My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 3. Pernikahan & Kebencian


__ADS_3

*Jenny



Cinta bertepuk sebelah tangan, ini sangat memalukan sekali. Aku mengakui perasaan cinta ku dengan lantang, tapi Mike malah diam dan tak pernah memberi ku kabar hampir setahun ini. Aku masih sibuk dengan jadwal kuliah belakangan ini, tentu saja Mama selalu memberi ku motivasi dan selalu membantu ku keluar dari masalah. Sedangkan papa selalu sibuk dengan bisnis nya.



Setahun tak bertemu bukan berarti aku telah melupakan nya, hanya saja aku menyembunyikan nya dan menggambarkan dengan ungkapan kebencian. Mama tau aku hanya berpura pura, tetapi berdiam diri.



Hari ini pertemuan keluarga ku dengan keluarga Mike, aku berharap dia datang. Aku berencana membuat nya cemburu, tapi dia bahkan tak datang bersama kekuarga nya.



"kemana dia pergi?"



Papa dan om Jason berbincang serius tentang pernikahan ku dengan Marco, ku putus kan untuk menikah dengan Marco karena lelah sudah menaruh harapan ku dengan Mike meski hati ku bergejolak.



Cukup melelah kan meski hanya duduk dan makan malam, ku hempas kan badan ku di atas ranjang sembari memutar bola mataku. Apakah keputusan ku menikah dengan Marco sudah bulat?



tok..tok...


Seseorang mengetuk pintu, dan aku mempersilah kan masuk dan ternyata itu mama tiri ku.



Mama : Jenny, apa kamu yakin mau menikah dengan Marco sayang? (mengelus pipi)


Jenny : (memeluk) aku tidak yakin Ma, tapi aku pasti bisa melewati nya Ma. Mama tenang aja (meyakinkan)


Mama : Mama cuma tidak ingin kamu terluka lebih dalam sayang, meski Mama tidak melahirkan mu tapi Mama tidak rela jika seorang pun melukai mu Sayang. hiks..hiks..hiks.. (menangis)


Jenny : Jenny tidak punya Mama yang lain, jangan berkata seperti itu Ma. Percaya lah Ma, Jenny pasti bisa kok


Mama : ya sudah, tapi kamu harus janji tidak akan menyembunyikan apapun setelah kamu menikah nanti nya


Jenny : pasti Ma, Mama tau Jenny tidak bisa berbohong sama Mama.


Mama : baik lah kamu istrahat lah sayang, jangan begadang



Mama berlalu dibalik pintu dan aku mulai memejamkan mataku.




*Jason & Erlin



Hati ku begitu berat melepas Jenny akan menikah dalam waktu sebulan ini, selepas dari kamar Jenny aku menghampiri Jason diruang kerja nya sekedar berbincang.



Erlin : masih sibuk?


Jason : ada apa? ada hal yang penting sampai datang tengah malam


Erlin : (memijat pundak) apa pernikahan nya masih bisa di undur?


Jason :(kaget) ada apa? bukan kah semua sudah berjalan lancar


Erlin : aku merasa Jenny tidak bahagia, seperti nya sesuatu mengganjal hati nya. (risau)


Jason : Tenang lah semua akan baik baik saja, aku tau kamu risau aku akan mengurus semua . sekarang istirahat lah sayang (mengecup kening)



Aku berlalu, Jason bahkan tidak merasakan keresahan ku.





*Jenny



Aku terbangun, seperti biasa Mama selalu membangunkan ku dengan segelas susu hangat di atas meja rias ku. Mama selalu perhatian dengan ku sejak mereka menikah saat usia ku tujuh tahun.



Flassback on


Hari ini aku berdandan layak nya putri dari kerajaan, aku tidak tau apa yang terjadi. Yang ku tau Papa sedang duduk bersama seorang wanita cantik, Mama juga hadir disana. Setelah acara makan malam berakhir, Mama menyeret ku kasar kedalam kamar. Aku mendengar Mama Papa bertengkar diluar kamar, aku tak paham dengan pertengkaran itu dan aku diam.



Ke esokan hari nya Mama membawa ku ke tempat jauh, ke Indonesia. Beberapa kali Papa datang bersama perempuan cantik itu menjemput ku tapi Mama selalu melarang. Mama selalu merusak pandangan ku tentang perempuan cantik itu yang berusaha merebut Papa ku. Aku terjebak dan sempat membenci Papa dan Mama tiriku, meski aku mengacuh kan nya tapi Mama tiri ku selalu menghubungi ku. Perlahan aku mengerti dan mulai paham taktik permainan Mama Juni, yang aku sesal kan adalah karena aku tak mendapat kasih sayang utuh dari kedua orang tua ku. Beberapa kali aku berkunjung ke Inggris Mama Erlin selalu menyambut ku dengan senang hati, aku salah paham tentang arti an Mama tiri. Kebanyakan orang berkata Mama tiri cenderung lebih sayang dengan anak kandung nya, tapi itu tak terjadi pada Mama Erlin.



Dia menyamakan kasih sayang untuk kami berdua, aku dan Marchelo tetap akur walau hanya saudara tiri



Flassback off



Aku mengingat betapa bodoh nya aku dulu bisa percaya dengan perkataan Mama Juni, Marchello sekarang bersekolah ditingkat pertama dan dia pun sangat menyayangiku sebagai kakak nya.



Hari ini aku ada jadwal kampus bertemu dengan Dosen, aku beranjak malas dan berbenah hendak pergi ke kampus.



Aku turun dari kamar ku dan menyantap sarapan ku.


Mama : Jen, kamu diantar atau berangkat sendiri sayang? (menuangkan air minum)



Marchello tiba tiba memelukku manja dan merengek minta diantar sekolah dengan ku.



Mama : jangan mengacau kakak mu Chello, Rey akan mengantar mu ke sekolah


Jenny : tidak masalah, sarapan dulu habis itu kita berangkat (menyantap roti)

__ADS_1


Mama : loh kamu kan ada jadwal kuliah, jangan hirau kan adik mu Mama akan mengurus nya.


Jenny : tidak masalah kok Ma, aku antar.


iya kan (menatap Chello)




*Mike



Setelah sekian lama aku menghilang, aku berencana mengunjungi sekolah yang kubangun delapan tahun lalu dengan keringat ku sendiri.


Aku sedang berbincang dengan kepala sekolah yang ku perintah kan mengurus sekolah selama aku mengurus perusahaan.



Kami berjalan santai dengan pak Wilson disekitar pekarangan, dan tiba tiba sosok yang ku rindukan berjalan santai dengan seorang pria muda berseragam sekolah ku.



Mike : siapa anak itu?( menunjuk kearah Marchello)


Wilson : itu anak Tuan Bram Franklin, Marchello Franklin


Mike : lalu perempuan itu( pura pura tidak mengenal)


Wilson : itu nona Jenny Michela Franklin tunangan dari adik Tuan.


Mike : oh



Aku meninggalkan sekolah, kembali ke kantor seperti biasa. Aku kehilangan kendali dan melempar semua barang yang ada di ruangan ku.



"secepat itukah Jenny melupakan ku? gertakan ku saat itu hanya untuk menguji ketulusan nya dan ternyata aku salah ambil keputusan" batinku.




*Jenny



Apa aku salah lihat tadi? aku seperti melihat sosok Mike di sekolah Chello, aku bertanya Chello dia tidak memiliki guru bernama Mike.



Berkhayal kah aku? ah tidak. Mungkin karena aku terlalu merindukan dia.



Siang ini aku di undang oleh om Jason mengundang ku singgah ke Mansion mewah nya, aku menurut saja. Kusapa om Jason dan tante Hiruka dan Marco yang tak lain adalah tunangan ku. Kami bertunangan tapi tak pernah berbincang berdua an layak nya sepasang kekasih.



Tante Hiruka tersenyum sinis dari tadi, dia terlihat senang melihat ku dirumah nya tapi aku merasa senyuman itu mematikan dan seolah ingin membunuh ku.



Jason : Jenny, makanan telah tersedia tolong panggilkan Marco di kamar nya.


Jenny : baik Om




kreek... pintu kamar mandi terbuka


aku menyuruh Marco untuk turun, ia mengangguk dan hendak pergi sampai aku jatuh tersungkur diatas pangkuan Marco yang hanya menakai sehelai handuk. Bibir kami menyatu, dan bodoh nya kami hanya tercengang tanpa nenghindar.



ehmm... suara mengagetkan ku, aku menoleh dan astaga... (menutut mulut) itu Mike.


Mike : Marco ganti baju mu dan turun kebawah,aku ingin bicara dengan Jenny


.Marco : baik kak



Aku sangat bingung, mengapa Marco begitu sangat menurut? apa hanya karena status kakak.



Mike : sudah puas bermain nya


Jenny : apa maksud dari perkataan mu Mike (penasaran)


Mike : apa kamu sudah puas bermain dengan adikku, ayo melanjut nya dengan yang lebih panas (datar) aku ingin menikmati tubuh mu.



Plakk....


Aku menampar Mike, tamparan yang sangat kuat sampai tangan ku merah.. aku meringis kesakitan dan menangis. Tak sampai lima menit aku sudah menghilang dari hadapan nya. Kaki ku berjalan cepat dan pergi meninggalkan Mansion Om Jason



Beberapa waktu ini aku merindukan nya, aku ingin sekali saja rasa nya memeluk nya dari jauh. Hari ini aku kehilangan segala harga diri yang aku punya, seolah seseorang mendorong ku jatuh dari ketinggian yang tak terukur ketinggian nya. Aku memandang sosok yang mendorong ku terjatuh, Mike.



Mike berubah, dia tak lagi guru yang ku hormati. Ia sudah tidak tak lembut seperti dulu, Mike yang dulu selalu melindungi nya bukan menyakitiku.



Apa yang terjadi dalam dua tahun ini yang tidak ku ketahui?



Kusimpan semua pertanyaan yang menggeluti pikiran ku, Hari ini adalah Pernikahan ku dengan Marco adik Mike. Kami menunggu lama dan mereka belum datang.



Semua tamu undangan bingung kemana Marco, kenapa yang datang dan duduk dipelaminan adalah Mike?



Ekspresi ku datar, seakan tak peduli. Siapa pun yang akan menikahi ku sudah pasti hasil nya tidak baik. Mama memegang erat tangan.


Mama : apa kamu yakin sayang? dia Mike bukan Marco


Jenny : tidak apa Ma,


__ADS_1


Pernikahan berlangsung begitu saja tanpa hambatan, sampai acara selesai terjadi lah keributan antar Keluarga.



Bram : Jason apa apa an ini ? mengapa Mike


bukan kah kita sudah setuju dengan Marco


Jason : Maaf kan aku Bram, tapi aku harus mengatakan ini. Marco pergi ke Jepang menemui kekasih nya.


Bram : kau bahkan tidak tau Putra mu memiliki kekasih dan menikah kan nya? (meninggikan suara)


Jason : tenang lah Bram, entah itu Marco atau Mike Jenny telah menjadi Menantuku. Sama saja bukan?


Bram : baiklah kalau begitu kami pulang



Aku masih terdiam duduk disebuah kursi ditemani Mama dan tante Hiruka yaitu Ibu Mertua ku. Mereka pulang dan aku dituntun menuju kamar ku, lebih tepat nya kamar Pengantin.




*Mike



Aku memikirkan nya dan tiba tiba muncul disekolah, emosi ku tak terbendung saat tau mereka akan menikah. Aku akan menyiksa nya karena melupakan ku dengan mudah !!



Langkah pertama yang akan kuambil adalah merusak pernikahan nya dengan Marco. Aku berpikir harus dari mana memulai rencana ku saat ini. Aku pulang ke mansion Papa ingin menemui Marco, tapi yang kudapat adalah mereka bermesraan di kamar selepas Marco mandi.



Marco meninggalkan kami berdua, setelah bertengkar dan Jenny pergi dengan air mata bercucuran. Marco segera datang dan bertanya apa yang terjadi.


Marco : ada apa kak


Mike : tidak apa, hanya masalah kecil diantara mantan sepasang kekasih (niat buruk)


Marco : apa kakak Mencintai nya?


Mike : sangat ( mengelabui)


Marco : kalau begitu aku mundur kak, aku akan pergi ke Jepang dan kakak harus menggantikan ku menikahi nya. Buktikan kalau kakak mencintai nya.


Mike : Terimakasih telah mengerti aku Ko (berbangga diri atas kemenangan)



Tepat pernikahan kami terjadi keributan kecil, aku tak peduli yang ada di benakku hanya ingin secepat nya menyiksa Jenny.



Aku menunggu nya di kamar dan pura pura sibuk dengan ponsel ku di ranjang, Jenny selesai mandi menghampiri ku di ranjang dan hendak tidur diranjang ku. Kudorong secepat mungkin sampai dia jatuh di lantai.



Mike : Jangan naik ke ranjang ku Jalang !!


Jenny : apa?


Mike : JALANG !! apa kau tidak senang?


kau sama saja dengan Hiruka wanita Penggoda itu.. Cih... Menjijikan!


Jenny : kau tak bisa se enak nya, aku istri mu sekarang !


Mike : (mencekik) apa? Istri? wanita Jalang seperti mu hanya Sampah ! kau akan menyesal atas penghianatanmu.


Sehari pun tak kan ku biarkan kau tenang dirumah ku.


Jenny : ck..argh...(sesak)


Mike : (melepas) tidur di lantai, sofa terlalu empuk untuk mu. Dan aku tak sudi seranjang dengan mu.




Aku puas sekali menyiksa nya di malam pertama nya, aku tak berniat meniduri nya karena sifat Jalang nya. Tentu sudah banyak Pria yang meniduri nya, aku tak mau terkena penyakit mematikan.



Keesokan hari nya aku menyuruh nya berbenah karena kami akan pindah ke Rumah pribadi ku. Aku tak mau keluarga ku tau kalau aku menyiksa nya.



*Jenny


Hal yang aku takut kan terjadi, penyiksaan adalah akhir dari pernikahan ini. Kami berangkat kerumah pribadi Mike, sangat besar dan tak satu pun Asisten rumah tangga ada dirumah itu.



Mike : jangan melihat apapun, kita hanya tinggal berdua. Dan kau akan melakukan semua pekerjaan rumah sendirian setiap hari.


Jenny : tapi aku harus kuliah


Mike : Plakkk...(menampar) aku tak peduli. lakukan (suara meninggi)



Aku terdiam mematung, dan tak berkutik.


"apapun yang terjadi, kamu harus patuh dengan suami mu ya sayang. sesekali datang lah kerumah"pesan Mama sebelum pergi di hari Penikahanku.



Kulaksana kan segala yang dia minta, meski perlakuan kasar selalu kuterima dengan lapang dada. Aku melupakan bahwa aku pernah mencintai nya sepenuh hati.


Memasak, membersihkan rumah, pekarangan, kuliah, dan menasak lagi. Rutinitas ku dua bulan ini, setiap hari wajah ku pucat karena terlalu lelah. Tak sekali pun masakan ku disentuh nya, tapi dia marah saat aku tak memasak.



Sore itu aku pulang kerumah dan memasak seperti biasa, mereka tidur dikamar yang sama tapi tentu tidak seranjang. Aku dilantai beralaskan karpet tipis, dan harus mengerjakan tugas kuliah ku di lantai. Lelahku datang dan tak sengaja tertidur di ranjang nya



plakkk...plak... Tamparan keras mendarat di pipi ku bergantian kiri kanan ku. Mike menjambak rambut ku sampai terjatuh kelantai, bushh...kaki nya dengan sigap menendang perut ku..


auh...ahk ...


Aku meringis menahan tangis karena jika aku bersuara dia akan semakin gila menghajar ku.



Dia berhenti dan berlalu, aku segera berlari kearah lantai tempat tidur ku sambil memegang perut ku kesakitan.. Semalaman aku tak bisa tidur karena kesakitan sedang dia tertidur pulas..



Aku menyesal, tapi aku tidak akan menyerah. akan kubuat Mike yang berdarah dingin itu takluk dan mencintai ku lagi, pada saat itu akan pergi bisik ku dalam hati.

__ADS_1




__ADS_2