
* Mike
Setelah kejadian semalam, sudah pasti Bastian akan merencanakan balas dendam untuk ku. Rencana yang dia susun selama bertahun tahun sebelum bertemu dengan ku harus kandas di tengah jalan saat mengetahui perusahaan nya berada dalam genggaman ku.
Flassback On
Kaki ku berjalan menghampiri Bastian yang sedang mencoba bersikap tenang,
Mike : ada apa Tuan Bastian ? anda terlihat kebingungan sejak tadi
Bastian : anda menjebak saya..
Mike : anda sangat cerdik Tuan
Bastian : apa yang ada ingin kan ?
Mike : itulah yang ingin saya tanyakan, apa tujuan anda kembali mencari istri saya.
Bastian : ha... ha... apa kah saya harus menjelaskan kalau kedatangan saya untuk merebut Jenny ?
Sudah ku duga, tetapi tak akan ku biarkan Bastian berhasil dalam misi nya.
Ingat lah hari ini menjadi hari terberat mu Bastian Prakoso !
Mike : istri saya tidak menyukai pria rendahan Tuan, apa yang anda miliki untuk memenangkan hati istri saya.
Bastian : anda lupa bahwa saya juga pemilik perusahaan, tidak jauh seperti anda.
Aku terdiam sejenak dan duduk bertumpu di sudut meja, jari ku menekan angka di telepon dan menunggu respon dibalik telepon.
Tak lama kemudian, seseorang di balik telepon menyapa. Aku menekan pengeras suara agar Bastian juga mendengar perbincangan kami.
X : selamat pagi Tuan Leonard,
Mike : iya selamat pagi, saya tidak ingin membuang waktu anda Tuan. untuk itu saya menginginkan saham yang anda miliki di perusahaan sentosa. Sekertaris saya Adelle akan mengantar berkas yang anda perlukan.
X : baik Tuan,
Mike : terimakasih Tuan Anggara.
Aku menutup telepon, dan langsung menatap wajah Bastian yang duduk dihadapan ku. Meski mencoba tenang tetapi aku yakin Bastian menyimpan banyak tanya mengapa aku bisa bekerja sama dengan paman nya.
Bastian : anda memang cekatan Tuan, anda bisa memanipulasi keluarga saya.
Mike : kebutaan anda ingin balas dendam telah membuat anda lupa segala nya Tuan, bahkan anda sudah kehilangan perusahaan anda karena sebuah ambisi. Selanjut nya anda hanyalah sampah di perusahaan SENTOSA.
Bastian : Brenggsekk... (mengertakkan gigi )
Mike : anda boleh memohon jika anda ingin..
Dengan penuh kemenangan aku meninggalkan nya didalam ruangan ku, penjaga telah menyiapkan mobil karena aku harus pulang menemui istri ku.
Sesampai di rumah, Hans sedang bermain game di temani oleh Jenny yang sibuk dengan ponsel nya. Aku mencium kening Jenny sekilas dan menghampiri Hans, dia langsung memeluk ku dan duduk di pangkuan ku.
Hans : Papi, kapan kita berlibur ? Papi selalu sibuk sepanjang hari
Mike : tapi kamu harus berkunjung ke rumah Kakek bukan ? apa kamu ingin Paman Chello kecewa ?
Hans : ohh... Hans hampir lupa, antar aku besok Papi. ( menepuk jidat)
Mike : baik lah Papi akan mengantar mu...
Jenny menyiapkan makan malam untuk kami bertiga, sudah beberapa bulan ini aku selalu mengutamakan keluarga karena tidak ingin Hans kesepian di rumah dengan Jenny. Hans tidak suka berlama lama berbincang dengan kami saat makan malam, setelah menghabiskan makanan nya dia langsung masuk kamar untuk belajar.
Aku dan Jenny masuk kedalam kamar setelah memastikan Hans sudah tidur, aku berbaring di tempat tidur sementara Jenny masih di kamar mandi. Semakin hari istri ku semakin menawan dalam pandangan ku, jika bukan karena Hans aku sangat ingin membawa nya kekantor agar aku bisa terus menerus bisa menatap nya.
Tangan ku mulai memeluk tubuh Jenny, dan dibalas oleh nya. Bibir ku mencium kening dan kedua pipi nya.
Jenny : bagaimana dengan liburan kita?
Mike : lusa kita berangkat setelah mengantar Hans ke rumah Papa..
Jenny : apa kamu sudah menyelesaikan masalah dengan Bastian ? (mengerutkan dahi )
Mike : tentu saja sayang, aku cekatan bukan ??
Jenny : baiklah pak Guru, anda memang jenius..
Mike : ha.. ha... aku suami mu sekarang sayangg...
Kami berdua tertawa dan berbincang bersama melalui malam yang panjang dengan saling berpelukan.
Jenny satu satu nya wanita yang mampu membuat ku jatuh hati, aku tidak ingin siapa pun berusaha merebut nya dari ku.
Langit sudah cerah saat aku membuka mata ku, cahaya yang menembus masuk kedalam kamar mengganggu tidur ku. Tangan ku meraba tempat tidur dan Jenny sudah tidak berada di kamar, aku yakin dia pasti mengantar Hans sekolah.
Mata ku terbelalak melihat jam weker di kamar mengarah di angka 10, aku terperanjat dan langsung bangkit dari tidur ku.
sial ! aku terlambat bangun..
Mudah mudahan Jenny tidak marah padaku, aku mengambil handuk dan berlalu di kamar mandi.
Butuh waktu 20 menit untuk ku berbenah dan berpakaian rapi, aku segera turun untuk menemui Istri ku. Ternyata istri ku tidak sendirian, Rey juga berada di sana bersama dengan Shella.
Rey : wah.. Mike ! semenjak menikah kamu jadi malas bangun yah...
Mike : diam lah !
Rey : oke..
__ADS_1
Jenny : jangan marah marah pagi hari sayang nanti wajah kamu keriput. he... he... ( senyum)
Kedatangan Rey membuat ku hari ku rusak, di tambah dengan Jenny menyebut ku tua.
Mike : ada apa kemari ?
Rey : kami hanya berkunjung...
Mike : apa?? bagaimana dengan perusahaan ? (menaikkan nada suara )
Rey : tenang aja, Clark sudah bekerja..
Jenny : sungguh... kakak sudah bekerja ? dia kan masih sakit..
Mike : baiklah, kamu pulang dan tangani perusahaan dalam seminggu ini..
Rey : kenapa ? ( wajah di tekuk )
Mike : (menatap tajam ) jangan banyak tanya..
Rey : oke... oke.. aku pulang
Rey dan Shella akhir nya pulang, sementara aku menghubungi Adelle agar menyiapkan tiket libur untuk ku dan Jenny.
* Clark
Keadaan ku cukup baik setelah Marie merawat ku, hubungan kami cukup baik. Hari ini aku mulai bekerja dan Marie pergi menjemput Laurent di tempat paman. Aku ingin memulai hidup baru dengan Marie, dia orang yang paling tepat untuk mengurus Laurent.
Mata ku mengarah pada gedung yang menjulang tinggi, kaki ku mulai melangkah menuju ruangan ku. Dari keterangan Adelle Rey dan Mike belum datang dan mungkin tidak akan datang, aku menghubungi Mike untuk menanyakan kepastian dia datang atau tidak.
Drt... drt... drt...
Mike : iya Clark, ada apa ?
Clark : hey boss ! mengapa tidak masuk
Mike : aku ingin berlibur dengan adik mu, jadi aku serahkan urusan perusahaan pada mu dan Rey..
Clark : ah.. baiklah. Selamat bersenang senang.
Mike : titip salam pada Marie ya, perlakukan dia dengan baik.
Akhir nya setelah pulih, lagi lagi Mike membebani ku dengan urusan kantor sementara dia pergi berlibur.
Aku akan membalas nya saat aku menikahi adik nya Marie, seperti nya hari ini aku akan menghabiskan hari ku dengan bekerja.
Aku berdecak kesal saat melihat tumpukan map diatas meja kerja ku, tiba tiba Rey masuk tanpa mengetuk pintu. Mata ku menatap nya tajam,
Clark : kamu bahkan tidak memgetuk pintu ( tatapan tajam)
Rey : kamu ini terlihat seperti banyak sekali pikiran, ada apa dengan mu ?
Clark : diam lah ( melempar gulungan tissu)
Rey : seperti nya benar, kalau kamu ini pasti sedang bertengkar lagi dengan Marie ya..
ha... ha... ( tertawa keras )
Sebelum aku melempar nya untuk kedua kalinya, Rey langsung berlari keluar ruangan. Baru bertemu dengan nya dia telah membuat ku kesal dengan mengatakan yang tidak tidak.
^ Dalam hati Clark
Sebaik nya aku menghubungi Marie, mungkin dia sudah membawa Laurent kembali ke rumah.
Benar dugaan ku, pekerjaan ku hari ini sangat banyak sampai membuat ku lupa waktu. Aku melirik jam tangan ku dan menyusun berkas berkas yang bisa di kerjakan di rumah, Marie pasti sudah menunggu ku.
Baru sehari tidak bertemu dengan nya, aku merasa sangat merindukan nya.
Marie telah menunggu ku di ruang tamu, aku memeluk nya saat dia berdiri menghampiri ku. Tangan nya berontak namun akhirnya mengalah ketika aku mengeratkan pelukan ku.
Marie : ada apa Clark ?
Clark : aku merindukan mu !
Marie : ha... ha.. kamu terlalu berlebihan
Clark : Marie, ayo kita menikah. Aku sudah memikirkan nya. Aku mencintai mu Marie
Marie : hiks.. hiks.. (menangis )
Clark : ada apa Marie ?
Marie : tidak Clark, aku juga mencintai mu..
Clark : baiklah kita harus segera menikah, aku tidak ingin melampaui batasan ku lagi dan menyakiti mu. Aku ini laki laki normal Marie.
Marie : baiklah, kamu mandi dulu. aku siapkan makanan untuk mu
Setelah mengungkap kan keinginan ku, kami pergi menemui paman Jason dan meminta restu nya. Karena bagaimana pun Marie dan Hasio adalah tanggung jawab nya saat ini,
Ini pertama kali nya aku merasa sangat gugup bertemu paman Jason, aku sering bertemu dengan nya tetapi aku tidak pernah gugup sebelum nya. Aku melonggarkan dasi ku dan berjalan di depan Marie, bibi Hiruka menyambut kedatangan kami.
Kami duduk menunggu paman Jason, wajah ku terlihat pucat karena terlalu gugup.
Jason : Marie, kamu datang nak.. ( melirik Clark)
Marie : iya Papa
__ADS_1
Clark : hallo Paman
Jason : ada apa kemari ?
Clark : begini paman, kami berdua memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat. Kami datang untuk meminta restu paman dan bibi.
Jason : saya tidak setuju !
deg.. Paman langsung menentang hubungan kami tanpa mendengar penjelasan dari kami berdua. Marie hanya menunduk dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Cukup lama terdiam, aku kembali membuka suara.
Clark : Paman, aku mencintai Marie.
Jason : kamu tidak pantas untuk puteri ku.
Sebelum nya kamu membawa Jenny pergi meninggalkan Mike, jadi kemungkinan besar kamu juga akan meninggalkan Marie.
Clark : tapi paman, kami berdua sa...
Jason : aku tidak peduli !
Aku bangkit berdiri dan menatap Marie yang masih tertunduk,
Clark : Marie, aku pulang dulu. Kamu bisa memilih ku, atau memilih Paman. sekarang keputusan nya kamu yang tentukan,
Kaki mulai berjalan meninggalkan mereka berdua, sampai suara Marie menghentikan ku.
Clark ! aku ikut !!
Ternyata Marie memilih ku, dan kami pun akhir nya meninggalkan Mansion Paman Jason.
Hubungan kami tidak mendapat restu dari keluarga Marie , satu satu nya harapan ku saat ini adalah menghubungi Mike dan menjelaskan rencana pernikahan ku dengan Marie.
Tiba tiba aku teringat kalau Mike sedang berlibur dengan Jenny, mereka akan terganggu dengan masalah kami. Aku masih memikirkan nya tiba tiba Mike sudah menghubungi ku, aku segera mengangkat nya
Mike : apa kamu akan merahasiakan nya dari kami ?
Clark : kamu sudah tau Mike ? siapa yang memberitahu mu
Mike : Mama memberitahu ku, dan meminta ku untuk bicara pada Papa.
Clark : aku meragukan hubungan kami Mike, ( cemas )
Mike : kalian tidak membutuh kan restu nya, kalian akan menikah dan kami akan segera pulang..
Clark : maaf menyusahkan mu Mike..
Mike : tidak apa, kita lebih dari sahabat dan akhir nya menjadi keluarga.
Butuh waktu 2 hari Mike dan Jenny sudah pulang ke Inggris, kami mempersiapkan acara pernikahan sederhana tanpa kehadiran paman Jason dan Bibi Hiruka. Aku mengetahui kesedihan di wajah Marie tapi aku berusaha menghibur nya.
* Jenny
Sudah lama kami merencanakan berlibur berdua untuk menghilangkan kepenatan kami akan rutinitas kami masing masing, namun saat kami berlibur Mama menghubungi Mike tentang kedatangan kakak Clark melamar Marie. Mama meminta agar Mike bisa bicara dengan Papa, karena hanya Mike yang bisa meluluhkan seorag Jason Leonard.
Meskipun kami sudah berusaha untuk memenangkan hati Papa, tetapi kami masih gagal. Papa bertekad tidak akan merestui hubungan kakak dan Marie apa pun yang terjadi, Marie terlihat sedih karena orangtua angkat nya tidak bisa hadir dalam pernikahan nya.
Marie duduk termenung di depan meja rias dengan mengenakan gaun putih indah, aku menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
Jenny : Marie, tersenyumlah. ini hari bahagia mu.
Marie : bagaimana aku tersenyum jika Papa tidak bisa datang, aku tidak punya orangtua.
Jenny : masih ada Mike yang akan mengantar mu di altar pernikahan. ( meyakinkan )
Setelah menyemangati nya Marie hanya menyunggingka senyum tipis di bibir nya, aku turut bahagia dengan pernikahan kakak. Sejak berpisah dari kakak Yusi, Marie merawat Laurent dengan sangat baik. Aku berpikir mereka sangat serasi, dan aku yakin Laurent akan bahagia dengan Marie.
Janji suci pernikahan telah di ucapkan, akhir nya kakak dan Marie sah menjadi suami isteri. Meski tanpa Papa acara berlangsung dengan lancar, Mike terlihat sangat terharu dengan pernikahan adik angkat nya.
Sifat Mike yang dingin dan acuh di depan oranglain sangat berbeda dengan keluarga nya, jika dengan keluarga Mike sangat lemah dan penyayang. Aku yakin Mike juga terbebani dengan tekanan dari Papa Jason belakangan ini tentang pernikahan Marie, tapi suami ku itu selalu bersikap tegar dan menyimpan masalah nya sendiri.
Acara resepsi pernikahan di selenggarakan di sebuah Hotel milik MILED GROUP dan para tamu undangan nya hanya rekan kerja dan keluarga. Papa dan Mama tidak bisa datang karena sedang berada di luar negeri, jadi hanya adik ku yang terlihat mewakili Papa.
Takdir memang tidak bisa di tebak, liku liku kehidupan mengajarkan ku banyak hal. Kini aku mengerti arti kepercayaan dan kebahagiaan yang sesungguh nya, aku berharap kehidupan tidak akan mempermainkan ku lagi.
Mike menghampiri ku yang sejak tadi menatap kakak dan Marie, tangan nya melingkar di pinggang ku. Aku memutuskan untuk kembali percaya pada Suami ku dan menikah., Tidak butuh lama akhir nya Kakak kembali melabuhkan hati nya pada Marie.
..
..
..
..
...
......
.......
17 Tahun Kemudian....
__ADS_1