
* Clark
Mike sudah pergi sejak tadi, sedang kan Marie masih di dalam kamar nya. Aku mencoba bangkit dari sofa agar aku bisa istrahat di kamar, namun saat aku bangkit kepala ku terasa sangat pusing dan tidak sengaja menjatuhkan vas bunga. Marie yang mendengar nya segera keluar dari kamar dan memegang tangan ku, dia segera menuntun ku dan membaringkan ku di ranjang kamar.
Marie : kamu butuh apa ? biar aku bawakan
Clark : aku ingin minum, aku haus sekali
Marie berlalu begitu saja meninggalkan ku tanpa mengatakan apa apa, tak lama kemudian dia datang membawakan air dalam gelas. Aku meneguk dan kembali memberikan nya pada dia, setelah itu dia ingin pergi meninggallan ku namun aku menahan tangan nya.
Clark : Marie, tunggu sebentar saja..
Marie : (menoleh) ada apa ?
Clark : bisakah kamu menemaniku ? aku memang salah, untuk itu aku minta maaf
Marie : kamu bisa menghubungi ku jika kamu butuh apa pun.
Aku sangat yakin dia pasti masih marah ke padaku, aku tidak tau apa yang membuat nya tersakiti. Menikahi nya bukan solusi yang baik menurut nya, tetapi aku benar benar tidak tau apa yang dia ingin kan. Baru saja aku ingin berdamai dengan nya tiba tiba saja aku harus melihat nya bertunangan dengan pria lain, aku berusaha menjelaskan tapi semua nya akan sia sia setelah aku mengusir nya dari rumah sakit.
Pagi hari dia membangun kan ku agar aku sarapan lebih cepat dan segera minum obat, dia membawakan ku makanan dan menyuapi ku. Aku hanya menurut dan menatap nya sejak tadi, setelah itu dia memberi beberapa pil untuk ku. Saat dia keluar kamar aku pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Hanya butuh 15 menit untuk mu membersih kan diri sebelum akhir nya keluar dan menemui Marie yang tengah duduk di ruang tamu sambil menyaksikan acara tv. Aku duduk di sebelah Marie dan melihat ke arah yang sama, Marie bergerak menjauh dari ku kembali aku menahan tangan nya.
Clark : aku mohon Marie, beri aku waktu menjelaskan segala nya. kita perlu bicara.
Marie : katakan ! ( kembali mendekat)
Clark : Marie, aku tidak tau harus memulai nya dari mana. Kita tinggal bersama tapi aku merasa sangat jauh dari mu, aku mohon tetap lah bersama ku.
Marie : apa karena Laurent ? (mengernyitkan alis)
Clark : untuk ku juga. Marie, aku begitu marah saat melihat mu bersama dengan pria itu. aku tidak tau bagaimana aku harus mengungkap kan nya, tapi sejujur nya aku tidak ingin kamu jauh dari ku. Dengan sangat sulit aku mencari toko bunga untuk memberi mu hadiah permintaam maaf, tapi aku melupakan nya saat aku pergi meninggalkan rumah paman.
hikss... hiks...
Air mata Marie jatuh tanpa ku ketahui kapan menetes, kami bungkam untuk sejenak tanpa saling memandang. Entah apa yang membuat nya sampai menitik kan air mata.
Marie : lalu, mengapa kamu mengusir ku jika kamu sangat membutuhkan ku..
Clark : a..aku... takut jika paman akan marah saat melihat mu bersama ku.
Marie : baiklah, aku akan tinggal. Aku akan menjadi pengasuh yang baik untuk Laurent.
Clark : aku tidak ingin kamu menjadi pengasuh Marie, aku ingin kamu menjadi ibu yang baik untuk Laurent
Marie : kamu melamar ku ?
Clark : mungkin begitu..
Marie : aku ingin menikah dengan pria yang mencintai ku, bukan pria yang membutuh kan ku. Sebelum itu kamu harus menetapkan hati mu untuk menikah. Karena kau tidak ingin kelak suami ku mencintai atau memikirkan wanita lain.
Clark : sejauh ini kamu satu satu nya yang ada di pikiran ku Marie,
Marie : jangan terburu buru. Beberapa kali aku mendengar nama Yusi saat kamu tidur dan mengigau.
Tiba tiba aku terdiam saat mendengar nama Yusi dari Marie, mungkin kah aku memang bermimpi tentang dia ?
Marie bangkit dan membawakan cemilan untuk kami berdua,
Marie : makan lah, jangan terlalu memikirkan nya.
Clark : iya. kamu tidak marah lagi ?
Marie hanya menggeleng saat aku menanyakan nya, ingin rasa nya menanyakan mengapa ia menangis. Tetapi aku mengurungkan niat ku bertanya lebih jauh karena tidak ingin kembali menyakiti nya. Dia hanya menatap dan tertawa kecil saat adegan lucu di televisi.
Aku menarik tangan nya ke genggaman ku, seketika dia menatap ku dan tidak melakukan perlawanan.
Clark : Marie, apa kita mengawali hubungan dengan baik ?
Marie : bisa jika kamu tulus untuk itu.
__ADS_1
Seharian kami hanya menghabiskan waktu duduk berdua dan bercerita tentang banyak hal, biasa nya aku tidak bisa tahan berdiam diri di rumah tapi hari ini aku bisa tenang di rumah tanpa merasa bosan sedikit pun.
Hari semakin gelap dan aku kembali makan setelah Marie menyuapi ku, tiba tiba saja teman teman kantor datang berkunjung. Mereka pasti tau bahwa aku kecelakaan, ini sangat memalukan karena mereka melihat ku makan di suapi oleh Marie.
Rey : astaga.. tangan mu tidak sakit tapi kamu sangat manja sekali
Clark : diam lah..
Milano : seperti nya Bapak harus menikah, agar ada orang yang merawat Bapak di saat seperti ini.. ( senyum)
Clark : jika kalian datang untuk menertawakan ku lebih baik kalian pulang saja.
Rekan kerja ku berkunjung sangat lama, kami hanya membahas beberapa kerjaan dan terkadang tertawa bersama. Marie masih tetap duduk di dekat ku dan mendengar kan pembicaraan kami, aku memegang tangan nya kembali.
Rey dan yang lain melihat nya dan memilih acuh atas apa yang mereka lihat.
Setelah larut malam mereka pun meminta ijin pulang dan meninggalkan kami berdua, Marie sudah tertidur dan aku tidak ingin membangun kan nya. Tubuh ku terlalu lemah jika harus menggendong nya ke kamar, akhir nya aku memutus kan untuk mengambil selimut di kamar dan tidur menemani nya di atas sofa.
Sofa ruang tamu terbilang cukup besar untuk kami berdua tidur dalam posisi telentang, aku memeluk nya sangat erat.
* Mike
Untuk sementara waktu aku memberi waktu pada Clark dan Marie menyelesaikan masalah pribadi mereka berdua, untuk perusahaan aku dan Rey bisa mengatasi nya dengan baik.
Aku dan Jenny akan pergi berlibur bersama minggu depan, Hans akan tinggal bersama dengan Papa Bram saat kami berlibur. Laurent sedang di rawat oleh Mama Hiruka sampai Clark bisa pulih, ada sedikit keraguan di hati ku saat melihat Mama bertingkah baik. Aku belum bisa melupakan saat dimana dia menjebak ku bersama dengan Ceryn, kejadian itu membauat ku terpisah jauh dari Jenny dan tidak bisa melihat putera ku Hans bertumbuh dengan baik. Bisa saja aku menyelidiki nya tapi aku tidak ingin membongkar niat busuk nya karena Papa begitu peduli dengan nya.
Itu sebab nya tidak sekali pun aku tergiur dengan bisnis keluarga dan membiar kan adik ku Marco mengurus nya, aku tidak ingin tinggal bersama dan harus melihat nya setiap hari.
Jika aku mengingat masa dimana aku berjuang membangkitkan perusahaan kecil menjadi perusahaan besar rasa nya sangat menyedihkan, aku harus terasingkan dan belajar sendiri. Papa bahkan tidak menghiraukan ku saat itu, tapi aku tetap kuat jika mengingat pesan ibu ku.
Bagaimana aku bisa percaya pada Mama Hiruka setelah apa yang aku dengar dari Ceryn beberapa tahun lalu.
Sudahlah !
Hari ini aku ada pertemuan dengan Bastian Prakoso, aku yakin rencana ku akan berhasil.
Adelle sudah menyiapkan berkas untuk rapat siang ini, aku sudah menunggu Bastian di restoran Hotel.
Tidak lama aku menunggu akhir nya Bastian datang..
Bastian : maaf membuat anda menunggu lama..
Mike : tidak masalah Tuan, karena anda sendiri meminta bertemu dengan ku jadi aku harus datang lebih dulu bukan ?
Kami berdua saling menatap tajam dan tetap berbincang tentang kerja sama, sesekali dia melemparkan kata kata sindiran pada ku. Bastian mencoba memancing amarah ku agar pertemuan kami ricuh, tapi aku tidak mau terpengaruh dengan kata kata nya.
Aku mencoba tetap tenang menghadapi nya, sementar dia masih membaca kontrak kerja sama yang aku serahkan pada nya.
Bastian pria yang licik, meski perusahaan yang di kelola nya terbilang kecil namun trik nya pasti selalu dia gunakan agar rekan kerja nya setuju dan masuk kedalam perangkat nya.
Jika dia menggunakan cara kotor, maka aku juga bisa menggunakan trik kecil untuk menjatuhkan nya.
Mike : Tuan Bastian, aku harus pulang duluan.
Bastian : kenapa terburu buru Tuan Mike
Mike : oh.. istri ku menunggu ku di kantor jadi aku harus kembali
Bastian : wah... ternyata Pengusaha muda ini sangat perhatian kepada istri nya.
Mike : tentu saja, karena aku tidak ingin seorang pun menyakiti nya.
Bastian : baiklah anda boleh pergi.
Aku meninggalkan Bastian dan sekertaris nya, aku yakin dia pasti terpancing dengan perkataan ku. Kaki ku melangkah turun dari mobil dan memasuki lobi kantor ku. Benar saja tidak lama setelah lama aku tiba di ruangan ku Adelle menghubungi ku dan mengatakan Bastian ingin bertemu dengan ku.
Bastian masuk ke dalam ruangan ku dan aku mempersilahkan nya untuk duduk
__ADS_1
Mike : ada apa Tuan ? bukan kah kita baru bertemu ?
Bastian : aku melupakan satu hal saat kita bertemu, jadi aku ingin membahas nya lagi dengan anda. seperti yang anda tau aku tidak suka membuang waktu
Alasan !
Sudah ku duga dia ingin melihat Jenny, jadi aku memancing nya agar dia datang ke kantor ku. Bastian terlihat kebingungan saat melihat isi ruangan ku dan tidak menemukan Jenny, ini akan memudah kan rencana ku.
* Marie
Sudah 2 hari aku mengurus Clark, keadaan nya membaik dari sebelum nya. Beberapa hari ini hubungan kami tampak baik baik saja, mungkin benar jika aku dan Clark harus kompromi agar semua nya tidak salah paham.
Permintaan Clark untuk memulai hubungan yang baru ku turuti karena mengingat aku sudah mulai mencintai nya, aku tidak pernah jujur tentang perasaan ku pada nya. Sebelumnya aku berharap akan lebih baik jika aku memendam nya tanpa memberitahukan kebenaran nya, ternyata sangat sulit menyembunyikan nya. Karena pada dasar nya aku hanya menyakiti diri ku sendiri.
Beberapa waktu lalu Papa menjodohkan ku dengan pria asing, dan aku menuruti nya. aku berpikir akan bisa melupakan Clark saat aku bisa membina hubungan dengan orang lain.
Kakak Mike sangat mengerti kecanggungan antara aku dan Clark, dia menghentikan pertunangan meski Papa tetap bersikukuh pada pertunangan ku.
Papa hanya ingin aku bahagia dan tidak terikat pada Clark, aku memang tidak tau mengapa Papa tidak setuju jika aku dekat dengan Clark.
Meski begitu dia mengijinkan ku merawat Clark atas permintaan kakak. Aku menolak menikah dengan Clark karena aku masih ragu pada perasaan ku sendiri, bahkan dia sendiri belum bisa menetapkan hati nya untuk ku. Aku merasa dia masih memikirkan wanita lain dan belum bisa sepenuh nya menerima ku.
Tidak perlu terburu buru untuk membina hubungan, aku akan menunggu Clark menyadari perasaan nya sendiri.
Aku membawakan nya makanan seperti biasa, sedangkan Ricci baru saja selesai mengganti perban luka nya. Ricci tidak berlama lama karena dia masih banyak pekerjaan, jadi tinggal lah aku dan Clark kembali berdua an.
Clark : ada apa ?
Marie : bukan apa apa, ayo makan
Clark : baiklah, tolong suapi aku.
Marie : tangan mu sudah baikan, jadi makan lah sendiri
Clark : oh.. ayolah...
Marie : baiklah, jika kamu tidak mau aku tidak akan makan..
Dengan mengalah akhirnya aku membantu nya makan, dari pada harus mendengar nya merengek seperti anak kecil.
Clark menatap ku cukup lama sambil menguyah makanan nya, aku tidak tau apa yang dia pikirkan sampai dia menatap ku sedalam itu.
Clark : aku merasa aku sudah mulai mencintai mu
Marie : itu masih dugaan mu kan ?
Clark : aku yakin secepat nya aku pasti mencintai mu
Marie : sudahlah, makan lah.
Akh senang mendengar penuturan Clark, tetapi aku masih tetap saja ragu pada keputusan ku menikah dengan nya. Jika aku menuruti nya pasti Papa akan menentang keputusan ku, aku akan memikirkan cara untuk mendekat kan nya dengan Papa.
Clark : kapan kita bisa bertemu Laurent, aku sudah merindukan nya
Marie : Lusa kita akan bertemu, dan kamu harus pulih secepat nya.
Clark : bisakah temani aku malam ini ?
Marie : baiklah
Aku meninggalkan nya di kamar sementara aku pergi makan malam di meja makan. Menunggu Clark selesai berbenah aku membersihkan dapur yang berserak bekas cipratan makanan, setelah itu aku masuk kedalam kamar dan mandi. Seharian melakukan pekerjaan rumah membuat badan ku terasa gerah karena keringat.
Setelah aku menyelesaikan kegiatan aku pun menghampiri Clark dalam kamar nya, aku yakin dia sudah menunggu ku sejak tadi.
Clark sedang memegang ponsel nya dan bermain permainan yang membosan kan bagi ku, aku duduk di atas sofa dan menatap nya.
Clark menghampiri ku dan memeluk ku dengan tiba tiba, aku bingung dan berusaha melepaskan diri. Tangan nya yang kekar membuat ku susah bergerak, akhir nya aku menyerah dan membiarkan nya memeluk ku cukup lama.
Tangan nya menarik ku ke atas ranjang nya dan kembali memeluk ku, nampak nya dia sangat mengantuk sampai tidak sadar saat aku melepas tangan nya. Aku hanya tersenyum menatap nya, wajah nya terlihat sangat lucu dia tertidur.
__ADS_1
Aku mencintai mu Clark !!