My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 30. Luka Lama


__ADS_3



¤ Author


Hai readers, Terimakasih sudah mengikuti perjalanan Novel " My Teacher My Dear". Aku senang bisa mendapat respon yang baik dari para kalian semua, untuk kedepan nya aku akan belajar memperbaiki kosa kata dalam penulisan nya. Untuk episode berikut nya aku akan membuat ceritanya menjadi lebih menarik lagi, selamat membaca





* Marie



Setelah Hasio tinggal di rumah Papa apartemen Clark menjadi semakin sepi, suasana rumah menjadi sangat canggung setiap hari nya. Aku menghabiskan waktu bersama dengan Laurent sepanjang hari dan mengerjakan pekerjaan rumah saat Clark masih tertidur atau saat dia berada di kantor. Aku tidak ingin berhadapan langsung dengan nya, sudah cukup hati ku berantakan karena diri nya.



Beberapa waktu lalu aku harus mendapat undangan pernikahan dari kekasih ku, dia sangat marah karena aku pergi tanpa pamit pada nya. Hati ku benar benar sakit karena harus ditinggal menikah oleh orang yang selama ini sangat ku cintai, belum lagi karena aku harus terikat kontrak dengan Clark.



Aku merasa hidup ku terasa berantakan sejak bertemu dengan Clark, setiap hari aku harus menahan malu jika berhadapan dengan nya. Untuk itu aku menghindari nya agar aku tak perlu menatap mata nya atau pun berbicara dengan nya.



Seperti biasa saat Clark tidak ada aku dan Laurent keluar dari kamar untuk sekedar berjalan jalan di taman apartemen, Laurent pasti sangat bosan berada di ruangan tertutup sepanjang hari. Laurent semakin lincah belakangan ini, kadang dia mengeluarkan kata kata sampai terkadang membuat ku terkejut. Laurent kadang menyabut biskuit atau susu jika melihat ku membawakan nya, dia terlihat manis sekali.




Aku mendorong stroller Laurent berjalan mengelilingi taman hiburan, dia terlihat senang dan menikmati nya. Terlihat saat Laurent berceloteh tidak karuan di jalanan, tiba tiba Clark muncul dihadapan kami.


Marie : Clark, kamu ?


Clark : kenapa ? apa aku tidak bisa bermain dengan puteri ku sendiri ?


Marie : bukan begitu


Clark : ayo makan di luar,



Kami pun akhir nya pergi ke sebuah restoran dekat dengan apartemen, setelah memesan beberapa makanan Clark menggendong Laurent dan memperlihat kan beberapa video anak anak.


Marie : jangan memperlihatkan ponsel mu terlalu dekat dengan Laurent, dia masih sangat kecil. Nanti penglihatan nya bermasalah.


Clark : oho.. kamu mulai mengatur ku dalam merawat puteri ku sendiri ?


Marie : aku merawat nya sepanjang hari dan tidak pernah memberi nya tontonan sedekat itu. Sangat berbahaya untuk kesehatan nya.




Wajah Clark terlihat kesal saat aku memberi nya peringatan dari ku, aku tidak peduli dengan pendapat nya tapi aku tidak mau terjadi apa apa dengan Laurent..



* Clark



Marie menjadi sangat protektive dengan Laurent, aku bahkan tidak bisa sembarangan memberi nya makan atau minum tanpa aturan dari Marie. Sekarang dia juga bahkan membatasi ku dengan anak ku sendiri, tentu saja aku sangat kesal. Laurent masih berada di pangkuan ku dan meracau tidak jelas, tiba tiba tangan nya mengarah menuju Marie dan memanggil nya dengan sebutan " Mama "



Sontak aku dan Marie terkejut mendengar racauan Laurent, akhir nya aku harus memberi kan Laurent untuk duduk bersama dengan Marie.


Clark : kamu luar biasa Marie sampai Laurent memanggil mu begitu. kamu mengajari nya ?


Marie : ( menaikkan alis mata heran ) apa aku sekonyol itu mengajari anak Tuan ku sendiri memanggil ku "Mama" ?


Clark : sudah lah, ayo kita pulang



Tangan ku mendorong stroller Laurent menuju apartemen, suasana sangat canggung sejak kejadian di dalam restoran. Marie membuka pintu apartemen dan menyiapkan susu untuk Laurent. Hari ini aku sengaja pulang lebih cepat karena pekerjaan di kantor sudah di selesaikan lebih cepat dari biasa nya, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan Laurent. Meskipun Marie mengurus nya sepanjang hari, aku selalu berusaha untuk tetap dekat dengan nya agar ia tidak kekurangan kasih sayang dari orangtua nya.



Laurent sedang bermain di atas ranjang ku di temani oleh ku, kemudian Marie pun datang membawa botol minum berisi susu formula untuk Laurent. Laurent belum menghabiskan minuman nya dan akhir nya tertidur, Marie beranjak dari kasur ku ingin keluar dari kamar ku.


Tangan ku mencegat nya dengan tiba tiba dan meminta nya duduk di sebelah ku,


Clark : Marie, ayo kita mulai berkencan..


Marie : Clark... Aku belum mematikan kompor tadi di dapur..




Marie keluar dari kamar ku, aku memindah kan Laurent ke dalam kotak bayi yang ada di kamar Marie dan akhir nya menemui nya di dapur. Dia tidak memasak apa pun diatas kompor, itu arti nya dia sengaja mencari alasan. Marie sedang mencuci beberapa piring kotor dan membilas nya, aku mendekati nya dan memeluk nya dari arah belakang.



Tampak nya dia terkejut dan sekejab menghentikan kegiatan nya,


Marie : Clark, apa yang kamu lakukan ?


Clark : sudah cukup kamu menghindari ku Marie, ada apa sebenar nya ? Aku tidak sanggup menghadapi ke bisuan mu.


Marie : aku membenci mu,


Clark : kalau kamu membenci ku mengapa jantung ku berdetak kencang ?



Mendengar ucapan ku Marie berbalik dan aku memanfaat kan nya untuk mencium bibir nya dengan cepat.



cupp...

__ADS_1



Lagi lagi Marie terkejut dan melepas kan tubuh nya dari pelukan ku, tangan nya dengan sigap mengusap bibir nya. aku tidak tau sejak kapan tetapi saat melihat Marie aku selalu ingin memiliki nya.



Marie : apa yang kamu lakukan Clark !


Clark : ayo kita memulai nya dengan berkencan, aku tidak akan memaksa mu bersedia menikah dengan ku


Marie : tapi aku ma......



cupp mph....



Marie belum menyelesaikan kata kata nya tetapi aku kembali mengecup bibir nya, tangan nya berontak dan aku menarik kedua tangan nya. Tangan ku mengunci kedua tangan nya diatas kepala nya dan membuat nya bersandar pada dinding dapur, aku mengecup bibir nya dengan perlahan dan lembut. Marie tidak bisa berbuat apapun saat aku masih sibuk mencium bibir nya, saat perlawanan nya melemah aku melepaskan tangan nya dan memeluk tubuh Marie. Kecupan lembut di bibir kami berubah menjadi lumatan kecil dan dibalas oleh Marie, tangan nya sudah memeluk tubuh ku sejak tadi.



Kami melepas pelukan dan saling bertatapan satu sama lain, aku menatap nya penuh tanya mengapa ia tiba tiba menunduk.


Clark : Marie, aku tulus ayo kita berkencan


Marie : Clark ! berikan aku waktu, aku harus memikirkan nya


Clark : baiklah aku akan menunggu..


Marie : dimana Laurent ?


Clark : dia tertidur, boleh aku bertanya Marie ?


Marie : iya ada apa ?


Clark : kamu sedang memakan apa sebelum aku datang?


Marie : tidak ada ! aku hanya mencuci piring kamu sendiri melihat nya, memang nya ada apa


Clark : oh tidak.. aku merasa bibir seksi mu ini sangat manis Marie (tersenyum nakal )



plokkk


Jari Marie tiba tiba menyentil jidat ku dengan wajah kesal,



Marie : dasar mesum...




* Mike



Aku dan Jenny tidak pergi berlibur setelah menikah, dia tidak ingin melakukan nya karena harus menunggu Hans libur sekolah. Belakangan ini kegiatan belajar Hans terganggu karena sekalu berpindah pindah tempat, kami ingin memberi nya ruang agar menikmati masa kecil nya dengan baik.




Sudah seminggu aku tidak bekerja, karena itu Jenny memaksa ku pergi bekerja hari ini.


Jenny : ayolah sayang, ini sudah seminggu dan kamu masih betah di rumah


Mike : harus nya kamu senang, ada Rey dan Clark yang mengurus perusahaan.


Jenny : kamu menyusahkan kakak ku ?


Mike : bukan begitu sayang..


Jenny : berhentilah menyusahkan kakak ku dan pergilah bekerja. Kalau kamu tidak mau bekerja, malam ini jangan harap kamu bisa tidur di kamar ku ! Tidur di sofa depan !



Skak matt !!



Ini lah ancaman mematikan bagi setiap suami, akhir nya aku berbenah dan Jenny menyiapkan pakaian ku. Dengan terpaksa akhir nya aku menuruti permintaan istri ku untuk pergi bekerja.



Aku berjalan di lobi perusahaan, beberapa karyawan menyapa ku saat melihat ku datang bersama dengan para pengawal.


Mike : Adelle, siapkan berkas proyek yang sedang ditangani oleh Clark belakangan ini..


Adelle : baik Tuan



Tangan ku langsung menggapai berkas diatas meja dan mulai memeriksa nya, kemudian Clark masuk kedalam ruangan ku tanpa ketukan pintu..


Clark duduk bertumpu diatas sudut meja kerja ku, dan menatap ku curiga


Mike : kebiasaan mu benar benar tidak berubah Clark.. masuk tanpa ketukan pintu


Clark : ayo lah, selain sahabat mu aku ini ipar mu ( tersenyum)


Mike : ada apa menatap ku seperti itu ?


Clark : kamu bekerja ? aku benar terkejut, tadi nya aku berpikir kamu akan pensiun..



ha..ha... ha...



Mike : aku terpaksa Clark..


Clark : terpaksa ? ada apa ? (penuh tanya)


Mike : kamu tau Clark, adik mu itu benar benar kejam. Dia mengancam ku akan membuat ku tidur di sofa jika aku tidak bekerja. Mengesal kan sekali... (nada kesal )

__ADS_1



Sekali lagi Clark tertawa dengan sangat puas nya, aku melemparkan segumpal gulungan kertas bekas pada nya dan dia menghindari nya. Bukan nya mengenai Clark, lemparan ku mengenai wajah Rey yang baru masuk ke dalam ruangan ku.


Rey : hey, ada apa ini ?


Clark : ha... ha... Mike kamu ini benar benar lemah.. Kamu bahkan bisa di kalah kan oleh adikku yang hanya bertubuh kecil itu..


Rey : Jenny memang luar biasa bisa mematahkan semangat seorang Mike Leonard.. Ha... ha... (tertawa keras)


Mike : diam kamu Rey ! kamu akan merasakan nya saat kamu menikah nanti nya. Ancaman tidur di luar kamar itu sangat mengerikan bagi semua suami, itu seperti neraka...



Kami bertiga tertawa bersama di dalam ruangan ku, tiba tiba Adelle menghubungi ku dan mengatakan seseorang ingin bertemu dengan ku. Aku meminta nya untuk membawa nya masuk, sementara Rey dan Clark masih duduk di sofa ruangan ku.



Seseorang masuk kedalam ruangan dan berdiri dengan tegap di hadapan ku, wajah nya terlihat sangat familiar.


Aku mengulurkan tangan untuk menyapa nya,



Bastian Prakoso !


Kami berbincang dalam pengenalan bisnis dan kerja sama yang akan kami selenggarakan, dari cara bicara nya Bastian Prakoso seperti nya baru belajar dalam bahasa Internasional.


Mungkin saja selama ini dia berbisnis di suatu Negara yang tidak terlalu berkembang.



Setelah Bastian Prakoso keluar ruangan, Rey dan Clark kembali bergabung dengan ku. Mereka juga tampak curiga sama seperti ku,


Clark : aku merasa tidak nyaman dengan nya Mike, aku menaruh curiga atas kerja sama kalian.


Rey : aku juga berpikir demikian


Mike : benar juga, aku merasa mengenal nya. Tapi aku tidak ingat dimana kali aku pernah bertemu dengan nya.


Clark : kita akan mengetahui tujuan nya saat menghadiri undangan pesta yang telah dia berikan.


Mike : Rey ! selidiki Bastian Prakoso, aku ingin mengetahui asal usul nya.



Sepanjang hari aku memikirkan kedatangan Tuan Prakoso hari ini, aku mencoba mengingat sosok nya.



* Jenny



Malam ini aku dan Mike akan pergi ke acara pesta makan malam rekan kerja Mike, aku sudah menitip kan Hans bersama Mama Hiruka untuk menjaga nya malam ini. Akhir akhir ini Mama terkesan baik pada ku dan Mike, mungkin dia sudah mencoba berubah seiring waktu.



Balutan gaun pesta berwarna merah marron membuat banyak orang terkesan dengan penampilan ku malam ini, aku dan Mike sedang berbincang dengan para kolega nya yang juga membawa istri mereka masing masing.


Mike meninggalkan ku saat berbincang dengan teman nya, aku tidak dapat melihat wajah rekan kerja nya karena jarak cukup jauh.



Mike datang menghampiri ku bersama dengan rekan kerja nya, penampilan nya terlihat tidak asing bagi ku. Tangan kami saling menjabat cukup lama.


Bastian : Bastian Prakoso


Jenny : senang bertemu dengan anda Tuan, perkenalkan saya Jen...


Bastian : Jenny Michella Leonard


Jenny : ah iya Tuan..


Mike : perkenalkan dia istri saya dan sekaligus Puteri dari Tuan Bram Franklin



Mendengar nama Papa Bastian segera melepaskan tangan ku dan terlihat terkejut karena wajah nya terlihat gugup.



Tiba tiba Mike dipanggil oleh Rey dan mengajak nya bicara jauh dari kerumunan orang orang yang berada di dalam pesta. Aku dan Bastian berdiri menunggu Mike selesai bicara dengan Rey, kemudian Bastian mulai membuka suara.


Bastian : aku tidak tau sebelum nya bahwa kamu adalah puteri dari seorang pengusaha besar di Inggris.


Jenny : maaf ! apa kita pernah bertemu sebelum nya Tuan ?


Bastian : kamu melupakan ku ? (mendekatkan wajah nya)



Aku merasa kebingungan dengan perkataan dari rekan kerja Mike bernama Bastian Prakoso, kemudian aku bertanya mencoba menyelidiki.



Jenny : maaf Tuan saya benar benar tidak mengingat siapa anda.


Bastian : 9 tahun lalu, dalam acara perpisahan sekokah tingkat atas di Indonesia.



Seketika aku terkejut mendengar pengakuan dari Bastian, aku gugup dan mencoba untuk tetap tenang.


Jenny : apa tujuan kamu datang ?


Bastian : ingatan anda sangat bagus Nyonya Leonard, kamu langsung bisa mengenali ku dalam hitungan menit. Sedangkan suami anda si bodoh itu tidak dapat mengenali ku selama sebulan penuh, padahal tangan nya sendiri membuat ku terluka saat itu.


Jenny : katakan apa mau mu !



ha..ha..ha... ha


Bastian tertawa sinis mendengar ucapan ku dan mendekatkan kembali wajah nya menatap ku.



Bastian : " Merebut dan menghancurkan suami mu si bodoh itu sayang !"

__ADS_1




__ADS_2