
*Clark
Meskipun aku mengetahui perasaan Will pada Jini, aku berpura pura tidak mengetahui nya untuk menunggu perkembangan kedua nya. Beberapa kali aku bertanya pada Will namun ekspresi nya selalu datar, dia memang tidak mudah untuk ditebak. Sejak pertama kali mengenal Yusi sifat nya tetap sama tidak ada yang berubah dari diri nya, fisik nya saja yang berkembang menjadi dewasa namun yang lainnya masih sama.
Istri ku sendiri Yustine sudah tau perasaan Will pada Jini seperti apa,tetapi dia juga sama seperti ku hanya bersikap acuh saja. Laurent sudah berusia 1 tahun saat ini. Karena sepanjang pernikahan kami tidak pernah berlibur, aku mengajak seluruh keluarga ikut bersama kami namun Jini dan Will tidak bisa ikut.
Jini akan menyelenggarakan even pembukaan toko baru bersama dengan teman nya sedang kan Will sedang mengurus sebuah kasus dikantor nya. Jadi, kami hanya pergi bersama Hans dan kedua mertua ku. Ayah dan Ibu dengan senang hati ikut dan mengawasi Hans yang sudah mereka anggap seperti cucu nya sendiri,dan kami akan berlibur seminggu lebih di korea. Awalnya istri ku menolak karena dia seorang Dokter harus siaga, karena aku memaksa jadi dia mengikuti permintaan ku.
*Jenny
Rumah menjadi terasa sepi karena Hans tidak di rumah, aku merasa kesepian sepanjang hari. Ini baru hari pertama mereka berlibur aku sudah sangat merindukannya, bagaimana dengan 8 hari kedepan nya?
Hari kedua pun masih sama, aku berangkat pagi sekali membuka toko dan pulang lama agar aku bisa langsung istirahat tanpa harus memikirkan mereka yang tengah berlibur. Aku menyeret kaki ku kedalam rumah dan langsung tidur, besok aku dan teman ku akan mengadakan even pameran busana dengan produk kami sendiri.
Melelahkan sekali !
Aku berjalan terpontang panting kedalam rumah karena tadi sempat minum beberapa gelas wine bersama teman, sekilas aku melihat Will samar samar duduk di atas sofa. "pasti aku berkhayal" gumam ku
*Willson
Pekerjaan hari ini cukul banyak, sudah hampir dalam sebulan ini aku tidak bertemu dengan Hans sepulang dari kantor aku akan menemui nya. Aku mencoba menghubungi Jini beberapa kali namun tidak diangkat, aku mulai resah memikirkan apa sebenar nya yang terjadi. Mobil melesat jauh memecah keheningan malam itu. 2 jam sudah aku menunggu Jini dan Hans namun tidak juga datang,
krekkk...
pintu terbuka dan Jini pun masuk kedalam rumah tanpa Hans, aku melihat Jini berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Aku membawa nya ke dalam kamar dan mencoba menyadarkan nya, dia tidak kunjung sadar.
Dahi nya ku kompres dengan air dingin untuk menyadarkan nya, setelah dia hampir terlelap aku beranjak ingin meninggalkan nya.
Willson !
Badan ku berbalik menatap Jini yang masih tertidur, seperti nya dia ber mengigau. Aku berbalik lagi namun Jini bersuara kembali
Aku mencintai mu Wills...
Kata kata nya terputus, mata ku terbelalak mendengar ucapan nya. Aku berbalik dan duduk di tepi ranjang nya dan mengelus kepala nya agar dia tidur dengan tenang.
^Dalam hati Willson
Sejak kapan Jini mulai menyukai ku?
Dasar perempuan bodoh, kelakuan nya sangat mabuk sungguh buruk. Bagaimana kamu bisa mabuk sambil mengigau
Awal nya aku berpikir dia hanya mengigau beberapa kata dan mengumpat ku dengan kata kata buruk,mungkin pengaruh alkohol nya sangat kuat sampai dia mabuk. Aku masih duduk ditepi ranjang nya dan tiba tiba Jini memeluk ku. Tak ada pilihan lain, aku hanya mengikuti kemauan nya dan membalas usapan di punggung.
Jini memcium bibir ku seketika, aku mencoba melepas nya dan menatap wajah nya dan kembali memeluk nya.Betapa tidak terhormat nya aku jika aku menggunakan kesempatan ini untuk meluapkan hasrat ku. Dia kembali mencium, dan ciuman nya sudah tidak selembut pertama kali nya.
hm..hmm...
Nafas ku bahkan tersengal sengal menghadapi perlakuan Jini, aku tidak bisa mengontrol diriku lagi ketika dia mulai menggigii gigit kecil leher ku. Tubuh nya kuangkat menuju kamar mandi dan menyiram nya dengan air dingin dari shower nya. Tubuh nya telah basah tersiram air dingin.
Jini mulai sadar, dan terkejut melihat ku. Dia mengganti pakaian nya yang basah dan kembali duduk diranjang.
Jenny : Will apa yang telah terjadi? sejak kapan kamu dirumah ku.
Willson : tadi nya aku berniat mengajak Hans bermain, aku sudah menunggu selama 2 jam dan kamu pulang dalam keadaan mabuk. Lihat lah perlakuan mu (menunjuk leher)
Jenny : maafkan aku Will (tertunduk)
__ADS_1
*Jenny
Betapa bodoh nya aku pulang dalam keadaan mabuk,aku hanya bisa meminta maaf atas kesalahan ku karena leher nya penuh kissmark dari ku. Sejenak kami terdiam masing masing, lalu Will menghampiri ku dan duduk di sebelah ku. Setengah berbisik dia mendekatkan kepala nya tepat ditelingaku.
Sudah terlambat Jini, kamu sudah memulai nya !
Aku tersentak, jantung ku berdebar mendengar bisikan Will seketika aku menutup mata ku. Kubuka perlahan mata ku saat menyadari benda kenyal sedang melumat bibir ku.
Will
Aku tidak tau dari mana dia mengumpulkan keberanian nya menciumi ku, bahkan tak ada penolakan dari tubuh ku. Tangan nya mulai mengusap punggung dan ciuman nya yang tadi nya lembut berubah menjadi lumatan lumatan yang mempu membangkitkan hasrat.
argh...
Dasar bodoh, bagaimana aku bisa nenikmati perlakuan Will pada ku? Jari jemari nya mulai menyusup dibalik piyama yang ku kenakan, meremas dada ku dan menambah sensasi yang membuat ku semakin tergila gila.
^Dalam hati Jenny
Sadarlah ! Dia itu pria yang selama ini mengacuhkan mu,bagaimana kamu bisa menerima nya
"bolehkah aku melakukan nya Jini?" pertanyaan Will menyadarkan ku dari lamunan ku,dan aku hanya mengangguk pelan. Mungkin pengaruh alkohol nya masih ada sampai aku bisa kehilangan akal, tetapi mengapa Will melakukan nya? Aku mabuk sedangkan dia sadar.
Malam berlalu dengan suara kenikmatan dan desahan, kami berdua tertidur pulas dalam keadaan polos dan berpelukan. Will bangun lebih dulu dan meraba raba wajah ku sampai aku juga terbangun.
Jenny :ada apa Will
Willson : apa kamu menyesal melakukan nya Jin? maafkan aku yang tidak bisa mengontrol diri ku
Jenny : entah lah tapi aku tidak menyesal
Willson : aku mencintai mu Jini (memeluk)
deg...
Aku bingung wajahku memerah, entah setan apa yang merasuki tubuh Will sampai dia mengucapkan kata kata itu.Bagaimana mungkin dia mencintai ku.
Jenny : sejak kapan Will ?
Jenny : kamu pasti bercanda Will, bagaimana bisa kamu menyukai seorang perempuan hamil
Willson : aku sudah jujur, dan itu adalah kenyataaan nya.
Jenny : ceritakan dari awal Will agar aku mengerti, selama ini kau bahkan tidak pernah melirik pada ku. Bagaimana bisa kamu jatuh hati padaku.
Sejenak Will berpikir dan menarik nafas panjang lalu bercerita
Willson : Aku lupa bagaimana rasa itu mulai melekat pada ku Jini, tapi aku sudah mengagumi mu saat kita pertama kali bertemu dalam pernikahan Kakak ku. Apa kamu masih mengingat hari itu?
Saat itu aku sudah mengagumi mu, tapi ketika kamu sedang bermasalah dengan mantan suami mu bernama Mike aku mulai meredam perasaan ku. Aku mencoba melupakan mu tapi kenyataan nya aku tidak bisa, Hati ku sakit jika kamu tersakiti. Saat kita bertemu di dalam kafe bersama Anna, dia mencela mu dan aku memutuskan hubungan ku dengan nya saat itu juga. Aku tidak sanggup melihat mu menangis di kursi belakang rumah kakak dan memberi mu tissu malam itu. Namun kesadaran ku muncul malam itu dan akhir nya meninggalkan mu tanpa bertatapan muka.
Dan kamu masih ingat kejadian di rumah sakit ? aku mengangkat mu ke atas sofa dan menyelimuti tubuh mu agar tidak kedinginan. Bukan hanya karena aku perduli, tapi jantung ku terasa berdetak lebih kuat jika berada dihadapan mu Jin. Mata ku tidak sanggup jika harus beradu pandang dengan mu, bersamamu dan Hans aku bisa nyaman dan lupa diriku sendiri.
Aku mulai tercengang mendengar penuturan Will, jadi selama ini sosok yang aku cari ada di depan mata ku dan aku tidak menyadari nya sama sekali.
dert. ...
Ponsel ku berdering,aku meraih nya dan ternyata itu dari Kakak
Clark : bagaimana hari mu Jini?
Jenny : cukup baik kak, kalian menikmati liburan nya ?
Clark : tentu saja, oh iya Jini bisakah kamu menginap di rumah kakak? Aku lupa memberitahu mu dalam waktu dekat akan ada tamu ke rumah untuk melihat lihat dekorasi rumah. Setelah kami pulang kamu bisa kembali ke rumah mu.
Jenny : tapi kak?
Clark : ajak lah Will bersamamu oke.
Belum sempat aku menjawab atau memberi alasan sambungan telah terputus, Will yang mendengar percakapan kami hanya tersenyum.
Willson : seperti nya aku akan leluasa menggoda mu Jini.
Jenny : dasar mesum !
Kutarik selimut menutupi tubuh ku untuk meraih pakaian yang berserakan di lantai.
Willson : aku sudah melihat nya untuk apa kamu menutup nya ?
__ADS_1
*Willson
Wajah Jini terlihat memerah saat aku menggoda nya,dan aku sangat menyukai nya. Sepanjang malam kami berdua tidur berpelukan, betapa bahagia nya aku saat mengetahui Jini juga mencintai ku. Meski tidak mengakui nya tapi aku sudah mendengar nya tadi malam, dan itu saja cukup bagi ku.
Kami berdua berangkat ke rumah Kakak mengikuti perintah nya untuk menginap disana menunggu klien nya datang, kami akan tinggal disana sampai kakak pulang dari Korea. Aku dan Jini berangkat bekerja di pagi hari dan pulang sore, meski pekerjaan menumpuk di kantor aku selalu berusaha untuk keluar kantor sore hari agar bisa menghabiskan waktu bersama Jini. Kami menonton sambil berpegangan tangan, berenang di malam hari kemudian bermesraan di ranjang.
Mencintai nya diam diam selama kurang lebih 5 tahun cukup menyiksa ku, dan kali ini aku tidak akan melepaskan nya lagi meskipun itu kepada Mike. Dia terlihat ragu saat aku mengungkapkan perasaan ku tapi aku akan berusaha meyakinkan nya agar bisa mempercayakan hati nya pada ku. "Jini apa kamu bisa memberi ku kesempatan untukku membahagiakan mu dan Hans" aku mulai bertanya pada Jini.
Terlihat keraguan di mata nya namun akhir nya mengangguk perlahan, aku mencium bibir nya sampai menuju leher jenjang nya.
Besok kakak akan pulang dari Liburan nya, aku tidak akan bisa menjelaskan bagaimana perasaan ku pada Jini. Aku memberi nya tanda Kissmark di leher nya, desahan nya terdengar saat aku melakukan nya. Cukup banyak dan mungkin dia akan kewalahan menutupi nya dari kakak.
*Yustine
Seminggu berlibur sangat melelahkan, di tambah aku harus membagi waktu dengan suami dan anak ku sepanjang perjalanan. Hans di awasi oleh ibu ku, dan itu sangat membantu karena Hans sangat menurut pada ayah dan ibu. Kami sampai di rumah, Jini sudah menunggu kedatangan kami sedangkan Will sedang sibuk dengan ponsel nya di atas sofa.
Clark : Jini kamu sakit?
Jenny : hanya sedikit kurang enak badan kak.
Clark : minta kakak mu memeriksa.
Aku mengambil Stetoskop dan kotak obat, kami duduk di sofa jauh dari tempat Will menikmati ponsel nya. Ketika aku ingin membuka syal di leher nya, Jini terlihat ragu dan gemetar. Ayah ibu dan Clark sempat kwatir Jini sakit parah,dia seperti ketakutan namun karena kami mendesak nya untuk diperiksa dia memutuskan membuka syal dileher nya.
Astaga..Jini !!
Kamu ?
"maafkan Jini kak?"
Semua orang mendekat,dan melihat bekas kissmark di leher Jini. Clark panik takut terjadi apa apa pada Jini dan mulai bertanya pada Jini.
Clark : Jini, apa kamu di ganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab ?
Ayah : katakanlah nak, kami akan membantu mu.
Sudah banyak pertanyaan dari kami bertiga untuk mendesak nya dan berbicara, namun Jini tetap diam dan membuat kami semakin panik. Will yang sejak tadi diam akhir nya menghampiri Jini dan angkat suara.
Willson : aku yang melakukan nya kak, aku mencintai nya.
Apa???
Kami semua sontak terkejut dan bertanya serentak meski tanpa aba aba. kami saling memandang kecuali Jini, dia terlihat malu dan merasa bersalah. Sedangkan Ibu hanya tersenyum melihat Jini dan Will, terlebih karena sebelum nya Will tidak pernah berbuat nekat pada gadis mana pun. Tidak dapat di duga Will seorang pengacara hebat dan terkesan dingin itu bisa luluh pada Jini.
Ibu : Jini, apa kamu mencintai anak bibi nak?
Jenny : (diam dan mengangguk pelan)
Clark : kalian melakukan nya ?
Jenny : maafkan aku kak, aku salah (menitik kan air mata)
Willson : iya kami melakukan nya kak,sudah berulang kali semenjak kalian pergi berlibur.
Jenny : Will, hentikan
Willson : mengapa kamu menangis ? apa kita berbuat salah ? kita saling mencintai. Mencintai bukan lah kejahatan
Clark : aku sudah menyadari kalian saling mencintai saat kalian tidur berpelukan malam itu. Ketika listrik padam aku ada disana dan melihat nya. Jini kakak tidak marah, hanya sedikit kecewa karena kamu tidak jujur.
Yustine : Jini. kamu semua senang dan menerima kamu , kami hanya ingin kepastian nya dari mu sayang.
Jini mengangguk dan Will bersikap cuek saja sambil merangkul tubuh Jini. Aku turut bahagia dengan mereka, setidak nya mereka sudah saling jujur dan mau menerima satu sana lain.
Will adik ku yang ber hati batu itu pun akhir nya bisa tunduk pada seorang wanita,selama ini aku menganggap dia hanya menyukai anak nya Hans. Ternyata Hans hanyalah batu loncatan untuk mendapatkan ibunya Jini.
Kebahagiaan berkali kali, aku sangat bahagia sampai ingin menghentikan waktu.
__ADS_1