My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 19. "Aku tidak menyesali nya "


__ADS_3



~SENDAI, JEPANG



Beberapa hari setelah pertemuan di Pernikahan Jenny, Mike menghilang tanpa kabar.Tidak ada yang tau dimana Mike berada, bahkan Rey yang selalu bersama Mike juga tidak mengetahui kehilangan Mike karena langsung di perintahkan untuk pulang ke Inggris dan mengurus perusahaan.



Kehilangan Mike membuat dunia bisnis gempar, banyak media yang memuat berita kehilangan Mike sang pebisnis handal yang terkenal. Bukan hanya keluarga Leonard, para rekan bisnis nya juga melakukan hal yang sama dengan menyebar informasi kehilangan Mike




*Rey



Seperti biasa Tuan memerintah saya menyelidiki Tuan Franklin dengan keluarga nya yang pergi dengan pria tidak dikenal, saya mengikuti mereka sampai di Jepang. Setelah saya mendapat informasi tentang keluarga Franklin, saya menghubungi Tuan agar segera datang karena Nyonya Jenny akan menikah dengan orang yang membawa Tuan Franklin.



Tuan sudah sampai di jepang dan bergegas pergi menuju tempat Nyonya menikah, hanya sejam setelah kepergian nya Tuan sudah kembali. Meski saya tidak tau apa yang terjadi namun dapat dipastikan bahwa Tuan sangat menderita.Tiba tiba Tuan memanggil saya.


Mike : Rey, pulang lah dan kendalikan perusahaan sebelum saya kendali


Rey : baik Tuan,



Setelah itu saya berangkat meninggalkan nya sendiri, saya berpikir mungkin Tuan butuh waktu berlibur. Sudah hampir seminggu namun Tuan belum juga kembali, saya meminta pengawal untuk berangkat menemui Tuan namun Tuan tidak berada ditempat saya meninggalkan nya. Saya panik dan tidak tau harus bagaimana, satu satu nya tempat yang akan dia kunjungi adalah Mansion tuan Franklin.



Semua tempat yang kemungkinan akan di kunjungi oleh Tuan telah di selidiki, namun tidak membuahkan hasil. Kami juga telah menyebar informasi terkait kehilangan Tuan, untuk sementara waktu saya harus bisa menangani perusahaan dengan baik agar saat Tuan kembali perusahaan masih berjalan dengan baik.




*Willson



Pagi ini aku melihat berita kehilangan Mike, entah mengapa aku merasa sangat bersalah. Jini sudah juga sudah mengetahui nya namun dia tidak peduli dan memilih untuk tidak membahas hal itu. Sepanjang hari aku hanya memikirkan tentang keberadaan Mike, mungkin kah Mike balas dendam untuk Jini?



Jini memang terlihat sangat kuat dan tegar menghadapi semua kejadian yang sudah menimpa kehidupan nya. Dia berusaha menutupi kesedihan nya di depan semua orang. Rutinitas nya hanya mengurus toko dan merawat Hans seperti biasa nya, aku tidak memberatkan nya dengan pekerjaan rumah. Kami mempekerjakan asisten agar bisa mengurus keperluan didalam rumah, jadi Jini tidak harus menguras tenaga nya untuk semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh seorang istri.



Setelah kami menikah, banyak hal yang berubah dari sebelum nya. Kini aku bisa merasakan menjadi sosok Papa yang baik untuk Hans, aku sangat menyayangi nya sejak ia masih sangat kecil. Menikah juga mengajari ku arti tanggung jawab dan lebih bersikap dewasa dalam bertindak.


Jini segala nya bagi ku, aku ingin dia hidup bahagia selama nya bersama ku




*Jenny



Malam ini kami akan pergi makan malam bersama di rumah Kakak, hanya perayaan kecil karena Laurent putri kecil kakak kini tekah berusia 2 tahun. Waktu berlalu begitu cepat, seiring dengan itu Hans juga akan berusia 6 tahun. Aku menatap beberapa foto yang terpajang di dalam kamar, foto yang mengingatkan ku bagaimana aku berjuang sendiri saat itu.



Mike !!


Dia sudah diberitakan hilang selama 1 bulan ini, pasti dia sangat terpukul dengan semua perkataan ku dan "aku tidak menyesal" karena telah melakukan nya.



Will sudah kembali dari kantor, itu arti nya kami harus segera berbenah lalu berangkat. Aku menyiapkan baju untuk Will dan dan membantu Hans mengenakan baju nya, hanya butuh waktu sejam kami sudah selesai dan berangkat.




Kakak menyambut kedatangan kami dan Hans melompat memeluk Kakak Clark, sudah lamA kedua nya tidak bertemu pasti lah sudah saling merindukan. Kami masuk dan menikmati makan malam yang sudah di persiapkan oleh Kakak Yusi, sangat enak !


Aku merindukan rumah ini, rumah yang penuh dengan perjuangan dan tangisan di malam hari. Setelah kami makan, kami berpindah tempat dan duduk bersama sama.


Clark : Will, apa saat ini kamu bahagia?


Willson : lebih dari itu kak..


Clark : bagaimana dengan mu Jini ?


Jenny : pertanyaan bodoh apa itu kak ? tentu saja aku bahagia


Yustine : Jini, apa kamu sudah mengetahui hilang nya Mike ?


Jenny : jangan sebutkan nama itu kak, kumohon !


Clark : jangan berhati batu Jini, kau bisa tidak memaafkan nya tapi Hans perlu tau hal ini.


Jenny : Hans tidak akan tau itu..


Willson : kita akan mencari nya..



Kami semua terkejut mendengar perkataan Will, bagaimana dia memikirkan hal itu untuk sekarang. Aku hanya menatap nya penuh tanya.



Willson : kalian jangan memandang ku begitu, aku tidak sejahat itu memisahkan anak dari ayah nya.


Jenny : aku tidak setuju (memalingkan wajah)


Clark : apa kamu serius dengan perkataan mu Will?


Willson : tidak, tapi mungkin Jini tidak ?

__ADS_1


Jenny : apa maksud perkataan mu Will ?


Willson : aku merasa kamu menyembunyikan perasaan mu sayang, jadi tolong pikirkan hal ini. Kita semua tau bagaimana rasa nya memiliki ayah, coba pikirkan bagaiman jika kita dalam posisi Hans?


aku tidak keberatan mengakui Hans putra ku karena aku sudah menganggap nya demikian sejak dia masih kecil. Tapi hubungan darah tidak dapat di pisahkan Jini.




Aku terhenyak memikirkan perkataan Will, aku menunduk kan kepala ku tanpa berani menatap wajah nya. Tiba tiba saja layar ponsel ku menampil kan nama Papa yang sedang menghubungi ku, aku mengangkat nya dan pergi meninggalkan Will


Bram : apa kabar mu nak ?


Jenny : baik Pa, bagaimana dengan kalian ?


Bram : kami semua baik,


Jenny : ada apa Pa, sampai Papa menghubungi ku selarut ini ?


Bram : apa kamu sudah dapat kabar tentang Mike ?


Jenny : iya Pa, tapi tidak perlu memikirkan nya Pa. Dia tau menjaga diri nya.


Bram : kamu sudah memaafkan nya ?


Jenny : aku tidak bisa Pa.


Bram : hm...baik lah nak, tapj satu hal yang perlu kamu ketahui sayang. Dia menjaga kami selama kamu tidak ada, dia mencari mu ke seluruh tempat di Inggris. Dia sering tidur jika dia sedang dalam masalah, dan terakhir kali nya dia tidur dikamar mu saat Willson suami mu datang ke rumah.


Jenny : sudahlah Pa, itu tidak penting. Jika aku begitu berarti bagi nya dia pasti mencari keberadaan ku dan menemukan ku. tapi itu tidak dia lakukan karena dia tidak ingin.


Bram : pikirkan lah nak . Bagaimana dia mencari mu saat identitas dan keberangkatan mu tidak dia ketahui ?Semua tentang mu hilang dalam sekejab. Bagaimana dia bisa menjemput diri mu? Jika begitu Papa tutup dulu ya. jaga kesehatan mu.



Mengapa aku sangat bodoh dengan melupakan identitas ku yang sudah diganti oleh Kakak ? Aku terdiam dan berpikir sejenak. Mungkin selama ini dia telah berusaha menemukan ku.


Baru saja aku memikirkan hal itu kesadaran ku mulai muncul, segera ku tepuk jidat ku dengan tangan ku. Apapun yang terjadi semua sudah terjadi, dan sekarang lupakan lah segalanya. Aku tidak bisa duduk di luar rumah dan memandang langit karena ini musim dingin.



Aku kembali kedalam kamar dan mengajak Hans tidur duluan, sedangkan Kakak dan Will masih berbincang tentang pekerjaan. Tangan ku mengusap rambut Hans, aku menatap lekat pada Hans. Sangat mirip dengan Mike,dan dari cerita kakak sifat Mike saat kecil juga sama seperti Hans yang sekarang.



Tangan Will melingkar di perut ku saat aku terbangun, sementara dia masih tertidur. Aku beranjak ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi untuk semua anggota keluarga, aku masih ingat beberapa tahun lalu Will marah karena aku memasak sejak pagi dan mengabaikan Hans. Saat itu Will masih bersikap dingin pada ku, sungguh kejadian itu masih jelas di ingatan ku sampai hari ini.



Semua anggota keluarga sudah bangun dan sarapan, saat kami sibuk dengan makanan kami tiba tiba ponsel kakak berbunyi dan mengharuskan nya mengangkat terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian dia datang kembali dengan wajah panik


Clark : Mike kecelakaan !



Meski aku sangat terkejut aku berusaha untuk tetap terlihat tenang.


Jenny : keluarga nya akan menangani nya


Clark : ayo kesana !


Clark : jika kamu tidak ikut aku dan Yusi akan pergi, dia tidak punya siapapun disini


Yustine : Jini, ayo pergi. kamu tidak boleh menolak



Kami berangkat menuju Nagata, tempat Mike mengalami kecelakaan.Kami sampai di tujuan kami dan berusaha mencari Mike, beberapa orang sedang berkumpul di suatu tempat. Kami menghampiri nya.



deg..deg...


Itu Mike !


Darah bercucuran dimana mana, Aku berlari menghampiri nya dan menangis. Tangisan ku memecah kerumunan orang yang sedang berusaha melihat keadaan Mike.



Mike ! bertahan lah kumohon..


Tangan Mike memegang jemari ku dengan sangat kuat, Luka di kepala dan tangan nya sangat banyak. Kaki nya terlihat terkoyak oleh benda tajam dan menimbulkan celah di kaki nya...


Hati ku teriris melihat nya..



hiks...hiks... Mike maafkan aku..


Bertahan lah..


Kak Yusi sedang membantu memberi pertolongan pertama didalam mobil ambulan.



Air mata ku mengalir deras di pipi ku, darah di kepala nya tidak kunjung berhenti.



Hati ku berontak saat aku melihat Mike...




Bagunlah Mike, jangan tertidur.. aku mohon..


bertahan lah...


Pegangan Mike yang sejak tadi sangat kuat di jemari mu mulai Melemah dan terlepas begitu saja.



Mike pingsan !!


tolong lebih cepat lagi, aku berteriak dari dalam mobil..


__ADS_1


Aku menatap Mike. Pria yang pernah ku cintai saat aku masih bersekolah..


Dia mengalami banyak hal karena ku..



Mike...



Wajah nya terlihat pucat dan tubuh nya sangat lah kurus. Ini bukan Mike yang aku kenal, rambut nya terlihat berantakan dan baju yang dia gunakan sangat jorok. Aku mengingat nya dia memakai baju ini di acara pernikahan ku.



Bagaimana aku menggambarkan penyesalan ku Mike ? tolong sadar lah..


Beribu ribu tetes air mata bercucuran diatas pipi ku sejak melihat Mike terkulai lemas di jalanan.



Aku tidak mempedulikan apapun lagi, aku bahkan melupakan suami ku sendiri yang tadi berangkat bersama ku. Saat ini aku hanya memikirkan keadaaan Mike saja..



Para Dokter bedah sedang menangani nya di dalam ruang operasi,Mike kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah sebanyak 5 kantong. Kakak Clark membantu mendonorkan darah pada Mike,tetapi masih kurang banyak. Kakak Yusi menghubungi Ibu karena Ibu punya golongan yang sama dengan Mike.



Ibu dan Ayah tiba di rumah sakit,aku bersyukur Ibu bersedia menolong Mike. Sebelum Ibu ikut ke dalam ruang donor, Ibu mengajak ku berbicara.


Jenny : ada apa ibu?


Ibu : ibu akan bersedia mendonorkan darah jika kamu berjanji suatu hal pada ibu Jini.


Jenny : apa itu Ibu ?


Ibu : setelah ini menjauhlah dari Mike dan berikan Hans pada keluarga nya, karena Hans adalah cucu dari Leonard



Aku terkejut mendengar permintaan Ibu, Ibu mertua yang sangat ku hormati ternyata memiliki sifat yang buruk.


Aku tidak bisa memikirkan hal lain kecuali menyetujui nya, mungkin inilah yang terbaik.


Setelah menemui Ibu, aku memeluk Will dengan sangat erat...


Jenny : Will, maafkan aku !


Willson : tenanglah Mike tidak apa apa sayang


Jenny : ayo kita pulang Will. (menitik kan air mata)




*Willson



Melihat ekspresi Jini saat bersama Mike, aku yakin Jini masih mencintai Mike. Aku tidak tau apa nama untuk perasaan yang Jini berikan pada ku,tetapi aku akan tetap menghargai keputusan Jini di masa depan. Ibu sudah mendonorkan darah untuk Mike, aku berharap Mike akan baik baik saja setelah ini. Sebelum nya Ibu mengajak Jini berbicara, namun setelah itu Jini meminta untuk pulang kerumah. Bahkan Ibu belum keluar ruangan Jini mendadak ingin pulang, kami meninggakan rumah sakit sementara kakak masih menunggu bersama dengan teman nya.



Aku sangat penasaran apa yang dibicarakan Ibu dan Jini sampai mendadak Jini ingin pulang.


Willson : ada apa Jini ?


Jenny :tidak apa apa sayang


Willson : apa yang kalian perbincangkan sejak tadi bersama ibu sayang.


Jenny : tidak apa apa sayang, hanya perbincangan kecil antara menantu dan mertua.


Willson : jujur lah sayang..


Jenny : (menatap) aku hanya lelah sayang, sebaik nya kita istirahat, Mike akan baik baik saja nanti



Jini berbohong !


Lagi lagi dia menyembunyikan sesuatu, aku tau dia menyembunyikan hal besar dari ku.


Jini mandi dan berbenah lalu beranjak naik ke atas ranjang dan kembali memeluk ku, aku membalas pelukan nya agar Jini dapat tertidur.


Semenjak Mike kecelakaan Hans dititipakan di rumah Kakak, karena Jini sedang tidak konsentrasi melakukan apapun.



Aku menatap wajah Jini yang terlihat lelah, mata nya menyipit seolah menanggung beban berat dan tertekan. Tangan ku mengelus wajah nya, tiba tiba badan nya bergetar hebat.


Jini demam..


aku menghubungi Dokter memeriksa nya, pasti Jini sangat terpukul dan tidak dapat menanggung semua ini sendirian.


Jini sangat lah bodoh karena tidak berani mengungkapkan setiap masalah nya pada orang lain sekali pun itu aku.



Belakangan ini Jini hanya berdiam diri dirumah karena masih sakit, beberapa kali aku mengajak nya ke rumah sakit namun dia menolak dengan alasan sangat lelah. Aku bisa mengerti saat pertama kali aku mengajak nya pergi, tapi ini sudah seminggu dia tidak ingin pergi atau menanyakan keadaan Mike.


Meski kakak selalu memberi kabar perkembangan Mike pada kami,Jini tetap seolah tidak peduli. Sampai suatu hari keadaan Mike memburuk di rumah sakit aku memaksa nya pergi bersama ku rumah sakit.


Lagi lagi dia menolak untuk pergi.


Aku membentak nya dan berteriak pada nya apa yang terjadi sebenarnya.



Jini sadarlah ! katakan apa mau mu ?



Jini menangis untuk pertama kali nya dihadapan ku, aku terkejut dan memeluk nya.


Jini akhir nya membuka suara dengan setengah berbisik " akan lebih baik dia meninggal Will, agar aku tidak kehilangan Hans"


__ADS_1



__ADS_2