My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 22. Kembali di Masa Lalu


__ADS_3

~ JEPANG


*Willson



Meski kebenaran nya telah aku ketahui tapi aku tidak bisa bertindak dalam mencari Jini, Ibu melarang ku untuk melakukan hal itu. Aku tidak tau apa yang membuat Ibu begitu membenci Jini, sebelum nya beliau mendukung keputusan ku untuk menikahi Jini namun dalam sekejab dia berubah.


Aku tidak ingin pulang ke rumah lama ku, sudah hampir sebulan ini aku tinggal di rumah Ibu. Pagi ini aku tidak bekerja hanya duduk dan menikmati angin musim semi, melupakan Jini tidak semudah yang aku bayangkan.



Ibu : bagaimana hari mu nak,? (menyeduh teh hijau)


Willson : hm.. cukup baik


Ibu : memikirkan Jini lagi ?


Willson : tidak mudah Ibu..


Ibu : apa yang kamu harapkan dari wanita bodoh itu ? sifat nya tidak sebaik itu sampai kamu harus memikirkan nya. Lupakan lah


Willson : mengapa Ibu sangat membenci nya ?


Ibu : apa kamu sebodoh itu Will sampai kamu tidak bisa melihat sisi buruk wanita murahan seperti dia ? Jini bisa lari saat dia hamil dan akhirnya suami nya datang mencari nya. Orangtua nya juga bahkan tidak menganggap mu sebagai menantu, dari yang aku dengar mereka belum bercerai tapi sudah menikah dengan mu. apa kamu tidak takut jika suatu saat dia menikah lagi saat kalian kembali bersama?


Willson : jangan menyebut nya seperti itu ibu, aku menerima dia apa ada nya.


Ibu : kalau kamu mencari nya kamu bukan anak Ibu.



Ibu berlalu dan meninggalkan ku, bagaimana aku bisa memilih antara Ibu dan Jini. Aku sudah membuat keputusan untuk melupakan Jini, aku mencintai nya tapi aku tidak bisa menentang Ibu orang yang sudah mengorbankan segala nya untuk merawat ku.



Aku mencintai Ibu lebih dari siapapun aku bisa melakukan apa saja yang di perintahkan oleh Ibu, tetapi kali ini sangat lah berbeda melupakan Jini membuat batinku tersiksa. Setiap hari aku harus melalui hari yang menyedihkan, mungkin Jini mengalami hal yang lebih dari ini saat Ibu memberi nya pilihan antara menyelamatkan Mike atau menyerahkan Hans. Bukan nya memberi semangat pada nya aku malah menampar nya karena mencela Ibu, dan pada kenyataan nya Ibu adalah sosok yang seperti itu.



Jini..


Bagaimana kabar mu? apa kah kamu masih membenci ku?



Aku hanya butuh waktu saat ini, waktu dimana aku harus menyesuaikan diri tanpa Jini dan Hans. Entah bagaimana perkembangan Kakak Clark yang sedang sibuk mencari Jini, Clark sangat terluka saat mengetahui adik dan keponakan nya pergi meninggalkan nya tanpa memberi kabar. Sama dengan Kakak Clark, kakak Yusi juga melakukan hal yang sama dengan berusaha keras mencari keberadaan Jini. Mereka merasa bersalah karena perbuatan Ibu yang telah menjadi penyebab menghilang nya Jini.



"Betapa bodoh nya aku yang telah melepaskan Jini, wanita tangguh yang pertama kali ku temukan seumur hidup ku. Aku sudah melakukan nya berkali kali, Maafkan aku Jini"





~INDONESIA



*Mike



Tugas berat yang harus ku lakukan saat ini adalah membawa Jini dan Hans, meski aku tidak bisa memiliki mereka setidak nya aku harus mempertemukan Jini dengan Orangtua nya karena mereka sudah sangat merindukan putri nya.



Indonesia



Tujuan pertama ku adalah Indonesia, sekilas negara itu terlintas di dalam bayangan ku saat mengingat tempat pertama kali aku dan Jenny bertemu. Aku telah menyusun rencana bahwa aku akan pegi menuju Australia dan berangkat kembali ke Indonesia.


Aku masih bisa mengingat lokasi sekolah tempat dimana aku menjadi guru dan Jenny adalah salah satu siswa nya. Mobil berhenti di parkiran sekolah, aku berjalan menuju kantor Kepala sekolah. Sebelum nya aku telah menghubungi pihak sekolah agar aku dapat mengajar kembali di sekolah ini, awalnya mereka menolak lamaran pekerjaan ku dengan alasan tidak bisa memberi gaji sesuai dengan tingkat pendidikan yang telah ku jalani. Di indonesia aku bukan lah siapa siap, karena tujuan utama ku adalah menemukan Jini. meski di tolak aku bersikeras untuk menjadi Guru dengan gaji atau tanpa gaji sekali pun, dan mereka setuju dengan hal itu.



Ada beberapa guru senior yang masih mengenali ku, dan sebagain lagi adalah guru baru bergabung di sekolah ini. Hanya sedikit percakapan basa basi dengan para sesama Guru, setelah itu aku berjalan menuju kelas tempat ku mengajar. Para gadis disini sangat berlebihan memuja ku, dan itu sangat mengganggu pendengaran ku.



Taman belakang, seperti nya aku harus kesana. Mata ku terbelalak saat melihat seorang wanita duduk disana dan bersandar menatap matahari pagi yang bersembunyi dibalik pepohonan.


Cukup lama aku menatap nya sampai akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri nya. Wanita itu cukup terkejut saat melihat ku.



Mike : aku menemukan mu !


Jenny : (tersenyum) mengapa butuh waktu lama untuk menemukan ku Pak Guru ?


Mike : maafkan aku karena terlalu bodoh menanggapi perkataan mu Jenny


Jenny : tidak masalah.. aku sudah melupakan nya.


Mike : dimana Hans ?


Jenny : ha..ha..ha.. apa kamu hanya merindukan Hans ?


Mike : aku sudah melihat mu..


Jenny : baiklah, seperti nya aku harus kembali masuk karena sebentar lagi aku ada kelas. (berlalu)


Mike : aku menunggu mu di parkiran sekolah setelah jam 2 siang ini



Aku berteriak saat Jenny mulai pergi meninggalkan ku, kebiasaan nya masih sama seperti dulu. Hanya waktu yang sudah berlalu begitu saja, sedangkan Jenny masih tidak berubah hati nya masih begitu rapuh tetapi tetap ber pura pura kuat. Aku hanya berharap Jenny akan menemui ku nanti saat jam sekolah sudah berakhir.



Aku menunggu nya di parkiran, sudah hampir satu jam aku menunggu nya namun dia belum juga datang. Mungkinkah dia sudah pulang ?Aku membuka pintu mobil dan akan pergi tiba tiba Jenny sudah berdiri di depan mobil, Jenny segera masuk kedalam mobil.


Jenny : kamu mau ingkar janji?


Mike : tadi nya aku berpikir kamu udah pulang.


Jenny : ohh...




*Jenny

__ADS_1



Untuk pertama kali nya kami bertemu lagi ditempat ini, tempat dimana aku melepas semua beban ku bertahun tahun lalu. Masih jelas teringat kejadian masa lalu dimana aku dan Mike bertemu sebagai Guru dan Siswa, dulu Mike adalah penyemangat di hidup ku saat aku selalu menghadapi cobaan hidup.



Kami hanya terdiam saat berada di mobil, Mike membawa ku ketempat makan siang yang pernah kami singgahi saat aku masih sekolah.


Mike : masih ingat tempat ini..


Jenny : iya ingat..


Kami berdua menikmati makanan kami masing masing, keadaan ini sangat canggung karena sudah cukup lama kami tidak bertemu dan dekat seperti ini.



Mike : aku ingin bertemu dengan Hans..


Jenny : kita akan pergi menemui nya


Mike : bagaimana keadaan nya?


Jenny : dia baik, setiap pagi aku mengantar nya sekolah dan akan dijemput oleh Ayu.


Mike : Ayu ?


Jenny : teman sekolah ku dulu..



Setelah makan siang kami pergi menuju rumah Ayu, seperti biasa Hans sedang bermain dengan Ayu.


Jenny : Yu, Hans gimana ? ngerepotin gak ?


Mike : hai ?


Ayu : eh.. Jenny dia bukan nya ??


Jenny : Mike Leonard. Guru biologi kita waktu sekolah dulu...


Ayu : ah.. iya aku ingat, bagaimana kalian bisa bertemu ?


Jenny : itu...


Mike : Saya suami nya


Ayu : apa ? (kaget)


Jenny : cerita nya panjang Yu, kita harus bicara didalam



kami berjalan masuk kedalam rumah, Ayu yang masih kelihatan bingung menyiapkan minuman kedapur dan memanggil Hans.


Hans : Papi...


Jenny : papi ?


Mike : aku meminta nya memanggil ku Papi..


Hans : Papi kemana saja ? Mami selalu nunggu Papi datang


Ayu : jadi kapan kalian menikah ?


Jenny : 7 tahun lalu Yu, ceritanya sangat panjang, mungkin sehari akan kurang jika menceritakan nya.


Jenny : sudahlah itu sudah berlalu..



Hans dan Mike sedang bermain dengan ponsel milik Mike, aku senang bisa melihat mereka tertawa bersama.


Hans : Mami, ayo kita pulang aku mengantukk



Sibuk dengan Ayu sementara kami lupa waktu, di luar sudah sangat gelap dan aku berpamitan pada Ayu untuk pulang.


Ayu : aku harap hubungan mu dan Pak Mike akan terus berlanjut


Jenny : hushh.. diam lah


Mike : jangan panggil aku begitu Ayu, aku tidak setua itu.


Ayu : heii Jenny, lihat lah Suami mu ini. Dia merasa diri nya masih anak muda, sementara putra kalian Hans sudah besar


Jenny : abaikan dia Yu, dia masih belum dewasa



cup...


Mike mencium bibir ku dengan tiba tiba, aku hampir terkejut melihat nya.


Mike : sudah cukup puas membuktikan kalau aku pria dewasa?


Ayu : o.oh.. aku tidak melihat nya


Jenny : aku akan membunuh mu Mike, ayo kita pulang



Sudah lama aku dan Mike berpisah tapi jantung ku masih berdebar saat dia mencium ku, pikiran ku melayang dan tidak bisa melakukan apa pun.



*Mike



Seperti tekad ku sebelum nya, Jini dan Hans adalah segalanya bagi ku untuk itu aku harus membawa mereka pulang. Setelah meninggalkan rumah Ayu kami pergi menuju tempat tinggal Jenny, diperjalanan Hans sudah tertidur di kursi belakang.



Aku memarkirkan mobil di sebuah rumah sederhana tempat Jenny dan Hans tinggal, Jenny keluar dan membuka pintu rumah sedangkan aku menggendong Hans menuju kamar. Aku dan Jenny meninggalkan nya di dalam kamar, dan kami duduk berdua meminum kopi yang sudah di seduh oleh Jenny beberapa menit lalu.



Mike : Kita harus kembali Jenny


Jenny : tidak Mike, aku tidak ingin kembali


Mike : mereka mengkwatirkan mu


Jenny : siapa ?.


Mike : Papa dan Mama Erlin

__ADS_1


Jenny : hubungi mereka, aku akan bicara dengan mereka..



Mike meraih ponsel nya dan mencoba menghungi Papa.


Mike : Hallo


Bram : ada apa Mike ? kamu sudah menemukan Jenny


Mike : Papa ingin bicara dengan nya ? kami sedang bersama


Jenny : Papa? bagaimana kabar mu?


Bram : aku baik sayang, bagaimana keadaan mu dan cucu ku.


Jenny : kami baik Pa, dimana Mama?


Bram : aku akan memanggil nya


Erlin : bagaimana kabar mu Jenny, dimana kalian? apa kami perlu datang menjemput mu?


Jenny : tenang lah Ma, Mike ada bersama kami


Erlin : kapan kalian pulang Nak ?


Jenny : Ma, bisa kah kami tinggal untuk sementara disini? aku butuh waktu untuk pulang


Erlin : baiklah, tapi dengan syarat Mike harus bersama mu


Jenny : Mama...


Erlin : tidak boleh menolak, kalau tidak Mama akan meminta adik mu Chello menjemput Hans


Jenny : baiklah Ma, aku menurut saja



Meski aku sudah mendengar nya , tapi aku berpura pura tidur agar Jenny tidak curiga pada ku.



*Jenny



Mama benar benar membuat ku dalam posisi sulit, bagaimana bisa dia meminta ku untuk tinggal dengan Mike. Aku merasa lega karena saat itu Mike sudah tidur dan tidak mendengar apapun, aku membawakan selimut untuk Mike hari ini dia pasti lelah bermain dengan Hans.



Malam berlalu dengan cepat, aku bangun saat weker didalam kamar ku berbunyi dan merusak mimpi ku.. Aku ingat hari ini aku harus menyiapkan sarapan lebih cepat karena selain aku Mike juga harus mengajar di sekolah. Kaki ku beranjak menuju dapur untuk segera memasak, ternyata Mike sudah menyiapkan sarapan diatas meja


Jenny : wah Mike ? sejak kapan kamu bisa memasak ?


Mike : sejak kamu pergi, dan aku tidak suka makanan luar (mematikan kompor)


Jenny : baiklah, pergilah mandi aku akan membantu mu menyiapkan nya.


Mike : kamu juga harus mandi. kita akan berangkat bersama


Jenny : apa ?? (terkejut dan berbalik arah)


Mike : kita mengajar di sekolah yang sama mengapa tidak berangkat bersama ?


Jenny : kalau begitu kita harus mengantar Hans pergi sekolah..


Mike : tidak masalah (menghilang dibalik pintu kamar mandi)



Aku membantu Hans berganti seragam sekolah nya, sedangkan Mike sedang merapikan tas sekolah Hans.


Hans : Papi ikut antar Hans kan ?


Mike : tentu saja, jagoan Papi harus pintar di sekolah ya.


Jenny : ayo Hans, kita berangkat..


Hans : iya Mami..




Ini seperti keluarga kecil dimana ada sepasang suami istri yang sedang mengantar anak nya berangkat sekolah, Hans terlihat bahagia saat berjalan dengan teman teman nya. Dia sudah belajar bahasa belakangan ini dengan Ayu, aku yakin Hans akan mendapat banyak teman disini.



Sementara Hans sudah pergi aku dan Mike, berangkat menuju sekolah tempat kami akan mengajar para siswa tingkat atas. Kami sama sama berstatus Guru saat ini, aku yakin ini adalah trik Papa untuk mendekatkan aku dan Mike kembali.


Jenny : siapa yang akan mengurus perusahaan ?


Mike : Papa.


Jenny : bagaimana jika mama Hiruka mencoba merusaknya.


Mike : Jenny, aku tidak memberi nya pada Papa Jason. Aku meminta Papa Bram untuk mengurus nya bersama dengan Rey.


Jenny : oh begitu..


Mike : bisakah kita kembali seperti dulu Jenny ?


Jenny : tidak sekarang Mike..



Mobil sudah berhenti dan aku turun bersamaan dengan Mike, para gadis melihat ku dengan wajah sinis. Aku tau, mereka pasti berpikir aku mencoba merebut hati pangeran mereka. Siapa lagi kalau bukan Mike.


Aku berjalan cepat meninggalkan Mike untuk mencegah kontak mata dengan siswa yang tergila gila pada nya.



Aku memasuki ruangan kelas dan meletakkan buku diatas meja,



Selamat pagi anak anak ? sapa ku pada mereka.


Tidak ada yang menyahut pembicaraan ku, mereka semua diam dan sibuk dengan buku nya masing masing.



Hari ini akan sangat berat untuk menghadapi mereka, ini semua karena paksaan Mike yang meminta ku berangkat bersama nya. Merasa kesal aku menatap siswa yang sejak tadi mengabaikan ku.



"Apa ini sikap kalian terhadap Guru ? inikah tata krama yang sudah diajarkan kepada kalian ?"

__ADS_1


__ADS_2