
* Mike
Sejak semalam Jenny terlihat kebingungan, entah apa yang terjadi di dalam pesta semalam. Wajah nya terlihat pucat dan tidak seperti biasa nya, aku menghampiri nya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan.
Kedua tangan ku melingkar di pinggang nya yang ramping,
Jenny : sayang, ada apa ?
Mike : ada apa ? wajahmu terlihat pucat sejak semalam
Jenny : bisakah aku meminta agar kamu tidak bekerja sama dengan Bastian ?
Mike : kenapa ?
Jenny : dia it...
Mike : aku tau sayang, aku sudah merencanakan semua nya..
Ternyata hal itu yang membuat Jenny tidak nyaman sejak semalam, aku tidak akan lengah dari Bastian. Aku sudah memperhatikan gerak gerik Bastian belakangan ini, dan identitas asli nya telah di temukan oleh Rey.
Tidak peduli apapun tujuan Bastian muncul, tetapi aku tidak akan melepas nya jika dia berusaha menyakiti keluarga ku. Sudah bertahun tahun tetapi dia masih balas dendam untuk kejadian masa lalu.
Aku mengantar Hans ke sekolah terlebih dahulu sebelum bekerja, sedangkan Jenny di rumah melakukan pekerjaan rumah. Sebisa mungkin aku berusaha menjadi yang terbaik untuk menyenangkan Jenny, aku tidak ingin mrngecewakan nya. Tidak masalah jika aku harus terlambat ke kantor karena harus membantu nya melakukan pekerjaan rumah atau sekedar mengantar Hans. Sedari tadi Hans hanya menatap ku berpangku tangan dengan angkuh nya,
Mike : (mengernyitkan alis ) ada apa Hans ?
Hans : kapan aku akan memiliki adik ?
Mike : ha... ha... kita harus bicara dengan Mami untuk hal itu Hans..
Hans : bailklah aku tau, Papi pasti takut bicara dengan Mami kan ?
Aku menghentikan mobil di depan gerbang sekolah Hans, dan mengantar nya masuk kedalam ruang kelas nya.
Mike : Hans, nanti Rey akan menjemput mu dari sekolah dan mengantar mu pulang..
Hans : tidak, aku ingin ke kantor Papi.
Mike : baiklah, kamu boleh datang bersama Rey nanti.
Keras kepala !
Aku berpikir bagaimana dulu Mama Hiruka merawat ku dengan tingkah seperti Hans, aku dan Jenny bahkan di buat kesal dengan sikap nya setiap hari. Hans tidak suka jika keinginan nya tidak dipenuhi, jadi akan lebih baik jika aku mengalah dan membiarkan nya bermain dikantor.
11.45
Seharus nya Rey sudah seharus nya tiba di kantor membawa Hans, tetapi sampai saat ini mereka belum menampak kan wajah di perusahaan. Jari ku masih sibuk dengan laptop sampai harus terhenti dengan suara ketukan pintu, mata ku tertuju ke arah pintu dan melihat orang yang sedang masuk.
Mike : Bagaimana hari mu Hans ?
Hans : tidak buruk, Papi aku ingin duduk di sebelah papi..
Mike : tapi Papi harus bekerja, akan lebih baik kamu makan dulu
Hans : Paman Rey, aku ingin makan. Setelah itu siapkan kursi di sebelah Papi. Boleh kah ?
Rey : tentu aku akan mengatur nya, sebaiknya ayo kita makan siang dulu.
Tangan ku menepuk jidat dan mulai berpikir cara menghadapi Hans yang seperti seorang atasan dan memerintahkan ku, aku berpikir untuk menghubungi istri ku.
tutt... tut...
Jenny : iya sayang.
Mike : datang lah ke kantor sayang, anak mu sedang mengawasi ku bekerja sepanjang hari
Jenny : ha... ha.. bukan kah Mama mengatakan bahwa Hans sangat mirip dengan mu?
Mike : iya... iya.. cepat lah sayang, selamatkan aku dari putera nakal kita ini.
* Jenny
Kedatangan ku di MILED selalu membuat para pegawai berhenti bekerja sejenak hanya untuk menunduk kepada ku, aku tidak nyaman dengan keadaan ini.
Ting...
Lift terbuka dan kaki ku melangkah berjalan menuju ruangan CEO, benar saja Hans sedang duduk di sebelah Mike. Entah apa yang dia lakukan disana, aku hanya menatap ekspresi nya yang sama persis dengan Mike.
Jenny : hai, kalian tampak serius..
__ADS_1
Mike : ( beranjak lalu mengecup lembut pipi )
Hans : Mami datang ?
Jenny : iya, apa kamu keberatan dengan kedatangan Mami Hans ?
Hans : tidak kok, hanya saja aku bingung.. untuk apa mami datang..
Jenny : hei, ini perusahaan Mami iyakan sayang (melirik Mike )
Mike : cukup.. cukup.. Kalian ? ada apa ? Hans pulanglah dengan Mami, papi akan pulang cepat hari ini.
Hans : ah, baiklah.. aku sudah menebak nya pasti Papi yang Mami datang.
Aku dan Hans tiba di rumah setelah pulang dari kantor Mike, aku meminta nya untuk naik menuju kamar nya agar segera mandi menunggu aki menyiapkan makanan untuk makan malam. Keluarga ku kini tengah bahagia untuk saat ini, aku hanya berharap semua ini tidak akan berlalu dengan begitu cepat.
Mike menepati janji nya, dia pulang cepat hari ini dan segera duduk di kursi makan dan memanggil Hans dengan teriakan cukup kuat.
Hans ! Papi pulang, ayo kita makan !
Takk... tak....
Langkah kaki dari arah anak tamgga sudah pasti itu Hans, dia sangat senang jika sudah bertemu dengan Mike.. Aku menyiapkan makanan diatas piring dan kami bertiga mulai melahap makan malam kami.
Mike lebih sering menghabiskan waktu dirumah semenjak kami kembali bersama, kami tidak saling bicara sampai Hans membuka suara.
Hans : Mami, Hans ingin adik !
Mendengar ucapan Hans tiba tiba saja tenggorokan ku terasa penuh dan hampir saja tersedak, aku segera minum dan menatap nya..
Jenny : Hans, kamu mengagetkan Mami sayang..
Hans : maaf, tapi Hans tidak ingin di rumah bermain sendiri. Mami tau tidak ? teman teman Hans selalu bercerita tentang adik mereka
Mendengar ucapan Hans aku tersadar jika dia benar benar kesepian, meski kami selalu bersama nya tapi itu saja tidak cukup bagi nya.
Jenny : baik sayang, kamu pasti akan memiliki adik nanti nya
Mike : (menatap nakal) itu pasti Hans, untuk itu kamu harus tidur dikamar berbeda dengan Mami ya...
Hans : harus kah aku pindah ke kamar lain ?
Hans : oke Papi, nanti Hans tidur dikamar Hans yang dulu.
Sekilas aku menatap suami ku yang sedang tersenyum tipis kerena merasa puas mempermainkan Hans, aku sudah bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran nya itu.
Aku masih berkutat di dalam dapur untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal, untuk lebih tepat nya aku ingin Mike bosan menunggu ku lalu tidur duluan.
Tangan ku membuka gagang pintu kamar dengan perlahan, ruangan sudah gelap itu arti nya Mike sudah tidur duluan. Kaki ku melangkah dengan perlahan menuju ranjang dan berbaring agar tidak membangunkan Mike. Tiba tiba tangan Mike memeluk tubuh ku dengan cepat saat aku berbaring memunggungi nya,
Mike : kamu seperti pencuri dikamar sendiri sayang..
Jenny : ah.. itu... aku takut membangunkan mu sayang..
Mike : harus kah aku menghukum istri ku yang nakal ini ?
Jenny : sayang aku sebe...
Kata kata ku terpotong saat benda kenyal menempel di bibir ku, ciuman lembut Mike selalu membuat ku lupa diri sejak dulu..
hmm.... mmmm.....
Kecupan lembut Mike berubah menjadi lumatan kecil di bibir ku, aku tak dapat menolak perlakuan suami ku saat ini.. ah... hm...
Mulut ku mengeluarkan suara desahan menikmati kecupan yang sejak tadi belum terlepas, tangan Mike mulai turun menjelajahi sekujur tubuh ku dan melucuti piyama ku hanya dalam hitungan menit..
Malam sudah sangat larut sementara kami masih bercumbu dalam ruangan gelap tanpa cahaya lampu sama sekali, wajah Mike hanya terlihat samar samar oleh ku. Aku merasakan tangan Mike sedang meraba punggung ku lalu beralih meremas bagian dada ku.. ahh.. mm....
Aku menggigit bibir bagian bawah ku agar tidak mengeluarkan suara yang mungkin akan membangunkan Hans.
' tenang sayang, Hans tidak akan mendengar nya..' bahkan bisikan Mike membuat sekujur tubuh ku membeku menahan hasrat..
Meski telah melakukan nya berkali kali tetapi aku sekalu gugup saat Mike mencoba menyatukan tubuh kami, sesuatu benda padat sedang menerobos pertahanan ku dibawah sana.. Hm.... Mi... ke...
Aku tidak bisa bereaksi apapun selain menerima perlakuan suami ku saat ini, perlahan Mike mulai bergerak dan membuat ku semakin bergairah.. Tak dapat ku pungkiri jika Mike selalu bisa menghipnotis ku diatas ranjang dan melupakan segala nya dalam sekejab. ahh... Mi... ke... mmmm
' teruslah bersuara sayang, aku sangat merindukan kehangatan ini ' ahhh lagi lagi bisikan Mike...
__ADS_1
Ingatan ku mulai berputar saat matahari pagi membangunkan ku dari tidur ku, aku bergegas beranjak saat melihat jam dan harus menyiapkan sarapan untuk Hans.
Tidak masalah jika Mike belum bangun, setidak nya Hans harus berangkat ke sekolah.
Beberapa menit saat aku menyiapkan tas sekolah Hans, Rey datang dan masuk rumah tanpa mengetuk pintu.
Jenny : ada apa Rey ?
Rey : aku harus mengantar Hans bukan ?
Jenny : kapan aku meminta mu Rey ?
Rey : Mike memintaku, dengan senang hati aku akan mengantar nya..
Setelah Rey dan Hans berangkat aku berjalan menuju kamar dan duduk diatas ranjang, Mike masih saja berpura pura tidur. Aku hanya tersenyum melihat nya, dan mengusap rambut nya
Jenny : masih berpura pura tidur sayang ?
Mike : (membuka mata) aku tau si bodoh Rey pasti membuka mulut
Jenny : hmm.. jangan terlalu keras pada nya sayang..
Mike : tidak sayang, aku hanya memberi tugas kecil agar kita bisa berkencan di rumah
Kami saling berpelukan kembali dan bercerita banyak hal yang telah kami lalui sampai sejauh ini, saat ini Mike sedang berusaha membuat ku bahagia dengan segala cara. Aku cukup mengagumi cara nya memperlakukan ku belakangan ini.
* Clark
Mike dan Jenny sudah memulai awal yang baru, sedangkan aku masih dalam keadaan yang sama. Jangan kan menemukan cinta hanya untuk menaklukkan Marie saja aku tidak bisa. Sudah cukup lama aku dan Marie berdiam diri tanpa bertegur sapa, meskipun begitu dia tetap memperlakukan Laurent dengan sangat baik. Aku bisa melihat cinta di mata nya untuk Laurent, tetapi aura kebencian selalu terpancar di mata nya saat menatap ku.
Berkali kali aku mengajak nya menikah untuk mempertanggungjawab kan perlakuan ku yang telah merenggut kesucian nya, tetapi dia selalu menolak keras dan marah jika aku berusaha membujuk nya. Aku tidak mengerti jalan pikiran wanita itu, dia sangat keras kepala dan sulit di bujuk.
Saat dia tertidur dia terlihat sangat polos, tetapi sifat nya berubah saat dia sadar. Beberapa kali aku mencuri waktu untuk mencium nya di tengah malam sambil memandangi wajah nya. Sementara itu di lain sisi Laurent kini semakin pintar dan lincah, dia selalu menyebut Marie dengan panggilan Mama.
Kepala ku sangat pusing jika memikirkan nya, aku sudah berusaha namun tak ada hasil sama sekali. Akan lebih baik jika aku menyerah membujuk Marie, dan apabila dia hamil aku akan tetap bertanggung jawab.
Pagi ini aku bangun sedikit terlambat karena tidur larut malam, aku melihat Marie dan Laurent sedang duduk sambil bercerita dengan bahasa yang tidak ku mengerti. Laurent terlihat bahagia jika bersama dengan Marie, aku hanya memandangi nya dari jauh dan menikmati sarapan pagi ku.
Mereka masih sibuk bercerita dan tertawa sedangkan tangan Marie sibuk menyuapi Laurent, aku berjalan menghampiri mereka. Laurent beranjak dan naik diatas pangkuan ku, Marie tetap diam dan hanya melihat ku dalam hitungan detik.
Clark : Marie !
Marie : hm..
Clark : bisakah kita menghentikan ini ? kita bisa kembali menjadi teman seperti sebelum kejadian malam itu terjadi. Jangan menghindari ku.
Marie : ini sudah terlambat, kamu tidak pergi ke kantor ?
Lagi lagi aku hanya bisa terdiam dan hanya melihat Laurent, puteri kecil ku dengan mantan istri ku Yusi. Sejak berpisah aku sama sekali tidak pernah mengingat nama Yusi lagi di hidup ku, entah bagaimana kini keadaan nya.
Mungkinkah aku telah melupakan nya ?
Laurent masih sibuk bermain diatas pangkuan ku sambil menarik dasi ku, dia tumbuh dengan sangat baik dan cantik. Beberapa kali aku melihat Laurent mencium pipi Marie sekilas saat Marie duduk tepat di sebelah ku karena menyuapi Laurent makan. Tingkah lucu mereka membuat ku tersenyum, Marie juga membalas ciuman Laurent dengan mencium balik pipi Laurent. Hingga pada satu kesempatan Marie ingin mencium Laurent yang berada di pangkuan ku, tetapi Laurent malah turun dari pangkuan ku dengan tiba tiba karena mainan nya terjatuh..
cupp...
Sebuah ciuman mendarat di pipi ku dan itu adalah Marie, beberapa detik dia mencium ku lalu dengan segera menarik tubuh nya menghindar.
Marie : maaf aku ti..
Saat dia menghindar dan mencoba berbicara dengan gugup, tangan ku kembali menarik dagu nya dan mencium bibir nya..
Marie terlihat gugup dan mencoba melepas ciuman ku, dia menjauh dan menjaga jarak. Wajah nya terlihat memerah, dia meletakkan mangkuk ditangan nya dan meraih Laurent ke pelukan nya. Setelah menggendong Laurent dia masuk kedalam kamar nya dan menutup pintu.
Aku bingung dengan apa yang aku perbuat, Marie tidak sengaja mencium ku karena Laurent menghindar. Tetapi aku malah menarik nya kembali dan mencium nya kembali, aku benar benar gila di buat nya. Aku merenggangkan dasi ku dan berangkat bekerja, aku berusaha menghilangkan bayangan Marie dari pikiran ku.
Kopi !
aku butuh kopi sekarang..
Setelah sampai di kantor aku meminta Adelle menyiapkan kopi untukku, tidak menunggu lama akhir nya pesanan ku datang. Aku duduk di atas kursi menghadap jendela ruangan ku yang terbuat dari kaca dan mengarah pada gedung gedung tinggi berseberangan, pikiran ku kosong.
Aku tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk setiap kebodohan ku pada Marie.
__ADS_1