
*Clark
^Dalam hati Clark
Mike...
Kebodohan apa yang kamu perbuat selama sebulan ini ?
Kamu pergi tanpa jejak dan kembali dengan keadaan seperti ini, aku tidak ingin meninggalkan mu sendirian di sini
Keadaan Mike kini jauh lebih baik dari sebelum nya, tangan nya mulai bergerak seolah mencari kekuatan. Aku telah meminta Will dan Jini datang, tapi mereka tidak kunjung datang.
Wajah Mike masih kaku, tubuh nya terkulai lemas tidak berdaya. Mike belum berubah !! masih bersikap keras kepala dan tidak ingin mengalah. Aku masih mengingat beberapa kejadian di masa lalu saat kami tinggal bersama, tumbuh besar bersama nya ternyata tidak menjamin untuk aku mengenali sosok Mike sebenar nya.
Sudah sangat lama saat aku menunggu nya sadar dari masa kritis nya bersama Jini, namun sekarang Jini benar benar tidak ada dan tidak pernah menanyakan keadaan Mike.
*Willson
Kata kata Jini membuat ku penasaran, aku belum menanyakan maksud dari kalimat terakhir Jini dia sudah berlalu menuju kamar Hans. Mata ku tidak dapat terpejam, berusaha menebak apa yang terjadi sebenar nya pada Jini belakangan ini.
tok..tok. ...
Aku menghampiri Jini, berbaring di kamar Hans dan memeluk Jini. Pasti dia belum tidur, tapi aku tidak ingin merusak hari nya saat ini.
Pagi hari Jini sudah tidak ada lagi di ranjang, aku terbangun dan menatap Hans yang tertidur pulas. Jika sesuatu terjadi pada Jini, aku tidak akan bisa memaafkan diri ku karena tidak menjaga Jini dengan baik.
Tangan ku menarik kursi dan duduk menunggu Jini menyiapkan teh hijau ku, semenjak menikah Jini berinisiatif membuat teh hijau tanpa ku minta jika aku sudah bangun.
Aku meminta agar Jini duduk bersama ku, dia duduk dan kami pun berbincang.
Willson : duduk lah Sayang, kau terlihat pucat sekali
Jenny : ada apa sayang?
Willson : bisakah aku meminta mu untuk jujur sayang ?
Jenny : aku tidak bisa !
Jini berlalu begitu saja menuju dapur, aku mencegat nya dan memaksa nya memberitahukan kebenaran nya.
Jenny : cukup Will ! jangan tanyakan apapun padaku, aku tidak ingin ribut.
Willson : katakan !
Jenny : sudah ku katakan Will, aku tidak bisa.
Willson : Jini kau benar benar keras kepala !
aku akan tetap memaksa mu mengatakan nya.
Jenny : apa ? apa yang ingin kamu ketahui Will.
Willson : mengapa kamu tidak mau bertemu dengan Mike? apa kah kamu benar benar sangat membenci nya.
Jenny : iya Will aku sangat membenci nya. Dia membuat ku harus mengalami kejadian buruk setiap saat, meski aku sudah memaafkan nya tetap saja aku harus tersiksa setiap hari memikir kan nya. Mike menyusahkan ku saat masih berada di Inggris, dan kini saat dia sakit pun dia tetap menyusahkan ku.
Aku membenci nya
Willson : apa yang membuat mu sangat membenci nya?
Jenny : tanyakan itu pada ibu mu Will.
Aku yang mendengar hal itu terpaku dengan perkatan Jini, bagaimana mungkin Ibu ku terkait dengan masalah ini. Tidak terima dengan perkataan Jini, aku membentak nya dengan nada tinggi.
Willson : Jini !!
Ibu bahkan sudah mendonorkan darah nya pada Mike, bagaimana Ibu menjadi terlibat dengan Ibu ku.
Jenny : Ibu tidak memiliki hati nurani..
Plak....
Tangan ku melesat diatas pipi Jini, dia menatap ku dengan sangag tajam.
Willson : berhenti mengolok olok Ibu ku ! kau sangat tidak tau malu Jini.
Kakak sudah menerima mu seperti adik sendiri dan merawat mu bersama dengan Hans. Tapi ini balasan untuk ibu ku. Hanya cacian.
Jenny : terima kasih Will...(menitikkan air mata)
Willson : Jangan sebut Ibuku dengan mulut kotor mu, kau tidak pantas untuk itu.
Jenny : terimakasih karena telah menampar ku. Kini aku sudah mengenal siapa kamu. (berlalu begitu saja)
Jini berlalu dan berjalan menuju kamar Hans, aku hanya bisa menatap punggung nya dan diam terpaku.
*Jenny
Tamparan lagi !
Seumur hidup mungkin aku akan selalu menerima " Tamparan " dari orang orang yang aku sayang. Dari Mama Juni, Mike dan sekarang Will juga melakukan hal yang sama.
Aku tidak bisa kehilangan Hans, aku harus mengakhiri semua ini tanpa harus mrlibat kan Will.
__ADS_1
Aku memberanikan diri untuk menemui Mike di rumah sakit tanpa sepengetahuan Will. Aku menghubungi kakak dan meminta nya untuk menjemput Hans. Masalah yang di mulai dari aku dan Mike harus di selesaikan agar aku bisa melanjutkan hidup ku begitu juga dengan Mike.
Tubuh Mike benar benar kaku, aku hanya bisa menatap nya dan mengingat setiap kejadian yang pernah kami lalui bersama. Jika saja Mike tidak ber khianat mungkin saat ini kami sudah hidup bersama dan bahagia bersama Hans.
"Mike !!
Bangun lah..
Jelas kan pada ku apa yang terjadi selama ini, aku harus mengambil keputusan sebelum kamu pulih.
Tolonglah Mike, aku akan sangat marah jika kamu tidak menjelaskan semua nya. Aku akan menghilang lagi dari mu untuk menghukum dirimu atas kesalahan yang kamu perbuat."
Air mata ku mulai menetes saat aku berbicara dan menumpahkan penyesalan dan rasa kecewa ku pada Mike.
Jenny !!
Mike sadar dan menyebut nama ku, aku melirik Mike yang meringis kesakitan. Aku memanggil dokter agar memeriksa Mike,sementara aku menunggu di luar ruangan.
Beberapa menit kemudian Dokter keluar dan meminta Rey ikut bersama nya.
Jenny : kamu baik baik saja Mike?
Mike : hmm,,hanya sedikit sakit di bagain leher saja
Jenny : apa yang terjadi sebelum nya Mike.?
Mike : cerita nya panjang.
Jenny : aku siap mendengar nya.
Mike : baiklah..
Kamu tau Jenny, setelah pulang dari Hotel aku pulang ke tempat penginapan. Berhari hari aku hanya tidur berusaha mencerna apa yang terjadi pada kita berdua. Saat itu hanya memikirkan mu dan tidak sadar siapa aku saat itu. Meski sudah berusaha tapi tidak bisa. Aku kehilangan arah sampai suatu mobil sedang melaju dan menghampiri ku. Jenny,, aku mencari mu selama ini sejak kepergian mu, tidak ada titik terang dimana keberadaan mu. Sampai bertahun tahun lama nya aku mencari tapi tidak menemukan hasil. Satu satu nya harapan saat itu adalah alamat pengirim surat perceraian yang kamu kirim kan, namun alamat itu salah.
Jenny : bagaimana dengan kesalahan mu dengan Ceryn ?
Mike : aku tidak yakin kamu akan percaya dengan perkataan ku Jenny, tapi saat itu hanya jebakan yang dibuat oleh Hiruka. Ceryn adalah putri Barak, dan ingin mrnghancurkan aku.
Jenny : cukup Mike. Aku tau sekarang, tapi aku harus pulang.
Mike : bahagialah Jenny, aku akan selalu bersama mu.
Jenny : Mike..
jika aku tidak kembali, ku harap kamu akan menemui ku di tempat pertama kali kita bertemu.Aku pulang..
*Mike
Aku lupa bagaimana aku bisa terbaring di rumah sakit, Jenny sedang menunggu ku di luar saat aku menjalani pemeriksaan dokter. Dia menghampiri ku, dan duduk di sebelah ku. Aku tau dia menginginkan penjelasan dari ku, setelah mendengar penjelasan dari ku dia pergi meninggalkan ku.
Aku meminta untuk bertemu dengan Hans dan Jenny sebelum pulang.
Jenny : ada apa Mike?
Mike : Jenny, Will boleh kah aku membawa Hans sementara waktu?
Willson : Mike, Hans belum dekat dengan mu, jika Hans sendiri mau ikut dengan mu aku tidak masalah dengan itu.
Jenny : aku tidak masalah dengan itu. Kamu boleh membawa nya,aku akan berbicara pada Hans.
Willson : apa ini Jini?
Jenny : Will,Mike berhak atas Hans. Aku akan berbicara dengan Hans.
*Jenny
Aku meninggalkan Will dan Mike yang sedang berbincang dan mencari Hans yang sedang bermain.
Hans !!
Mendengar teriakan dari ku Hans berlari ke pelukan ku, aku membawa nya kedalam kamar.
Jenny : Hans,, kamu mau bertemu Ayah bukan?
Hans : tentu saja Ma..
Jenny : paman yang tadi menggendong mu adalah Ayah mu. panggil Papa pada paman itu ya.
Hans : baik lah Mam..
Jenny : Hans mau tidak ikut bersama Papa bertemu kakek?
Hans : yee...Hans mau.. Hans rindu paman Chello
Aku berharap ini menjadi awal yang baik dari rencana ku menjaga Hans dari Ibu. Aku tidak peduli bagaimana pandangan Will pada ku, dia hanya takut Ibu nya tersinggung oleh ku. Will tidak tau bagaimana sisi lain dari Ibu, karena itu dia menampar ku tempo hari sebelum aku kerumah sakit.
*Mike
Papa !!
Hans memanggil ku dengan sebutan Papa, dan menghampiri ku. Aku tidak bisa menggambarkan bagaimana rasa bahagia ku mendapat panggilan Papa dari Hans. Aku dan Hans berangkat meninggalkan rumah Will, walau untuk sementara aku ingin menjaga Hans dengan sepenuh hati.
Hans tumbuh tanpa ada aku, ada penyesalan terbersit didalam hati ku karena telah melakukan kesalahan dimasa lalu. Tapi aku berjanji akan memperbaiki segalanya meski Jeny tidak ada bersama ku.
*Willson
__ADS_1
Jini benar benar berubah setelah kejadian dirumah sakit saat dia berbicara dengan Ibu. Aku tidak tau harus berbuat apa, meski sudah bertanya pada Ibu tapi aku tidak mendapat jawaban dari perubahan Jini.
Jini yang dulu kembali lagi, menjadi pendiam dan menyimpan banyak rahasia. Aku sibuk bekerja dan tak pernah bertanya apapun pada nya karena mungkin dia akan marah. Setiap ucapan nya selalu mengarah pada Ibu, itu sebab nya aku tidak pernah bertanya karena kalau tidak aku akan membentak nya dan akan memperumit keadaan.
Setiap pulang dari kantor Jini pasti sudah tidur dan tidak pernah berbicara apapun, hampir setiap hari bertemu dan tidak bertegur sapa sama sekali. Suasana rumah menjadi sangat dingin, ditambah karena Hans tidak berada di rumah.
Aku sengaja pulang sore agar bisa bertemu dengan Jini dan berbicara berdua menyelesaikan kesalahpahaman. Jini harus tau bahwa tidak ada niat untuk menyakiti nya, aku hanya tidak ingin Jini dan Ibu berselisih paham. Sudah larut malam tapi Jini tidak juga kembali ke rumah, dan ponsel ku berdering aku mendapat pesan dari Jini.
"aku tidak bisa pulang untuk sementara, ada pameran busana di luar kota"
Gagal lagi untuk mencari kesempatan berbicara pada Jini, entah sudah berapa lama aku merenung dan akhir nya tertidur.
Sudah 2 hari sejak kepergian Jini namun belum juga kembali, aku mencoba menghubungi kakak tapi mereka juga tidak mengetahui kepergian Jini.
Hari hari berlalu begitu saja tak terasa sudah 2 minggu sudah Jini pergi,aku tidak tau harus mencari nya kemana lagi karena karyawan toko nya juga tidak mengetahui ada pameran busana dalam beberapa minggu terakhir. Aku teringat pada Hans, seharus nya Mike sudah mengantar nya pulang tapi sampai saat ini Hans juga belum kembali.
~MILED GROUP
Tanpa aba aba, aku berangkat untuk bertemu dengan Mike. Pasti Mike sengaja membawa Hans agar Jini datang menjemput nya, Aku langsung berangkat menuju kantor Mike ke MILED GROUP.
Willson : dimana Hans ?
Mike : sudah dijemput oleh Jenny 3 hari yang lalu.
Willson : Jini ? Jini bahkan tidak ada di jepang.
Mike : apa ? (terkejut)
Willson : dimana kamu menyembunyikan Jini.
Mike : aku memang mencintai Jenny, tapi tidak sekalipun aku berpikir untuk merebut nya dari mu. Bertemu dengan Hans saja sudah membuat ku dan keluarga ku bahagia.
Aku mengacak acak rambut ku mencoba menenangkan pikiran ku, entah dimana Hans berada sekarang. Kami berdua berangkan menuju Mansion Franklin, mungkin mereka mengetahui sesuatu tentang keberadaan Jini.
Bram : mengapa mencari Jenny dan Hans di rumah kami.
Willson : aku tidak mengerti
Bram : apa yang terjadi sebelum Jenny pergi.
Willson : aku dan Jini sedang tidak baik baik saja. Saat Mike kecelakaan Ibu mendonorkan darah untuk Mike, tapi sebelum mendonor Jini dan Ibu sempat berbicara berdua. Tidak ada yang tau apa yang mereka bicarakan, Ibu dan Jini tidak membuka suara tentang bahasan mereka. Setelah kejadian itu Jini terlihat p
berubah, menjadi sosok yang dingin dan pendiam.
Mike : mengapa kamu tidak mengatakan ini semua ini sebelum nya.
Willson : karena aku berpikir kamu sengaja menyembunyikan mereka.
*Mike
Jenny menghilang lagi..
kemana aku akan mencari nya lagi ?
Masalah hidup Jenny benar benar tidak ada habis nya, Jenny benar benar bodoh karena tidak pernah mengungkap kan isi hati nya. Dia selalu berusaha kuat menyembunyikan masalah nya sendiri dari orang lain.
Aku tau Jenny selalu bersikap keras kepala, jika sudah membuat keputusan dia tidak akan berubah pikiran.
Entah apa yang membuat Jenny pergi meninggalkan Willson, yang aku ketahui Willson sangat mencintai nya. Sangat tidak mungkin jika Willson menyakiti nya.
*Clark
Jini dan Hans pergi.
Keadaan ini sangat membingungkan, Yusi masih sibuk menghubungi teman nya yang mungkin mengetahui keberadaan Jini dan Hans.
Aku berjalan menggendong Laurent dan pergi menuju Toko yang selama ini di kelola oleh Jini, aku hanya berharap menemukan petunjuk di dalam toko.
Dengan sepenuh hati aku merawat nya dan Hans agar tidak disakiti oleh orang lain, namun akhir nya aku menyakiti nya lagi. Mike belum mengetahui kalau yang membawa Jini dari Inggris adalah aku, dan sekarang aku tidak bisa menemukan Jini yang sudah menghilang belakangan ini. Aku berusaha mencari tau apa yang sebenar nya terjadi pada Ibu dan Jini, karena awal permasalahan nya berawal dari pertemuan mereka. Aku pergi kerumah sakit dimana Mike dirawat beberapa bulan yang lalu,ternyata seorang perawat melihat mereka bertemu...
Clark : nona, apa kamu masih ingat apa yang mereka bicarakan pada waktu mereka bersama?
Perawat : saya tidak ingat semua nya Pak, tapi saya masih ingat saat itu Ibu itu memberi pilihan pada nona muda itu.
Clark : pilihan apa ?
Perawat : Ibu itu akan mendonorkan darah jika nona muda itu menyerahkan anaknya bernama Hans pada orang yang akan di donorkan darah nya.
Clark : baik lah nona, saya permisi dulu. Terimakasih ataa bantuan nya
Kini aku mengetahui masalah yang di alami Jini, air mata ku jatuh mengingat berat nya beban hidup Jini.
^Dalam hati Clark
Maafkan aku Jini, sudah menyulitkan mu.
__ADS_1