My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 37. " Cara ku meminta maaf "


__ADS_3


* Helena



Aku merasa berbangga diri karena telah membuat pria arogant itu terpaku dengan ucapan ku, aku akan melumpuhkan sifat egois nya itu.



Seperti nya aku harus segera pulang, hari ini benar benar melelahkan sekali karena harus bertemu dengan pria aneh itu.



Jia ??



Kaki ku melangkah ketika melihat Jia sedang duduk di taman sekolah dan berbicara dengan seseorang di balik ponsel nya,



Helena : hei, kamu belum pulang ?


Jia : oh hai (senyum) tidak, aku tinggal di asrama sekolah.


Helena : asrama ?


Jia : iya. aku ingin belajar mandiri



Aku terkejut mendengar ucapan Jia yang ingin belajar mandiri di usia kami yang masih muda, tetapi hal mengejutkan lagi ternyata aku lebih muda setahun dari Jia.



Jia : Helen, kamu tidak sibuk kan ? bagaimana kalau kamu temani aku ke rumah paman ku. Hari ini kakak sepupu ku pulang dari Korea dan aku sangat merindukan nya


Helena : baiklah, aku ikut. Aku akan menghubungi Ayah ku.



Ponsel ku seperti nya tertinggal di rumah karena berangkat terburu buru tadi pagi, astaga aku bisa seceroboh ini rupa nya.


Aku meminjam ponsel Jia dan mencoba mengingat nomor Ayah..



Setelah beberapa detik akhir nya tersambung juga,


Helena : Ayah, aku akan pulang terlambat. Jia mengajak ku bertemu dengan sepupu nya yang baru pulang dari Korea Ayah.


Rey : tidak masalah sayang, kamu bersenang senang lah. Ayah dan Ibu juga sedang berada di luar.


Helena : baiklah, aku tutup Ayah.



Ayah sudah setuju dengan permintaan ku jadi aku bisa pergi bersama dengan Jia. Jia sudah memesan taksi dan berangkat menuju rumah paman nya.


Kami berhenti di sebuah rumah mewah, aku yakin ini pasti rumah paman Jia. Seorang wanita berdiri menyambut kami dan memeluk Jia, wanita itu bernama Marie. Bibi dari Jia.



Jia : Hallo bibi, aku merindukan mu.


Marie : masuklah nak, bibi akan menyiapkan minuman.


Jia : tidak apa Bibi, aku ingin menemui kakak


Marie : baiklah, dia teman mu Jia.


Jia : ah iya, aku hampil lupa. Perkenalkan bibi ini teman ku Helena .



Tidak lama kemudian, wanita cantik keluar dari kamar bersama dengan seorang laki kaki. Dari perbincangan yang aku dengar laki laki itu adalah paman dari Jia. Aku hanya menatap mereka berbincang hangat, sampai paman mengagetkan ku.



Clark : Hai nak, apa Ayah mu bernama Reynand Mattew ?


Helena : bagaimana paman tau itu ? Tidak banyak yang mengenal nama asli Ayah ku.


Marie : dan ibu mu bernama Zhi Shella.


Helena : iya Bibi.



ha.. ha... ha...



Paman dan Bibi tertawa bersama membuat kami bertiga kebingungan,



Marie : ayolah Laurent, kamu tidak ingat paman Rey ?


Clark : Nak, Ayah mu itu sahabat ku. Kami bertiga bersahabat sejak kecil, aku Ayah mu dan ipar ku Mike


Kami berdua dulu bekerja untuk MILED sampai kami berpisah dan menjalani bisnis kami masing masing.


Helena : oh begitu, maaf paman aku belum mengetahui nya.


Laurent : dulu aku sering merawat mu dan Jia tetapi aku tidak pernah menduga bahwa itu adalah kamu Helen. sekarang aku ingat.



Kini aku mengerti mengapa Ayah sangat dekat dengan paman Mike, kini aku mulai mengerti alasan Ayah dan ibu bersikukuh pindah.



Waktu berlalu dengan cepat dan malam tiba dengan begitu cepat, aku harus segera pulang. Aku berpamitan pada paman dan bibi karena aku tidak ingin membuat Ayah menunggu ku.




* Hans



Malam sudah sangat larut saat aku pulang dari kantor, supir pribadi yang biasa mengantar ku harus pulang karena ada urusan keluarga. Dengan sangat terpaksa aku harus membawa mobil sendiri dan menembus remang remang malam agar sampai di apartemen lebih cepat.



Sudah menjadi kebiasaan jika aku pulang larut malam, meskipun bekerja sepanjang hari aku selalu bisa bangun pagi dan kembali mengurus perusahaan. Mami selalu meminta ku agar pulang kerumah dan tidak tinggal sendiri, tetapi aku menolak dengan keras.



Aku tidak ingin berdiri di belakang orangtua ku, bukan karena aku merasa tersaingi oleh Papi. Tetapi aku hanya ingin berdiri sendiri, tanpa menyusahkan mereka lagi.



Papi ?


Ada apa ini, tidak biasa nya Papi datang ke kantor se pagi ini.



Aku menghampiri nya yang tengah duduk bersama dengan Mami, aku semakin bingung melihat wajah Mami yang terlihat kesal.



Jenny : kapan kamu akan mengenalkan kekasih mu kepada kami ? bukan kah kamu sudah janji ?


Hans : jadi Mami datang pagi pagi hanya untuk itu ?


Mike : Sudah.. kalian malah berdebat seperti ini. (menetralkan suasana)


Begini Hans, Sekolah terpilih mengikuti olimpiade untuk bulan depan. Tetapi di sekolah tidak ada guru yang bisa mengajar sebaik kamu, jadi Papi ingin kamu nenangani nya dan nembantu para guru lain untuk memberi pelajaran tambahan di sekolah. Untuk sementara kamu menangani sekolah, aku dan Paman Clark akan menangani perusahaan.



Aku berpikir sejenak memikirkan penawaran Papi, tidak ada salah nya mencoba karena jika sekolah MILED High School menang untuk olimpiade maka sekolah akan mendapat kesan yang baik dan akan banyak siswa baru yang akan mendaftar untuk tahun depan

__ADS_1



Hans : baiklah, Hans setuju tapi dengan satu syarat..


Jenny : apa ?


Hans : untuk sementara jangan mendesak aku mencari kekasih.


Mike : kami setuju..



Mami terlihat kesal dengan keputusan ku, aku masih ingin menata karir dengan baik di usia ku yang masih sangat muda. Mami tidak menatap ku sejak tadi, tetapi aku yakin Papi pasti bisa membujuk nya nanti.



Aku meminta Adelle masuk kedalam ruangan ku karena ingin memberi hadiah pada nya karena telah mengabdi kan diri nya selama bertahun tahun dengan perusahaan.



Adelle : ada apa Hans ?


Hans : bibi, aku ingin memberi mu bingkisan kecil. Aku akan merindukan mu Bibi karena telah banyak membantu keluarga besar ku.


Adelle : sudahlah, jangan berlebihan. Aku telah memilih sekertaris baru untuk mu. Nama nya Helena, siswa dari sekolah MILED pindahan dari Filiphina. Meskipun usia nya baru 16 tahun tapi keahlian nya luar biasa.


Hans : baiklah aku mengerti, lagi pula aku akan sibuk dengan sekolah.



Adelle sudah menyiapkan berkas untuk di tangani oleh Papi, karena aku harus segera berangkat ke sekolah. Para guru sudah menunggu kedatangan ku, aku langsung masuk mengajar di kelas yang akan mengikuti olimpiade bulan depan.



Gadis konyol itu sedang tertidur, sementara aku masih mengajar siswa lain nya. Aku tetap mengajar dan mengabaikan Helena yang tertidur.



Semua siswa telah keluar ruangan kecuali Helena, aku mengejutkan nya dengan memukul meja tempat dia tertidur. Helena terkejut dan langsung menatap ku tajam, aku melempar kertas soal dan meminta nya mengerjakan nya dalam 40 menit. Aku yakin dia tidak akan mampu menyelesaikan nya, karena soal itu hanya untuk mahasiswa tingkat akhir.



Aku mengotak atik ponsel ku sambil menunggu nya menyelesaikan soal,



plakk !



15 menit ! Helen menyelesaikan soal nya dalam sekejab, dan jawaban nya semua benar.



Helena : hei, Mr arogant kamu sengaja mengerjai ku. Dasar idiot..


Hans : apa ?


Helena : kamu berhutang minta maaf pada ku karena telah mengejutkan ku tadi.





Gadis bodoh !



Bukan nya seharus nya dia yang meminta maaf karena telah tertidur saat saya mengajar, dia masih berpangku tangan dengan angkuh nya menatap ku saat memeriksa soal yang di selesaikan oleh Helen



Helena : apa kamu tidak akan minta maaf pada ku ?



Lagi lagi gadis kecil ini merusak hari ku, aku bangkit dan duduk bertumpu menatap Helrn dari jarak yang sangat dekat.


Tiba tiba terbersit ide di kepala ku untuk mengerjai Helen, tangan ku menarik dagu nya dekat dengan wajah ku dan




Aku mencium bibir Helen dengan sangat cepat, mata nya terbelalak melihat perlakuan ku dan langsung meronta. Helen bergerak menjauh dengan mengusap bibir nya,



Helena : apa yang kamu lakukan ?


Hans : aku minta maaf !


Helena : kamu... bajing...



Cupp...



Kata kata nya terhenti saat aku mencium nya kembali, wajah nya memerah dan jantung nya berdetak kencang.



Hans : itu cara ku meminta maaf, ( senyum )


Helena : dasar paman berotak mesum !



Helen berlari menjauhi ku dan meninggalkan ku, aku menatap punggung nya berlalu di lorong sekolah.



Helena..


Dia berhasil membuat ku mencium nya dan kehilangan ciuman pertama ku sejak 23 tahun ini, awal nya aku hanya ingin menakuti nya. Tidak ada niat untuk mencium nya, tetapi paras nya sangat menggoda keteguhan ku menghindari wanita.



* Jia Bilqie



Aku berjalan dengan langkah terburu buru meninggalkan area sekolah, saat ini aku hanya ingin pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang baru saja ku lihat.



Mami terkejut melihat ku pulang ke rumah, dan langsung duduk meneguk air putih.



Jia : Mami, kakak Hans mencium Helena ( setengah berbisik )


Jenny : bagus itu, karena kami memang menjodohkan mereka. Tetapi masih di rahasiakan


Jia : ah... (bernafas lega) kenapa aku harus panik tadi...


Jenny : tidak masalah sayang, kamu harus bantu agar mereka dekat ya (membujuk).


Jia : beres Mam,



Kalau aku tau mereka di jodohkan aku tidak akan lari seperti tadi, melelahkan sekali.


Kali ini aku akan membantu Mami menyelesaikan misi nya, kakak harus bisa menikah dengan Helena.



Aku sedikit heran dengan kakak, dia tidak hanya tampan tetapi jenius juga. Hanya saja sikap nya sedikit lebih acuh dari pria lain nya, di usia nya yang masih muda dia banyak menerima prestasi dan mengurus dengan baik tanpa bantuan Papi.



Seperti nya aku tidak akan pulang ke asrama, ini sudah larut malam dan aku tidak mau nengambil resiko dengan kembali sendiri an.

__ADS_1



* Helena



Dasar mesum ! Psikopat ! Arogant !


....


....


.....



Tidak henti henti nya aku mengumpat sepanjang perjalanan pulang, bagaimana dia bisa mencium ku tanpa se ijin ku.



Dan jantungku bahkan tidak bisa di ajak berkonsentrasi sejak kejadian tadi, aku berniat meluluhkan nya tetapi malah aku yang jatuh kedalam perangkap nya.



Astaga !! bayangan itu tidak bisa terlepas dari pikiran ku, bagaimana aku akan menghadapi nya besok di sekolah.



Apa aku harus bolos ?


Berpura pura sakit ?



ah... tidak tidak... aku akan menghadapi nya.



Hans boleh saja menang di awal permainan, tetapi aku lah yang akan mengakhiri nya dan menjatuhkan nya dari sikap sombong nya itu.



Sesampai di rumah aku langsung masuk kedalam kamar ku, Ayah dan Ibu pasti sedang tertidur.



tok... tokk



Aku membuka kan pintu dan ternyata Ayah dan Ibu sedang menunggu ku di luar dan ingin bicara dengan ku,



Shella : Helen besok kami akan kembali ke Filippina, karena kakek mu sakit sayang


Helena : oh begitu.. baiklah Ibu, aku akan cuti sekolah


Rey : tidak Helen, kamu akan tinggal. kamu kan baru pindah tidak baik kalau langsung cuti.


Helen : baiklah.. Tapi besok aku akan bekerja di perusahaan nya Paman Mike, setelah olimpiade sekolah aku ingin berhenti dan bekerja. Karena paman akan membantu ku mendapat kan predikat sekolah ku tanpa harus sekolah lagi.


Rey : baiklah.


Shella : kamu istrahat ya...



Dan lagi aku akan kembali tinggal sendiri, aku berpikir akan tinggal lebih lama dengan mereka tapi ternyata tidak..




Sejak Ayah dan Ibu pulang aku tinggal bersama dengan Jia di asrama sekolah, aku tidak ingin tinggal di rumah sebesar itu sendirian. Dan mungkin setelah aku bisa memenangkan olimpiade dan meraih penghargaan lagi aku akan berhenti sekolah. Sebelum nya aku sudah pernah sekolah di Manila, tetapi karena nilai ku selalu bagus mereka memindahkan ku ke jenjang tinggi tanpa bertahap.



Aku dan Jia pergi berbelanja sekedar melepas penat karena seharian penuh belajar dengan pria arogant itu.



Jia terlihat berbeda hari ini, dia terlihat murung sejak tadi. Apa dia ada masalah pribadi ?



Helena : ada apa ?


Jia : Helen, Simon menolak ku.. ( menunduk )


Helena : Simon siapa ?


Jia : Simon anak basket yang tampan itu, aku menyukai nya Helen..



Astaga Jia !!



Tadi nya aku berpikir ada masalah sekolah atau apa, ternyata hanya masalah percintaan. Jia hanya menyandar kan dagu nya di atas meja,



Helena : itu hanya pria biasa Jia, nanti saja memikirkan tentang cinta atau lain nya. Sekarang kita harus melepas rasa bosan kita.


Jia : Helen ! tidak semudah itu. kamu akan merasakan nya kalau sudah jatuh cinta dengan kakak ku Hans.


Helena : apa ? Hans ? Bagaimana aku bisa jatuh hati dengan nya.


Jia : terserah kamu saja, tapi aku yakin kamu akan jatuh cinta pada nya..


Helena : tidak akan ! ( nada tinggi ) dia tidak punya karakter yang bisa membuat wanita akan jatuh cinta pada nya. Arogant ! kasar ! dan Mesum..


Jia : apa ? (kaget)


Helena : ups... (menutup mulut) maaf Jia, aku lupa kalau dia itu kakak mu.


Jia : tidak apa, itu hak kamu menilai kakak.



Tadi nya aku berpikir Jia akan marah, tapi ternyata dia bersikap biasa saja. Aku mencoba menenangkan nya karena seperti nya dia sangat sedih.


Jia memesan makanan sejak tadi dan pelayan menyajikan makanan diatas meja, setelah menikmati makanan aku bangkit berdiri karena ingin pergi ke toilet.



Degg...



Mata ku terbelalak saat melihat Hans duduk tepat di belakang ku, aku terdiam sejenak dan memperhatikan mimik wajah nya yang penuh aura kebencian. Aku dengan cepat melangkah meninggalkan dia dan berlari menuju arah belakang.


Aku membasahi wajah ku dan tangan ku bertumpu di atas wastafel dan berhadapan dengan cermin.



Apa dia sudah lama berada di sana ?


Mengapa Jia tidak memberitahukan ku ?


Mungkin saja Jia tidak memperhatikan nya karena dia menunduk lemas sejak tadi.



Bagaimana besok ? dia pasti akan menghukum ku lagi.


Aku mengacak acak rambut ku memikirkan apa yang akan dia perbuat pada ku besok.





__ADS_1



__ADS_2