
* Hans
Dalam beberapa hari semua persiapan pernikahan berjalan dengan lancar tanpa campur tangan ku atau pun Helen, kami memilih tidak peduli dan Mami mengurus segalanya dengan tidak baik.
Jika bukan karena Mami, ingin rasa nya aku mengakui bahwa pernikahan ini hanya paksaan. Aku memang membenci Helen dan tidak ingin menikah dengan nya, tetapi aku tidak bisa mencari solusi lain.
Aku menyesal karena tidak memberi Helen kesempatan untuk mengeluarkan pendapat nya sendiri, aku memilih sibuk di kantor selama mereka mempersiapkan pernikahan ku. Helen tidak banyak bicara dan selalu bersikap aneh belakangan ini, dia hanya diam meski aku membentak nya dan menyebut nya bodoh.
Jika sebelum nya dia selalu membantah perintah ku dan menyebut ku mesum, kali ini dia benar benar tidak peduli. Helen selalu tersenyum saat bertemu dengan Mami yang mencarikan nya gaun pengantin, dia tampak ceria jika orang orang bersimpati karena diri nya akan menikah.
Hari pernikahan yang ditunggu tunggu pun akhirnya telah tiba, aku sedang bersiap siap mengenakan jas pengantin.
Hans !!
Alex datang ke ruangan ku dengan panik, dia menghampiri ku setelah menutup pintu dengan rapat.
Hans : ada apa Lex ?
Alex : Helena, dia menghilang ! ( panik )
Hans : kamu tau dari mana ?
Alex : dari Laurent, kami masih merahasiakan nya. kita hanya punya waktu 1 jam sebelum acara pernikahan.
Hans : periksa cctv dan jangan biarkan siapapun mengetahui hal ini, termasuk keluarga kami.
Helen !
Apa yang kamu lakukan ?
Se sulit itukah untuk menikah dengan ku ?
Alex sudah memeriksa segala yang ku perintah kan, dan benar kalau Helen kabur dari ruangan penata rias saat semua nya lengah. Aku meminta Alex menghapus rekaman cctv dan menyekap penata rias agar tidak memberitahukan kabar buruk ini pada orang luar.
Apakah Helen tidak memikirkan resiko yang akan terjadi saat dia berusaha kabur ?
Aku mengumumkan bahwa pernikahan hari ini harus batal karena Helena dalam keadaan sakit, seluruh anggota keluarga sangat terkejut mendengar ku.
Setelah para tamu undangan telah pulang, Paman dan Bibi Mattew menghampiri ku dan bertanya keadaan Helen.
Mereka semua menatap ku dengan penasaran menunggu jawaban dari ku, sejak tadi aku hanya duduk bertumpu pada kedua tangan ku yang menahan sandaran kepala ku.
Dengan perlahan aku menjelaskan kepada mereka kalau Helena melarikan diri, aku mencari alasan agar tamu tidak kecewa dengan hari ini.
Setelah mendengar penjelasan ku, bibi Shella langsung jatuh pingsan. Papi bangkit berdiri dan meminta ku berdiri berhadapan.
plakk... plak.... !
Seketika kedua sisi wajah ku mendapat tamparan keras dari tangan Ayah ku sendiri, aku bahkan tidak menyadari bahwa Papi akan semarah ini setelah mengetahui kebenaran nya.
Mike : aku tidak mengajar kan mu untuk menjadi pria bajingan Hans ! tapi hari kamu mengecewakan ku (menarik kerah baju)
Hans : ak...
Jenny : cukup ! ini salah ku karena aku memaksa Hans untuk mencari kekasih. Hiks... hiks .. aku terlalu bersemangat saat mengetahui Hans dan Helen berpacaran, sampai akhir nya merencakan pernikahan.
Hans : Mam, ini bukan salah Mami (menggeleng) aku akan mencari nya.
Rey : tidak perlu Hans ! Kamu tidak perlu mencari nya, ini cukup menyakitkan bagi Helen. Aku akan mencari nya.
Perkataan paman Rey membuat ku diam terpaku, terasa sakit karena harus melibatkan semua orang. Bagaimana aku akan meminta maaf ke depan nya ? setelah kejadian ini, aku yakin paman dan bibi akan membenci ku se umur hidup.
Mike : Rey, aku minta maaf atas nama pribadi ku dan Jenny. Kamu bisa berbuat apa pun untuk menghukum Hans !
Rey : tidak Mike, aku tau bagaimana pun Helen juga bersalah atas hal ini. Aku mengenal mu sejak lama, dan aku tidak pernah merasa kamu gagal dalam mendidik Hans. Kami lah yang salah melepas Helen sendiri sejak masih kecil.
Hans : Paman...
Rey : Mike aku harus membawa isteri ku ke rumah sakit, aku akan mencari Helena.
Paman meninggalkan kami dan membawa bibi Shella kerumah sakit, Papi masih menatap ku dengan tatapan tajam. Aku tidak pernah melihat Papi semarah ini sebelum nya, Papi sabar menghadapi ku selama ini.
Aku masih tertunduk dan menatap Mami yang masih terus menangis, tiba tiba Papi mendengar kabar kabar dari rumah sakit bahwa bibi Shella telah meninggal.
deg... deg... deg..
Nafas ku berat dan terasa sesak sampai sulit untuk bernafas, kami semua berangkat dan menemui paman. Aku tidak bisa berpikir apapun lagi selain menyalahkan diri ku sendiri.
Setelah kami berada di rumah sakit paman Rey sedang menunggi di luar ruangan menunggu dokter melepas peralatan medis dari tubuh bibi Shella.
Hans : paman, maafkan aku ! (berlutut) aku mohon
Rey : tidak apa Hans ! Helen gadis pintar dia tidak akan berbuat hal konyol dan tentang bibi mu, dia sudah mengidap penyakit jantung sejak lama. ini takdir !
Sekali lagi aku merasa aku benar benar tidak berdaya, belum selesai Papi membenci ku kini bibi pun akhir nya meninggal karena terkejut dengan menghilang nya Helen.
Tak ada yang mengerti aku saat ini kecuali adik ku Jia, dia mendukung ku saat semua orang membenci ku. Dua hari ini Jia menginap di apartemen ku untuk menemaniku, dia paling mengerti aku keadaan setelah kejadian menghilangnya Helen.
__ADS_1
Aku tidak sanggup jika harus ikut menyaksikan pemakaman bibi Shella, aku pun akhir nya memilih untuk mencari Helena.
~ 3 Tahun kemudian
Banyak yang berubah dalam beberapa tahun belakangan, semenjak menghilang nya Helena keluarga menjadi terpecah.
Mike dan Jenny belum bisa memaafkan Hans sampai bertahun tahun lama nya, mereka memilih tinggal di pedesaan dan sibuk mengurus para petani yang berada di pedesaan.
Setelah Zhi Shella meninggal, hanya selisih satu tahun kemudian Rey pun akhir nya meninggal dan seluruh kekayaan nya di rebut oleh paman Helena yang berada di Manila.
Hans telah mencoba berbagai cara untuk menemukan Helena tetapi dia belum menemukan apa pun. Selama dia belum menemukan Helena, selama itu juga Mike akan menolak kehadiran nya.
* Helena
Tahun ketiga dari pelarian ku, aku akhir nya pulang ke Manila untuk menemui Ayah dan Ibu ku. Awal nya aku berharap akan mendapat maaf dari mereka karena telah membuat mereka kecewa, tetapi yang ku dapat hanyalah berita duka.
Kedua orangtua ku telah meninggal dan Ibu meninggal di hari aku melarikan diri, setelah mereka meninggal paman ku memanfaatkan seluruh saham Ayah dan mengusir ku.
Aku masih memiliki simpanan karena menabung beberapa tahun ini dari hasil keringat ku sendiri, sekarang tujuan utama ku hanya lah Inggris.
Hans !
aku harus meminta maaf pada nya terlebih dahulu, aku yakin dia pasti akan sangat marah pada ku.
Tiket pesawat penerbangan menuju Inggris sudah ku pesan, saat nya aku kembali.
...
....
......
....
Perjalanan ini sangat melelahkan membuat seluruh tubuh rasa nya kaku dan membuat ku sulit bergerak, aku menatap jalanan yang membuat ku mengingat masa masa kebersamaannku dengan pria berwajah datar itu.
Sudah larut malam ! aku yakin Hans pasti sudah berada di apartemen nya, jadi aku langsung memasuki area apartemen mewah milik hans.
Kode keamanan nya masih sama, itu arti nya dia belum mengganti nya selama beberapa tahun ini. Kaki ku berjalan memasuki apartemen nya dan memanggil manggil nama nya tetapi aku tidak menemukan apa pun.
Aku pun akhirnya menunggu di dalam kamar nya agar bisa langsung meminta maaf pada nya.
Helena : Hans ! maafkan aku, aku tida...
Hans : jangan bicara, biarkan aku memeluk mu (mempererat pelukan)
Aku terdiam dan tidak menolak Hans memeluk ku, selama bertahun tahun ini aku mengutuk nya karena telah membuat ku harus menghindar dari pernikahan paksaan yang dia sepakati secara sepihak. Bukan nya marah aku membalas pelukan Hans dan kami masih sama sama terdiam.
Helena : maafkan aku Hans ! saat itu aku belum siap ! hiks... hiks... (menangis)
Hans : aku tau, kamu tidak bersalah. Kamu menyiksa ku karena kepergiaan mu !
Helena : apa ??
Tangan ku melepas pelukan kami dan menatap wajah nya yang terlihat semakin kurus, aku mencoba mencari jawaban dari tatapan wajah nya.
Helena : apa maksud kamu Hans ?
Hans : aku membuat mu dan keluarga mu hancur, dan saat ini keluarga ku tidak menerima ku sebelum aku menemukan mu.
Helena : apa yang telah terjadi selama aku tidak ada, kenapa kamu berkata seperti itu ?
Dari penjelasan Hans aku mengetahui banyak hal, dan setelah itu aku juga menceritakan keadaan di Manila. Sama dengan ku dia juga terkejut mendengar penjelasan ku mengenai paman yang mengusir ku dari rumah.
Hans : Aku merindukan mu (menatap nanar)
Helena : ak...
Hans kembali memeluk ku sangat lama, apa yang harus aku lakukan ?
Akhir nya kami melepas pelukan dan saling menatap sangat lama,
Helena : bukan kah kita harus pergi menemui paman dan Bibi ?
Hans : aku takut mereka tidak akan menerima ku, tamparan Papi saat itu membuat ku tidak berani bertemu dengan nya. ( menunduk )
Helena : aku akan bicara pada paman dan bibi.
Setelah cukup lama berpikir, Hans akhir nya menuruti kemauan ku untuk bertemu dengan paman Mike. Saat ini aku ingin melurus kan masalah yang telah aku perbuat sebelumnya.
Setelah perjalanan cukup jauh mobil yang di kemudikan oleh Hans akhirnya berhenti di sebuah rumah sederhana di pedesaan, tidak seorang pun yang menyambut kami.
Aku menatap paman Mike yang sedang memetik apel di kebun belakang rumah nya, aku berjalan menghampiri nya dan bibi tidak jauh dari tempat paman.
__ADS_1
Mike : Helena, kamu kembali ?
Helena : paman ! bibi ! maafkan Helen (memeluk Jenny )
Jenny : tidak sayang, kamu tidak salah. Maafkan anak bibi
Helena : bibi !! Hans tidak salah ? aku pergi karena belum siap menikah. Bisakah kita bicara di dalam rumah bibi ? Hans takut bertemu dengan paman.
Kami masuk ke dalam rumah dan tidak menemukan Hans di dalam rumah, aku mencari nya di seluruh ruangan. Ternyata Hans masih berada di dalam mobil, aku memaksa nya keluar dan menemui paman.
Hans : maafkan aku !
Mike : dasar anak nakal ! kamu terlalu menganggap serius perkataan Papi. Kami merindukan mu.
Jenny : kamu semakin kurus belakangan ini anak nakal !
Melihat mereka berpelukan membuat ku sangat terharu dan menitik kan air mata, aku hanya menjadi penonton di sini.
Aku berjalan menuju dapur dan menyiapkan kopi kesukaan Hans,
Mike : terimakasih nak,
Jenny : kamu tidak perlu repot Helen, nanti aku akan menghubungi Jia agar menemani mu berlibur. Mulai sekarang kamu adalah tanggung jawab kami, jadi apapun yang kamu butuhkan jangan sungkan (mengelus pundak )
Hans : tidak Mam, dia akan menjadi tanggung jawab ku.
Mike : baik lah, terserah pada mu. Hans bawa Helen berjalan jalan di kebun..
Aku dan Hans berjalan jalan sore ini menikmati pemandangan kebun pribadi paman, ada banyak buah yang bisa di petik. Kehidupan di luar negeri benar benar menyibuk kan ku, rasa nya sangat sejuk menikmati pemandangan pedesaan.
Hans : Helen ?
Helena : iya (menoleh )
Hans : selama beberapa tahun ini aku baru menyadari satu hal..
Helena : menyadari apa ?
Hans :aku mulai menyukai mu (memalingkan wajah )
ha.... ha.... hha...
Pria berwajah datar menyukai ku ?
Ini benar benar mengejutkan ku.
Aku tidak tau pasti sejak kapan si paman mesum Hans menyukai ku, tetapi jika berkata jujur aku benar benar tidak menyangka dia bisa juga luluh pada ku.
Hans : kamu tertawa ? ada apa Helen (kebingungan)
Helena : ungkapan cinta apa ini ? di kebun paman ? Kamu bahkan tidak bisa romantis..
Hans : aku tidak bisa bersikap romantis.. ( datar )
Helena : baiklah, aku tau itu paman !
Mendengar kata Paman, Hans langsung berbalik dan berjalan meninggalkan ku. Aku yakin dia pasti kesal dengan ku, aku berlari kecil mengejar nya dan memeluk nya dari arah belakang.
Hey paman ! Aku juga menyukai mu.
Hans berbalik dan memeluk ku, kami saling berpelukan seperti sepasang kekasih yang lama tidak bertemu.
Cuupp...
Tidak tau pasti sejak kapan aku menyukai ciuman dari Hans, sebelum nya aku sangat membenci nya karena selalu mencuri kesempatan mencium bibir ku. Perlahan aku bisa menerima dan membalas lumatan nya dan membuat ku hampir lupa diri.
Aku melepas ciuman kami dan tertunduk malu, Hans menatap ku dengan kebingungan.
Hans : ada apa Helen ?
Helana : aku malu ( menunduk )
Hans : ha... ha... ayo kita pulang
Bibi sudah menyiapkan makanan untuk makan malam saat kami sampai di rumah, Kami mandi dan bersiap siap untuk ber kumpul bersama.
Mike : apa rencana mu ke depan nya nak, ?
Jenny : ah iya, apakah kamu mau berlibur atau kuliah ?
Hans : kami akan menikah Mam,
Mike : diam lah ! aku tidak bertanya pada mu ( kesal )
Hans : aku serius papi, kami berdua serius !
Mike : kamu tidak boleh mengeluarkan kata pernikahan dengan Helen, atau aku yakin kamu akan memaksa Helen seperti tahun sebelum nya.
Hans : Papi..
Mike : diam !
Mendengar perdebatan Hans dan paman, aku dan bibi hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kepala.
Satu sifat yang bisa ku temukan dari Hans adalah rapuh, dia bisa bersikap tegar dengan dunia luar tetapi tidak dengan keluarga nya.
Dia akan berubah menjadi lemah lembut jika berhadapan dengan keluarga nya.
__ADS_1