My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 38. Bukan Cinta hanya Benci


__ADS_3



* Hans



Amarah ku terasa sudah berada di puncak ubun ubun kepala ku, ocehan gadis kecil itu membuat ku tidak bisa tenang sejak tadi. Aku hanya ingin menutup mulut nya yang banyak bicara tanpa henti, persis seperti rel kereta api bawah tanah.



Harus nya aku menghukum nya lagi.



Ini waktu yang tepat, aku melihat nya berjalan meninggalkan Jia. Ku percepat langkah kaki ku saat melihat nya berlari kecil menuju arah belakang. Sangat tidak mungkin jika aku menghampiri nya masuk kedalam, untuk itu aku menunggu nya keluar dari dalam kamar mandi.



Tangan ku dengan cepat menarik tubuh nya sampai dia hampir terjatuh, perlahan aku mendekati nya dan dia mulai melangkah mundur



Helena : a.. ada apa ?


Hans : aku arogant ? mulut mu itu perlu di beri lem agar tidak banyak bicara ya ( berjalan mendekat)


Helena : (berhenti) aaku hanya bercanda, kamu tolong berhentii !!



Aku menghentikan langkah kaki ku, dan mencoba mendengar penjelasan nya. Aku penasaran, alasan apa lagi yang akan di katakan nya kali ini. Aku menatap nya tajam dengan ekspresi datar.



Helena : kamu tidak perlu menakuti seperti itu paman ! bukan kah aku memang benar, kamu itu arogan ! kikir dan kasar pada wanita..


Hans : apa ?? paman ? (mengernyitkan alis )


Helena : iya ! (menaikkan nada suara) dan yang terakhir kamu mesum !



Astaga !


Gadis bodoh ini benar benar mengesalkan.


Aku melangkah kaki ku lebih dekat dengan nya sementara dia bergerak mundur, tatapan tajam ku membuat nya gelagapan sampai kaki nya terhenti karena terhalang dinding kaca pembatas.



Hans : Gadis bodoh ! akan ku tunjuk kan arti kata mesum yang sesungguh nya..


Helena : pe..peergi lah..



Cup... cup...


Tangan ku memeluk dan mencium bibir nya, aku tidak menghiraukan orang orang yang menatap adegan kami.


Aku melepas ciuman sejenak namun tangan ku masih memeluk nya,


Helena : lepaskan paman mesum..


Hans : ada apa sayangg ( senyum sinis )


Helena : tolonggg...



Orang orang mulai bertanya apa yang aku lakukan karena mendengar teriakan dari Helen,



x : hei, Tuan lepaskan gadis itu Tuan..


Hans : maaf Tuan, kekasih saya memang lagi marah.


x : oh kekasih.. (berlalu)


Helena : Tuan... sa...



Cup.....


Sebelum dia menyelesaikan kata kata nya aku mencium nya kembali dengan waktu cukup lama, dia masih meronta dan memukul dada ku.



Jia : oh, ayolah... bisakah kalian hentikan itu ? ini tempat umum. Kalian bisa melanjutkan nya dirumah..



Aku melepas kan pelukan ku, sementara Helen mulai menjauhi ku. Kami berdua menatap Jia yang tengah berdiri sambil meneguk cappucino di tangan nya.



Helena : Jia... ini salah paham, paman ini berbuat mesum..


Jia : aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat, kamu sangat lama jadi aku menyusul mu.


Helena : iya, tapi pama...


Jia : baiklah, aku tau. Mengapa kakak diam saja ?


Hans : apa yang harus ku bicarakan Jia




Helen pergi meninggalkan kami berdua, di susul oleh Jia. Tinggal lah aku yang masih berdiri menatap gadis gadis kecil itu pergi.



Manis tapi menyebalkan !




Aku tidak bisa berhenti memikirkan ekpresi kesal Helen, bagaimana tidak ? sudah 2 hari ini dia tidak masuk sekolah. Jika dia tidak masuk dia akan banyak ketinggalan pelajaran tambahan, padahal dia salah satu siswa andalan di olimpiade minggu depan. Aku sudah meminta pihak sekolah mendatangi rumah nya, tetapi menurut asisten rumah nya dia tinggal di asrama sekolah.



Jia mengetuk pintu ruangan ku karena dia ingin bicara dengan ku, aku mempersilahkan nya masuk.



Jia : kak, kalau kakak menyukai nya jangan buat dia marah.


Hans : bagaimana mungkin aku menyukai gadis yang lebih pantas menjadi adik ku.


Jia : apa kakak hanya mempermainkan nya ?


Hans : iya.. (mengangguk)


Jia : bagaimana kakak bisa setega itu ?


Hans : (datar) minta dia untuk masuk sekolah, kalau tidak namanya akan di coret dari peserta olimpiade.


__ADS_1


Adik kecil ku itu terlalu peduli dengan urusan pribadi ku, sampai dia melupakan bahwa sekarang kakak nya juga seorang guru di sekolah.



Bagaimana aku akan mengatakan pada Jia kalau tujuan ku hanya untuk mempermainkan Helen, pasti dia juga akan membenci ku karena Jia sahabat terdekat nya.



Aku tidak tau sejak kapan Jia bersahabat dengan Helen, tapi seperti nya mereka sangat dekat.




* Helena



Bagaimana ada pria se kejam Hans ?



Sudah 2 kali dia mencium tanpa ijin dan berbuat sesuka nya yang membuat ku semakin membenci nya.



Aku mendengar pembicaraan nya dengan Jia saat aku ingin menemui guru pembimbing olimpiade, dan ternyata benar dugaan ku.



Dia hanya mempermainkan ku saja !



Aku masih berdiri tegap menunggu Jia keluar dari ruangan, saat Jia sudah keluar aku berjalan melewati ruangan Hans. Dia menatap ku dan aku berjalan melewati nya tanpa menghiraukan nya.



Sekarang aku akan menjadi lebih keras dari dia, dan aku tidak akan mudah terpengaruh lagi dengan nya. Setelah olimpiade aku akan keluar dari sekolah dan menjadi sekertaris paman Mike, aku sudah bekerja di perusahaan MILED dan aku merasa nyaman dengan paman Mike.



Siang ini olimpiade akan di selenggarakan di sebuah gedung terbuka, aku dan peserta lain menunggu acara di selenggarakan .



Waktu berjalan dengan cepat, sampai tiba saat penghitungan skor nilai terbaik. Sebenar nya soal soal yang tertulis diatas kertas sudah pernah aku pelajari, dan soal lisan yang di tanyakan para tim penilai juga bukan soal yang sulit.



Aku menyadari ketika semua mata tertuju pada ku saat aku menjawab hampir keseluruhan soal, sementara tim lain hanya mampu menjawab sebagian kecil saja.



MILED High School terpilih menjadi pemenang medali Emas untuk olimpiade tahun ini, Hans menatap ku kagum dari kejauhan.



Selesai sudah tugas mendapat penghargaan terakhir ku agar bisa mulai bekerja di perusahaan MILED. Aku naik ke podium dan menerima penghargaan.



^ Dalam hati Helena



ini hari terakhir ku di sini, jadi aku akan mengenang masa sebulan belajar di MILED High School. Meski banyak kenangan buruk bersama dengan pria arogant itu, aku berharap tidak akan bertemu dengan nya di kemudian hari.





Seminggu yang lalu aku meninggalkan sekolah dan mulai bekerja bersama dengan paman Mike, paman sangat baik dan bersikap lembut dan berbanding terbalik dengan anak nya Hans.




Heran saja mengapa Hans berbeda dengan yang lain nya, Paman Bibi dan Jia sangat baik dan ramah tetapi Hans sangat kejam. Benar benar anarkis. Bibi Jenny mengagetkan ku dari lamunan ku,



Jenny : ada apa Helen, kamu lagi mikir kan apa ?


Helena : Hans !



Paman dan bibi menatap ku seketika saat aku menyebut nama putera sulung mereka,



Helena : eh.. bu.. bukan begitu maksud nya Bibi (gelagapan )


Jenny : kalau pun iya Bibi tidak masalah sayang ( memegang tangan Helen)


Helena : Bibi, kenapa sifat pam... (menutup mulut) kakak Hans sangat dingin. Dia kaku dan kasar pada wanita.


Jenny : Dulu paman mu juga begitu, tetapi tidak se kejam Hans. Paman mu juga bermuka datar dan tidak pernah menyapa oranglain.



Aku mengangguk saja mendengar penuturan dari Bibi, itu arti nya Hans mengikuti jejak paman. Aku menyelesaikan makan siang ku dan duduk lebih dekat dengan Bibi.



Helena : Bibi, kalau paman dulu juga bersifat sama dengan Hans. Bagaimana paman bisa berubah ? (setengah berbisik )


Jenny : sejak paman mu jatuh cinta pada bibi ( senyum )


Mike : ehmmm.. aku masih mendengar nya sayang..



Kami bertiga tertawa bersama, aku meninggalkan Paman dan Bibi dan melanjutkan pekerjaan ku. Bagaimana bisa aku merusak suasana hati mereka dengan tetap berada di sana.




* Mike



Sejak Hans mengurus yayasan sekolah aku menangani perusahaan untuk sementara waktu, Jenny juga sering mengunjungi ku jika dia jenuh berada di rumah sendirian.



Seperti biasa Jenny membawakan makanan siang untuk ku dan mengajak Helen untuk makan bersama, dari wajah nya sangat terlihat Jenny sangat menyukai Helen. Dia bahkan membagi masa lalu kami berdua dengan Helen.


Mereka terlihat seperti Ibu dan anak.



Helena !


Puteri dari sahabat lama ku yang kini menetap di Manila, usia nya hanya lebih muda setahun dari Jia. Meskipun usia nya masih muda tetapi keterampilan nya sangat luar biasa, sama seperti Hans saat masih muda.



Di usia belasan tahun Helen sudah menyelesaikan studi nya dan meraih banyak penghargaan dari berbagai lembaga pendidikan Asia. Itu sebab nya dia bisa menjadi sekertaris telaten di perusahaan.


__ADS_1


Dua bulan berlalu dia masih bisa bekerja dengan baik, dan seperti nya dia menikmati pekerjaan nya. Aku menyetujui jika dia bisa berhubungan dengan Hans, agar anak nakal itu bisa berubah.




* Hans



Kegiatan ku mengembang kan program belajar di sekolah berjalan dengan lancar, aku sibuk dengan urusan sekolah sambil mengurus bisnis pribadi ku. Aku tidak berniat ingin meninggalkan perusahaan Papi jika bisnis ku berjalan dengan lancar, aku ingin menjadikan bisnis ku menjadi ikon baru untuk MILED.



Beberapa bulan ini aku tidak melihat wajah gadis bodoh itu, dari keterangan sekolah dia pindah ke negara asal nya.


Jia lebih banyak diam pada ku selama Helen tidak datang ke sekolah, mungkin dia masih marah pada ku karena sahabat nya.



Lalu apa peduli ku dengan gadis konyol itu ? Bukan kah itu hal baik karena aku tidak perlu bertemu dengan nya lagi.



dert....drt ..


Ponsel ku bergetar, aku melihat dilayar ponsel dan langsung mengangkat nya.



Mike : Hans, Papi dengar program kamu sudah selesai bukan ?


Hans : Iya, Hari ini peresmian nya. Papi ada masalah kah ?


Mike : tidak apa. Kalau begitu kamu bisa kembali bekerja di perusahaan. Papi dan Mami akan berangkat kerumah Kakek Franklin.


Hans : ada acara apa Papi kesana ?


Mike : tidak, mami mu hanya ingin berjalan jalan dan memantau pengembangan Kastil.


Hans : baiklah.



Aku meletak kan ponsel ku diatas meja kerja dan memijit pelipis ku, besok aku akan kembali menjalani hari hari ku di perusahaan.




Ini masih sangat pagi dan aku sudah mengendarai mobil ku menuju gedung pencakar langit yang di dirikan oleh Papi saat se usia ku, aku merasa tanggung jawab ku semakin besar ketika Papi dan Mami memutuskan untuk tinggal di pedesaan agar bisa memantau Kastil.



Masih dengan ekspresi wajah datar, aku berjalan melewati lobi perusahaan dan langsung menuju ruangan direktur utama. Aku melihat meja lama Adelle sebagai sekertaris, seperti nya sekertaris baru itu selalu datang terlambat saat Papi menggantikan ku.



Tangan ku membuka lembar demi lembar kertas yang ada di atas meja kerja ku, Papi melakukan nya dengan sangat baik. Tidak heran Papi sangat terkenal saat dia masih menggeluti dunia bisnis, aku menekan tombol yang menghubungkan ku dengan meja sekertaris.



Bawakan aku Kopi hitam tanpa gula !



Beberapa saat terdengar suara ketukan dari luar ruangan, aku mempersilahkan masuk. Aku tertegun saat melihat orang yang membawakan kopi pesanan ku adalah gadis konyol itu. Aku berusaha untuk tetap datar tanpa ekspresi.



Hans : untuk apa kamu di perusahaan ku ?


Helena : kamu sedang apa di ruangan Paman Mike ?


Hans : ini ruangan ku, dan orang yang kamu sebutkan tadi adalah Papi ku. Apakah kamu tidak salah bertanya.


Helena : aku sekertaris paman Mike. ( menyombongkan diri )


Hans : berapa usia mu ?


Helena : 16 tahun !


Hans : apa ?? Kamu menjadi Sekertaris di usia semuda itu ? apa gelar mu.


Helena : (memberi kartu identitas ) paman sendiri yang memberi ku identitas, jadi tanyakan itu pada Paman !



Bagaimana Papi bisa ceroboh menerima sekertaris semuda ini ? Dia seharus nya masih sekolah sama seperti Jia, tetapi dia malah bekerja.



Hans : Selain pintar, Sekertaris harus berpenampilan menarik. kamu lebih baik mengundurkan diri.


Helena : aku pintar (menentang )


Hans : bagaimana dengan penampilan mu ? (menatap tubuh Helen)


Helena : mengapa ? aku cukup rapi. (merapikan baju)


Hans : dada mu bahkan masih se ukuran bola pingpong, bagaimana kamu bisa menarik perhatian klien nanti nya.


Helena : (menutup tubuh bagian atas) dasar mesumm !!



ha.... ha.. . hha



Helen pergi meninggalkan ruangan ku dengan wajah nya yang masih merona, entah mengapa aku merasa puas mengganggu nya.


Aku menghubungi Alex dan meminta nya untuk menyelidiki asal usul Helen, aku penasaran bagaimana Papi bisa percaya dengan mudah pada Helen.



Siang ini akan ada rapat untuk perebutan tender terbesar di london, aku meminta Helen menyiapkan berkas penting untuk rapat. Aku berjalan menuju ruang rapat di dampingi sekertaris kecil ku di belakang ku.



Manager pemasaran sedang mempersentase kan hasil penjualan bukan lalu dan mengajukan ide untuk membuat produk baru sesuai permintaan tender. Jika produk bulan ini dapat diterima masyarakat dengan respon yang baik, maka akan menjadi kesan baik untuk perusahaan.



Aku menatap Helen yang masih sibuk dengan lembaran kertas di tangan nya, kemudian dia bangkit berdiri ingin menyampaikan usulan.


Beberapa orang menolak karena Helen hanyalah sekertaris, tetapi aku mengijin kan nya memberi pendapat.



Kami semua mendengar ide nya dengan baik, setelah dia selesai dengan penjelasan nya semua karyawan memberi sambutan baik untuk ide cemerlang Helen.



Menakjubkan !


Bagaimana gadis sekecil ini bisa memiliki otak yang sangat jenius.



Helena !!



Siapa sebenar nya gadis bodoh ini ?

__ADS_1




__ADS_2