
* Hans
Sejak tragedi di rumah kakek, paman Rey meminta ku untuk menjaga Helen selama mereka tinggal di Manila. Helen tinggal di apartemen ku dan berangkat bekerja bersama ku.
Seperti biasa nya kami selalu berselisih paham hanya untuk masalah sepele, kadang aku harus memendam amarah ku karena melihat tingkah keras kepala nya.
Hari ini begitu banyak pekerjaan di dalam kantor sampai aku lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun Mami, aku berdiri di dekat kaca pembatas ruangan ku.
Melihat pemandangan di bawah sana menjadi kesenangan tersendiri bagi ku karena bisa menenangkan pikiran ku walau sejenak.
Tok.. tok...
Helena : Hans ! Ayah menitip salam untuk ulangtahun Bibi. Ayah bilang nomor bibi terhapus dari kontak ponsel nya, jadi menitipkan salam padamu saja.
Hans : ah... iya.. terimakasih, temani aku membelikan kado untuk Mami.
Helena : tapi masih ada peker...
Hans : ini perintah !
Helen tertunduk sampai akhir nya harus menurut karena kemauan ku, aku mengenakan jas ku yang biasa ku lepas saat bekerja. Kami berjalan memasuki lift khusus CEO, Helen tampak menjaga jarak dengan ku. Tiba tiba lift terhenti dan penerangan nya mati,
aahh... Hansss !!!
Helen memegang tangan ku dengan cepat karena ketakutan, aku menghubungi pihak ke amanan agar dengan cepat memeriksa keadaan lift. Tidak butuh waktu lama, lift pun bergerak dan terbuka saat kami sudah berada di lantai bawah.
Kami berjalan meninggalkan lift menuju lobi kantor, Helen masih tidak sadar kalau tangan nya masih memegang tangan ku. Tindakan nya tersebut membuat karyawan lain nya tidak berhenti menatap kami berdua.
Setelah sampai di dekat mobil, aku berhenti sejenak.
Helena : ada apa ? kenapa berhenti ?
Hans : apa kamu tidak akan melepas tangan ku ?
Helen segera menjauh dan tangan nya menepuk jidat nya sendiri, kami memasuki mobil dan keluar dari area perusahaan.
Helena : kamu sadar tapi tidak meminta ku melepas tangan ku.
Hans : kamu terlihat sangat menyukai ku, bagaimana aku bisa setega itu ? ( datar )
Helena : apa ?? (kaget) aku tidak akan menyukai mu. Tidak sama sekali ! ( tegas )
Setelah memilih beberapa kado, akhir nya kami pun berangkat menuju Whiltshire. Tempat dimana Papi dan Mami tinggal dan mengurus Kastil dan merawat tanaman bungan milik Mami.
Butuh waktu lama sampai kami tiba di depan rumah dan disambut baik Papi, Mami sedang mandi sampai akhir nya kami harus menunggu.
Hans : mengapa Mami mandi saat udara dingin seperti ini ?
Helena : aku akan ke dapur Hans.
Mike : kamu belum pernah tinggal di sini, jadi kamu tidak akan mengerti betapa segar nya mandi saat udara dingin.
Mami akhir nya keluar dan aku langsung memeluk nya, mengucapkan selamat ulangtahun dan memberi nya kado yang telah di pilih oleh Helen.
Helen keluar dari dapur dan membawa kopi panas dan menyajikan nya dengan cemilan ala kadar nya.
Jenny : aku baru tau ternyata Helen juga ikut (melirik lalu tersenyum)
Helena : iya Bibi, di apartemen pun aku juga akan merasa bosan sendiri nanti nya. oh iya selamat ulangtahun ya Bibi ( memeluk)
Jenny : karena kalian sudah di sini, tinggal lah dua hari. Mami sangat merindukan mu Hans.
Hans : (menggeleng ) tidak Mam, aku ada banyak pekerjaan dan selain itu kami tidak membawa baju ganti.
Mike : aku akan menghubungi paman mu untuk itu ! ( tegas )
Helen nampak sangat keberatan dengan permintaan Mami, tapi akhir nya dia luluh karena Mami merayu nya.
Rumah ini sangat minimalis, hanya ada 2 kamar tidur kecil dan ruang tamu yang terbilang sempit dan apa ada nya.
Hans : Jia tidak datang mam ?
Mike : adik mu datang hanya untuk singgah dan memberi ucapan, tetapi langsung pulang karena besok ada ujian.
Hans : oh iya, jadi itu alasan dia tidak pernah datang lagi ke apartemen. Ternyata dia sibuk ujian.
Jenny : iya. kamu tau sendiri kalau adik mu tidak suka di kekang.
Kami hanya berbincang dan tertawa bersama, aku menatap Helen yang sudah mengantuk karena lelah sepanjang perjalanan.
Hans : Mami istirahat lah. Helen tidur bersama Mami dulu ya ?
Mike : apa ? dia isteri ku jadi kamu harus tidur dikamar yang sama.
Jenny : kalian selesaikan berdebat aku tidur dulu, ini sudah malam (berlalu)
Hans : bagaimana dengan Helen Pi ? ( bingung )
Mike : bawa saja ke kamar yang satu lagi. Dia tidur di ranjang, kamu di sofa ! ( bangkit berdiri )
Aku yakin Mami pasti sengaja melakukan ini pada ku, di sini tidak ada pemanas ruangan dan udara musim semi membuat hawa nya menjadi dingin. Aku membaring kan tubuh Helen di atas ranjang dan menyelimuti nya, Mami sudah menyediakan banyak selimut untuk kami gunakan.
Terpaksa aku harus tidur di bawah ranjang, Mami benar benar keterlaluan.
Baru saja aku ingin menutup mata ku tiba tiba Helen mengeluarkan suara nya, aku bangkit dan melihat keadaan nya.
__ADS_1
Tubuh nya menggigil karena hanya mengenakan satu selimut, aku membangun kan nya agar dia tidak mengigau.
Helena : ada apa Hans ?
Hans : kamu gunakan selimut ini, (memberikan selimut ) kamu mengigau karena kedinginan.
Helena : bagaimana dengan mu ?
Hans :aku akan tidur di mobil saja.
Aku meninggalkan nya dan suara Helen menghentikan ku, aku berbalik dan menatap nya
Helena : Hans, tidur di sini ( menepuk ranjang ) tapi jangan berbuat apa pun.
Hans : baiklah, aku juga tidak tertarik dengan tubuh anak kecil.
Helen langsung berbaring dan menutup wajah nya dengan selimut karena kedinginan, aku naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah nya. Aku mencoba memejamkan mata ku tetapi tidak bisa, aku menatap layar ponsel ku yang masih menunjuk kan angka 22.00.
Mungkin karena aku terbiasa dengan lembur dan pekerjaan tambahan di apartemen membuat ku sulit tidur lebih cepat, untuk membuang rasa jenuh aku mengotak atik ponsel ku dan menonton video youtube yang bisa menghibur ku.
Mendengar suara ponsel ku Helen membuka penutup kepala nya dan menghadap ke arah ku,
Helena : Bisakah kamu tidur dan tidak mengganggu ku ?
Hans : aku tidak mengganggu mu, kamu tidur lah. ( menatap Helen )
Helena : kamu jarang sekali memberi ku waktu istirahat yang cukup, jadi tolong kecilkan suara ponsel ku.
Hans : sopan lah !
Helena : ini di luar kantor, dan aku bukan bawahan mu sekarang ( membalik badan )
Mengapa dia harus marah karena hal kecil,?
Dasar aneh !
Jari ku mulai menekan tombol volume suara agar si gadis bodoh itu tidak terganggu, sedang kan aku masih menatap layar ponsel ku.
Tiba tiba aku merasa kan tangan Helen melingkar di tubuh ku, aku menatap nya yang masih tertidur dan memperbaiki selimut nya.
Helena !
Dia terlihat lucu saat tidur, tapi sifat nya berubah saat dia sadar.
Aku mematikan ponsel ku dan memeluk tubuh Helen dan berusaha memejamkan mata ku.
* Helena
Oh Tidakk !
Betapa malu nya aku saat aku bangkit dari tidur ku, aku bernasip baik hari ini karena aku bangun lebih dahulu dari Hans. Kalau tidak, sudah pasti dia akan menuduh ku yang tidak tidak.
Aku segera keluar kamar dan meliha bibi Jenny sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi, aku menyapa nya dan duduk di hadapan nya.
Helena : Maaf Bibi, aku bangun terlambat.. ( menunduk )
Jenny : tidak apa apa, Bibi sudah menyelesaikan nya. (senyum)
Helena : Bibi, seperti nya aku akan pulang lebih dulu dari Hans..
Jenny : ada apa ? kamu bisa pulang nanti dengan Hans
Helena : tapi aku harus bekerja Bibi,,
Jenny : Alex akan menangani nya, sekarang bangun kan Hans kita akan sarapan dan pergi berjalan jalan.
Dengan terpaksa akhir nya aku pergi ke kamar dan membangun kan Hans, berulang kali aku memanggil nama nya tetapi dia tidak juga bangun.
Wajah nya tampan saat masih tertidur, aku teringat saat dia mencium ku beberapa waktu lalu. Melihat nya tidak kunjung bangun aku berpikir untuk membalas perbuatan nya pada ku, aku mendekat kan wajah ku dan mencium pipi nya sekilas.
Berhasil ! Dia terbangun !
Helena : maaf ! tadi kamu tidak mendengar ku, jadi aku sedikit bercanda. Bangun lah Bibi mencari mu.
Baru saja aku ingin meninggalkan nya, Hans menarik tangan ku dan menjatuhkan ku di ranjang. Dengan cepat dia menindih tubuh ku dan mulai mendekatkan wajah nya lalu mencium bibir ku.
cuupph....
Cukup lama sampai aku hampir ke habisan nafas, aku mulai meronta sampai dia melepas ciuman nya.
Helena : lepaskan aku !
Hans : kamu menggoda ku dan itu hukuman mu anak nakal ! biar aku tunjukk kan cara berciuman ( senyum )
cuuphh..
mpph..... mphhh
Dia kembali mencium bibir ku kembali dan terdengar suara dari arah pintu, Hans melepas ciuman nya dan terkejut melihat Bibi sedang berdiri menatap kami berdua.
Hans : Mam,
__ADS_1
Jenny : sudah jangan di lanjut kan, Kalian bersiaplah. kita harus sarapan, Papi menunggu kalian.
Aku menatap Hans yang mengacak acak rambut nya sendiri, melihat ekspresi bibi aku sangat takut dia akan marah pada kami berdua.
Helena : aku salah, maaf !
Hans : pergi lah ! jangan mengulangi nya atau aku akan kehilangan kendali.
Aku segera keluar setelah memperbaiki baju ku yang berantakan, kaki ku melangkah perlahan mendekati paman dan bibi yang sedang menikmati sarapan pagi.
Helena : Bibi, soal tadi aku minta maaf ( menunduk )
Bibi belum menjawab pertanyaan ku, aku semakin gugup menghadapi mereka berdua. Akhir nya Hans keluar dari kamar dan duduk tepat di sebelah ku,
Helena : Bibi, aku mohon maafkan aku.. ( mata berkaca kaca )
Mike : untuk apa nak, ?
Helena : itu paman, tad...
Hans : Kami berpacaran Mam, jadi wajar jika hanya sekedar berciuman..
Helena : tapi ak...
Belum sempat aku menyelesaikan kata kata ku, Hans kembali mencium ku di depan paman dan bibi.
Oh God !
Aku akan terkena masalah karena ini, pria ini hanya membuat ku marah saja setiap tindakan nya.
Jenny : kalian sungguh ber pacaran ? ( tersenyum)
Hans : iya Mami, tapi kami tidak suka di desak jadi kami akan menjalani hubungan ini dengan cara kami.
Mike : tidak masalah, tapi kalian harus menikah dulu. Kalian boleh pacaran setelah menikah. (datar )
Aku mendekat kan wajah ku di telinga Hans dan mengajak nya keluar untuk bicara sebentar,
Helena : ada apa ini ? Pacaran ? menikah ? apa kamu sudah tidak waras !
Hans : diam ! akan lebih baik berpura pura pacaran dari pada Mami menyebut kita berdua tidak bermoral. Apa kamu mau itu terjadi ?
Sementara kita ikuti kemauan Mami, nanti kita bisa pikir kan solusi lain nya.
Mendengar penjelasan dari Hans akhir nya aku menurut dan masuk kembali bersama nya, aku menatap paman dan bibi yang sibuk dengan ponsel masing masing.
Mike : Hans, aku sudah mengatur segala nya, kalian akan menikah minggu depan !
Hans & Helena : apa ???
Jenny : ada apa ?
Helena : Bibi, tidak kah itu terlalu cepat ? aku masih berusia 16 tahun
Mike : nak, kamu 16 tahun tetapi Hans sudah ber usia 24 tahun. Sudah saat nya dia menikah.
Jenny : sayang, kamu tidak akan di kekang. kamu masih bisa menikmati masa muda mu.
Aku dan Hans hanya terdiam mendengar paman bicara sejak tadi, tiba tiba aku teringat pada Ayah. Ayah pasti tidak akan setuju, jadi aku akan memanfaat kan nya.
Helena : Paman, Ayah tidak akan setuju jika aku menikah muda.
Mike : tenang nak, aku baru saja menghubungi Ayah mu dan dia akan datang besok lusa.
Shitt !!
Benar benar tidak ada jalan lagi untuk mencari alasan untuk menolak, sejak tadi Hans hanya terdiam seakan dia tidak mempermasalah kan pernikahan kami. Aku menatap nya tajam dan dia akhir nya membuka suara,
Hans : bukan kah Mami bilang kita akan jalan jalan ?
Mike : anak nakal ! bagaimana kamu berpikir untuk jalan jalan saat kamu akan menikah ! (tegas)
Dan kini Hans juga gagal mengalihkan pembicaraan paman tentang rencana pernikahan, setelah lama berdebat akhir nya bibi setuju untuk berjalan jalan.
Sepanjang perjalanan aku dan Hans hanya terdiam di depan, sementara Paman dan bibi masih terus membicarakan tentang hubungan kami berdua.
Jenny : kalian mau pesta pernikahan yang seperti apa ?
Hans&Helen : sederhana saja !
Jenny : kalian benar benar kompak sekali ya, baiklah kita adakan sederhana saja.
Hans : Mami, kami berdua sepakat untuk menikah hanya di depan keluarga bukan publik.
Mike : ada apa ? kamu ini pebisnis dari keluarga Leonard ! apa kamu malu dengan calon isteri mu ?
Aku ?
mengapa harus aku ?
Hans terdengar menarik nafas panjang setelah memikirkan jawaban untuk pertanyaan paman.
Hans : Papi, Helen masih sangat muda. aku hanya tidak ingin orang akan memandang rendah Helen karena menikah di usia muda.
Mike : baiklah, kita akan bicarakan hal ini dengan paman mu.
Hans memanfaatkan aku, dia mencari alasan agar pernikahan nya tidak tersebar. Tetapi baik juga karena aku juga tidak menginginkan hal itu.
__ADS_1
Aku tidak tau apa rencana Hans kedepan nya, tapi dalam batin ku aku sangat tidak ingin menikah dengan nya.