di mulai, Ratna akan membayar mahal untuk penghinaan nya pada Jenny. Meski Jenny melarang ku untuk mengusik Ratna tapi aku tidak bisa berhenti memikirkan kejadian hari ini. Marie sudah menyiapkan makanan namun Jenny belum juga keluar dari kamar nya, aku meminta Hans untuk memanggil Mami nya untuk ikut bergabung makan bersama.



Benar saja, Jenny tidak pernah menolak permintaan dari Hans. Tiba tiba aku mendapat ide untuk membuat Jenny setuju menikah kembali dengan ku. Aku hanya tersenyum membayang kan rencana ku selanjut nya.


Mike : makan lah sayang



Jenny hanya menunduk dan tetap menikmati makanan nya.



"Aku mencintai nya sepenuh hati ku "




__ADS_1



__ADS_2