
* Marie
Tangan ku masih memeluk erat Laurent sejak tadi, jantung ku hampir meledak saat Clark mencium ku pagi ini. Setelah memastikan nya sudah berangkat, aku menghubungi Shella dan meminta nya menemani ku pergi ke Mansion Papa. Aku harus menyegar kan pikiran ku dari segala bayangan Clark, aku tidak tau harus bercerita pada siapa lagi karena memang aku terlalu takut. Aku hanya bergaul dengan Shella dan Jenny, sangat tidak mungkin jika aku harus berbagi dengan Jenny karena dia adik Clark. Beberapa saat kemudian Shella sudah datang saat aku menguncir rambut Laurent,
Shella : hai, bagaimana hari mu ?
Marie : baik. bagaimana dengan mu ?
Shella : hmmm (melepas nafas) entah lah ! aku sedikit bingung dengan Rey yang sibuk belakangan ini. Dia bahkan tidak pernah menghubungi ku sejak 3 hari terakhir.
Marie : mungkin saja Clark memberinya tugas berat..
Shella : bagaimana jika kamu bujuk Clark agar memberi cuti untuk Rey ?
Marie : ah.. sudah lah, ayo temani aku bertemu adik ku
Kami akhir nya berangkat dari apartemen Clark, Shella sudah menghubungi taksi online dan langsung menuju rumah Papa. Mansion yang hanya di huni beberapa orang itu terlihat sepi, kami memasuki rumah dan meminta asisten untuk memanggil Papa atau Mama.
Mama akhir nya keluar dari arah pintu belakang menggunakan celemek dapur, reaksi nya sangat terkejut melihat ku datang.
Kaki nya berhambur menuju ruang tamu, dan melepas celemek kotor nya. Wajah nya terlihat bahagia saat kami datang,
Hiruka : Marie, bagaimana kamu datang tanpa mengabari ?
Marie : aku merindukan kalian Ma, Hasio belum pulang ?
Hiruka : belum, mungkin sekitar 3 jam lagi dia akan diantar pulang oleh Papa mu atau adik mu Marco.
Kami duduk bersama dan berbagi cerita tentang tingkah lucu Hasio saat di rumah, dari Mama aku mengetahui jika Mike dan Jenny baru pernah singgah kerumah Papa. Saat kami sibuk dengan gelak tawa kami akhir nya Papa datang,
Jason : wah, kalian terlihat bahagia..
Marie : Papa sudah datang ? bagaimana kabar Papa ?
Jason : baik sayang, ini Shella bukan ( melirik seorang di sebelah Marie)
Marie : iya Pa, pernah ikut sebelum nya dengan ku dan Clark.
Hiruka : karena Papa sudah datang, sebaik nya kita makan dulu menunggu Hasio pulang
Kami semua berjalan menuju meja makan, dan menikmati masakan Mama yang sejak tadi sudah tersaji.
Mama.. !
Teriakan Hasio membuat kami terkejut, Dia juga tidak kalah terkejut nya saat melihat ku sedang duduk makan.
Kakak !!
Hasio langsung memeluk ku dengan erat, aku sangat merindukan adik kecil ku setelah aku dan dia harus terpisah. Hasio menciumi pipi ku dan menyapa Mama, di belakang nya nampak seorang pria tegap mengenakan jas hitam berjalan menuju arah kami.
Itu pasti Marco !
Kemudian dia mengusap kepala Hasio dan meminta nya untuk mandi lebih dulu, Hasio menurut saja dan berlalu diatas tangga. Sekilas aku berpikir bahwa semua keluarga sangat menyayangi adik ku,
Marco : hai, kamu pasti Marie kan ?
Jason : lebih tepat nya kakak !
Marco : ha... ha... baiklah Pa, aku tidak menduga bahwa kakak ku terlihat sangat cantik. Seharus nya Papa tidak mengangkat nya jadi puteri Papa,
Jason : (penuh tanya) mengapa ?
Marco : agar aku dapat menjadikan nya menantu Leonard
Marie : (mengernyitkan kening)
Marco : ha... ha.... aku bercanda kak.
Marco ternyata memiliki sifat yang humoris tidak seperti Mike yang terlihat dingin dan kaku, dia segera bergabung bersama kami dan ikut makan bersama.
Marco : Shella, Rey tidak ikut ?
Shella : tidak, dia bekerja
Marco : hmm.. Rey mulai terikut dengan Kakak menjadi gila kerja. Clark juga paati bekerja, iya kan Kak ?
Marie : tentu saja, pria itu selalu sibuk..
Aku menghentikan pembicaraan ku, dan aku merasa semua mata tengah tertuju pada ku. Mata ku melihat semua orang dan bingung apa yang mereka pikirkan, aku berpikir tidak salah bicara tadi tetapi mereka menatap ku curiga.
Marie : apa aku salah bicara Pa ?
__ADS_1
Marco : tidak kak, hanya saja nada bicara mu terlihat kesal. Seperti seorang istri yang jarang di perhatikan suami nya..
Marie : uhukkk... uhuk...
Semua orang menatap ku dengan curiga, aku meneguk air putih dan menetralkan suasana.
Jason : tidak apa apa sayang, Adik mu Marco memang suka bercanda..
Hiruka : dan seandai nya benar pun Mama kan setuju
Marco : ah.. sudah lah Pa, jangan mengolok ku
Jason : segera lah menikah Marie, Papa akan mencari jodoh terbaik untuk mu tapi tidak Clark !
Aku tidak mengerti apa alasan Papa mengatakan hal itu, tapi apapun itu aku tidak peduli karena aku belum berpikir tentang pernikahan. Hasio datang menghampiri kami dan bermain bersama dengan Laurent. Saat sore hari aku dan Shella berencana untuk pulang, tetapi Laurent enggan berpisah dengan Hasio.
Marco yang sedang sibuk dengan ponsel nya kembali menghampiri kami, duduk dan mengotak atik ponsel nya.
Marie : Pa, seperti nya aku harus pulang.
Marco : tunggu saja kak, Rey dan Clark akan datang sebentar lagi.Aku sudah menghubungi nya.
Kaki ku terhenti mendengar penuturan Marco. aku duduk kembali dan sibuk mendengar Papa yang sejak tadi sibuk bercerita dengan Shella. Yang di tunggu pun akhir nya datang, Clark dan Rey berjalan beriringan. Laurent berlari menuju Clark, tidak menunggu lama kami pun berpamitan.
Sekilas aku melihat ekspresi datar Clark dan Papa yang sedang perang dingin, mereka saling menatap tanpa bicara.
Marie : Mama, kami pulang dulu
Hiruka : hati hati sayang, seringlah mampir melihat keluarga mu ya
Aku dan Clark meninggalkan mansion Papa, sementaras Rey dan Shella masih berada dirumah. Sepanjang perjalanan kami berdua diam dan sibuk dengan pikiran masing masing, Laurent sudah tidur membuat suasana menjadi semakin sepi.
Clark : Ada apa pergi kesana ?
Marie : aku merindukan adik ku, salah kah ?
Clark : hmm
Kami kembali terdiam, dan aku hanya menatap Laurent yang sedang tertidur di pangkuan ku. Clark melirik beberapa kali tapi aku tidak menghiraukan nya.
Clark : bagaimana keputusan mu ? apa kamu bersedia menikah dengan ku ?
Clark : baiklah, kita lupakan hal itu dan mulai hubungan seperti yang dulu. Atasan dan Bawahan.
Clark menghentikan mobil nya di depan apartemen, aku tidak menyadari bahwa kami sudah sampai sejak tadi. Aku bergegas turun dan menuju lift dan menekan tombol 17, setelah pintu lift terbuka aku langsung membuka kunci dengan cepat. Tangan ku membuka pintu kamarku dan mengunci nya dengan rapat, aku ingin tidur dengan Laurent malam ini. Keberadaan Laurent menguatkan ku saat aku merasa terluka karena Clark, entah sampai kapan dia akan mengerti arti hubungan.
* Mike
Tangan ku memijit pelipis ku yang terasa berat, seharian penuh aku berada di kantor tanpa menginjakkan kaki ku keluar dari kantor. Aku telah menghubungi Jenny untuk mengabari bahwa aku akan pulang sedikit terlambat, dia mengiyakan nya dan akan menunggu ku pulang.
Aku harus menyelesaikan kontrak kerja perusahaan dengan Bastian tanpa membuat nya curiga dengan rencana ku, dia bisa merencanakan apapun tapi aku bisa membuat taktik yang sama untuk menjatuhkan nya.
Mata ku tertuju pada jarum jam di angka 11, aku harus kembali pasti Jenny sudah menunggu ku di rumah. Kaki berjalan menuju lantai bawah dan masuk kedalam mobil, segera ku lajukan mobil ku dengan kecepatan rata rata.
Meski pekerjaan kantor membuat ku lelah tetapi rasa lelah itu akan hilang dalam sekejab jika sudah bertemu dengan Jenny, mata ku menatap tubuh Jenny yang meringkuk di atas sofa.
Keras kepala ! aku sudah meminta nya untuk tidak menunggu ku tetapi dia bersikeras menunggu ku selarut ini, dengan sigap tangan ku mengangkat tubuh Jenny berjalan menuju kamar.
Aku membaringkan nya dengan perlahan, kaki ku melangkah menuju kamar Hans dan ternyata dia juga sudah tertidur.
Setelah berbenah dan mandi aku menaiki ranjang berbaring di sebelah istri ku, tangan ku mengusap wajah polos nya tanpa paduan kosmetik.
Inilah istri ku, sangat sederhana dan tidak pernah berdandan berlebihan. Meski aku memiliki cukup materi untuk kebutuhan nya, tetapi dia tidak menggunakan nya.
Tangan ku menjelajahi kasur mencoba menemukan istri ku, ternyata sudah pagi dan dia pasti sudah sibuk mengurus Hans. Aku memejam kan mataku kembali, namun Jenny sudah berada di samping ku mengusap lembut wajah ku. Mata ku terbuka dan menatap nya yang sedang tersenyum manis kepada ku, senyuman ini lah yang membuat ku tidak pernah bisa melupakan nya.
Mike : ada apa sayang ?
Jenny : ayo berlibur, aku merasa bosan di rumah ( memelas)
Aku baru ingat, setelah menikah kami belum pernah mengajak Jenny berlibur atau sekedar jalan jalan di akhir pekan.
__ADS_1
Mike : baiklah sayang, kamu mau kemana ?
Jenny : terserah, aku hanya ingin berlibur dengan mu dan Hans...
Mike : tidak sayang, Hans akan tinggal bersama kakek nya jika kita berlibur..
Jenny : tidak, aku mau dia ikut bersama.
Mike : oke kita akan pergi minggu depan..
Tidak biasa nya Jenny meminta waktu berlibur, itu arti nya aku harus mempercepat langkah ku menekan Bastian.
Hans sudah diantar pengawal berangkat ke sekolah, tinggal lah aku dan istri ku yang sedang berpelukan layak nya sejoli yang sedang jatuh cinta.
* Clark
Pagi ini Marie menyiapkan sarapan diatas meja dan membawa Laurent berjalan jalan di bawah sinar matahari pagi, dia tidak menghindari ku seperti biasa nya. Mungkin permintaan ku telah memberatkan nya selama ini sampai akhir nya membuat rasa canggung diantara kami, saat aku telah melupakan ajakan untuk menikahi nya tadi malam sikap nya langsung berubah.
Apakah se sulit itu menikah dengan ku ?
Marie merasa biasa saja tapi tidak dengan ku, aku merasa gelisah dengan tatapan ramah nya. Aku menghampiri nya yang tengah duduk bersama Laurent dan dudun di sebelah nya sekedar menyapa Laurent.
Clark : nanti malam aku pulang terlambat, jadi jangan kemana mana. Aku pergi dulu !
Marie : Baik tuan !
Kaki ku yang tadi nya berjalan beberapa langkah tiba tiba terhenti saat mendengar kata 'Tuan' keluar dari ucapan Marie, aku merasa kesal dengan panggilan itu. Kepala ku menoleh melihat Marie yang sedang tersenyum pada ku. Aku berlalu meninggalkan nya dan Laurent, meski Marie tersenyum pada ku aku merasa senyuman nya itu palsu.
Kaki ku berjalan menuju ruangan Mike, aku ingin berbagi cerita dengan nya. Namun aku harus kecewa karena Mike tidak ada di ruangan nya, pasti dia lelah karena bekerja semalaman. Aku kembali ke ruangan ku dan meminta Adelle membawakan ku segelas kopi, kedua tangan ku masih menopang dagu ku yang sejak tadi tidak bersemangat.
tokk... tok....
Adelle masuk membawakan kopi pesanan ku, setelah itu aku meminta nya duduk untuk menemaniku.
Adelle : ada apa pak ?
Clark : apa yang wanita inginkan saat marah ?
Adelle : Kekasih Bapak ? bawakan saja bunga, mungkin saja dia akan suka...
drt... drt...
Ponsel Adelle berdering dan dia memimta ijin untuk mengangkat nya. Aku meneguk kopi panas yang di bawakan Adelle dengan perlahan, tak berapa lama dia kembali keruangan ku meminta ijin untuk pulang lebih dahulu.
Clark : ada masalah apa ?
Adelle : kakak dari kekasih saya sedang mengadakan pertunangan di rumah nya, jadi dia meminta saya membantu kakak nya.
Clark : baiklah, nanti saya bicara dengan Mike
Adelle keluar ruangan dan meninggalkan ku di dalam ruangan, aku mencoba membuka berkas proyek yang berada di atas meja kerja ku. Email dari Mike masuk dan aku menghiraukan nya, aku langsung pergi ke ruangan rapat meninggalkan ponsel.
Sekembali nya dari ruang rapat aku melihat beberapa panggilan dari Mike, aku mencoba menghubungi nya namun tak ada respon dari Mike.
Seperti nya aku harus memikirkan solusi yang diberikan Adelle pagi ini, aku berjalan keluar kantor dan langsung pulang dan menelusuri jalanan. Mata ku tertuju pada toko bunga dan segera mampir, aku membeli satu buket bunga merah di hias dengan pita unik.
Aku kembali menyetir menuju apartemen ku, lampu lampu jalanan sudah menyala karena memang matahari mulai tenggelam. Pikiran ku mulai mencerna kata kata yang akan ku katakan pada Marie sebagai permintaan maaf ku. Kaki ku melangkah menuju apartemen pribadi ku yang belakangan ini kami tinggali, Marie tidak berada di rumah. Aku mencoba menghubungi nya tetapi ternyata ponsel nya berada di dalam kamar nya, tangan ku mulai mencari nomor yang bisa di hubungi untuk menanyakan keberadaan Marie dan Laurent.
Jari ku menekan panggilan pada nomor Marco, aku berharap Marie berada disana. Benar saja Marie berada disana, namun Marco melarang ku untuk datang kesana.
Aku tetap pada pendirian ku untuk datang menjemput Laurent dan Marie,.
Setiba disana aku mulai membuka pintu, mata ku terbelalak saat melihat kerumunan orang orang yang berkumpul di rumah paman Jason. Tangan ku masih menggenggam buket bunga yang akan ku berikan pada Marie, aku melihat Laurent sedang bermain dengan Hasio. Aku menghampiri nya, dan menanyakan Marie.
Clark : Hasio, dimana kakak mu ?
Tangan Hasio menunjuk ke arah kerumunan, aku mencari Marie yang ternyata sedang berdiri ditengah kerumunan dengan di dampingi seorang pria.
brukk...
__ADS_1
Seketika buket bunga itu jatuh dari tangan ku, melihat ternyata Marie lah yang tengah bertunangan.