
*Jenny
Mulut ku terdiam membeku saat Kakak mulai menghujani ku dengan beberapa pertanyaan mengenai bekas kissmark di leher ku.Meraka hanya menatap ku penuh tanya dan berharap jawaban dari ku.
Will beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri ku yang tertunduk malu, dia mengakui segala nya. Ungkapan perasaan nya itu sempat membuat keluarga kaget, namun saat bibi tersenyum melihat kami berdua yang gugup menghadapi situasi ini. Syukurlah Hans sedang tidur jadi dia tidak akan melihat kejadian ini, aku masih merasa gugup menghadapi semua orang. Seperti biasa kursi belakang menjadi tempat ku bersandar menenangkan hati ku, langit begitu indah malam ini.
Will ?
Willson : ada apa ? masih menatap bintang ?
Jenny : aku menyukai bintang
Willson : Jini, aku mencintai mu
Jenny : tapi aku...
Willson : iya aku tau kamu juga mencintai ku.
Jenny : hahhk ?
Willson : aku mendengar mu mengigau menyebut nama ku.
Jenny : tapi aku sudah memiliki Hans
Willson :aku menerima nya
Jenny : aku belum siap Will,,
Kata kata ku terputus saat Will mendorong tubuh ku bersandar di kursi lalu mencium bibir ku, cukup lama aku menikmati lumatan penuh sensasi yang Will berikan. Aku bahkan lupa kalau kami sedang berada dirumah kakak, aku mendorong nya dan tertunduk.
Jenny : cukup Will, aku tidak mau terbuai lagi oleh mu
Willson : kenapa Jini,
Jenny : aku tidak tau tapi aku meragukan mu. Kau begitu sempurna masih banyak gadis yang lebih sempurna yang bisa kamu dapatkan.
Willson : tapi aku menginginkan mu.
Jenny : Will...
Willson : tidak masalah Jini, kita bisa menjalani nya dulu.(mmegang tangan)
*Willson
Sebelum nya aku hanya lah pria ber hati batu yang tidak bisa bertahan dengan satu wanita, karena tidak satu pun wanita bisa membuat ku jatuh hati. Semua wanita yang dekat dengan ku hanya terpesona dengan wajah dan penampilan ku.
Jini !
Wanita kuat yang mampu meluluhkan keras nya hati ku, penampilan nya sangat sederhana tetapi senyuman nya selalu membuat ku bergetar. Sudah beberapa pekan ini aku dekat dengan Jini, dia terlihat mulai membuka hati untuk ku.
Sejak pengakuan cinta ku pada Jini semua keluarga mendukung kedekatan kami berdua bahkan Ayah dan Ibu, aku sering mampir di toko nya sekedar bertemu dengan nya lalu pergi jalan jalan bersama nya.
Senyum nya begitu indah dan mata nya yang teduh mampun membuat terpikat.
Malam itu aku membawa Jini pergi menonton bioskop ketempat biasa aku dan Hans pergi, awalnya kami ingin mengajak Hans tapi Kakak meminta nya menjaga keponakan ku Laurent. Hans anak yang baik sehingga dia menuruti kemauan kakak ku.
Kami duduk tenang menikmati film romantis yang sedang tampil di layar bioskop,karena ini bukan akhir pekan jadi pengunjung pun tidak banyak yang datang. Walau sedang menonton bioskop aku hanya sibuk memandangi wajah Jini tanpa ia sadari sedangkan Jini sendiri sibuk dengan adegan nya.
Dia menatap ku dan bertanya dengan suara pelan
Jini :kenapa kamu malah melihat wajah ku Will
Willson : itu hanya acting, tapi aku bisa bertingkah romantis secara nyata tanpa harus di setting.
Jini : dasar mesum !!
Kami melanjutkan menonton film, sebenar nya aku tidak suka dengan romantis tapi karena Jini meminta aku harus mengikuti nya. Aku sudah mengajak nya pulang namun dia tidak mau beranjak yang mengharuskan ku menunggu. Jini terlihat gelisah melihat adegan ciuman di layar bioskop, aku meraih dagu nya dan mencium nya sekilas. Entah mengapa bibir nya begitu sexy setiap kali berbicara.Perbuatan ku itu membuat nya kesal dan meminta pulang, kami berjalan menuju parkiran mobil.
Tadi nya aku ingin langsung berangkat, namun dia memilih duduk di belakang dengan wajah kecut nya. Aku mematikan mesin mobil dan duduk dibelakang, Jini memalingkan wajah nya.
Willson : maafkan aku Jini
Jenny :kamu membuat ku malu, semua orang memperhatikan kita
Willson : jangan marah, aku tidak sanggup melihat mu begitu.
Jenny : kamu boleh melakukan nya sekarang
Aku terkejut mendengar permintaan Jini, aku mengecup kening nya. Bibir ku mulai menelusuri setiap inci wajah nya, lumatan lumatan kecil di bibir Jini membuat nya mendesah. Ah..Will...
Sudah 4 bulan aku dan Jini saling mengenal, Jini sudah bersedia menjalani hidup nya dengan ku. Aku meminta bantuan pada kakak dan kakak ipar Clark membantu ku menyiapkan lamaran terbaik untuk Jini. Aku ingin menyiapkan lamaran yang tidak akan pernah dia lupakan se umur hidup nya, Semua masa lalu aku terima dengan tangan terbuka.
Hans !
Tentu saja aku sudah menakluk kan nya terlebih dahulu, aku merawat nya sejak dia masih bayi dan itu berhasil membuat nya dekat dengan ku.
Meski aku dan Jini tidak saling mengenal jauh satu sama lain tapi aku yakin bahwa kami tidak akan saling menyakiti. Jini orang yang berusaha menutupi kesedihan nya agar tidak terlihat oleh orang lain, hanya aku lah yang dapat melihat sisi lemah Jini.
Aku memang terlalu bodoh membuat Jini menunggu lama, tapi aku tidak menyesal karena aku bisa semakin lama menunggu nya.
*Clark
__ADS_1
Sejak lama aku sudah menyadari kalau adik ipar ku Clark memiliki perasaan khusus pada Jini, setelah penantian yang cukup lama akhir nya Jini menemukan pengganti Mike. Dalam beberapa tahun terakhir ini nama Mike tidak pernah terdengar di telinga ku dari Jini, aku berharap Jini benar benar sudah melupakan nya.
Aku dan Yusi sudah mengatur acara lamaran sesuai dengan permintaan Will, sebelum nya aku tidak tau kalau Will ternyata orang yang cukup romantis.
Kami masih merahasiakan nya dari Jini, kami ingin memberi Jini kejutan.
*Jenny
Dua hari ini aku tidak bertemu dengan Will, jika biasa nya dia selalu datang ke toko kali ini dia menghilang entah mengapa. Aku mencoba bertanya pada Kakak tapi mereka juga tidak tau kemana Will, entah kemana aku harus mencari Will.
Ponsel nya di matikan,dan saat aku pergi menemui nya di kantor nya dia juga tidak berada disana.
Kemana aku harus mencari nya ?
Hati ku gelisah dan tidak tau harus berbuat apa, Paman dan bibi juga tidak mengetahui keberadaan nya.
Apa Will ragu menjalani nya dengan ku dan akhir nya menghilang seperti Mike yang pergi meninggalkan ku dulu?
Will !! apa yang harus ku perbuat jika kamu tidak berada disisi ku.
Mungkin kah dia bosan bersama ku dan pergi bersama yang lain?
Anna ! Apa dia menemui nya ?
Kalau pun dia menemui nya aku tidak tau harus kemana karena aku tidak tau tempat tinggal Anna.
Aku panik dalam 3 hari terakhir, setiap jam aku mencoba menghubungi nya namun Ponsel nya selalu tidak aktif. Mata ku tidak terpejam jika mengingat apa yang sudah terjadi antara aku dan Will.
Banyak pertanyaan yang ingin ku ungkap kan pada nya tapi dia bahkan tidak muncul.
dert...dert..
Aku mengangkat ponsel ku dan mencoba berbicara dengan orang yang menghubungi ku.
X : buk, apa benar ini orangtua Hans ?
Jenny : ya. ada apa?
X : anak ibu pingsan di jalan xxx
Kumatikan ponsel ku dan mengambil sepeda ku dan pergi ketempat yang disebutkan.
Air mata ku mengalir saat melihat Hans dalam keadaan berdarah ditengah jalan dan tak ada yang menolong nya,
Hans !!!
Aku berteriak sekuat mungkin dan berlari menghampiri nya, aku baru saja ingin memeluk nya tetapi tiba tiba dia berlari ke tengah kerumunan orang orang yang memandangi kami. Aku beranjak mencoba ingin mengejar nya.
Will !!
Will....Wilson bangunlah...
tolong jangan tinggalkan aku Will...
aku menjerit sekuat tenaga ku, memanggil manggil nama nya.
Mobil rumah sakit datang bersama para Dokter, Dokter meminta ku mundur karena mereka ingin menengani Will. Mereka memeriksa nya sedangkan aku masih terus menangis.Aku tidak sadar berapa banyak orang mengelilingi kami.
Beberapa menit kemudian Dokter mengatakan Will sudah meninggal,
brukk..
Kaki ku lemas tak lagi mampu menopang tubuh ku, aku merangkak menghampiri Will.
Duniaku hancur, dadaku sesak menghadapi kenyataan ini. Tangisan ku sudah tidak terkendali, dan memeluk Will. Aku melihat tangan Will menggenggam sebuah kotak hitam, kuraih tangan nya dan mencoba mengambil nya dan berdiri untuk mencoba membuka nya sementara Will diangkat oleh beberapa tenaga medis.
Sebuah Cincin dengan kertas memo didalam nya.
"Jini, sempurnakan lah aku.
Menikah lah dengan ku "
Aku semakin histeris, air mata ku semakin deras dan saat aku berbalik Will berlutut dengan mawar merah digenggaman nya.
Jini !! Will you marry me ?
Spanduk besar terpampang dibelakang Will, aku terkejut.
Will....
Willson berdiri dan memelukku,
"yes, i do !" bisik ku.
Semua orang bertepuk tangan menyaksikan adegan lamaran ter konyol yang dibuat oleh Will, aku mencari Hans dan ternyata Kakak juga ada disana dan sedang bersama dengan paman dan bibi.
Aku sangat bahagia.
Kami berjalan pulang sambil berbincang, aku sangat penasafan bagaimana Will bisa merencanakan nya dengan sangat sempurna
__ADS_1
*Willson
Aku sudah merencanakan nya sangat lama, saat aku pertama kali nya mengungkap kan perasaan ku aku sudah merencanakan cara menakluk kan hati Jini, dan tentang lamaran aku dibantu oleh Kedua kakak ku yang sangat mendukung hubungan kami.
Flassback On
Aku merencanakan lamaran pada minggu depan itu terbilang 4 hari dari sekarang, aku menghubungi kedua kakak ku untuk meminta ketemu di luar rumah agar Jini tidak mengetahui nya.
Kami berkumpul disuatu kafe dan mulai merencanakan semua nya. Kak Clark membantu ku menutup akses jalan raya dan membayar orang orang untuk berpartisipasi. Kami mengambil mobil rongsokan dan membuat nya seolah olah terjadi kecelakaan, sedangkan Kak Yusi dia mengatur tim dokter dan mobil ambulan untuk menyempurnakan kecelakaan.
Awal nya kami tidak ingin Hans terlibat, tapi dia bersikeras ingin ikut membuat Mama nya terlibat. Aku sengaja tidak memberi kabar pada Jini untuk membuat nya penasaran, meminta orang kantor bekerja sama dan Ayah ibu adalah ide Kakak Yusi karena dia yakin Jini akan menemui kantor dan rumah ayah.Dan benar saja Jini datang ke kantor dan rumah ayah untuk menanyakan ku.
Berita kecelakaan itu aku lah yang meminta orang untuk menghubungi Jini.
Flassback Off
Aku tidak menduga ekspresi Jini akan sepanik itu tapi jujur aku sangat menyukai nya.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan pernikahan, Karena lamaran sudah diterima maka aku akan merencanakan tahap kedua yaitu pernikahan.
Aku ingin membuat Jini bahagia seumur hidup nya, aku tidak ingin melihat nya menangis atau pun tersakiti. Dia satu satu nya perempuan yang bisa membuat ku lupa segala nya.
Kehadiran nya dan Hans mampu mengajari ku arti kebahagiaan dan menyadari kalau hidup memang harus saling melengkapi.
*Clark
Minggu depan Jini akan melangsungkan pernikahan, tanpa keluarga atau pun siapapun dari pihak Jini. Aku turut sedih karena paman Franklin tidak bisa menghadiri pernikahan putri nya, aku harus mencari cara untuk memberitahukan keluarga Jini diam diam tanpa sepengetahuan Mike.
Jika saja Mike mengetahui hal ini dia pasti murka pada ku dan akan merusak semua rencana baik yang sudah kami susun. Temperamen Mike sangat buruk saat marah, jadi aku tidak ingin mengambil resiko untuk kebahagiaan Jini.
Kaki ku melangkah berputar putar pada satu titik, sedangkan puti kecil ku Laurent menarik kaki ku yang sudah merangkak kedalam kamar.
Yustine : ada apa sayang ?
Clark : aku memikirkan pernikahan Will dan Jini
Yustine : kenapa kamu gelisah sayang ?
Clark : bagaimana cara mengundang Paman Franklin datang ke pernikahan Jini ?
Yustine : Hubungi Ricci !
Clark : baik lah sayang, aku akan mencoba nya
*Yustine
Clark sedang panik memikirkan cara mengundang paman Franklin dari Inggris agar bisa datang di acara pernikahan Jini dan Will, meski aku terlihat sangat tenang tapi aku juga memikirkan hal itu.
Namun selain itu aku juga merasakan keraguan terlihat di wajah Jini, meski dia tidak mengatakan nya tapi aku dapat melihat dengan jelas dalam pandangan mata nya.
*Jenny
Hari ini pernikahan ku yang kedua, jika sebelum nya aku gagal aku tidak ingin pernikahan ku kali ini akan bernasib sama. Tiba tiba aku sangat merindukan Papa dan Mama, sudah bertahun tahun aku tidak mendengar kabar mereka. Mereka bahkan tidak mengenal cucu mereka yang pernah aku ceritakan saat Mike mencampakkan ku.
Hati ku teriris saat mengingat masa lalu, betapa bodoh nya aku saat itu.
Sejak pagi persiapan sudah dilakukan sementara aku masih sibuk berhias didalam kamar, aku menatap diri ke sebuah cermin.
"Aku akan bahagia " gumam ku.
Kakak Yusi menemui ku didalam kamar.
Yustine : apa kamu yakin Jini ?
Jenny : apa maksud perkataan kakak?
Yustine : jika kamu ragu, pikirkan lah selagi masih ada waktu sayang. Kakak akan mendukung keputusan mu
Jenny : aku tidak mengerti kak
Yustine : tidak apa sayang, kalau kamu sudah siap ayo kita berangkat.
Kami berangkat ketempat acara pernikahan, aku menggandeng tangan Kak Clark sebagai wali di pernikahan ku kali ini. Betapa terkejut nya aku saat melihat Papa dan Mama juga ada disana bersama Will, aku memeluk mereka.
"aku merindukan kalian"
Papa menangis dan menatap ku sangat dalam, aku tau itu adalah tangisan penyesalan. Penyesalan karena sudah menjodohkan ku dengan orang yang salah.
Kak Clark menetralkan suasana agar acara tidak terganggu.Acara bertahap sudah dilakukan sampai penyematan cincin pernikahan.
Aku kembali menyandang status istri dari Willson Nomaru
__ADS_1