
Setelah Jenny memutuskan untuk tinggal bersama dengan Hans tanpa bantuan siapapun, Mike menemukan mereka berdua di tempat Jenny di besarkan. Berbeda dengan kehidupan Jenny yang mulai membaik ditempat lain keluarga dari Clark Lavonso harus terpecah karena perbedaan pendapat. Bagaimana tidak Clark yang sudah ikhlas atas kepergian Jenny adik nya kembali meraut sakit hati dari Ibu mertua yang tidak sebaik penampilan nya. Bertahun tahun dia menjalin kasih dengan istri nya Yustine dan akhir nya menikah, dia sama sekali tidak mengetahui sifat Ibu dari istri nya tersebut.
*Clark
Jika sebelum nya aku harus sibuk mencari adikku Jini, belakangan ini aku memilih untuk tetap bekerja dan mengesampingkan masalah Jini dan Will. Bagaimana pun keras nya Jini, Will tetap bersalah dalam keadaan ini. Will tidak pernah memberi penjelasan pada Jini tentang maksud perkataan Ibu, wajar jika Jini beranggapan bahwa suami nya Will lebih membela Ibu nya dari pada istri nya.
Aku sudah mendapat kabar dari Mike bahwa Jini berada di Indonesia dan bekerja sebagai Guru, aku tidak mempersulit diri ku dengan memberitahukan kepada anggota keluarga ku. Jika Will mengetahui bahwa mantan istri nya bersama dengan Mike, sudah pasti dia akan menemui mereka. Tingkah gegabah Will akan menjadi masalah besar dalam keluarga ku, itu sebab nya aku tetap diam.
Yustine berkali kali meminta ku untuk kembali mencari Jini tapi aku selalu menolak dengan alasan sibuk bekerja. Istri ku tidak pernah curiga dengan ku, hanya saja saja Ibu selalu berusaha mencari alasan agar aku melakukan kesalahan.
Tanpa di sengaja Ibu mendengar pembicaraan ku melalui video call dengan Mike, Jini juga terlihat sedang menyapa ku di balik layar. Tiba tiba panggilan tersebut terputus saat mengetahui Ibu berada tepat di belakang ku. Aku berbalik dan menatap Ibu yang sedang berpangku tangan, raut wajah Ibu terlihat kesal.
Ibu : jadi kamu membantu adik mu dan mantan suami nya untuk kembali bersama ?
Clark : tidak, aku mengetahui nya saat mereka sudah bertemu satu sama lain.
Ibu : sudah ku duga, kamu hanya memihak adik mu yang tidak tau diri itu.
Ditengah perdebatan kami istri ku Yusi datang bersama adik nya Will.
Willson : aku tidak salah dengar kan kak?
Clark : itu tidak seperti dugaan kalian, aku baru mengetahui nya hari ini
Ibu : kalau kamu mengetahui nya hari ini mengapa kamu tidak memberitahukan pada Will atau pun istri mu Yusi.
Yustine : jangan menekan nya Ibu, mungkin Clark ingin memberitahukan nya pada kita saat mereka sudah selesai bicara.
Willson : kakak berniat menyembunyikan nya dari ku kak ?
Suasana menjadi canggung dan aku tidak ingin menjawab pertanyaan mereka dan hendak meninggalkan mereka. Kaki ku berjalan perlahan menjauhi mereka,
Ibu : kamu membela adik mu yang tidak jelas identitas nya merusak keluarga kita,
Sontak kaki ku berhenti mulai mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh Ibu beberapa detik yang lalu, wajah ku merah seketika dan kemarahan ku mulai naik diatas ubun ubun kepala ku. Aku berbalik dan menatap tajam Ibu dan menghampiri nya kembali.
Clark : Ulangi perkataan mu barusan Ibu.
Ibu : Kamu membela adik mu yang tidak jelas identitas nya merusak keluarga kita
Clark : (mengepal tangan ) Ibu, sadar kah ibu dengan perkataan Ibu ? Tidak jelas identitas nya ? kamu sungguh keterlaluan Ibu...
Willson : jangan menatap Ibu dengan pandangan seperti itu kak,
Clark : Diiiammm ! berhenti memberi ku pendapat (menaikkan nada suara)
Yusi mencoba menenangkan emosi ku, meski aku sudah mencoba untuk meredam nya namun Ibu selalu mengumpat karakter Jini.
Clark : Ibu, Jini adik ku dan Ibu tidak berhak menghina Jini.
Ibu : adik? kamu bahkan tidak pernah mengenalkan nya saat kamu menjalani hubungan dengan Yusi dan kamu baru memberitahukan pada kami saat Wanita itu sudah berada di Jepang
Willson : Kak, apa kamu harus semarah ini jika berkaitan dengan Jini ?
Yustine : Tutup mulut mu Will,kamu tidak tau apa apa.
Ibu : Yusi !! (nada tinggi )
Willson : aku adik kandung mu kak, dan kamu membela Jini...
__ADS_1
Ibu : Clark ! berhenti menatap ku seperti itu. Aku tidak salah, adik mu memang hanyalah wanita rendahan. Tidak jelas identitas nya dan datang kepada mu memohon membawa bayi dalam kandungan nya yang tidak jelas siapa ayah nya. Setelah menikah dengan dengan Will dia masih bisa meminta ku mendonorkan darah untuk mantan suami nya. Dan sekarang dia malah kembali dengan Mike. Apa kah itu pantas ?
Clark : (marah ) heentiikaannn Ibuuu ! apa Ibu tidak punya rasa malu ? Aku sudah membuktikan sendiri bahwa Jini adalah adik ku dan Hans adalah anak dari Mike. Jika aku membongkar status keluarga Jini, Ibu bisa memohon untuk di maafkan karena mereka bukan orang sembarangan.
Ibuu ! aku menghormati Ibu karena aku telah menikahi Yusi, tapi jangan lupa Ibu setiap orang punya batasan. Ibu mengatakan Jini wanita rendahan ? Ibu tidak sadar bahwa Ibu juga wanita rendahan yang tidak memiliki hati nurani. Ibu tidak berpikir bahwa Ibu juga seorang wanita dan orang tua, bagaimana jika Ibu berada di posisi ibu ??
Willson : jangan bandingkan Ibu dengan Jini.
Clark : Tutupp mulut muu, jangan menyebut nama adik ku dengan mulut mu yang hina itu. atau aku akan melupakan bahwa kamu adalah adik ipar ku (menarik kerah baju Will)
Yustine : cukupp Clark... Jini hanyalah anak Haram dan kamu membela nya dengan melukai keluarga ku...
Sekejab aku menatap mata Yusi dan melepas genggaman tangan ku, sungguh aku tidak menduga bahwa kata itu akan keluar dari mulut Yusi..
Clark : Yustine ! kamu akan menyesali semua ucapan mu hari ini dan keluarga mu. Aku bertahan dengan sifat Ibu mu karena kamu masih mendukung ku, dan kini aku sudah mengerti.
Aku meninggalkan mereka dan berlalu di balik kamar kerja ku, kaki ku masih bersila di atas meja sementara tangan ku memijit pelan pelipis ku. Pikiran ku masih bergumul dengan perdebatan kami beberapa jam lalu.
Tangan ku mulai mengotak atik laptop yang sejak tadi sedang memproses berkas berkas penting. Besok aku akan memulai rencana ku dan Mike, aku sudah memberitahukan perdebatan antara aku dan keluarga istri ku.
Pagi hari seperti biasa pergi bekerja di klinik dan meninggalkan Laurent dengan pengasuh, aku meninggalkan Map diatas meja rias nya dan membawa Laurent bersama ku. 2 hari lagi pesawat pribadi Mike akan menjemput ku dan Laurent. Aku juga mengajak Marie bersama ku untuk membantu ku merawat Laurent.
Beberapa kali Will menghubungi ku, aku mengabaikan nya dan melepas kartu ponsel ku dan membuang nya. Will pasti sudah mengetahui aku menarik semua saham ku dari perusahaan nya, dan Perusahaan Lavonso juga sudah di alih nama kan menjadi cabang MILED GROUP.
Kami masih bersembunyi menunggu Mike menjemput dan membawa kami pergi jauh dari Jepang, Selama nya Jepang akan menjadi masa lalu untuk ku dan Jini adikku.
*Willson
Perusahaan ku hancur dalam seketika, aku sudah meminta bagian keuangan untuk memberi ku informasi secepat mungkin.
Seseorang berbicara dibalik telepon genggam,
X : pak, Tuan Clark Lavonso menarik semua saham nya dan bekerja sama dengan pemegang saham lain nya untuk menghancurkan kita.
Sudah ku duga bahwa Clark yang berada dibalik semua ini, pasti dia sengaja ingin menjatuhkan aku. Aku menghubungi Kak Yusi dan memberitahukan apa yang telah terjadi, kami berencana bertemu di rumah kakak.
Saat kami sudah tiba di rumah, kami tidak menemukan siapapun di dalam rumah. Tanpa berpikir panjang kami bergegas pergi ke kantor Clark, betapa terkejut nya kami saat mengetahui bahwa perusahaan Clark juga sudah di jual yang tidak di ketahui pemilik baru nya.
Kami pun akhirnya memilih untuk pulang ke rumah untuk mencari keberadaan Clark dan Laurent,aku mencoba menenangkan Kak Yusi yang sedang panik karena tidak menemukan Laurent.
Klinik kak Yusi juga sudah dijual beserta rumah tempat mereka tinggal dulu bersama Laurent.
Aku meminta rekan ku untuk mencari keberadaan Clark dan juga Laurent, Kami pun akhir nya pulang kerumah Ibu dan menceritakan segala nya kepada Ibu. Awal nya Ibu sangat marah sampai Kak Yusi mengamuk.
Yustine : cuukuup Ibu, apa Ibu masih tidak mengerti kesalahan Ibu ?
Ibu : Yusi, kamu menyalahkan Ibu ?
Yustine : iya ibu.. hiks...hikss...(menangis) Jika saja ibu tidak mencari masalah dengan Clark dan juga Jenny semua ini tidak akan terjadi...
Willson : apa ini kak, sehebat apa Jini sampai dia bisa mengendalikan Clark.
Ibu : cihh... dia hanya wanita murahan yang akan menggoda Clark dan meminta nya meninggalkan mu.
Yustine : apa Ibu sangat bodoh ? aku melihat nya mereka memang kakak beradik dari satu Ibu, karena kebodohan Will kita semua hancur, dan aku tidak bisa bertemu dengan putri ku....
Ibu : apa ibu berbuat salah ?
Yustine : iya Ibu, sangat salah. Ibu tidak tau bahwa Jenny yang kalian kenal sebagai Jini adalah orang terpandang di Inggris. Dia berasal dari keluarga terkaya no 2 di Inggris dan Mike mantan suami nya berada tepat dibawah nya satu tingkat. Ibu tidak tau kalau keluarga Franklin bisa melakukan apapun untuk menghancurkan keluarga kita yang biasa saja. Semua hancur Ibu, dan itu di mulai dari Ibu..
__ADS_1
Mendengar penuturan Kak Yusi, aku hanya terdiam dan tidak bisa melakukan apa pun. Clark benar benar menghancurkan segalanya dalam semalam, aku terlalu rendah memandang kekuasaan Clark dan adik nya itu. Ibu dan Kakak masih berdebat dan Ibu seakan tidak peduli dan tidak percaya pada penuturan kakak.
Ibu : Yusi, Clark sudah menipu mu dengan memberi mu cerita palsu agar kamu tidak melukai Wanita itu..
Yustine : Ibu.. Clark dulu hanyalah asisten pribadi dari Mike sebelum dia tau bahwa Jenny adik nya
Ibu : itu tidak mungkin...
Willson : itu benar Ibu, aku sudah membuktikan nya saat menjemput Tuan Franklin dari Inggris. Rumah nya mewah bak istana, bahkan sekeliling nya dikawal oleh para ajudan ahli. Clark pasti sangat lah marah atas tindakan kita pada adik nya.
Kami semua hanya duduk sementara Ayah hanya menatap kami bertiga yang sedang panik, tak ada komentar keluar dari Ayah dia hanya tersenyum dan berlalu.
Seperti biasa Ayah tidak pernah ikut campur dengan urusan Ibu, terlebih saat Ayah mengetahui tindakan Ibu di rumah sakit kepada Jini.
Aku hanya bisa menunggu kabar dari para bawahan yang telah kuperintahkan mencari keberadaan Clark, namun semua hasil nya Nihil. Tidak ada keberangkatan mana pun mengatasnamakan Clark, itu arti nya mereka masih berada di Jepang. Aku meraih ponsel dan meminta Yamato untuk datang ke rumah orangtua ku, dan beberapa jam kemudian Yamato sudah datang.
Yamato : ada apa Will ?
Willson : apa kamu tau apa yang terjadi pada Clark ?
Yamato : tidak, memang nya ada apa ?
Willson : dia menarik semua saham dari perusahaan ku dan membawa Laurent pergi. Rumah di jual dan menceraikan kakak.
Yamato : kalian melakukan kesalahan ?
Ibu : tidak !
Yamato : maaf Will, aku memang tidak mengetahui apa pun soal itu.
Bahkan Yamato tidak mengetahui keberadaan Clark, kakak beradik itu sangat pandai bersembunyi dari masalah. Sekarang aku harus mencari solusi sendiri untuk masalah keluarga ku, aku tidak akan membiarkan semua hancur hanya karena Clark. Besok aku harus mengunjungi perusahaan itu dan menyelidiki apa yang telah terjadi dibalik semua kejadian ini.
*Clark
Sementara menunggu aku masih memantau apa yang telah dilakukan oleh Will, aku akan sangat puas menghancurkan mereka yang telah menghina adikku Jini. Jini sudah melalui banyak hal dan aku tidak akan membiarkan kan seorang pun merusak kebahagiaan Jini, karena dia satu satu nya keluarga yang aku miliki.
Ternyata Will tidak sepolos dari dugaanku, dia meminta seseorang untuk menyelidiki keberadaanku. Dan sebelum dia mengambil tindakan aku telah mengatur segala nya agar dia semakin panik dalam pencarian ku.
Aku meminta pihak perusahaan agar menyembunyikan identitas pemilik yang baru, Will harus berusaha keras atas kesalahan nya selama ini pada Jini. Aku tidak pernah memaafkan siapa pun yang menyakiti Jini sekalipun itu Mike.
Yamato menghubungi Marie dan meminta untuk berbicara pada ku
Yamato : apa yang terjadi Clark ?
Clark : aku akan menceritakan nya tapi tidak sekarang, Marie akan memberitahu tugas mu selama aku tidak berada di Jepang.
Yamato : baik lah, jaga diri mu Willson sedang menyelidiki mu
Clark : aku akan mengatasi nya.
Aku menutup sambungan telepon, sedangkan Marie sedang bermain dengan Laurent. Aku hanya menatap dari kejauhan wajah putri ku yang harus berpisah dari Ibu nya karena sifat nenek nya. Aku tertidur dan Marie tidur bersama dengan Laurent, jam 4 pagi mobil pengawal sudah datang menjemput kami menuju bandara untuk ikut ke dalam pesawat pribadi Mike. Karena tidak ada landasan yang memungkinkan terpaksa kami harus pergi ke bandara untuk berangkat.
Sepanjang perjalanan pikiranku tidak berhenti memikirkan Yusi istri ku yang begitu tega kepada ku, bukan nya dia mendukung ku tetapi dia malah menghina adikku sama seperti adik dan Ibu nya. Tidak seharus nya ini semua terjadi, tetapi yang salah tetap lah salah. Aku tidak sabar bertemu dengan adik dan keponakan ku Hans.
Aku sudah sangat merindukan mereka sejak 2 bulan terakhir ini.
__ADS_1