
* Hans
Aku terlalu merindukan kedua orangtua ku sampai aku sangat sulit meninggalkan mereka, setiap hari adalah penyiksaan bagi ku karena tidak bisa bertemu dengan mereka. Aku hanya bisa mendengar suara mereka jika Jia menghubungi Papi saat dia berkunjung ke apartemen ku.
Helen menyadari sikap ku sejak tadi dan memutuskan untuk menginap beberapa hari lagi dengan ku, aku terkejut mengapa Helen menyaran kan kami untuk menginap. Biasa nya dia akan memaki ku jika aku meminta nya untuk tinggal walau hanya sehari.
Hans : ada apa ?
Helena : apa nya ? apa aku berbuat salah ?
Hans : kamu tiba tiba ingin tinggal, biasa nya kamu akan marah ( penasaran )
Helena : kamu tidak menyukai nya ? kita boleh pulang
Hans : ah tidak.. tidak.. Tidurlah aku akan tidur di sofa depan..
Helen menarik tangan ku dan meminta ku berbaring di sebelah nya, aku mengikuti nya dan mulai menutup tubuh ku dengan sekimut.
Helena : paman ! bagaimana bisa kamu menyukai ku n
Hans : aku tidak tau, tapi aku sangat merindukan mu saat kamu tidak ada.
Helena : benarkah ? ( menatap Hans )
Hans : kamu belum mengatakan apa pun sejak tadi, apa kamu tidak tertarik pada ku ? ( senyum nakal )
Helena : mana mungkin ! kamu lebih pantas jadi paman ku !
Hans : paman ?? ( mengernyitkan alis )
Sejak dulu aku tidak menyukai sebutan " paman " keluar dari mulut Helen, aku memeluk nya dari dalam selimut dan menarik nya lebih dekat dengan ku.
Helena : Hans !
Hans : emm ( mata terpejam )
Helena : sejak lama aku sudah mencintai mu, hanya saja perlakuan mu kepada ku selalu tidak baik
Hans : maaf kan aku, mulai sekarang ijinkan aku mencintai mu dan melindungi mu.
Helena hanya mengangguk dan tetap memeluk ku, ada perasaan yang tidak biasa saat aku berpelukan dengan nya.
Hans : Helen, bisa kita tidur dan melepas kan pelukan kita ?
Helena : aku ingin tidur di pelukan mu paman Mesum,
Hans : kamu menggoda ku, aku bisa kehilangan kendali ku nanti ( berbisik )
Helena : kalau begitu pejamkan mata mu dan tidur lah, besok kita harus pulang..
Mami menarik selimut ku dan meminta ku untuk segera bangun, aku terbangun dan tidak menemukan Helen di dalam kamar.
Mungkin kah dia takut kejadian dulu akan terulang kembali ?
Aku segera mandi dan bersiap siap berangkat, setelah aku keluar dari kamar aku melihat Helen sedang berbincang serius dengan Papi.
Papi menatap ku dan meminta ku bergabung dengan mereka berdua.
Sudah cukup lama aku dan Papi tidak berbincang dengan serius, dan ini membuat ku sedikit gugup.
Mike : Hans ! Papi ingin Helen kembali bekerja di perusahaan MILED bersama mu, wawasan nya cukup luas untuk membantu mu menyelesaikan masalah.
Hans : kami akan menikah Papi !
Mike : diam kau ! ( kesal )
Hans : baiklah !
Mike : Beli apartemen untuk nya yang dekat dengan mu, agar kamu bisa mengontrol nya setiap saat. Saat ini dia hanya bisa mengandalkan mu karena adik mu Jia akan berangkat sekolah ke Jerman.
Hans : aku akan mengatasi nya Papi...
Mami memutus perbincangan kami karena meminta kami untuk sarapan sebelum kami pulang, kami menikmati sarapan meski hanya roti dengan olesan selai saja.
Setelah cukup lama aku meminta ijin pada Mami untuk pulang bersama Helen, suasana nya sangat canggung persis seperti perpisahan anak dan menantu nya pulang.
ha...hha.... ha...
Memikirkan nya saja aku sudah senyum senyum sendiri, bagaimana jika itu menjadi kenyataan ?
* Alex
Hans selalu membuat ku kesulitan.
Dia selalu meminta ku mengurus perusahaan dengan tiba tiba tanpa pemberitahuan sebelum nya, sama seperti hari ini.
Kemarin malam dia hanya menitip kan pesan lewat emaik agar aku bisa mengendalikan perusahaan dalam 3 hari ini, dia selalu membuat ku gugup menghadapi para rekan kerja nya.
Seharus nya hari ini aku bertemu dengan Laurent, tetapi karena pekerjaan aku harus meminta nya mengundur pertemuan kami.
tokk.. tok...
Seseorang sedang mengetuk pintu dan langsung masuk saat mendendengar jawaban dari ku untuk meminta nya masuk,
Laurent !
Alex : kamu datang ? astaga aku merepotkan mu...
Laurent : aku merindukan mu !
Alex : kakak mu itu meminta ku menangani pekerjaan nya dan aku tidak punya pilihan lain ( menggerutu )
Laurent : apa dia tidak dikantor ?
Alex : ehm ... ( menggeleng )
__ADS_1
Laurent : aku akan menunggu mu, aku sudah menghubungj Ayah kalau aku pulang terlambat..
Alex : baiklah, bagaimana hari mu ?
Laurent : biasa saja, ada 2 operasi hari ini setelah itu aku pulang ( bermain ponsel )
Alex : berbaring lah di sofa, kamu pasti lelah !
Sudah setahun ini aku menjalani hubungan dengan Laurent tanpa di ketahui oleh Hans, dia terlalu sibuk mencari Helen dan tidak pernah bertanya hal lain kepada ku selain pekerjaan.
Mata ku masih berkonsentrasi dengan laptop kerja ku dan sesekali melirik Laurent yang sudah tertidur, aku hanya bisa tersenyum melihat nya tertidur pulas.
2 jam !
Aku menyelesaikan pekerjaan ku dan menggendong nya turun ke lobi kantor, tubuh nya tidak terlalu berat dan aku tidak kesulitan mengangkat nya.
Setelah Laurent sudah berada di mobil, aku memasuk kan tas nya ke dalam mobil.
Ada apa ini ?
Astaga ! Aku lupa kalau kekasih ku ini adalah seorang Dokter.
Tas nya penuh dengan obat obat an dan jas putih milik nya.
Jarak dari kantor menuju rumah paman Clark tidak lah jauh, hanya butuh 45 menit untuk sampai di sana.
Setelah sampai di rumah, aku kembali menggendong Laurent dan menekan bel rumah paman.
Paman membuka pintu dan terkejut melihat Laurent di gendong oleh ku.
Clark : kenapa ? ada apa Alex ?
Alex : tidak paman, dia hanya tertidur. Boleh aku tau di mana kamar Luarent ?
Marie : ikut bibi nak, seharus nya kamu meminta nya untuk bangun.
Alex : tidak apa Bibi, aku tidak keberatan. Dia menunggu ku bekerja dan tertidur.
Clark : maaf merepotkan mu Lex, ( senyum )
Alex : jangan merasa sungkan pada ku paman, aku hanya bertanggung jawab mengantar nya pulang karena dia menunggu ku.
Marie : Kamu mau minum apa nak, bibi ambil kan..
Alex : jangan bibi, ini sudah larut malam. Aku harus kembali..
Clark : mengapa buru buru sekali Lex ? ( penasarn )
Alex : begini paman, Hans tidak bekerja sejak semalam. Jadi aku harus menggantikan nya, dan besok aku harus berangkat pagi..
Clark : Ayah dan anak sama saja, ha... ha... ( tertawa ) baiklah kamu boleh pulang Lex,...
Alex : aku permisi pulang paman ( berlalu )
Paman Clark pasti sangat mengenal Tuan Leonard, kalau tidak dia mana mungkin bicara seperti itu.
Malam berlalu begitu saja dan pagi membangunkan ku dengan cepat hari ini, aku harus segera bersiap dan menghadiri rapat pagi ini.
Hans : Lex , bagaimana keadaan kantor ?
Alex : diam lah ! kamu akan bangkrut jika terus meminta ku menangani masalah proyek..
Hans : ha... ha... Lex, kamu tidak sebodoh itu. selamat bekerja sobat, hari ini aku ada urusan dan akan kembali besok.
tut... tut...
Sial !!
Dia mematikan nya.
Seperti nya aku harus cuti untuk beberapa hari kedepan setelah Hans masuk bekerja, dia menyiksa ku sepanjang hari dan sibuk mencari Helen.
Sejak tadi aku mengumpati Hans dalam hati ku, dia sahabat ku dan aku tidak bisa menolak permintaan nya.
Aku benar benar butuh piknik !!
* Hans
Aku dan Helen akan berjalan jalan hari ini, besok kami akan mulai bekerja dan aku tidak ingin Helen merasa tertekan. Alex selalu bersedia menggantikan aku menangani perusahaan, jadi aku masih bisa menghabiskan waktu bersama Helen.
Kami akan pergi menonton bioskop hari ini, dan tentu saja ini pertama kali nya bagi ku. Bagaimana tidak, sepanjang usia aku hanya menghabiskan waktu di kantor dan di sekolah. Jadi aku tidak pernah peduli dengan masa muda, aku bekerja keras dengan Papi mengurus perusahaan sejak usia ku masih 15 tahun.
Ha... ha...
Orang lain bisa menganggap nya lucu dan aneh, tapi itulah kenyataan nya. Karena itu juga aku selalu bersikap dengan semua wanita yang pernah berusaha mendekati ku, aku benar tidak bisa bersikap romantis seperti kebanyakan pria muda lain nya.
Helena terlihat menikmati tontonan di layar bioskop dengan tangan nya yang masih setia memasuk kan Popcorn ke dalam mulut nya,
Film nya sangat membosan kan !
Itu hanya cerita dua orang yang jatub cinta tetapi tidak bisa bersatu dan akhir nya berpisah, para gadis memang sangat aneh bisa terhipnotis dengan adegan seperti itu.
Kiss !!
Aku menatap wajah Helen yang tersipu malu dengan adegan ciuman di layar, sekilas aku melihat adegan romantis tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai menonton bioskop kami pergi berjalan jalan mengelilingi kota dan kembali ke apartemen setelah larut malam, karena Helen belum memiliki apartemen jadi dia masih tinggal bersama ku.
Aku telah selesai membersihkan diri dan keluar kamar menggunakan handuk untuk mencari pengering rambut milik Jia di kamar sebelah.
aah.....
oh Tidak ... !
Aku lupa bahwa Helen masih di apartemen ku, dengan cepat aku menutup pintu karena melihat Helen mencari cari baju. Tak lama kemudia dia berteriak dari dalam kamar.
Helena : ada apa Hans ? kamu masuk tanpa mengetuk dulu.
Hans : ini rumah ku, dan itu... aku tadi mencari pengering rambut Jia...
Helena : masuk lah...
Setelah mendapat ijin aku pun masuk ke dalam kamar dan lagi lagi Helen berteriak,
Hans... !
Helena : kamu belum memakai apa pun..
Dasar mesum ! keluar lah
Hans : apa kamu malu ? tubuh mu tidak menarik, jadi aku tidak akan berbuat apa pun..
Helena : apa ??
Helena terlihat kesal saat aku menilai bentuk tubuh nya. saat aku masih sibuk mengeringkan rambut ku di dekat pintu kamar nya, Helen menghampiri ku dan menarik tubuh ku dan mencium ku.
cuup..
Tinggi badan ku membuat nya sulit meraih wajah ku, aku meletak kan pengering rambut dan menyeimbangkan posisi kami dan mulai berciuman...
cuuph... cup...
Tangan kecil nya mulai meraba punggung ku dengan perlahan, Helen benar benar membuat ku tidak bisa mengendalikan diri ku saat ini.
Ciuman yang tadi nya sangat lembut kini berubah menjadi lumatan lumatan kecil dan semakin eksotik, aku menuntun nya berjalan sampai ke tempat tidur nya dan kami berdua ber baring..
cuph..
Bibir Helen mulai mengeluarkan desahan desahan kecil dan membuat iman ku semakin terguncang, Tangan ku mulai meraba bagian tubuh Helen.
emph... Hans... kam...u...
Hanya itu lah yang ku dengar saat aku mulai mencium leher nya,.
Wajah Helen merah merona menikmati setiap perlakuan ku di setiap inci tubuh nya, aku kembali mencium bibir nya dan menatap nya dalam.
Helena : ada apa Hans ? apa aku tidak cukup menggoda untuk membuat mu tertarik ? ( senyum )
Hans : kamu ini, dada mu sangat kecil sayang.. ( berbisik )
Helena : apa ? kecil ?
Hans : iya sayang..
Helena : sayang ?? dasar mesum ! ayo kita istirahat, besok kita harus bekerja bukan ?
Hans : baiklah sayang, aku akan tidur di sini.
Helen memeluk tubuh ku yang tidak mengenakan apa pun, wajah nya tenggelam di bagian dada ku.
Aku memang sangat menginginkan nya, tetapi aku harus bisa mengendalikan diri ku karena jika tidak dia akan membenci ku.
Kami tidur berpelukan sepanjang malam dan tidak melakukan apapun.
Pagi hari nya aku bangun dengan keadaan tanpa mengenakan apa pun, aku tak menemukan Helen di kamar tidur.
Apa aku melakukan hal bodoh lagi ?
Kaki ku segera melangkah keluar kamar dan mencari keberadaan Helen, ternyata dia sedang menyiapkan roti bakar untuk sarapan pagi.
Hans : Helen, apa aku berbuat salah ? handuk nya terlepas semalam ( penik )
Helena : iya. kamu menyakiti ku. Aku tidak ingin tinggal bersama mu lagi ( kesal )
Hans : Helen, maaf kan aku. Aku tidak menyadari apapun ( memegang tangan )
Helena : ha.. ha... aku bercanda. dan lagi bagaimana bisa kamu berpendapat seperti itu ? aku akan mati kalau kamu menyakiti ku.
Hans : jangan ! aku tidak bisa hidup tanpa mu..
Helena : sudah. mandi dan pakai baju mu..
Aku meninggalkan nya dan berjalan menuju kamar ku, tiba tiba Helen kembali memanggil ku dan menghampiri ku yang masih berdiri di depan pintu kamar ku.
Helena : paman, aku sudah melihat nya !
Hans : apa ?
Helena : itu !
Hans : apa ? bicara lah dengan jelas ! ( tegas )
Helena : itu ( melirik ke arah lilitan handuk )
Hans : kamu ! sejak kapan kamu nakal seperti ini ?
Mendengar perkataan Helen aku merasa sangat malu dan ingin sekali menggigit bibir nya, aku merasa geram dan hendak ingin menangkap nya tetapi dia langsung berlari meninggalkan ku.
Gadis nakal !
Helen membuat ku berubah belakangan ini, aku harus berterimakasih pada adik ku Jia karena ulang tahun nya kami akhir nya bertemu.
__ADS_1
Setelah kepergian paman dan bibi, aku sudah berjanji untuk diri ku sendiri kalau aku akan melindungi nya. Ternyata sumpah ku itu membuat ku mulai mencintai nya.