My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 47. Pernikahan yang Nyata


__ADS_3


* Jenny



Ada banyak kebahagiaan belakangan ini, Putera sulung keluarga Leonard akan menikah dan ke ponakan kami juga akan menikah setelah Hans. Aku dan suami ku Mike benar benar bahagia bisa menikmati masa tua kami dengan tenang.



Aku menghampiri Mike yang sedang berbicara dengan Jia di balik ponsel nya, aku meminta Mike memberikan ponsel nya kepada ku.



Jenny : Jia, setidak nya kamu datang untuk pernikahan kakak mu sayang


Jia : Mam, Jia benar benar sibuk. Dan waktu nya sangat terbatas, bagaimana aku bisa datang dalam sehari ?


Jenny : kakak mu akan menangani nya untuk mu ! berkemas lah !


Jia : baiklah, sampai bertemu lagi Mam... muuach..



Dasar anak pembangkang !



Bagaimana seorang gadis bisa berkeliaran dengan kemauan nya sendiri ?


Kedua anak ku benar benar mirip dengan suami ku.



Mike : wajah mu di tekuk begitu sayang ? nanti kamu akan cepat berkeriput...


Jenny : ini keterlaluan. Anak anak mu sangat persis dengan mu. Satu pekerja keras dan yang satu lagi pembangkang dan keras kepala.


Mike : oh.. ayolah sayang.. Kita melewati banyak hal untuk mendapatkan kedua anak kita ( senyum )


Jenny : puteri mu bahkan tidak pernah tinggal seminggu di rumah bersama kita, ini mengesal kan !


Mike : bukan kah kita harus bersyukur karena memiliki anak anak yang pintar dan mandiri, aku tidak masalah dengan itu selagi kita tinggal bersama.


Jenny : kamu maniss sekali sayang, aku mencintai mu selalu sayang !



Mike benar !


Seharus nya aku bangga dan tidak mengeluh.



Sudah lama kami tinggal di pedesaan, jadi akan butuh waktu lama membersihkan mansion. Sementara kami tinggal di apartemen Hans bersama dengan Helen, Mike selalu sibuk dengan Hans di kantor untuk mengurus pengalihan saham di perusahaan.



Suami ku benar benar tampan dan setia, dia tidak cukup umur untuk berhenti dari perusahaan. Tetapi dia memilih mundur dan menemani ku di pedesaan dan menyerah kan perusahaan kepada Hans. Sejak usia muda Hans sudah banyak belajar dari Mike dalam menangani perusahaan, dia sangat berbakat seperti Ayah nya.



Itulah mengapa Hans bisa bekerja sendiri menangani masalah perusahaan tanpa bantuan Mike, dia akan bertanya atau berdiskusi dengan Ayah nya jika dia sedang dalam masalah cukup serius.



Helena : mengapa bibi termenung ?


Jenny : panggil aku Ibu sayang, kamu akan menikah dengan Hans. Kamu harus terbiasa dengan itu.


Helena : baik ibu,


Jenny : Ibu tidak apa apa nak, hanya sedikit mengenang masa lalu saja.


Helena : oh begitu, ayo kita makan Ibu. Aku sudah memasak.


Jenny : kamu jangan terlalu lelah nak, atau Ibu akan di marahi oleh Hans.


Helena : tidak Ibu, dia anak mu. Dia tidak pernah bertindak kasar pada seorang wanita, apalagi dengan Ibu.



Helena Mattew !


Dia gadis yang baik, Rey dan Shella akan bahagia jika saja mereka masih hidup. Aku merindukan tingkah konyol dari Rey, aku lebih dekat dengan mereka karena kakak dan Marie selalu sibuk mengurus Laurent dulu nya.



Seperti nya aku dan Mike harus berkunjung ke makam Rey dan Shella, aku ingin mengucap kan terimakasih karena telah melahirkan gadis cantik yang mampu mengubah Hans kecil ku.



Helena : Ibu, berkhayal lagi kah ?


Jenny : setelah menikah, mari berkunjung ke Manila untuk Ayah dan ibu mu nak, ( sendu )


Helena : Ibu serius ? aku sangat mengingin kan hal itu Ibu.


Jenny : kita akan pergi sayang, Ibu akan bicara dengan anak nakal itu.



Menantu ku terlihat senang ketika aku menyebut Ayah dan Ibu nya, telah di putus kan kami akan pergi setelah pernikahan.




* Helena



Setelah kabar kehamilan ku Ibu menjadi sangat posesif, kami akan menikah seminggu lagi tetapi Ibu sudah sangat sibuk dengan persiapan pesta pernikahan.



Seperti rencana Ibu, kami akan Menikah di salah satu hotel milik MILED GROUP yang di kelola oleh paman clark.


Aku hampir tercengang saat mengetahui kalau kekayaan keluarga Leonard benar benar sangat tidak tertandingi, aku masih ingat kalau Ayah mengatakan kalau perusahaan yang di kelola nya adalah milik MILED juga.



Aku memang tidak menyukai pernikahan mewah tetapi Ibu dan ayah memaksa, akhir nya aku harus jadi seorang penurut.


Sore ini Hans pulang lebih awal dari kantor, karena aku menghubungi nya karena ingin berjalan jalan dengan nya.



Hans : kamu mau kemana sayang ?


Helena : ayo makan ice cream sayang, aku sangat menginginkan nya.


Hans : tidak ! itu tidak baik untuk bayi kita sayang, ayo ke restoran saja !


Helena : tidak ! aku tidak mau ( memalingkan wajah )


Hans : ( menepuk jidat ) baiklah sayang, untuk kali ini saja.



Aku sudah menghabiskan 3 mangkuk ice cream, tetapi aku benar benar sangat memakan nya lagi. Hans menghentikan ku dan mengajak ku pulang, dalam perjalanan pulang aku ingin membeli permen gula yang banyak dan beberapa cemilan jalanan.

__ADS_1



Hans : makan mu sangat banyak sayang, kamu sudah seperti Babi ! ( senyum )


Helena : apa ?aku ini calon isteri mu dan kamu menyebut ku babi ( angkuh )



Kami sampai di rumah dan melihat Ayah dan Ibu sedang menunggu, aku duduk tepat di hadapan Ibu.



Jenny : kalian dari mana saja ?


Hans : menantu mu ingin makan ice cream Ibu, jadi aku membawa nya keluar..


Jenny : oh begitu, itu biasa saat masa kehamilan. Kalian istirahat lah !



Sejak kedatangan kami Ayah terlihat aneh, biasa nya dia menyapa ku atau sekedar bertanya keadaan ku. Kami baru saja ingin pergi tetapi aku berbalik dan kembali bertanya,



Helena : Ayah baik baik saja ?


Mike : eh iya ... aku tidak apa.


Hans : ada apa Ayah ?


Mike : tidak apa Hans, perlakukan isteri mu semasa kehamilan nya. Jangan sampai mengikuti jejak ku. ( murung )


Helena : maksud Ayah ?


Jenny : suami ku, jangan mengingat masa lalu. itu kesalah pahaman. Itu akan membuat anak kita bersedih.


Mike : aku menyesal sampai sekarang untuk hari itu sayang,


Jenny : aku bahagia bersama mu sayang, jangan mengungkit nya lagi...


Hans : ada apa Ibu ?


Jenny : tidur lah..



Aku dan Hans meninggalkan Ayah dan Ibu di ruang tamu, aku yakin mereka memiliki masa lalu yang tidak ingin di bagi dengan kami anak anak nya. Hans mandi dan menaiki ranjang tidur, aku masih memikirkan keadaan Ayah.



Tangan Hans memeluk tubuh ku dan mencium kening ku berkali kali,



Hans : aku ingin cepat melihat wajah anak kita sayang, pasti dia cantik seperti kamu


Helena : apa kamu yakin, anak kita perempuan sayang


Hans : aku hanya menebak sayang,


Helena : sehari saja di tinggal dengan mu tetapi aku sangat merindukan mu


Hans : kamu bisa datang atau ikut dengan ku ke kantor sayang,


Helena : baiklah sayang, setelah menikah aku akan ikut dengan mu.



Sejak tadi aku berbicara ternyata Hans sudah tertidur sambil memeluk ku, dia benar benar lelah bekerja sepanjang hari.





Akhir nya aku dan Hans telah resmi menjadi suami isteri, hari yang telah ku nantikan dengan gugup. Hans sudah mengatur pernikahan sedemikian rupa agar aku merasa nyaman, seharian penuh aku berdiri mendampingi Hans.



Asisten telah menyiapkan banyak minuman untuk ku, dan berdiri dekat dengan ku untuk tetap siaga jika sewaktu waktu aku membutuh kan sesuatu.



Aku merebahkan tubuh ku di atas ranjang, Hans masih berada di luar untuk menemani para tamu undangan. Aku akan menunggu nya di dalam kamar, karena aku benar benar lelah.



Hans memasuki kamar dan menaiki ranjang, aku belum tertidur jadi aku membalik tubuh ku dan menatap nya



Helena : kamu lelah sayang ?


Hans : kamu belum tidur sayang, mari kita bicara sebentar


Helena : katakan sayang.


Hans : lusa Ayah dan Ibu akan pulang, apa kamu tidak akan kesulitan sendiri mengurus rumah.


Helena : aku tidak nyaman tinggal bersama orang lain sayang, kita bisa mencari pekerja paruh waktu


Hans : baik lah, aku akan mengurus nya. sebaiknya kamu istirahan sayang.



Aku mencoba memejam kan mata ku, perut ku terasa lapar padahal tadi sudah makan sebelum masuk kamar. Hans sudah tertidur, aku akan mencari makanan di dapur..



Sejak tadi aku mencari makanan di dapur tetapi aku tidak menemukan apa pun, aku meneguk air putih untuk mengisi perut ku.



Hans : kamu sedang apa sayang ?


Helena : ( terkejut ) ah.. kamu tidak tidur sayang


Hans : aku mendengar mu keluar kamar, jadi aku mengikuti mu.


Helena : ak.. u lapar sayang ( menunduk )


Hans : ayo mencari makanan..


Helena : tapi kamu akan mengantuk sayang..


Hans : ayo la.. nanti anak kita akan kelaparan..



Kami akhir nya keluar mencari makanan, mobil berhenti di sebuah restoran mewah dan elegan. Aku menghabis kan seluruh pesanan makanan dan Hans meminta beberapa bungkusan makanan untuk di bawa pulang.



Setelah cukup makan kami pulang dengan Hans mnegemudikan mobil dan menatap lurus ke arah jalanan yang penuh dengan cahaya lampu.




* Hans

__ADS_1



Perut Helen semakin membesar semakin hari, aku semakin menyukai bentuk tubuh nya yang gendut. Pipi nya kian membengkak, dan kaki jenjang nya berubah semakin berisi.



Helena : Hans, apa kamu tidak akan berpaling dengan wanita lain karena aku gemuk ?


Hans : sayang, kamu isteri ku. jadi aku tidak akan meninggalkan mu. tiga bulan kedepan aku akan menjadi Ayah, bagaimana mungkin aku akan menghianati mu sayang.


Heleba : aku takut.. ( menunduk )


Hans : jangan banyak berpikir, itu tidak baik untuk anak kita...



Helena semakin manja sejak hamil bayi kecil, mungkin dia terlalu bosan di rumah sampai dia berbicara yang tidak tidak. Aku mengajak nya istirahat dan menghabiskan malam panjang dengan desahan desahan kenikmatan.



Malam yang panjang, kami akhir nya tertidur sampai pagi hari membangunkan ku dengan cahaya matahari yang menusuk mata ku.



Tangan ku mulai meraba ranjang dan mencoba mencari Helen,



ah.. ! pasti dia sudah memasak.



Aku keluar dari kamar dan menghampiri nya di dapur, aku duduk di meja makan dan menatap nya kesulitan mengerjakan pekerjaan dapur. Tangan ku mengangkat tubuh nya dan meminta nya duduk menunggu ku menyajikan makanan.



Hans : tenang lah. aku bisa sendiri.


Helena : sayang, aku isteri jadi aku harus menyiapkan makanan untuk mu. kamu harus bekerja bukan ?


Hans : tidak sayang. kita akan pergi ke rumah paman Clark, karena Alex dan Laurent akan mengadakan pertunangan yang hanya di hadiri keluarga .


Helena : oh iya, aku hampir melupakan nya sayang.


Hans : jadi kamu harus bersiap siap.




Helena menghabiskan makanan yang aku buat untuk nya, aku mengiring nya masuk ke dalam kamar untuk mandi dan berbenah.


....


....


.....


Bibi Marie menyambut kedatangan kami, ternyata seluaruh keluarga telah berkumpul di sana dan ada Ayah Ibu juga.


Aku memegang tangan Helen untuk berjalan ke ruang tamu,



Marie : bagaimana kabar mu nak,


Helena : cukup baik bibi, bagaimana dengan bibi ?


Marie : kami baik nak, apa Hans sering menyulitkan mu ( menatap Hans )


Jenny : Marie ! kalau dia menyulitkan menantu ku dan cucu ku, aku akan menghajar nya.


Mike : ha... ha.. kamu dalam masalah Hans ( tertawa )


Hans : aku tidak se tega itu bibi, jadi gak kalian tenang saja.



Kami hanya berbincang hal sederhana saja sebelum pertunangan di langsung kan, semua anggota keluarga turut senang atas kebahagiaan Alex dan Laurent.



Seperti biasa sejak hamil, Helen menjadi sangat rakus. Setelah acara pertunangan dia membawa banyak makanan ke tempat kami berkumpul dan menikmati makanan nya tanpa peduli pendapat orang lain.



Lucu sekali !



Aku hanya bisa tersenyum menatap nya dan menawarkan beberapa makanan lain untuk nya, Ayah juga memperhatikan gerak gerik kami sejak tadi.



Mike : Hans, sediakan makanan di rumah mu. agar Helen bisa makan kapan pun saat dia lapar.


Hans : iya Ayah, aku selalu memanjakan nya.


Jenny : apa kamu kewalahan mengurus Helen ? bagaimana kalau dia tinggal bersama kami.


Hans : tidak Ibu, aku mampu kok.


Helena : iya Ibu. kami tidak ingin menyusahkan mu.



Ayah dan Ibu benar benar memperhatikan kesehatan Helen, tetapi aku tidak ingin merepotkan mereka.



Hans : sayang, ayo kita pulang !


Helena : jam berapa sayang ?


Hans : sudah hampir tengah malam.


Helena : kamu tunggu di sini. aku akan menemui paman dulu.



Dari kejauhan aku melihat Helen sedang berpelukan dengan bibi Marie, Helen benar benar gadis yang baik.



Setelah selesai berpamitan pada paman dan Ayah, aku dan Helen akhir nya memilih pulang lebih awal dari yang lain. Aku tidak ingin mengambil resiko pulang larut malam karena itu akan berpengaruh pada kehamilan Helen.



Hans : sayang, menurut Laurent kita sudah bisa mengikuti tes usg untuk mengetahui jenis kelamin anak kita sayang..


Helena : benar kah ? ( senang ) kita pergi besok sayang.


Hans : kamu terlalu bersemangat mendengar nya sayang, baiklah kita akan pergi besok.



Helen tertidur sebelum kami sampai di apartemen, aku menggendong nya sampai menuju kamar apartemen kami.



Astaga !

__ADS_1


Helen bertambah berat saja, pinggang ku hampir patah menggendong nya.


Wajah nya masih tetap lucu saat tertidur, aku semakin mencintai nya setiap hari saat memandang nya. Sungguh aku tidak akan tau bagaimana kisah hidup jika seandai nya tidak bertemu dengan Helen, takdir memang sulit untuk ditebak.


__ADS_2