
~ London Inggris
Kicauan burung pagi itu mampu membangun kan Mike dari tidur lelap nya sepanjang malam ini, dia tak lagi menemukan Istri nya Jenny tidur bersama nya. Mata nya masih terkatup rapat seolah enggan untuk bangkit dari tempat tidur nya, sebelum nya dia selalu bangun pagi untuk berangkat bekerja. Namun hari ini pengecualian, karena puteri nya Jia akan berulang tahun.
Di sisi lain Jenny sedang mempersiapkan acara untuk ulang tahun Jia, meski hanya kerabat yang akan datang tapi dia ingin membuat segala nya sempurna. Sekilas Jenny menatap klase foto yang terpampang besar di ruang tamu, sepasang suami istri dengan sepasang anak yang usia nya berpaut 7 tahun.
Hari ini putera puteri nya akan pulang kerumah, sudah beberapa tahun ini Hans memilih tinggal sendiri di apartemen nya milik nya sendiri. Sedangkan Jia tinggal di asrama sekolah karena ingin bergabung dengan teman nya tanpa dibatasi kakak atau pun orangtua nya.
* Jenny
Hari ini aku bangun lebih cepat dari sebelum nya, aku menyiapkan makanan pagi lebih banyak dari biasa nya karena Hans dan Jia akan pulang. Sudah beberapa hari ini aku sangat merindukan mereka berdua, aku memasuki kamar dan melihat suami ku masih tertidur. Tangan ku menepuk nepuk pundak nya agar dia segera bangun,
Jenny : sayang, bangun lah..
Mike : iya sayang, biarkan aku tidur 5 menit lagi ( memelas )
Jenny : iya sudah, tidur aja terus ! kamu ini akan menjadi kakek tapi masih malas bangun (marah )
Mendengar amarahku tiba tiba Mike terperanjat dan bangun, wajah nya terlihat terkejut
Mike : apa ??? Kakek ? ( terkejut )
Jenny : iya, jadi kakek kalau Hans sudah menikah
Mike : Hans sungguh akan menikah ??
Jenny : iya. nanti !
Mike : astaga, kamu mengejutkan ku ( bernafas lega )
Aku dan suami ku selalu menunggu Hans mengenalkan kekasih nya, tetapi dia bahkan tidak pernah memiliki kekasih. Anak bodoh itu terkesan arogant dan dingin, persis seperti Papi nya saat masih di usia yang sama. Saat aku berkenalan dengan Mike di Indonesia, sifat nya juga sama seperti Hans saat ini.
Jika guru yang lain lebih ramah kepada siswa, Mike berbanding terbalik. Dia selalu berwajah datar, pepatah " buah jatuh tidak jauh dari pohon nya " memang kenyataan. Dan itu lah yang ku percaya saat melihat Hans adalah gambaran besar dari Mike.
Sudah jam 10 tetapi Hans belum datang Jia juga sama, aku meminta Mike menghubungi Hans.
* Hans
Pengerjaan proyek kali ini sangat menyibuk kan hari ku sampai melupakan ulang tahun Jia, setelah menutup rapat sore ini aku akan langsung pulang kerumah. Mami pasti akan sangat marah karena aku terlambat datang,
Astaga !! tangan ku mengacak acak rambut ku, memikirkan hadiah apa yang akan ku bawakan untuk Jia.
Gadis kecil itu tidak akan berhenti merengek jika kemauan nya tidak di turuti..
Jam 16.45
Sial ! saat penting begini waktu berputar dengan cepat.
Kado yang sudah ku persiapkan untuk Jia sudah diambil oleh Adelle, aku berharap Jia akan menyukai nya.
Kaki ku melangkah memasuki pintu utama Mansion Papi, dan benar saja semua orang sudah berkumpul dan aku orang terakhir yang datang di ulangtahun adik ku.
Kakak !!
Jia berlari kecil menghampiri ku dan langsung memeluk, bibir nya sibuk mencium pipi kiri dan kanan ku. Jia memang sangat di manja oleh ku begitu pun dengan Mami.
Jia : (raut wajah kesal ) kakak jahat ! adik sendiri ulang tahun, malah terlambat
Hans : maaf sayang, kakak sibuk seharian ini ( menggandeng )
Kami berjalan menghampiri kerumunan anggota keluarga yang ikut hadir di acara ulangtahun Jia, aku menyapa anggota keluarga lain dan menghampiri Mami.
Seperti dugaan ku Mami terlihat marah pada ku karena aku datang terlambat, aku memeluk Mami dan mencium kening nya.
Hans : Mam, Hans minta maaf ya...
Jenny : tidak ( pura pura marah )
Hans : tapi kan Hans datang juga cuma terlambat saja, (membela diri )
Jenny : jadi kamu tidak berniat menemui Mami kamu ya ?
Mami terlihat kesal hari ini, sementara Papi hanya tertawa kecil melihat ku kelabakan merayu Mami.
Hans : kenapa Papi malah tertawa ?
Mike : tidak apa, waktu itu kamu menertawakan Papi yang tidak bisa menyenangkan hati Mami kamu saat Marah. Sekarang kamu rasa kan sendiri menghadapi kemarahan nya (senyum kemenangan )
arrgh....
__ADS_1
Aku memegang tangan Mami dan mencium pipi nya, aku tau Mami selalu luluh dengan ku jika aku mengalah.
Hans : Mami mau apa ? nanti Hans belikan
Jenny : tidak ! Mami tidak mau. Nanti kamu mengecewakan Mami lagi.
Hans : aku akan berusaha menyanggupi nya untuk Mami
Jenny : sungguh ??
Hans : (mengangguk )
Jenny : Mami mau kamu menikah !
deg...
Permintaan apa ini ?
Menikah ??
Aku bahkan tidak pernah melirik wanita sekali pun, bagaimana bisa menikah. Tetapi jika di tolak, Mami pasti marah lagi untuk sementara ini aku akan meyakinkan nya.
Hans : iya Mami, nanti Hans coba.
Jenny : mencoba apaan ? apa kamu belum memiliki kekasih ?
Hans : ( menggeleng )
Mami terlihat terkejut mendengar pengakuan ku, aku meninggalkan nya bersama dengan Papi. Sebenar nya aku tidak menyukai keramaian seperti ini tapi karena Jia terpaksa aku harus sedikit bertahan dengan suasana ini.
Aku berbincang dengan keluarga besar dari Mami, Paman Marchello sedang sibuk berbincang dengan Paman Marco bersama dengan isteri masing masing.
Ditengah perbincangan ku dengan kakek Bram, kakek Jason menghampiri kami berdua.
Jason : wah, kamu ini benar benar sibuk ya Hans. Kamu bahkan tidak pernah singgah ke rumah kakek lagi.
Bram : ha... ha... Jason, dia ini sangat sibuk persis seperti putra mu saat muda dulu ( tertawa)
Jason : kamu benar Bram. Aku bahagia hubungan kita bisa menjadi semakin erat sejak kita menikahkan Jenny dan Mike
Aku hanya tersenyum melihat kedua kakek ku bernostalgia, lalu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka. Saat aku berbalik badan, tiba tiba aku menambrak seseorang..
bruuk....
Seorang gadis menabrak ku dan minuman nya tertumpah ke wajah ku, aku merasa geram dengan kelalaian gadis bodoh yang tersungkur di hadapan ku.
Hans : apa kamu buta ? kamu ini sangat ceroboh !! cepat bereskan !!
Aku berlalu begitu saja meninggalkan orang orang yang melihat ku membentak gadis bodoh itu, baru beberapa saat aku masuk kedalam kamar lama ku tiba tiba Mami datang mengetuk pintu dan langsung masuk.
Hans : kenapa Mami menatap ku begitu, berbalik lah Mam. aku malu..
Mike : Hans, aku ini Ibu kandung mu. mengapa harus malu ? cepat lah turun dan minta maaf pada Helena.
Hans : Helena ? siapa dia
Jenny : iya, gadis yang tadi kamu bentak, dan nanti kamu akan mengenal nya sendiri.
Ada apa ini ?
Mengapa aku harus meminta maaf pada nya ?
* Helena
Ini hari pertama ku di Inggris, sebelum nya aku dan kedua orangtua ku tinggal di Manila. Aku tidak tau pasti alasan ayah dan Ibu ingin kembali ke negara ini. Sejak usia 5 tahun kami pindah ke Manila, negara asal Ibu.
Siang ini Ayah dan ibu mengajak ku ke acara pesta ulang tahun anak sahabat nya, anak sahabat lama nya. Aku sudah berkenalan dengan paman Mike dan bibi Jenny, anak perempuan nya sangat cantik sama seperti bibi Jenny. Usia nya tak jauh beda dengan ku, kami akrab di awal pertemuan. Jia gadis yang ramah dan periang, ada banyak keluarga yang ikut dalam perayaan ulangtahun Jia sampai aku tidak bisa mengingat satu persatu orang yang dikenalkan ayah pada ku.
Tiba tiba aku tidak sengaja menabrak seorang laki laki tinggi tegap, awal nya aku terkesima dengan wajah tampan nya. Tetapi rasa takjub itu sirna ketika wajah nya berubah menjadi dingin dan membentak ku dengan kasar.
Pria arogant itu berlalu meninggalkan ku, seketika itu ayah menghampiri ku bersama dengan paman Mike.
Mike : Helena maafkan anak paman ya..
Helena : ah,, tidak apa Paman. aku sendiri akan menghukum nya.
Rey : Helena jangan berkata begitu nak, tidak baik bicara begitu pada paman mu.
Mike : tidak apa Rey, ( menggeleng ) Helena kamu bisa berbuat apa pun pada anak nakal itu.
Beberapa saat kemudian pria itu keluar dari kamar nya, dia sudah mengganti baju nya dan terlihat tampan seperti tadi.
Tetapi ketampanan nya menghilang saat dia menunjukkan wajah datar nya dan sifat nya yang dingin.
Dari yang aku dengar pria itu adalah putra sulung dari Paman Mike, Hansond Miller Leonard. Sifat nya sangat jauh berbeda dari anggota keluarga nya yang lain, dia berjalan menghampiri ku dan berjalan semakin dekat.
Mike : Maaf kan aku ! ( mengulurkan tangan)
Fantastis !!
Paman Mike benar benar mengenali putera nya dengan baik, dia berhasil meminta bibi Jenny agar memaksa Hans meminta maaf.
__ADS_1
Aku menatap uluran tangan nya, dan berjalan melewati nya.
Aku tidak peduli dengan ekspresi nya dan langsung pulang meninggalkan pesta. Aku sudah meminta ijin pada Ayah dan Ibu untuk pulang lebih dulu.
Mike ??
Biarkan dia merasa terabaikan !
* Mike
Rahang ku mengeras karena kesal dengan tingkah bodoh nya, beberapa gadis menunggu aku menjabat tangan mereka tetapi dengan mudah nya gadis bodoh itu menolak permintaan maaf ku. Dia bahkan berjalan melewati ku dengan angkuh,
" aku akan membalas mu gadis bodoh " kecam ku
Keluarga menatap ku dengan pandangan heran, aku yang merasa terganggu dengan suasana pesta akhirnya pulang lebih dulu dengan alasan banyak pekerjaan yang belum di kerjakan di apartemen.
Jika berlama lama di dalam pesta, keluarga akan menjadi jadi bertanya tentang pernikahan ku. Aku tidak punya pilihan selain harus kembali pulang.
* Jenny
Melihat wajah Hans saat di permalukan oleh Helena, aku tidak berkata apapun saat Mike menatap ku dengan senyuman.
Saat para tamu undangan dari luar aku meminta keluarga untuk tinggal karena aku ingin bicara sesuatu.
Jenny : Shella, kita sudah berteman selama ini. Aku dapat melihat Hans dan Helena akan jadi pasangan yang serasi.
Shella : ahh.. bagaimana mungkin ?
Mike : aku sependapat !
Rey : baiklah, kita akan mencoba nya
Jenny : untuk itu aku meminta kita merahasiakan identitas Helena, karena Hans belum mengenal nya. Kita biar kan mereka dekat agar Helena bisa mengubah sifat acuh nya itu.
Semua keluarga mendukung ke inginan ku, sekarang kita akan menunggu mereka dekat dan bertemu.
* Mike
Seperti biasa nya aku berangkat bekerja dan sibuk dengan berbagai proyek perusahaan, pemilik sesungguh nya adalah Papi namun saat ini aku adalah CEO nya dan pemegang saham terbesar nya. Selain MILED GROUP dan beberapa cabang nya, aku juga mengendalikan sebuah yayasan pendidikan yang pernah di geluti oleh Papi. Untuk sementara aku harus membantu Papi menangani perusahaan sebelum aku memulai bisnis baru.
Adelle telah menyiapkan berkas untuk rapat dengan perusahaan ZHISHEL, milik paman Rey. Paman Rey dan Papi bersahabat dari semenjak aku kecil, karena itu aku cukup mengenal nya.
Setelah menyelesaikan rapat aku langsung berangkat menuju MILED High School, selain CEO terkadang aku mengunjungi sekolah yang didirikan Papi semasa muda nya. Dari cerita Mami, Paman Chello juga pernah mengecap pendidikan disini. Walau pun sebagai pemilik aku juga sering membantu para guru mengajar anak anak, aku meluangkan waktu ku 1 jam atau lebih untuk mengajar anak anak di sekolah ini.
Aku berjalan menuju ruangan kelas, meski usia ku tidak muda tetapi para gadis di sekolah ini selalu menatap ku kagum. Mata ku tiba tiba terarah pada gadis konyol saat di dalam pesta Jia, itu arti nya gadis itu adalah teman sekolah Jia.
Gadis bodoh ! aku menemukan mu (senyum sarkasme )
Helena ! nama itu yang di ucapkan Mami saat memintaku untuk minta maaf pada nya.
Aku tetap berkonsentrasi memberi penjelasan di depan siswa, sementara gadis konyol itu terus saja menatap ku sejak memasuki ruangan kelas. Jika gadis lain terkesima dengan ku, Helena dengan berani menatap ku dengan pandangan kebencian.
Setelah pelajaran selesai aku meminta nya tetap di dalam ruangan.
Hans : kita bertemu lagi nona ( datar )
Helena : Helena ! bukan nona
Hans : cepat minta maaf pada ku !
Helena : hey.. Mr Arogant ! kamu lah yang harus nya minta maaf
Hans : aku ? sebelum nya aku tidak pernah melihat mu disini. ternyata sekolah ini memiliki siswa bodoh seperti mu.
Helena : aku juga baru tau ternyata ada pria seangkuh diri mu. Sudah menjadi CEO masih mau menjadi guru. sangat Kikir !! (berpangku tangan)
Shitt !!!
Gadis bodoh itu kembali membuat ku harus menahan amarah lagi, aku akan membalas nya suatu hari.
Aku hanya melihat nya berjalan dengan santai meninggalkan ku, aku berdiri dan langsung bangkit dari tempat duduk ku.
Sepanjang perjalanan aku memikirkan gadis bodoh itu, dia tidak terpengaruh dengan penampilanku atau pun kekayaan ku.
Dia berbeda dari gadis lain, tetapi sifat nya juga sangat angkuh dan tidak memiliki tata krama layak nya pelajar. Aku akan memberi pelajaran pada nya besok, akan kupastikan dia akan menyesali nya karena telah berani berbicara buruk tentang ku.
Kikir ?
Gadis bodoh !!
__ADS_1