My Teacher My Dear

My Teacher My Dear
Eps 44. Kebenaran Lain


__ADS_3



* Helena



Hari hari ku bekerja di perusahaan milik paman dan menjadi Asisten pribadi Hans, awal nya aku berpikir akan sangat sulit menghadapi sikap Hans yang keras selama ini. Tetapi seiring waktu aku mulai mengenal nya dengan baik, amarah nya sudah menjadi hal yang biasa untuk ku.




Temperamen Hans sangat buruk, dalam hitungan detik wajah nya bisa berubah jika suasana hati nya baik atau buruk.



Hans : Helen, kita makan di luar !


Helena : tapi aku ker...


Hans : ( berbalik dan menatap tajam )


Helena : ba.. baik lah !



Seperti biasa nya dia selalu memerintah dengan cara yang salah, mata nya selalu menatap ku tajam jika aku berniat menolak.



Kami berjalan melewati lobi kantor dan masuk ke dalam mobil, beberapa menit kemudian akhir nya kami turun di sebuah restoran mewah. Hans berlebihan membawa ku makan ke tempat mewah, semua orang menatap kami sejak tadi.



Helena : Hans, semua orang menatap kita. Sebaik nya kita pulang.


Hans : aku lapar ! ( datar )



Jika sudah seperti ini akan sulit untuk bicara pada Hans, sejak tadi wajah nya terlihat kesal. Untuk menghindari masalah lagi aku memilih diam dan makan saja, pesanan kami sudah datang dan kami menikmati makananan kami.



Saat aku tengah konsentrasi dengan makanan ku, seseorang wanita datang dari arah belakang Hans dan memeluk nya tiba tiba.



Hans terkejut saat melihat wanita tersebut,



Paula !!



Hans mengenali wanita itu dan langsung menarik nya menjauh dari ku, aku tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan.



Aku tetap menyantap makanan ku saat mereka sedang berbicara berdua dengan jarak yang jauh dengan ku, setelah wanita itu pergi Hans kembali duduk.



Sebenar nya aku tau dia menatap ku sejak tadi, tetapi aku bersikap seolah tidak peduli. Aku tidak tau mengapa aku sangat tidak menyukai wanita yang menemui Hans.



Hans : apa kamu marah Helen ?


Helena : Tidak, ( menguyah makanan )


Hans : dia mantan asisten pribadi ku yang pernah mencintai ku dan hampir menjebak ku untuk menikahi nya.


Helena : ayo pulang !



Setelah menyudahi makan, aku pergi meninggalkan nya yang sedang membayar pesanan makanan kami.



Taksi sudah berhenti dan aku langsung naik meninggalakan Hans sendiri, sesampai di kantor aku langsung mengerjakan tugas yang di berikan oleh Hans tadi pagi.



Aku meneguk kopi yang berada di atas meja kerja ku sambil tetap menatap layar laptop,



prankk... !!



Hans : kenapa kamu pulang sendiri ?


Helena : aku berpikir kamu masih sibuk, jadi aku pulang karena kerjaan masih banyak tertinggal.


Hans : kam....



Paman Mike tiba tiba datang menghampiri kami berdua dan bertanya apa yang terjadi,



Mike : ada apa ini, kenapa kamu di sini Hans ?


Hans : aku sedang menemui calon istri ku Pi, kan tidak ada salah nya


Mike : baiklah, Papi ingin bertemu dewan keuangan. Papi ingin mengambil dana untuk desa.


Helena : aku akan mengantar mu paman, mari paman !



Akhirnya aku bisa terlepas dari Hans, aku tidak tau apa yang akan dilakukan Hans jika paman tidak datang.



Huft.. !




Setelah mengantar paman aku kembali ke ruangan ku, aku hanya berharap Hans sudah tidak berada di ruangan ku.



Hans !


Ada apa ini dia belum kembali ke ruangan nya,



Hans : kamu tidak bisa menghindar lagi, katakan apa yang kamu lakukan ?


Helena : aku pulang itu saja.


Hans : apa yang terjadi ?



Sejak tadi Hans selalu bertanya hal yang sama, aku berusaha menghindar dari pertanyaan nya tetapi tetap saja dia tidak ingin mengalah.



Hans : ada apa ? kenapa tidak jawab


Helena : aku tidak suka, aku membenci mu. sekarang keluar lah.



Hans akhir nya keluar dari ruangan ku dengan wajah merah padam, pasti saat ini Hans sedang marah pada ku.



Aku mencoba untuk tidak peduli tetapi aku tidak bisa, aku memutuskan untuk menemui nya di ruangan nya. Hans sedang berdiri menatap pemandangan luar kantor, dia bahkan tidak menyadari aku sudah berada di ruangan nya.



Kaki ku melangkah mendekati nya tetapi Hans belum bergeming, aku memeluk tubuh Hans dari belakang..



Helena : maaf !


Hans : untuk apa ?


Helena : aku tidak suka melihat mu bicara dengan wanita itu.

__ADS_1


Hans : siapa


Helena : paula ! Aku tidak bisa melihat mu berdua dengan nya, aku bingung dengan perasaan ku




Hans berbalik dan memeluk ku, saat ini aku hanya tidak ingin melihat nya marah atau kecewa dengan ku.



Hans : aku mencintai mu Helen, aku tidak aksn berpaling


Helena : tetapi aku takut ! bagaimana kalau dia merebut mu dari ku ?



cupph... cup...



Selalu begini, berakhir dengan ciuman dan bermesraan.



Astaga ! bagaimana jika ada yang melihat ?



Tangan nya menarik tubuh ku dan memperdalam ciuman kami, kedua tangan ku melingkar di leher Hans.



Alex : astaga, setidak nya tutup pintu sebelum beraksi ( senyum )



Kami melepas pelukan kami dan menatap Alex, aku hanya berdiri mematung di dekat Hans..



Hans : diam lah,


Alex : oke... oke... tolong tanda tangan disini (memberi berkas ) dan tolong lah kalian menikah dulu ( senyum )


Hans : apa kamu perlu cuti ?


Alex : iya ( senang ) apa kamu ada rencana memberikan nya


Hans : boleh, setahun ini kamu harus cuti.


Alex : kalau begitu, tidak perlu !



Hans benar benar kejam !



Alex adalah sahabat sekaligus kepercayaan Hans di perusahaan, keluarga nya berada di Amerika dan dia tinggal sendiri di Inggris.



Selama aku bekerja di kantor, Alex banyak membantu ku menangani masalah saat banyak pekerjaan kantor..



Aku menunduk malu sampai Alex keluar ruangan, setelah pergi aku pun menyusul nya dan masuk ke dalam ruangan ku.



* Laurent



Hari ini aku pulang lebih cepat, aku akan memberi kejutan pada Alex dan menemui nya di kantor. Aku membeli makanan dan membawa nya kedalam ruangan Alex,



Alex : Kamu datang lagi ?


Laurent : kamu tidak suka jika aku datang ya ( mengernyitkan alis )


Alex : bukan begitu sayang, aku takut mengganggu mu.


Laurent : tidak, ayo kita makan ! aku lapar sekali



Aku bahkan tidak menduga bahwa dia akan meluangkan waktu nya untuk ku hari ini.



Kami makan berdua menikmati makanan yang di bawakan oleh Laurent,



Alex : sayang, apa saja isi tas mu ?


Laurent : obat dan alat medis pertolongan pertama, ada apa ?


Alex : tas mu lebih berat dari pada tubuh mu.


Laurent : kamu bisa saja, makan lah atau makanan nya akan dingin


Alex : kamu makan yang banyak juga, agar tubuh mu tidak makin kurus.



Di tengah perbincangan kami, Hans datang dan terkejut melihat Laurent berada di ruangan ku.



Hans : sayang ? kalian sepasang kekasih ?


Laurent : iya kak, kakak terlalu sibuk jadi tidak tau kalau adik nya juga sudah dewasa


Alex : iya Hans.


Hans : astaga ! kalian menyembunyikan hal sebesar ini dari ku ? keterlaluan. Tetapi aku mendukung kalian. Lex ! perlakukan adik ku dengan baik, atau aku akan membunuh mu nanti



Aku hanya mengangguk mendengar penuturan Hans yang begitu posesif kepada adik nya.


Setelah Hans pergi kami melanjutkan makan siang kami, dan bercanda gurau.



* Hans



sore ini aku dan Helen pulang lebih cepat,entah mengapa hari ini aku sangat ingin beristirahat di rumah saja. sesampainya di apartemen Helen menyiapkan makan malam alakadarnya,



Hans : apa kamu tidak ikut makan bersama ku?


Helen : aku akan menyusul,


Hans : baiklah,



Setelah menyelesaikan makan malam, aku memilih untuk membaca buku di ruang kerja ku. hari ini aku hanya ingin melepas penat ku, aku bahkan tidak ingin berdebat dengan Helen untuk sementara waktu.



sejak tadi aku tidak mendengar suara si gadis bodoh itu.



apa dia sudah tertidur ????



Kaki ku melangkah meninggalkan ruang kerja dan mencari nya di dalam kamar, ternyata benar dia sudah tertidur.


Aku meninggalkan nya dan masuk ke dalam kamar ku untuk beristirahat juga, mungkin saja Helen lelah belakangan ini.



Tengah malam saat aku tengah tertidur ponsel ku berdering, aku melihat layar ponsel dan itu adalah Papi. Aku segera mengangkat nya dan bertanya apa yang terjadi,



Mike : Hans, cepat datang ke rumah Mami mu sakit. Bawakan Dokter !


Hans : iya, aku segera datang, ( panik )


__ADS_1


Aku meminta Helen untuk menemani ku dan menghubungi Alex untuk membawa Laurent ke desa, kecepatan laju mobil kini di atas rata rata. Untuk sekarang, aku hanya memikirkan kesehatan Mami.



Setelah sampai aku berlari masuk ke dalam rumah dan melihat Mami terkujur lemah, tidak berapa lama Laurent dan Alex pun datang.


Laurent dengan segera memeriksa keadaan Mami, sementara kami menunggu di luar kamar.



Laurent : Bibi terlalu lelah bekerja ! besok tidak akan ada masalah kok


Hans : Mami selalu keras kepala dan tak ingin mendengarkan saran ku untuk mempekerjakan asisten rumah tangga.



Papi masuk ke kamar dan menemani Mami, sementara Alex dan Laurent memaksa untuk pulang dengan alasan bekerja besok pagi.


Helen masih sibuk membersih kan gelas yang tadi di gunakan untuk minum kopi.



Aku dan Helen menemui mami untuk memastikan keadaan Mami, aku yakin mami akan meminta kami tinggal sampai dia sembuh. Demi kesehatan nya aku dan Helen akan tinggal sementara waktu,



Jenny : Hans, apa kamu sudah memiliko kekasih ? kapan kamu akan mengenalkan nya pada kami ?


Hans : nanti mam,


Jenny : apa kamu menunggu aku meninggal baru kamu akan menikah ?


Helena : tidak bibi, bibi harus pulih. Kami akan menikah, dan kupastikan aku tidak akan kabur lagi


Jenny : benarkah ?


Hans : iya Mami



Setelah mendengar pengakuan dari Helen, mami meminta kami istirahat karena ini sudah hampir pagi.



Kami masuk ke dalam kamar tempat kami biasa tidur jika berada di rumah mami,.


Mami sangat keras kepala, dia selalu menolak jika aku ingin memperluas area rumah. Aura pedesaan membuat nya tenang dan melupakan segala yang di tinggal kan di kota besar.



Hans : Helen, apa kamu serius dengan perkataan mu ? Aku takut kita akan mengecawakan Mami lagi seperti dulu. Sudah cukup paman dan bibi terluka karena ku.


Helena : aku mencintai mu Hans,


Hans : apa kamu tidak akan berubah pikiran lagi ? aku bisa menunggu mu Helen !



Helen memeluk tubuh ku seperti biasa nya dan tertidur di pelukan ku, sudah sejak lama tetapi aku belum bisa menebak sifat Helen yang sebenar nya.



Aku merasakan tangan Helen ingin lepas dari pelukan ku, aku menarik nya dan menatap nya dalam. Dia hanya terpaku dan tidak berkata apa pun.



Helena : Hans, berapa banyak kekasih yang kamu miliki ?


Hans : hanya kamu !


Helena : sungguh ? aku tidak percaya pria setampan diri mu tidak memiliki kekasih ( penasaran )


Hans : apa itu arti nya kamu mengakui aku ini tampan ? ( senyum )


Helena : dasar paman mesum !


Hans : apa kamu ingin menggoda ku lagi ?


Helena : tidak, lepaskan tangan mu. Aku harus menyiapkan sarapan untuk Bibi.



Aku melepas pelukan ku dan menatap punggung nya sampai dia benar benar menghilang,



Helena !



Gadis cantik dan polos !


Kamu membuat ku terpikat sepanjang hari.



Aku keluar kamar dan melihat Helen sedang membuatkan bubur untuk Mami, aku tidak melihat Papi di dalam rumah. aku sudah menelusuri se isi rumah tetapi tidak menemukan Papi.



Jenny : Papi di kastil !


Hans : oh begitu,


Jenny : kamu makan lah, mami meminjam calon isteri mu dulu untuk melayani Mami..


Helena : tidak bibi, aku ini puteri sekaligus menantu mu


Hans : ha... ha...



Mendengar perkataan Helen aku sangat terkesima dengan nya, sebelum nya dia tidak pernah bersikap manis pada ku. Hari ini dia benar benar baik pada ku,



Apa ini karena Mami sedang sakit dan dia tidak ingin membuat mami kecewa ?



Aku meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju kastil yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Papi, aku berjalan perlahan mencari keberadaan Papi.



Mike : Hans !



Aku menoleh mencari sumber suara, dan melihat Papi sedang duduk menatap ku.



Hans : ada apa Papi datang sendiri ke kastil ?


Mike : aku harus memberi tahu kan mu sesuatu, dan ini rahasia kita berdua.


Hans : apa itu Pi ?


Mike : kamu harus menjaga kastil ini, karena di luar sana masih ada satu orang lagi yang ingin menguasai tempat ini.


Hans : siapa ?


Mike : puteri tiri kakek buyut mu ! dan kamu harus tau, dulu aku memperjuangkan tempat ini dengan bertaruh nyawa melawan Andreas. Tidak di sangka setelah keluar penjara dia membalas dendam.




Kini aku mengerti mengapa keluarga besar ku terbunuh, itu arti nya Andreas hanya ingin kekuasaan dan harta.



Hans : siapa nama nya ?


Mike : Juni Aurora. Itulah alasan papi tidak mengumbar identitas adik mu, semua ini hanya untuk kebaikan nya. karena kelak adik mu akan menjadi pemilik sebenar nya dari kastil ini.


Hans : baik Pi, aku akan berusaha semampu ku untuk menjaga warisan kita.



Aku dan Papi meninggalkan kastil dan berjalan menuju rumah, kami tidak ingin membuat Mami dan Helen menunggu terlalu lama.


Jika tidak, Mami akan sangat marah besar kepada kami berdua.



Kastil Aurora !



Aku tidak tau berapa banyak rahasia yang tersimpan di sana, tetapi aku berjanji akan mengerahkan kemampuan ku untuk merawat peninggalan kakek buyut.


__ADS_1



__ADS_2