My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 18. Penyesalan tertunda


__ADS_3


*Willson



Flassback On



Kado pengantin


Aku sedang memikirkan kado pernikahan untuk Jini, aku akan memberikan nya kado terindah yang tak akan dia lupakan seumur hidup nya. Karena masih ada waktu mempersiapkan pernikahan aku berencana akan menjemput kedua orang tua nya dari Inggris,aku sudah meminta alamat lengkap orang tua Jini dari kakak ipar Clark. Besok sore aku akan berangkat dan menyelesaikan misi ku tanpa harus memneritahukan nya pada Jini.



Hari berganti dengan sangat cepat, aku sudah menghubungi Jini bahwa aku ada pekerjaan dalam dua hari ini dan dia tidak mempermasalahkan nya. Aku berangkat dan sampai di negara Inggris tanpa hambatan, sekarang tugas pertama ku adalah pergi menuju alamat yang diberikan oleh kakak.



Mansion FRANKLIN



Kakak Clark sudah menginformasikan pada tuan Franklin bahwa aku akan datang, oleh karena itu penjaga memperbolehkan ku masuk. Aku berdiri menatap sebuah gedung mewah yang menjadi tempat tinggal orangtua Jini. Jantung ku berdetak sangat kencang.


Pengawal depan pintu membawa ku masuk kedalam dan mempersilahkan ku duduk, menunggu tuan Franklin datang para asisten menyediakan ku air dan cemilan.



Seorang pria paruh baya turun dari anak tangga bersama wanita yang mungkin seumuran juga, dapat ku yakini bahwa mereka adalah orang tua Jini. Aku berdiri dan membungkuk saat mereka menghampiri ku.


Kami saling berjabat tangan.



Bram : saya Papa nya Jenny


Willson : perkenalkan saya calon suami anak tuan Jini dan akan menikahi nya dalam waktu dekat.


Bram : bagaimana keadaan putri ku


Willson : dia baik baik saja Tuan


Bram : saya senang mendengar hal itu.


Willson : saya datang ingin menjemput Tuan dan Nyonya untuk menghadiri pernikahan kami,


Bram : apa kamu bisa membuat Jenny bahagia


Willson : percayakan itu pada saya Tuan, bahkan saya tidak akan mengampuni diri saya jika saya menyakiti nya.



Kami berbicara panjang lebar tentang rencana pernikahan ku dan Jini, kami ingin mengatur segalanya agar menjadi kejutan untuk Jini. Saat kami berbincang seorang pria datang menghampiri kami dan seketika itu juga Tuan Franklin tidak melanjutkan kata kata nya.



Bram : Mike ?


Aku terkejut dan memperhatikan nya dengan seksama.



Mike : apa kabar Pa ?


Bram : sehat nak, bagaimana dengan mu ?


Mike : aku tidak tau Pa, tapi saat ini aku tidak tenang. Aku ingin menginap


Bram : istirahat dan jaga kesehatan mu


Mike : sudah ada kabar dari Jenny Pa?


Bram : belum, lupakan lah dia Mike


Mike : aki tidak bisa Pa. aku sudah berusaha tapi aku sangat tidak mampu melupakan nya. (tertunduk)


Bram : dia tidak akan kembali (tegas)


Mike : aku tau dia akan kembali Pa, aku sangat merindukan nya (menitik kan air mata)



Aku menatap Mike yang terlihat putus asa, Kaki nya melangkah sementara tangan nya berusaha menijit pelipis nya. Sangat gagah dan berwibawa, wajah nya sangat mirip dengan Hans putra nya. Aku menatap nya sampai dia menghilang di balik pintu.



Bram : Mike, mantan suami Jenny.


Willson : iya Tuan, saya sudah menduga demikian. Wajah nya dengan cucu anda sangat mirip.


Bram : begitulah dia semenjak Jenny menghilang, selalu berusaha mencari keberadaan Jenny. Satu tahun terakhir ini dia sangat putus asa


Willson : (diam dan termenung).



^Dalam hati Willson


Apa aku sudah merebut Jini dari nya, aku dapat melihat bahwa dia tidak seburuk yang aku dengar.



Kami beristirahat dan akan berangkat besok pagi, Marchello adik Jini juga akan ikut brrsama kami. Sepanjang perjalanan kami hanya terdiam kaku, hanya Marchello yang setia menanggapi pertanyaan ku. Tuan dan Nyonya Franklin hanya mendengarkan dan mengangkuk juka aku bertanya.



Ada perbedaan antara sikap Tuan kepada ku, Dia terlihat sangat canggung berbeda dengan saat berbicara dengan Mike. Aku menepis segala kemungkinan buruk dan tetap berharap semua nya akan tetap baik.



Saat tiba di jepang aku membawa mereka ke rumah ku dan menyembunyikan nya dari Jink, aku meminta kak Clark membawa Hans ke rumah


Bram : Mike !!


Hans : apa ??


Erlin : tidak sayang, kamu sangat mirip dengan seseorang nak


Bram : panggil aku Kakek


Erlin : aku nenek mu dan ini paman mu Marchello


Hans : sungguh ? Hans memiliki kakek yang sangat tampan



Aku melihat mereka yang sedang bercanda dengan Hans, anak itu memang sangat menggemaskan. Dia bisa dekat dengan siapa saja, dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Aku baru tau kalau Orang tua Jini sangat mahir berbahasa jepang.



Flassback Off

__ADS_1



Jini sangat cantik mengenakan gaun putih yang sudah dia persiapkan sejak sebulan yang lalu, dia sangat terkejut melihat orangtua nya bisa datang ke pesta pernikahan nya.



Kami telah melalui acara pernikahan, selanjut nya akan langsung berangkat menuju sebuah Hotel tempat kami mengadakan resepsi. Jini pergi berjalan menuju kamar ganti dan mengenakan YUKATA, salah satu baju tradisional Jepang. Pandangan ku berpacu pada Hans yang duduk di atas kaki Tuan Franklin yang tidak lain adalah mertua ku, sejak mereka bertemu mereka tidak dapat di pisahkan.


Malam semakin larut dan para tamu undangan semakin berkurang,satu persatu dari mereka telah pulang.




tak. tak..tak..tak..


Suara sepatu dari pintu masuk


Pria itu datang !



*Jenny



Riasan di wajah ku ini sangat mengganggu, wajah ku terasa berat mengenakan kosmetik tebal. Aku hanya berharap para tamu cepat pulang agar aku bisa istirahat.


Aku menatap Hans dan Papa sedang bercengkarama di kejauhan, aku senang melihat mereka.


Tiba tiba semua orang menatap orang yang sedang berjalan dari arah pintu masuk.



Mike ??



Aku mengalihkan pandangan ku dan ingin segera berlalu, entah mengapa air mata ku jatuh saat melihat Mike.



Mike : aku terlambat ?


Jenny : pulang lah (berpaling)


Mike : kamu harus ikut bersama ku (datar)


Jenny : kita sudah berpisah dan aku sudah menikah (acuh)


Mike : aku tidak menandatangani perpisahan


Jenny :(berbalik) apa maksud perkataan mu Mike Leonard ? tidak cukup kah kamu membuat ku terluka ?


Mike : aku harus menjelaskan keadaan yang sebenar nya pada mu (mendekat)


Jenny : aku tau, dan kejadian itu cukup memberiku penjelasan.


Mike : Jenny kamu bahkan tidak tau apa apa dan kamu tidak bertanya dan pergi begitu saja.


Jenny : aku tidak peduli !



Saat aku dan Mike sedang berdebat semua orang menatap kami,Willson hanya berdiri dan menatap kami dari kejauhan. Tiba tiba Hans datang dan menarik gaun ku, mungkin dia terkejut melihat perdebatan kami.



Hans :Mama


Mike : dia anak siapa ?


Jenny : anak ku dengan Willson


Mike : (menggeleng ) itu tidak mungkin dia sangat mirip dengan ku.



Mike meraih tangan Hans dan memandangi wajah nya, Hans hanya terpaku dan berlalu begitu saja.



Jenny : pulang lah


Mike :kamu bahkan memisahkan ku dengan anak ku Jenny (meninggikan suara )


Jenny : jaga sikap mu Tuan Mike, kamu lah yang bahkan tidak pernah mempedulikan aku. Kamu memilih pergi bersama wanita lain saat aku selalu berusaha ingin memberi tahu kebenaran bahwa aku sedang hamil. (menitik kan air mata ) Kamu bahkan tidak berusaha mencari keberadaan ku selama ini. Apa kah salah ku jika aku tidak ingin Hans mengenal mu ? Sejak kecil dia harus bermain bersama dengan Will yang bukan siapa siapa bagi ku. Setiap wanita selalu bahagia di masa kehamilan nya. Sedangkan aku ? aku tidak punya apa apa dan harus menderita sendiri bersama anak ku.


Aku tidak ingin melihat mu Mike. pergilah !!!



Sekilas aku melihat air mata Mike jatuh membasahi pipi nya, dia berlutut meminta maaf. Tapi aku tetap pada pendirian ku dan akhir nya dia bangkit berdiri.


Mike berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, tiba tiba dia menghentikan langkah nya.



Mike : kamu tidak mengerti Jenny ! Aku sudah mencintai mu dan percaya pada mu 8 tahun lama nya, aku berpikir kamu juga mencintai ku. Dengan sangat bodoh aku menunggu mu setiap malam, aku pulang setiap hari dan berharap kamu sudah di rumah membuat kan ku masakan yang rasa nya asin. Aku membuat kesalahan dengan mempercayai mu. Semoga saja saat kamu sudah tau kebenaran nya, aku sudah tidak lagi hidup di dunia ini. Agar aku tak melihat wajah mu dengan penyesalan karena tidak mempercayai ku.


Dan untuk mu Clark ! terimakasih sudah menjaga istri dan anakku selama ini.




*Clark



Pernikahan tidak berjalan sesuai rencana saat Mike datang, aku tidak tau bagaimana dia bisa sampai ke pernikahan. Tapi aku sangat gelisah memikirkan hal yang terjadi malam ini, meski istri ku Yusi sudah menenangkan ku namun batin ku tetap saja menolak.


Yustine : istrahat lah aku akan menemui Jini


Clark : aku ikut dengan mu, aku takut Jini terluka



Kami pun menemui Jini dan Will yang masih duduk berlawanan di dalam kamar.Mereka mempersilahkan kami berdua masuk, dan Yusi memulai pembicaraan .


Yustine : Jini, kamu tidak apa apa ?


Jenny : aku tidak apa kak, hanya masih terkejut


Clark : Jini, apa kamu tidak penasaran dengan apa yang Mike ingin jelaskan ?


Jenny : sudahlah kak, aku tidak ingin mendengar nama Mike disini.


Yustine : kalau kamu ingin menemui nya sebentar mungkin Will tidak akan masalah dengan itu. bukankah demikian Will ? (menoleh ke belakang)


Willson : iya kak.


Jenny : apa ini Will ? apa kamu sedang menguji ku ?

__ADS_1


Willson : aku tidak menguji mu Jini, aku hanya ingin memberi mu dan Mike ruang untuk menyelesaikan masalah kalian.




*Willson



Pernikahan ku hancur! pernikahan yang telah di rencanakan dengan sangat baik akhir nya berantakan saat Mike datang. Kami masih bernasip baik karena tamu yang melihat kejadian itu hanya sedikit, walaupun demikian keburukan tetap lah keburukan yang akan terbongkar suatu saat.



Keraguan jelas terlihat di wajah Jini namun dia tetap menutupi nya,aku berbaring di ranjang dan meminta Jini berbenah.


Willson : istrahat lah, besok kita pikirkan lagi masalah ini.


kamu sudah sangat letih sayang


Jenny : iya sayang


.


Beberapa saat kemudian Jini berbaring di sebelah ku, aku tidak ingin memperburuk keadaan dengan mengganggu nya..Sepanjang malam kami hanya tidur berpelukan, dan bergumul dengan pikiran kami masing masing.




*Mike



Flassback On



Pagi ini aku berangkat dari rumah Papa Bram karena semalam aku menginap di sana, saat ditengah perjalanan aku melupakan Ponsel ku yang sedang mengisi daya. Aku meminta Rey memutar kembali mobil nya untuk mengambil ponsel yang tertinggal, tiba tiba Rey melihat sebuah mobil membawa Papa dan Mama. Aku turun dan meminta Rey menyelidiki nya, sementara aku mengambil ponsel ku.



4 Hari berlalu sejak Rey mengikuti Papa dan Mama tiba tiba dia menghubungi ku dan meminta ku datang menemui nya di Jepang. Awal nya aku menolak, namun aku harus memastikan Papa dan Mama dalam keadaan sehat. Akhir nya aku meminta sekertaris memesan sebuah tiket keberangkatan hari ini, aku tidak sempat berbenah dan berangkat siang sekitar pukul 1 siang.



Alangkah terkejut nya aku saat sampai di jepang aku melihat Jini sedang duduk bersama Clark di sebuah teras rumah. Aku hanya menatap nya dan kembali ke hotel untuk beristirahat.


Besok nya kami kembali kerumah itu namun seorang pun tidak ada disana.Seseorang memberitahu kan bahwa Jenny yang dikenal sebagai Jini telah menikah dan sedang melakukan resepsi di hotel T.



Aku bergegas menuju hotel yang disebutkan oleh karyawan Jenny, tapi aku terlambat. Mereka sudah menikah. Beberapa kali aku ingin menjelaskan kebenaran kepada Jenny namun dia menolak, bentakan ku membuat nya menangis dan menceritakan semua hal yang sudah terjadi pada nya selama 5 tahun terakhir. Aku diam tak berkutik.



Kami saling menyakiti dan tidak saling terbuka kebenaran di masa lalu, aku tidak menyesali nya. Lidah ku beku, meski aku sangat ingin menceritakan segala nya namun aku tidak sanggup. Aku memilih untuk pergi.




*Jenny



Aku sangat puas melampiaskan semua rasa kesal dan dendam ku dengan Mike, akhir nya Mike pergi meninggalkan ku. Meski aku tidak tau makna kalimat nya yang terakhir tapi aku tidak peduli dengan hal itu.



Koran langganan sudah ada diatas meja, aku dan Will duduk sambil menikmati teh hijau kesukaan Will.


Aku mengerutkan dahi ku saat melihat foto Mike terpampang di koran Bisnis, aku tidak heran karena dia memang sangat terkenal.




drt...Ponsel ku berbunyi dan itu dari Kakak.


Clark : Jini, kamu sudah baca berita ?


Jenny : sudah kak. ada apa ?


Clark : apa kamu sama sekali tidak gelisah? Mike pergi begitu saja saat kalian bertengkar.


Jenny : apa hubungan nya dengan ku kak ?


Clark : Baca halaman 5 koran hari ini.



Aku meminta koran dari Will dan mencari halaman 5, aku membaca nya perlahan.



Mike menghilang ?



ada apa ini ? mungkin saja dia sedang ingin sendiri. Diculik ? tidak mungkin karena Mike sangat lihai bertengkar tidak mungkin dia di culik.


Aku kembali meletakkan koran dan meneguk teh hijau milik ku, Will menatap ku.


Willson : apa kamu sudah melupakan nya ?


Jenny : tentu saja, kamu tidak perlu menanyakan nya


Willson : baiklah aku akan pergi bekerja.


Jenny : hati hati sayang.



Saat Will sudah pergi aku kembali meraih koran dan kembali membaca nya. Bagaimana mungkin seorang Mike Leonard menghilang?


Kalau pun dia menghilang kemana dia akan pergi?



Ah aku tidak perduli !


Aku masuk kedalam rumah dan ponsel ku kembali berdering.


Clark : Jini. Selama ini kita salah paham.


Jenny : maksud kakak ?


Clark : Mike dijebak oleh ibu tiri nya.


Jenny : semua sudah berlalu kak, lupakan lah.


__ADS_1


Meski aku sudah mengatakan nya tapi sebenar nya aku juga sangat cemas dan mulai bertanya tanya kemana Mike menghilang ?


__ADS_2