My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 48. Kritis


__ADS_3



* Helena



Aku sangat gugup melakukan tes hari ini, mungkin karena ini pertama kali nya untuk ku. Hans menyemangati ku agar aku tidak ragu untuk masuk ruang pemeriksaan.



Laurent sudah menunggu ku di dalam ruangan nya, dia meminta ku berbaring dan menempel kan sebuah alat di atas perut ku.



Aku melihat ke arah monitor, dan terkagum kagum dengan apa yang aku lihat.



Laurent : Helen, bayi mu perempuan !


Helena : ya ampun ! tebakan Hans benar.


Laurent : dia pernah bilang begitu ?


Helena : iya, dia pernah menebak nya.



Setelah pemeriksaan selesai aku berlari kepelukan Hans, dia terkejut melihat ku dan langsung menatap ku.



Helena : Hans ! bayi kita perempuan.


Hans : benarkah ? ( terkejut )


Helena : kita harus memberitahukan ini pada Ayah dan Ibu.


Hans : kita akan menemui mereka pekan ini.



Aku dan Hans akhir nya pulang, Sebelum kami sampai di apartemen Hans membelikan makanan untuk cemilan malam ini.



Hans sangat memperhatikan ku selama ini, waktu istirahat nya selalu terganggu oleh keperluan ku tiap malam. Terkadang dia harus pulang cepat dari kantor jika aku mengeluh, padahal dia harus bekerja sepanjang hari.



Hans : sayang, aku merindukan mu..


Helena : sini aku peluk ! ( merenggangkan tangan )


Hans : bagaimana bisa, perut nya menghalangi ku sayang...



Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajah nya yang terlihat bingung, tetapi aku menyukai nya.




* Hans



Aku semakin kewalahan mengurus Helena, dia semakin ingin manja belakangan ini.


Pagi ini aku akan mengadakan rapat penting dengan rekan kerja, untuk itu aku harus berangkat lebih cepat. Helena telah menyiapkan sarapan untuk ku, waktu nya terlalu singkat untuk duduk dan sarapan.



Tangan ku meraih dua lembar roti dan membawa nya ke dalam mobil, aku bisa memakan nya sambil menyetir. Mobil melesit jauh dijalanan sampai berhenti di sebuah gedung tempat dimana aku menghabiskan hari hari ku,



Sesekali aku melempar senyum kepada beberapa karyawan yang menyapa ku sejak aku sampai, mengenal Helen adalah bentuk ucapan syukur.



Karena setelah mengenal isteri ku, aku merasa hidup ku banyak yang berubah. Perlahan aku bisa meredam emosi ku saat aku kehilangan kendali ku, itu semua berkat Helen.



Kaki ku menuju ruang rapat dan duduk di kursi utama yang menghadap kan ku pada persentase keuangan perusahaan yang melesit hebat di mata dunia.



Ponsel ku bergetar, aku segera mengangkat nya dan menatap layar ponsel ku.



Helena : sayang, bisa minta tolong belikan aku ice cream tidak nanti ?


Hans : aku akan membeli nya nanti sayang,


Helena : terimakasih ya sayang...


Hans : kamu tunggu aku pulang ya sayang...



Aku menutup sambungan dan kembali bekerja, hari hari ku terlalu kaku karena hanya bekerja dan kembali ke rumah. Meski begitu aku menikmati nya karena menjalani nya bersama dengan orang yang sangat aku sayangi.



Bagi ku kebahagiaan Helen adalah prioritas utama untuk kehidupan ku, aku tidak peduli dengan hal yang lain jika tidak menyangkut Helen dan pekerjaan.



Helena : sayang, sini aku pijitin ! ( meminjat tangan )


Hans : tidak perlu sayang, nanti kamu lelah...


Helena : Laurent mengatakan aku harus banyak bergerak sayang, agar bayi nya gemuk.


Hans : baiklah, tetapi jangan berlebihan ya sayang !



Helena masih memijat kecil tangan ku sambil berceloteh tidak karuan, pasti sangat tersiksa bagi nya menjadi seorang Ibu hamil.



Setelah cukup lama aku menuntun nya masuk kedalam kamar agar dia bisa berbaring, tangan ku terus mengelus rambut di kepala nya sambil sesekali mencium nya.



Helena : aku tidak ingin kita berpisah sayang,


Hans : aku tidak akan kemana mana, tenang lah sayang...


Helena : kamu sudah berjanji akan bertanggung jawab atas hidup ku sayang, bisa kah kita pergi berlibur saat anak kita sudah lahir ?


Hans : tentu saja sayang, untuk itu kamu harus segera tidur agar bayi nya ikut tertidur juga..



cupp..



Bibir ku mendarat di kening nya dan menunggu nya tertidur, setelah beberapa saat aku kembali melakukan pekerjaan ku dengan memeriksa berkas proyek yang ada di atas meja ruang tamu.



Ada sesuatu yang ganjil dalam kontrakbkerja sama nya, aku menghubungi Alex untuk memastikan apakah aku salah dengan proyek nya.



Hans : bagaimana Lex ? sudah ditemukan ?


Alex : iya Hans, aku sudah melihat nya. lalu bagaimana selanjut nya ?


Hans : satu satu nya cara adalah memperlambat kinerja proyek lapangan sebelum CEO SENTOSA bertindak terlalu jauh.


Alex : bagaimana kamu bisa melakukan kesalahan seperti ini Hans ?

__ADS_1


Hans : aku akan mengatasi nya, pikiran ku sedang terganggu akhir akhir ini.


Alex : baiklah, aku akan melakukan seperti yang kamu perintah kan !



tut... tut...



Aku menutup sambungan telepon dan mulai memikir kan cara menghancurkan kerja sama tanpa di sadari oleh Tuan Bastian. Dia merencanakan hal besar untuk menjatuh kan MILED dengan cara yang licik, jika saja aku tidak teliti dalam sebulan semua usaha ku dan Ayah akan hancur begitu saja.



Sepanjang malam aku tidak bisa memejamkan mata ku, aku menghubungi Ibu agar menemani Helen saat aku tidak berada di rumah.



Untuk sementara waktu aku akan kebih sering bepergiaan keluat daerah, aku akan lebih tenang jika Helen bersama dengan Ibu.



Bastian Prakoso !



Salah satu saingan bisnis Ayah yang berotak kotor !



Ayah sudah mengetahui kebenaran nya dan untuk sementara waktu akan mengendalikan perusahaan, untuk secara formal aku mengumum kan kepada publik bahwa aku mengundurkan diri dari CEO.



Ini hanya untuk sementara, agar musuh dapat mengalihkan sasaran pada Ayah. Di lain sisi, aku akan mengarahkan anggota geng mafia The Hell untuk menghancurkan pabrik makanan yang telah kami sepakati.



Jika pabrik itu berdiri maka kemenangan akan ada di pihak Bastian, aku bersembunyi di balik topeng geng mafia untuk menyelidiki tujuan sesungguh nya kembali nya Bastian.



Untuk mengetahui lebih jauh, aku menyusup masuk kedalam rumah pribadi nya dan menggeledah ruang kerja nya.


Aku berharap bisa menemukan hal penting yang bisa membantu ku keluar dari jebakan si Tua bangka itu.



Bagus !!


Catatan daftar pemegang saham perusahaan nya dan tender yang pernah ditangani oleh nya sendiri.


Aku segera mengambil berkas nya dan segera keluar dari ruangan nya, tiba tiba mata ku terpengarah kepada sebuah klase foto yang sangat ku kenal.



Paula !



Ternyata mereka sudah merencanakan nya sejak lama, permainan ini pasti akan semakin menarik ke depan nya.



Pabrik yang baru saja di bangun telah hancur seketika, sedangkan untuk menyelesaikan nya hanya di beri waktu selama 5 bulan masa bekerja. Dan bulan depan adalah bulan terakhir nya, kini dia kalah dan akan mengganti kerugian dana yang sudah terbuang sia sia.



Ayah memang sangat mahir mengalihkan pandangan orang lain, termasuk Bastian. Saat lengah seperti itu dia sendiri lupa bahwa selain tender baru, dia masih punya tender yang belum di selesaikan.



Aku tersenyum puas bersama Ayah karena telah melumpuh kan Bastian, hanya saja aku masih merasa akan ada masalah besar di masa yang akan datang..



klek....



Paula !!




Mike : Hans, Ayah akan menunggu mu di rumah..


Hans : baik Ayah.. ( mengangguk )



Paula masih cukup berani datang menemui ku ternyata, dasar wanita tidak tau malu !



Paula : Hans, ayo kita menikah ! aku mencintai mu sejak dulu


Hans : ciih... dasar jalang ! kamu pernah menjebak ku dan masih punya muka untuk datang menemui ku ?


Paula : aku mencintai mu, percaya lah !


Hans : Paula Prakoso ! sebaiknya kamu pulang sebelum aku muak melihat wajah mu..



Mendengar aku menyebut nama lengkap nya dia terlihat gugup dan terkejut, akhir nya dia meninggalkan ruangan ku dengan raut wajah marah.



Aku telah mengendalikan semua nya, bahkan petinggi di perusahaan si Tua bangka itu tidak lagi percaya dengan nya.



Kini aku bisa bernafas lega untuk kemenangan ini, dan kembali kerumah malam ini.


Baru 3 hari meninggalkan Helen, aku sudah sangat merindukan nya. Hari ini aku akan membawa nya makan malam di tempat yang dia suka.



Sejak kepergian Paula dan Ayah, aku sibuk merencanakan proyek baru dengan Alex. Tiba tiba Alex berdiri dengan wajah panik,



Hans : ada apa ?


Alex : Hans, periksa ponsel mu dan pergi lah ke rumah sakit. Helen pendarahan !



Jantung ku terasa ingin meledak dan berdetak kencang dan langsung berlari meninggalkan gedung kantor, Aku berusaha membuat pandangan bahwa Helen akan baik baik saja.



Kaki ku berhenti di sebuah lorong rumah sakit, Ayah dan Ibu sedang menunggu dengan cemas.



Hans : apa yang terjadi Ibu ?


Jenny : maafkan ibu nak, hiks... hiks...


Hans : ada apa Ibu ?


Jenny : Helen sangat ingin pergi berbelanja, jadi aku menemani nya. tetapi tiba tiba seseorang menabrak nya dengan kasar, padahal jalanan tidak begitu sempit. hiks... hiks... ( menangis )


Mike : aku sudah meminta orang untuk menyelidiki nya, kita akan tahu kebenaran nya nanti.



Aku duduk bersimpuh di depan ruangan Helen di tangani oleh tim medis, aku membenturkan kepala ku berkali kali karena merasa bersalah atas apa yang menimpa Helen..



Dokter keluar dan meminta berbicara dengan ku, aku melihat tanda pengenal dokter tersebut sekilas



Sander : Tuan Leonard, isteri anda mengalami pendarahan yang cukup banyak. untuk menyelamatkan bayi nya kita perlu mengeluarkan janin nya.


__ADS_1


Hans : tapi masa kelahiran nya baru bulan depan dokter,


Sander : tidak masalah, kita akan menyelamatkan kedua nya meski usia bayi nya belum cukup.


Hans : lakukan yang terbaik untuk anak dan isteri saya dokter.


Sander : baik Tuan, kami perlu tanda tangan anda di sini. ( memberi kertas )



Dokter kembali ke ruang operasi dan memulai proses persalinan nya, tidak henti henti nya aku berdoa agar Helen bisa selamat.



Sudah 2 jam terlewati dan aku tidak bergeming sedikit pun dari tempat duduk ku, dokter oun akhir nya keluar dari ruang operasi.



Sander : anak anda selamat, tetapi isteri anda sedang mengalami masa kritis. kami akan melakukan peninjauan ulang


Hans : terimakasih dokter,



Dokter meninggalkan kami bertiga, tak lama kemudian seseorang menemui Ayah.


Aku mendekat untuk mencoba mengetahui kejadian yang sebenar nya, mata ku terbelalak saat melihat Paula mendorong Helen dengan sangat keras.



Rasa nya ingin sekali aku mencabik cabik nyawa nya menjadi tidak tersisa. Aku nenghubungi Alex dan meminta nya untuk menyekap Bastian dan seluruh anggita keluarga nya.



Aku akan menangani nya saat Helen sudah sadar dari masa kritis nya, aku meminta Ayah dan Ibu untuk pulang dan istirahat.


Siang ini Laurent akan datang menemani ku untuk menjafa Helen.



Dengan berat mereka akhir nya pulang, aku tau mereka juga peduli pada menantu nya. Tetapi mereka juga harus memperhatikan kesehatan mereka, akan sangat buruk jika semua anggota keluarga menjadi lemah karena tidak mengatur diri nya sendiri.



Hampir seminggu Helen belum juga sadar dari masa kritis nya, saat para dokter sudah berputus asa merawat Helen aku masih tetap percaya suatu saat dia akan sadar.



Alex melakukan transaksi pembelian rumah sakit dan mendatangkan tenaga medis yang lebih ahli untuk menangani Helen.



Seluruh keluarga sedang menemani ku menunggu Helen sadar, paman dam bibi juga ada disana.



Jia sudah menghubungi ku bahwa hari ini dia akan terbang dari Australia menuju inggris, untuk sementara waktu aku akan menitip kan Helen pada Ayah.



Hans : Ayah, aku keluar dulu. aku harus mengurus sesuatu.


Mike : pergilah, kami semua ada di sini. kamu tidak perlu cemas ( menepuk pundak ).



Aku berhenti di sebuah tempat penyekapan keluarga Bastian bersama anak dan istri nya, mata ku langsung menatap tajam Paula.



Paula : lepaskan kami ! sudah berapa lama kamu menyekap kami disini ?


Hans : (mencengkram dagu ) melepas kan ? kamu belum tau sisi terburuk dari Hansond Miller Leonard !



plak...


plak...


plakk



Bastian : henti..kan..



Aku berbalik dan mengalihkan pandangan ku kepada Bastian..



Hans : Tua bangka ! kamu bermain main dengan ku ? mari kita lanjut kan,


Paula : biadap kamu Hans !!



Biadap ??



Hans : ( marah & menarik kasar rambut ) apa ? Biadap ? apa kamu tak punya cermin di rumah mewah mu. ha... ha... tak akan kubiarkan satu orang pun selamat dari genggaman ku.



Paula : kamu akan menyesal, aku akan membunuh isteri mu ! ( mengancam )


Hans : selamat kan dulu diri mu lalu bunuh isteri ku wanita jalang ! kamu bahkan tidak bisa selamat dari tempat ini.



Alex menepuk bahu ku dan memberi ponsel kepada ku,


Mike : Hans. cepat lah pulang. isteri mu sudah sadar !



Helen sadar !!



Aku menutup telepon dan menatap tajam kepada Paula, aura membunuh jelas terpampang di wajah ku.



Hans : kamu selamat kali ini, tapi aku akan kembali lain waktu untuk membunuh kalian.



Kaki ku berbalik dan meninggalkan gedung tua tersebut, aku segera masuk kedalam mobil dan menatap Alex sesaat.



Hans : Lex , jangan biarkan mereka melarikan diri. Aku akan menangani nya sendiri


Alex : baik.




Dalam bayangan ku terlintas wajah isteri ku yang saat ini sedang berada di rumah sakit dan bari saja sadar dari masa kritis nya.



Aku merindukan nya.


Hampir saja aku kehilangan harapan atas diri nya, ternyata untuk kesekian kali nya Takdir masih berpihak kepada ku.



Helen !!!



Suara ku terdengar lantang saat melihat Helen sedang duduk diatas brangkar dengan gantungan peralatan medis yang tertempel di tangan nya.


Aku memeluk nya sangat lama, sampai aki melupakan masih ada keluarga yang lain sedang melihat kami.


__ADS_1


Aku mencintai mu sayang, jangan tinggalkan aku.


__ADS_2