My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 39. Mansion Berdarah


__ADS_3


* Helena



Mr Arogant !



Dia bahkan tidak punya hati nurani saat mengecam penampilan ku, bagaimana bisa seorang pebisnis memiliki otak kotor seperti nya.



Aku akan meluluh kan nya !



Hans harus di beri hukuman karena sudah mengganggu ku beberapa waktu terakhir saat di sekolah. Aku akan membuat nya menyadari kesalahan nya.



Setelah menyelesaikan rapat aku pergi menuju restoran terdekat untuk mengisi perut yang sejak tadi sudah menahan lapar, aku menulis memo di sudut laptop kerja ku.



" 35 menit lagi ada pertemuan dengan perusahaan SENTOSA, jadi aku pergi makan siang. Jika ada hal penting, hubungi aku ! "



Aku hanya berharap pria berwajah datar itu tidak mencari ku, akan rumit jika dia keluar ruangan nya. Pesanan makan siang sudah tersedia di atas meja, saat nya makan.



drt... drt...



Bos Mesum ! Aku menggeser touch ponsel ku dan bersiap siap mendengar ocehan nya lagi.



Hans : Bawa Spagetti pedas tanpa bawang dan kopi pahit tanpa gula sekarang ! (memerintah )


Helena : baik aku datang 10 menit lagi aku juga sedang makan.


Hans : Seekaranggg (nada suara meninggi )



Astaga ! dia bahkan tidak memberi ku waktu untuk makan siang, bagaimana bisa dia se kejam itu.



Pelayan memberi ku bungkusan makanan yang telah ku pesan, aku berlari kecil dari restoran dekat kantor sampai ruangan Hans. Aku berdiri ter engah engah dan masih memegang bungkusan makanan, aku meletak kan pesanan nya dan membawa makanan ku keluar ruangan nya.



Hans : apa yang kamu bawa ? ( penasaran)


Helena : makan siang ku (kesal)


Hans : temani aku makan disini !


Helena : tidak perlu ! atau kamu nanti akan menyuruh ku bekerja saat aku tengah makan (berlalu )



Baru saja aku ingin duduk di ruangan ku tiba tiba Hans menarik tangan ku ke dalam ruangan nya, dia memaksa ku duduk persis di depan nya.



Helena : apa mau mu !


Hans : duduk dan makan lah ! (tegas)



Aku menuruti nya dan menikmati makanan ku, sesekali aku menatap Hans yang sibuk dengan sumpit di tangan nya. Andai saja wajah nya tidak se datar itu dan bersikap baik pada ku, mungkin aku sudah jatuh hati padanya. Sikap kasar nya lebih dominan dan membuat nya terkesan pria terjahat di dunia ini.



Tangan Hans melambai lambai di depan wajah ku, dia memecah lamunan ku beberapa detik yang lalu.



Hans : apa aku se tampan itu dan berhasil membuat mu jatuh cinta ?


Helena : aku akan menjadi wanita ter bodoh di dunia jika sampai jatuh cinta dengan mu ( memalingkan wajah )


Hans : Bukan kah kamu sudah bodoh ? kalau begitu jangan menatap ku !!


Helena : ya... ( berteriak )


Hans : pelan kan nada suara mu, aku atasan mu ( perintah )




Setelah menyelesaikan makanan ku, aku pergi meninggalkan nya yang langsung sibuk dengan pekerjaan nya. Wajar saja dia sangat kaku, ternyata hari hari nya hanya untuk bekerja.




Hampir dua jam aku berkonsentrasi dengan berkas tender yang akan di laksanakan bulan depan, aku merenggangkan kedua tangan ku dan menarik nafas dalam dalam.



Brakkk...



Helen ! ikut aku sekarang !



Itu Hans, entah apa yang terjadi sampai dia memerintah dengan wajah panik. Aku berlari mengikuti langkah kaki panjang nya dari arah belakang, penjaga telah menyiapkan mobil dan kami langsung meluncur di jalanan.



Aku tidak tau kemana arah perjalan yang kami tempuh karena memang Inggris masih sangat baru untuk ku, aku tidak memiliki nyali untuk bertanya pada Hans dalam keadaan seperti ini.



Beberapa kali aku menatap wajah nya yang memerah memendam amarah, tangan nya bergetar namun dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun sejak tadi.


Mobil berhenti di sebuah bangunan besar bernuansa warna ke emasan, Hans dengan sigap keluar dan masuk kedalam bangunan tersebut.



Apa yang harus aku lakukan?


Mengikuti nya ?



Kaki ku berjalan pelan menuju arah yang sama yang di lalui oleh Hans, mata ku masih mencari cari keberadaan Hans yang pergi entah kemana.



Aku terlalu sibuk menatap seluruh bangunan sampai kaki dengan tidak sengaja menginjak sesuatu di bawah sana, aku melihat apa yang terhalangi oleh kaki ku...



Aaaahhhh.... Hans.......

__ADS_1


hiks.... hiks .... Hans... Ke.. keluar lah...



Tubuh ku bergetar dengan apa yang telah aku lihat, aku bergeser dengan pelan sampai di sudut ruangan..



Hans : Helen, ini aku..


Helena : Hans.. aku takut.. hiks.. hiks. .. ( menangis )



Hans memeluk erat tubuh ku dan mengajak ku keluar dari bangunan tersebut dengan menutup mata ku di dada bidang nya, kami berdiri di luar bangunan tersebut.



Getaran di tubuh ku masih terasa saat Hans memeluk ku, dia mencoba menenangkan ku.



Hans : tunggu di sini,,


Helena : aku takut, jangan tinggalkan aku.. (memeluk )


Hans : aku di sini, maaf melibat kan mu Helen. aku akan menghubungi papi sebentar.



Hans terlihat panik tetapi tetap tenang, dia sedang berbicara dengan seseorang dengan ponsel nya. Dari perbincangan nya aku menangkap beberapa kata bahwa dia menyuruh seseorang menjemput Paman dan Bibi.



Aku kebingungan dengan apa yang terjadi. Dalam hitungan menit setelah kami berada di luar bangunan, para pengawal sudah memasuki bangunan tersebut atas perintah Hans.



Hans menghampiri ku dan aku memeluk nya kembali, aku begitu ketakutan sejak tadi sampai aku melupakan rasa benci ku pada Hans dan tetap memeluk nya.



Hans : sekali lagi maaf Helen ! (mengusap punggung )


Helena : apa yang terjadi Hans ?



Mendengar pertanyaan ku, Hans terdiam dan menatap para Pengawal yang sedang berlari lari keluar bangunan.



* Hans



Sejak perjalanan tadi aku tidak bisa membayangkan apa yang telah terjadi di rumah kakek Bram, aku tetap tenang meskipun hati ku bertolak belakang dengan logika ku.



seer.... deg.. deg.. !!!


Jantung ku se akan berhenti berdetak melihat potongan potongan tubuh di atas lantai penuh dengan darah di mansion Franklin..



Dua keluarga besar tewas dalam pembunuhan berantai, tak ada seorang pun yang tersisa di dalam bangunan tersebut.


Aku tidak tau pasti mengapa pembunuhan ini bisa terjadi secara kebetulan saat kakek Jason dan Nenek Hiruka berkunjung ke rumah Kakek Bram.



Ingin aku berteriak melihat mayat yang berserakan di lantai dengan luka yang berbeda beda, darah mengalir deras dari tubuh kedua kakek ku yang tidak berjauhan...




Apa yang terjadi ?



Hampir seluruh keluarga ku terkulai tak ber nyawa dengan darah di seluruh ruang tamu tempat kami biasa bercanda ria.


Kakek dan Nenek dari keluarga Leonard bersama dengan Bibi Hasio, Kakek dan Nenek Franklin beserta seluruh asisten rumah tangga lenyap dalam sehari.



Beberapa hari lalu Papi meminta ijin pergi berkunjung ke menemui kakek Bram, tetapi aku tidak menemukan mereka ikut terbunuh. Kemungkinan besar nya mereka masih selamat.



Aku menenangkan Helen dan membawa nya keluar Mansion karena dia sangat ketakutan, aku telah memerintah kan para pengawal perusahaan untuk memanggil polisi untuk menyelidiki kasus hari ini.



Sudah pasti ini pembunuhan yang sudah di rencanakan, karena sangat tidak mungkin seseorang membunuh tanpa alasan dan melenyapkan seluruh keluaga.



Alex sudah memastikan Papi dan Mami sedang di pedesaan dekat dengan kastil, aku menarik nafas lega karena masih ada yang tersisa.



Hanya beberapa keluarga yang tidak menjadi korban nya, adapun diantara nya adalah paman Marco Leonard bersama bibi Laura.


Mereka sedang berada di Manila mengunjungi Paman Rey, selain itu masih ada paman Marchello Franklin dengan bibi Jungsuh.


Keluarga paman Chello juga selamat karena mereka sedang mengunjungi adik sepupu yang bersekolah di korea.



Papi dan Mami !!


Mungkinkah mereka memiliki musuh ?



Setelah seluruh mayat di bawa ke rumah sakit, aku pergi membawa Helen menemui Mami di pedesaan. Helena pasti terguncang dengan kejadian yang baru saja dia saksikan, aku menyadari nya saat dia memeluk ku dan tetap memegang tangan ku ketika kami sudah sampai di Villa milik Papi.



Wajah Mami terlihat pucat dan sembab, aku tau Mami pasti menangis sebelum kami datang.



Mike : ada apa sebenar nya ?


Hans : Hans juga tidak mengerti hari ini Papi




Flassback On



Setelah Helena meninggalkan ruangan ku, aku mengerjakan proyek yang sempat terkendala saat aku sibuk dengan program sekolah.


Tak lama kemudian ponsel ku berbunyi dan aku mengangkat nya, aku mengenal nomor yang menghubungi ku karena Nenek sering memakai nya untuk menanyakan kabar ku.



Seseorang sedang meminta tolong di balik ponsel ku dan berteriak agar aku menyelamatkan Kakek Bram. Aku dan Helen langsung berangkat dan melihat Mansion kakek telah hancur.


Bukan hanya kakek Franklin, kakek dan nenek Leonard juga berada di sana bersama dengan bibi Hasio.

__ADS_1



Seluruh ruangan penuh darah dan potongan tubuh para penjaga, sementara anggota keluarga terluka di bagian kepala dengan tembakan.



Flassback Off



Kami berempat masih terdiam dan Helen masih memegang tangan ku, kemungkinan besar dia pasti trauma. Aku menyesal dengan membawa nya hari ini, seandai nya aku tau kejadian nya akan seperti ini aku tidak akan mengajak nya bersama ku.



Andreas !!



Papi tiba tiba memecah keheningan, aku menatap Papi dengan penuh tanya.



Mike : ini pasti ulah Andreas ! aku membuat kesalahan dengan mengirim nya ke penjara. Harus nya aku membunuh nya saat dia berusaha mengambil alih Kastil AURORA.


Hans : siapa Andreas ??


Mike : Musuh di masa lalu, dia pasti merencanakan semua ini dengan Willson.


Jenny : dan Juni juga pasti terlibat.. hiks... hiks.. (menangis)



Pasti ada masalah yang tidak aku ketahui sampai sejak aku masih belum mengerti dunia orang dewasa, tetapi nama itu terdengar familiar di telinga ku.



Mike : sayang, tenanglah ! kita tidak boleh panik dengan semua ini. (menenangkan)


Jenny : Mike, bagaimana jika Mereka berbuat nekad dan menyakiti anak anak kita ?


Mike : aku akan menyelesaikan semua nya, tenanglah.


Hans : tidak Pi, Hans akan menangani nya ! (menggeleng)


Mike : Hans ! Papi mu ini belum tua, aku mundur karena ingin menikmati hidup dengan Mami kalian dan melepas mu mencapai kesuksesan mu. Andreas bukan musuh mu ! Aku lah yang menjadi incaran mereka.



Aku masih penasaran dengan apa yang terjadi sebelum nya, aku bahkan belum bisa menemukan titik terang dari masalah ini.



Hans : Helen, untuk sementara kamu dan Mami pindah dulu ke apartemen ku. Aku yakin mereka akan mencari Mami dan Papi.


Mike : itu benar, tapi kamu juga akan menjadi korban nya Hans. Untuk itu kamu harus mengikuti rencana Papi, (menegaskan)


Hans : baiklah, aku akan menghubungi Alex untuk mengamankan apartemen ku.


Helena : bagaimana dengan Jia ? bukan kah Jia adik mu ?



Aku tidak menghiraukan pertanyaan Helen, karena ponsel ku telah tersambung dengan Alex.



Alex : ada apa Hans ? bagaimana dengan keadaan kalian ?


Hans : kami baik Lex, tolong arahkan penjagaan ketat di apartemen ku karena untuk sementara Mami dan Helen akan tinggal disana.


Alex : Hans ! aku merasa ini seperti dendam lama.


Hans : benar ! Papi bisa menebak pelaku nya.


Alex : jika begitu tanyakan pada Taun besar siapa saja yang pernah terlibat, aku merasa pelaku nya tidak hanya mengincar keluarga mu.


Hans : baik lah, aku akan menghubungi mu nanti.




Mami masih terdiam kaku di sebelah Papi, sementara Helen tertidur bersandar di tubuh ku. Dia pasti sangat lelah menangis sampai tertidur, aku menyandarkan kepalanya di pangkuan ku. Mami dan Papi tidak berkata apapun melihat perlakuan ku, mereka hanya saling menatap satu sama lain.



Hans : Pi, apa ada orang lain lagi yang terlibat dengan masa lalu kalian ? bisa saja orang yang bernama Andreas itu mengincar orang yang berkaitan dengan kalian.


Jenny : ada ! Paman mu Clark.


Hans : aku akan meminta penjagaan juga di rumah paman.


Mike : hubungi paman mu Rey tentang kejadian ini, dan minta agar mereka berjaga jaga juga.


Hans : baik lah,


Jenny : jangan beritahu Helen kalau orang tua nya juga terlibat dalam masalah hari ini, sudah cukup dia mengetahui lebih dalam masalah ini.



Mendengar penuturan Mami aku sedikit bingung dengan penjelasan yang baru saja aku dengar, mengapa orangtua Helen berkaitan ?



Hans : Mam, apa maksud perkataan Mami ?


Mike : paman Rey ! jangan beritahu Helen kalau paman Rey terlibat atas kasus masa lalu itu ( menjelaskan )


Hans : apa hubungan mereka ? (penasaran)


Jenny : Hans ! Helena Mattew anak dari paman Rey. Reynand Mattew. Tidak kah kamu tau itu ?



Astaga !!



Betapa terkejut nya aku mendengar penjelasan lebih lanjut dari Papi tentang orangtua Helen, aku bahkan tidak menyadari itu sama sekali.



Helena ! aku tidak menyadari bahwa paman Rey memiliki seorang anak, dan bahkan puteri nya itu sedang berada di pangkuan ku. Kini aku mengerti mengapa dia bisa sangat dekat Papi, ternyata mereka sudah lama berkenalan.



Itu arti nya malam itu dia datang bukan dari undangan teman Jia, melainkan datang bersama orangtua nya paman Rey. Aku menjalankan bisnis juga dengan paman, tetapi dia juga tidak pernah bercerita tentang anak nya.



Menunggu penjaga datang, kami hanya berbincang merencakan hal yang akan kami lakukan untuk mengatasi masalah pembunuhan anggota keluarga hari ini.



Meski sedang berbicara dengan Papi dan Mami tangan ku belum lepas mengusap rambut Helen tanpa ku sadari, sementara Mami hanya menatap ku. Dengan cepat aku melepas tangan ku, untuk menghindari pertanyaan Mami.



^ Dalam hati Hans



Helena ! kamu membuat ku gelisah hari ini karena mengetahui identitas asli mu. Apapun alasan mu menyembunyikan hal itu, aku yakin kamu tidak berniat jahat.



__ADS_1


__ADS_2