My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 46. Hamil ??


__ADS_3



* Helena



Aku tidak memgerti ada hubungan apa antara Hans dengan Paula, sudah dua kali aku bertemu dengan Paula tetapi aku belum mengetahui keterikatan diantara mereka berdua.



Hans sangat takut aku akan salah paham dengan nya, karena itu aku mencoba baik baik saja dan seolah tidak peduli dengan apa yang aku lihat malam itu. Aku yakin Hans tidak akan mengecewakan ku, jadi aku akan berusaha untuk percaya kepada nya.



.....


.....


.......


.........



Bali !!



Tempat ini sangat asing untuk kami berdua, aku tidak tau dari mana Hans bisa mengetahui tempat wisata ini.



Apa kah dari internet ??



Aku terlalu banyak berpikir, akan lebih baik jika aku menikmati liburan ini. Sangat sulit untuk mengambil kesempatan berlibur seperti saat ini, jadi aku akan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk berjalan jalan selama berlibur.



Tempat nya cukup menarik dan pantai nya membuat ku tidak ingin beranjak meninggalkan nya, aku tidak jenuh walau hanya duduk di atas pasir dan menikmati udara sejuk.



Aku teringat akan Ayah dan Ibu.



Aku akan baik baik saja bersama dengan Hans, dia akan membuat ku bahagia.



Ada banyak gadis yang tertarik melihat Hans berjalan menghampiri ku, dia sangat tampan dengan pakaian santai.



Helena : kamu terlihat manis sayang,


Hans : diam lah, ini bukan gaya ku. ( merengut )


Helena : tidak kah kamu tertarik ? ada banyak gadis mengincar mu


Hans : hentikan omong kosong mu atau aku akan mencium mu di depan mereka.



Hans !


Dia selalu membuat jantung ku berdetak hebat saat dia berbisik di telinga ku, aku menghindar menjauhi nya dan tetap memainkan butiran pasir.



Kami berdua memandang jauh di arah pantai menikmati terbenam nya matahari, Hans bangkit berdiri dan menarik tangan ku untuk pulang ke hotel.



Waktu benar benar cepat berlalu, tidak terasa sudah 2 minggu kami berada di tempat ini. Aku menyukai waktu berlibur kami kali ini, rasa nya sangat sulit meninggalkan tempat ini dan kembali ke Inggris.




......


........


..........



Mobil melaju dengan pesat di jalanan, tubuh ku terasa membeku karena harus duduk beberapa jam di pesawat. Hiruk pikuk London mulai terasa di penglihatan ku, Hans masih kuat dan tetap konsentrasi dengan berkas di tangan nya.



Aku merebahkan tubuh ku di atas ranjang dan langsung tertidur, aku tidak tau kemana Hans. Tetapi saat ini aku hanya ingin menutup mata ku dan beristirahat.




Getaran ponsel ku membuat ku terbangun dan segera mengangkat nya,



Hans : Kamu sudah bangun sayang ?


Helena : aku baru saja ingin bangun,


Hans : aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu, makan lah dan istirahat lagi. Aku mencintai mu sayang,





tut.. tutt...



Dia menutup sambungan nya secara sepihak, aku beranjak dari tempat tidur dan melihat jam yang sudah menunjuk di angka 11.23.



Oh God !



Selama itu aku tertidur ?



Aku bergegas mandi dan berbenah, aku langsung berangkat ke kantor tanpa sarapan.



Hans !


Dia tidak membangunkan ku tadi pagi, dia membuat karyawan curiga pada hubungan kami karena perlakuan istimewa nya kepada ku.




Aku menarik nafas panjang dan duduk di kursi ruangan ku, selanjut nya aku akan menemui Hans di ruangan nya dan memghukum nya.



Setelah cukup tenang aku berjalan mencari Hans di ruang kerja nya, aku yakin dia sedang sibuk sejak tadi karena telah meninggalkan pekerjaan nya untuk berlibur dengan ku.



Hans !



Dia menatap ku yang sedang berdiri di dekat meja nya,


Hans : kamu datang ?


Helena : tidak senang ? kamu keterlaluan !


Hans : kamu tertidur seperti babi, jadi aku tidak mengganggu mu ( senyum )


Helena : apaaa ?? ( marah )


Hans : kamu sudah makan sayang ?


Helena : tidak, aku marah !


__ADS_1


Hans langsung menggendong ku keluar ruangan nya, aku mencoba meronta untuk lepas dari Hans tetapi tidak bisa. Semua karyawan melihat kami keluar dari dalam lift, Hans membawa ku ke restoran untuk makan.



Helena : aku tidak mau !


Hans : tidak mau ? aku akan menyuapi mu dari mulut kalau kau tidak mau makan.


Helena : baik lah, aku makan ( menyantap makanan )



Setelah menyelesaikan makanan, kami akhir nya pulang ke kantor. Hampir semua mata tertuju kepada ku, aku yakin mereka pasti membuat gosip tentang aku lagi hari ini.



" dia pasti menggoda Direktur "



" dengar dengar dia masih muda, usia nya 19 tahun "



" dia pasti hebat di ranjang, melatani Direktur "



Hans terlihat marah dan ingin menghampiri karyawan yang menyebar gosip, tetapi aku mencegah nya dan mengajak nya kembali ke ruangan nya.



Hans : kenapa kamu menghalangi ku sayang, aku akan memecat mereka ( marah )


Helena : aku akan mengatasi mereka sayang, kamu tidak perlu ikut campur...


Hans : baiklah, tapi kalau kamu butuh bantuan kamu boleh mengatakan nya pada ku sayangg ( mengelus wajah )


Helena : aku tidak akan kesulitan sayang !



Aku meninggalkan ruangan Hans dan pergi memesan kopi untuk menemani ku bekerja siang ini, berkas berkas di atas meja ku sedang menunggu ku.



Beberapa gadis karyawan Hans datang menghampiri ku dan menatap ku dengan kebencian, aku tetap tenang dan mengambil kopi panas milik ku.



Rosse : Apa kamu bisa membagi tips mu saat merayu Direktur ?


Helena : kamu bicara pada ku ? ( menunjuk diri sendiri )


Rosse : iya, kamu kan yang tadi keluar bersama Direktur


Helena : oh, itu hanya kebetulan !


Rosse : dasar jalang, ( menjambak rambut Helen )



Swoshh.....



Aku sengaja menumpah kan kopi panas di lengan Rosse, sampai dia melepas tangan nya dari kepala ku..



Helena : maaf kan aku, aku tidak sengaja


Rosse : wanita muraha. ! aku kan membalas mu !



Dengan cepat aku menangkap tangan Rosse yang ingin menampar ku dan menghempaskan nya,



Helena : aku memang merayu nya, kalian juga boleh mencoba nya. Aku akan sangat bangga jika kalian bisa menggoda Direktur...



Mereka terpaku melihat nya ku meninggalkan tempat tersebut, aku tidak akan lemah dengan mereka.



* Hans




Dia wanita ku dan aku sangat menyukai sikap berani nya melawan para senior nya, dia bisa menyelesaikan masalah nya dengan cepat.



Helena !!



Kamu bahkan meminta orang lain untuk menggoda ku, kamu satu satu nya wanita yang meminta orang lain menggoda kekasih nya sendiri.



Tiba tiba Alex masuk menerobos pintu ruangan ku, dan langsung duduk di depan ku...



Hans : kamu ! dasar tidak sopan ! masuk tanpa mengetuk pintu.


Alex : bantu aku Hans !


Hans : apa ? ( penasaran )


Alex : aku mau melamar adik mu


Hans : baiklah, besok kita akan menemui paman !


Alex : terimakasih Hans !!


Hans : tapi kamu harus berjanji untuk membahagian adik ku.


Alex : aku janji itu Hans !


Hans : malam ini kunjungi Ayah di desa, mereka harus ikut. Setelah bekerja aku juga ingin pergi kesana.



Alex bahkan telah memutuskan untuk menikahi Laurent dalam waktu dekat, tetapi aku masih harus menunggu Helen siap untuk menikah dengan ku.



Jemari ku kembali sibuk dengan berkas bekas yang sejak tadi menyibukkan ku hari ini, aku memijit pelipis ku saat melihat proyek yang akan menyibukkan ku mulai bulan depan.


Sebelum kami pulang kerumah Ayah, Alex dan Laurent akan datang ke apartemen ku dan berangkat bersama. Aku dan Helen akhir nya pulang setelah menyelesaikan pekerjaan kami masing masing, tak lama kemudian Alex pun datang bersama adik ku.



Menunggu pesanan makanan datang, kami berempat duduk sambil menonton film di ruang tamu. Helen telah menyajikan minuman dingin dan cemilan,



tett...



Itu pasti pesanan makanan !


Aku segera mengambil nya dan menikmati makanan kami masing masing, tiba tiba Helen memuntah kan semua makanan yang baru saja dia telan.



Saat aku menanyakan keadaan nya dia hanya menggeleng dan mengatakan dia tidak apa apa, mungkin itu karena dia terlambat makan pagi ini.



Satu jam kemudian kami akhir nya pergi meluncur kerumah Ayah di pedesaan, kami hanya menggunakan satu mobil karena setelah bicara dengan Ayah kami akan langsung pulang.



Ibu menyambut kedatangan kami dan langsung memeluk Helen dan Laurent secara bergantian, aku hanya menatap pemandangan yang tidak biasa ini secara tajam.



Jenny : ada apa dengan wajah mu Hans ? Kamu sedang sakit ?


Hans : aku ini anak mu Ibu, tapi Ibu hanya memeluk Helen dan Laurent saja ( kesal )


Mike : sudahlah jangan berdebat, mari duduk dan minum sesuatu.


Laurent : paman, aku akan membuat kan sesuatu di dapur..

__ADS_1



Setelah Laurent pergi ke dapur bersama Ibu dan Helen kami pun berbincang secara pribadi untuk membahas rencana lamaran Laurent,



Mike : apa kamu sungguh ingin menikah dengan keponakan ku Lex ?


Alex : iya Tuan,


Mike : kamu ini benar benar keras kepala, jangan panggil aku Tuan. Paman !


Alex : eh... ( terkejut ) iya paman.


Hans : itu lah alasan mengapa kami datang, orangtua Alex tinggal di luar negeri. Akan lebih baik jika Ayah membantu nya.


Mike : baiklah, aku dan Ibu mu akan datang besok pagi.


Hans : tidak Ayah. kita akan berangkat malam ini.



Laurent keluar membawakan kopi panas kesukaan ku dan Ayah, mereka ikut bergabung dengan kami menikmati minuman buatan Laurent.



Helen berlari menuju kamar mandi dan terdengar suara dia sedang mengeluarkan sesuatu dari mulut nya, aku mengetuk pintu agar dia bisa keluar dari kamar mandi.



Hans : Sa.. Helen.. apa kamu baik baik saja ?


Helena : Hans aku baik baik saja,



Akhir nya dia keluar juga, aku sungguh takut terjadi apa apa dengan nya.



Kami kembali bergabung ke ruang tamu, dan duduk bersebelahan.



Mike : kamu kenapa nak ?


Helena : tidak paman, tadi aku makan terlambat. mungkin hanya gangguan lambung.


Jenny : ini, oleskan ke tubuh mu sayang. Kamu harus perhatikan kesehatan mu nak.


Mike : oh iya, kenapa kamu sangat panik Hans ?


Hans : ah.. tidak apa apa Ayah ( gelagapan )



Kami semua terdiam dan aku masih mengoleskan minyak ke tangan Helen, ternyata Ayah dan Ibu memperhatikan sikap ku sejak tadi. Wajah Helen terlihat pucat sejak kami berangkat.



Laurent : em.. maaf Helen ! apa kamu sudah datang bulan ?


Helena : belum, aku memang sering terlambat tiap bulan..


Laurent : Lex, bawakan tas ku yang ada di dalam mobil.


Hans : ada apa Laurent ? Ada masalah serius ?


Laurent : Helen ikut aku ke kamar, semoga dugaan ku salah !



Helen dan Lauren masuk ke dalam kamar, kami semua hanya diam terpaku menunggu Laurent membuat diagnosa nya.


Saat Laurent keluar, aku menghampiri nya dan bertanya keadaan Helen.



Hans : penyakit apa ?


Laurent : dugaan ku benar, Helen hamil !


Semua nya : apa ??



Aku begitu panik bercampur bahagia langsung masuk ke dalam kamar dan menemui Helen.



Helena : Hans !


Hans : sayang, kamu hamil. kita akan jadi orangtua...


Helena : sungguh ?? ( terkejut )


Hans : iya sayang, terimakasih ya ( mengecup kening )


Helena : bagaimana dengan paman dan bibi ? ( takut )


Hans : aku akan bicara, kamu istirahat lah dan tunggu aku.



Tangan ku menutup pintu kamar, dan duduk di hadapan Ayah. Ayah menatap ku tajam, begitu juga dengan Ibu. Satu satu nya orang yang tidak terkejut adalah Alex, karena dia telah mengetahui sejak awal.



Mike : sampai kapan kamu akan menyembunyikan nya ?


Hans : setelah pernikahan Laurent aku akan melamar Helen kembali Ayah.


Jenny : tidak, kamu harus menikah terlebih dahulu.


Mike : iya. Alex tidak keberatan jika pernikahan nya akan di tunda.


Alex : tentu saja.


Jenny : ternyata akhir nya aku akan menjadi seorang nenek ( senyum ) malam ini kamu tidur bersama Ayah mu, aku ingin tidur dengan menantu ku dan calon cucu ku ( memerintah )


Hans : ayolah Ibu, ( memohon )


Mike : ngomong ngomong ternyata putera ku hebat juga dalam urusan ranjang ( tertawa )


Hans : tentu saja, aku pria normal Ayah


Alex : iya kamu normal sampai di kantor juga berciuman !


Hans : ( terkejut ) aku akan membunuh mu Lex !



Tadi nya aku berpikir Ayah atau Ibu akan marah pada ku, ternyata mereka senang dan menerima Helen yang tengah hamil.


Sejak awal aku tidak meragukan restu dari mereka, karena Helen adalah anak dari sahabat mereka.



Helen terlalu takut menghadapai Ayah ku yang terlihat tegas dalam bersikap, padahal mereka sangat menyanyangi Helen seperti anak sendiri.



Hans : Ayah,


Mike : apa sifat Ayah berubah karena Ibu ?


Jenny : tentu saja, Ayah mu sangat mencintai Ayah sampai rela mengubah diri nya sendiri.


Mike : tentu aku mencintai mu sayang ( mengecup )


Hans : aku mengalami hal yang sama, di taklukkan oleh seorang wanita Ayah.


Jenny : itu hal yang bagus nak, karena jika di bandingkan. Sifat mu lebih parah dari Ayah mu.


Hans : benarkah ( penasaran )


Jenny : tentu saja, aku yang merawat mu jadi aku mengenal sifat putera ku sendiri.



Kini aku mengetahui mengapa aku sering salah paham tentang aku dan Ayah ku, banyak yang mengatakan Ayah dulu adalah orang yang sulit tersenyum sama seperti ku. Aku meragukan perkataan orang lain karena aku mengenal Ayah sebagai sosok yang baik dan ramah.



Pantas saja Ibu sering menyamakan kami berdua, itu karena kami memiliki banyak persamaan. Termasuk kesukaan kami juga sama, kopi panas tanpa gula.



Terimakasih Ayah,Ibu.


Kalian selalu mendukung ku sampai saat ini.


__ADS_1



__ADS_2