Nameless Crown

Nameless Crown
Chapter 15 - Janji Terakhir


__ADS_3

“Tentunya aku senang!”


“Huh?”


Vlad tampak senang sekali ketika akhir hayatnya akan tiba.


“Kalau begitu apakah kita bisa memulainya, Oz sang pemburu iblis?!”


Ia pun membuat posisi seperti sedang menyambut sesuatu.


Oz yang tertantang mulai mengepalkan dan mengeratkan kepalan tangan kanannya.


“Hooo~ tampaknya kau mengajakku bermain! Akan kuterima ajakanmu~”


Setelah itu atap ruangan tempat Vlad dan Oz hancur karena sebuah objek yang tidak di ketahui muncul. Ketika debu-debu telah menghilang, ternyata itu adalah kepala Gragoyle yang telah remuk.


Oz tersenyum kecut.


“Perburuan Vampir telah di mulai!”


Vlad menyeringai.


Akhirnya mereka saling berlari dengan niat untuk saling membunuh. Tanpa senjata yang mereka pakai. Pukulan pun dapat di layangkan dengan ringannya.


Vlad dengan tangan putih pucatnya mengeras dan melepaskan sebuah pukulan lurus yang cepat. Namun, Oz berputar lincah untuk menghindarinya. Walau serangan itu berhasil dihindari, tetapi tempat di belakang Oz membekas, membentuk sebuah lingkaran mendalam yang retak.


“Lumayan juga, jika kau mengenainya entah apa yang akan terjadi dengan organ dalammu.”


Selagi Vlad mengoceh tentang kekuatannya. Oz melesatkan tendangan yang kuat ke arah kepalanya.


“Opss~ sayang sekali....”


Vlad dapat menahannya hanya dengan menggunakan ujung jari telunjuk. Namun, efek hantamannya mengeluarkan suara yang keras, seakan-akan serangan itu adalah ledakan.


Lalu dilanjutkan dengan tendangan berputar yang menggunakan tangan sebagai tumpuan. Setelah itu kedua kaki berputar di udara dan dua buah tendangan ganda melesat menyambar kepala Vlad.


Sama seperti sebelumnya, serangan Oz dapat di tahan dengan mudah oleh Vlad. Hanya berselang beberapa detik, Oz langsung melompat untuk menegakkan kembali tubuhnya.


Vlad masih terdiam sambil menyeringai. Di balik rambut putih itu tersimpan dua buah mata yang haus akan darah.


Ketika Oz berhasil menjauhi Vlad dan kembali berdiri, ia tidak menyangka bahwa sosok Sang Raja Keabadian telah berada tepat di hadapannya. Sebuah pukulan ringan mendarat telak di perut Oz dan meluncurkannya ke atas.


“Gahk! ....”


Tubuhnya melayang hebat hingga keluar dari ruangan Vlad.


Vlad pun tersenyum kecut, menyingkap jubah kebesarannya ke belakang lalu ia pun melompat tinggi untuk menjemput Oz yang melayang tinggi.


Ketika Oz masih melayang tinggi, Vlad telah berada di atasnya. Kakinya mengangkang dan langsung meluncur, menghantam punggung Oz hebat sekali.


Tubuhnya yang melayang tinggi kini kembali meluncur ke bawah. Menghantam lantai hingga sekitarnya hancur berserakan. Debu-debu cokelat menghalangi tubuh Oz yang tengkurap karena tekanan, sementara itu Vlad berhasil mendarat dengan selamat di sampingnya.


“Apakah hanya seperti ini saja kekuatanmu, Oz ... Sang Pemburu Iblis?”


Kemudian dengan sekejap kaki Vlad mendarat di punggung Oz, menginjaknya dua kali dan menendangnya hingga kepalanya menghadap ke langit.


Pakaiannya lusuh dan juga robek, sedangkan wajahnya tampak kesakitan.


“Mana kekuatanmu yang dapat membuat takut seisi tanah kematian!? Bukankah kau memiliki darah yang sama denganku mengalir di pembuluh nadimu?”


Oz menggeram kesal, pada akhirnya ia menggigit daun bibir bawahnya hingga mengeluarkan darah.


“Jangan pernah mengucapkan hal kepadaku!”


“Oyaa~ tampaknya kau masih bersemangat~”


Oz yang tadi tampak babak belur mulai bangkit walaupun tubuhnya sedikit gemetar. Terlebih lagi tangannya yang tidak kuat menopang tubuhnya sendiri sehingga cukup sulit baginya untuk kembali seperti semula.


Vlad menatapnya dengan remeh. Kedua mata merahnya itu mulai bersinar pudar di dalam cahaya bulan purnama yang sangat indah.


Setelah Oz berhasil berdiri walaupun ia sedikit kewalahan, ada sebuah aura yang mengancam keluar dari  tubuhnya. Hitam kemerahan yang bersinar kelam.


“Ayo kita rayakan kelahiran dari hari kebangkitan, saudaraku!~”


Seketika itu juga Vlad mengeluarkan dua sayap gelap di balik punggungnya. Bulu-bulu hitamnya yang gelap mengapung di sekitar mereka.


Tidak membutuhkan waktu satu detik untuk Oz menjadi seseorang yang berbeda. Sebuah sayap gelap keluar dari punggung kanannya. Warnanya berbeda di bandingkan dengan milik Vlad.


Di setiap sisi-sisi bulunya berwarna abu dan sedikit kemerahan. Kedua matanya pun berubah menjadi merah menyala. Pupilnya menjadi lebih kecil dan tajam.


“Mari, akan kuajarkan dirimu sebuah lagu pengantar tidur!” ucap Oz dingin.


Vlad mulai berjalan mengelilingi sekitarnya sambil menggumamkan sesuatu yang aneh. Sementara Oz, ia menatap tajam Vlad dengan kedua mata merah menyalanya.


Darah yang keluar dari mulut Oz akibat serangan Vlad telah menghilang. Bahkan kini tubuhnya seperti terlihat bugar kembali. Kondisi tak menampakkan tanda-tanda memar, padahal sebelumnya ia memiliki banyak luka memar.


“Ayolah! Kuharap dengan perubahanmu itu kau bisa mengalahkan diriku ini, Oz,”  ucap Vlad, berhenti di tempat lalu melirik Oz dengan mata menyipit.


“Mungkin akan melebihi ekspektasimu ... tentunya.”


Di saat itulah gelombang angin muncul di kedua tempat yang berbeda. Oz dan Vlad menghilang.


Tiba-tiba saja suara ledakan angin terdengar di sekitar ruangan. Layaknya ledakan api yang mengapung tanpa jejak, seluruh ruangan pun menjadi luluh lantah mengikuti setiap pergerakan cepat mereka berdua.


Dinding mulai retak dengan diikuti gemuruh hebat, bunyi gersik terdengar dari semua pilar penopang langit. Namun, mereka tampak tidak memedulikan hal tersebut.


Bayang-bayang hitam berkelebat cepat kesana-kemari. Saling beradu dan menghindar satu sama lain.


Setelah beberapa menit telah berlalu, sosok Oz dan Vlad kembali terlihat. Penampilan Vlad masih seperti biasa, hanya saja pakaian serta jubah kebesaran miliknya berantakan.


Sedangkan Oz ia mematung di tempat, darah keluar dari sebelah kiri mulutnya. Mengalir hingga ke pangkal leher lalu menetes ke bawah.


Vlad tersenyum kecut.


“Apakah dengan perubahanmu itu kau bisa mengalahkanku, Oz?”


Nada bicaranya yang mengejek itu membuat Oz hampir saja melemparkan pedang peraknya ke arah Vlad. Namun, sebagai ganti yang ia bisa lakukan sekarang adalah meremas kepalan tangan kanannya sendiri.


“Aku bukanlah dirimu dan darah ini juga bukan kemauanku sendiri, jadi camkan itu baik-baik!”


“Namun, tetap saja ... darah yang mengalir di nadimu itu hampir serupa denganku, lagi pula kau terlahir sebagai setengah Vampir.”


Oz mendecak kecil.


“Kau pikir aku menginginkan hal seperti ini, HUH!?”


“Mungkin? Aku tak tahu bagaimana masa lalumu, tetapi satu hal yang aku tahu....”


Keheningan terjadi sesaat sebelum akhirnya perkataan Vlad selanjutnya membuat Oz tidak bisa menahan amarahnya lagi.


“Orang tuamu mengutuk dirimu dan juga semua hal tentang dirimu, menyebutmu sebagai Monster dan hampir membunuhmu, benar, ‘kan?”


Senyum arogan mengembang lebar di wajah Vlad. Ia tertawa terbahak-bahak sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya sendiri.


“VLADDDD!”


“Kemarilah ... OZZZZZ!” teriak Vlad dengan tawa puas.


Mereka pun saling menyerang satu sama lain dengan cepat dan kuat. Di satu sisi Vlad memiliki kekuatan tempur yang luar biasa walau hanya sebatas tangan kosong.

__ADS_1


Sedangkan Oz sangat lincah memainkan senjata-senjata yang ia punya dan ia pun telah menguasainya dengan sangat baik sekali.


Setelah suara ledakan udara, kini suara dentingan hebat terdengar di langit-langit. Awan kelam dengan bulan purnama indah itu memperlihatkan dua sosok yang saling menyerang satu sama lain.


Angin bertiup kencang pada saat itu dan burung gagak berkoak-koak di sekitar atap kastel.


“Kau yang dibuang oleh orang tuamu sendiri, apakah kau yakin bisa membunuhku?”


Vlad menendang perut Oz kuat sekali, tetapi Oz dapat menetralkannya dengan mudah.


“Itu bukanlah urusanmu, Vampir bodoh!”


Kini serangan itu dibalikkan kepada Vlad sendiri. Oz berputar di udara dan melayangkan tendangan salto yang sangat cepat.


Vlad tidak bisa menahannya dan ia pun terhempas jauh sekali hingga merobohkan menara jam yang berada di samping kiri kastel. Oz tak tinggal diam dan ia pun melesat cepat ke arah lawannya itu yang masih belum bangkit kembali.


Ketika ia ingin memukulnya, Vlad terlebih dahulu terbang cepat dan telah berada di belakangnya. Pukulan Oz meleset, tetapi serangan Vlad yang berupa pukulan Hook berhasil melemparkan tubuh pemuda tersebut hingga menyeretnya puluhan meter di bawah sana.


Tanah-tanah tempat balkon kastel kini berantakan akibat datangnya tubuh Oz yang terhempas. Belum sempat untuk mengambil napas, kini Vlad mengembangkan kedua sayap hitamnya dan berteriak.


“BINASALAH KAU!!”


Beribu-ribu bulu hitam mengambang di sekitar tubuhnya dan langsung melesat cepat ke arah Oz yang masih setengah terbaring. Hujan ribuan bulu hitam itu hampir menghancurkan balkon tempat Oz berada.


Debu-debu mengepul menutupi pemandangan sekitarnya. Vlad hanya dapat menyeringai lebar melihatnya.


“Ooya! Ahahahaha!”


Sebuah bayangan muncul di belakang Vlad.


“Tampaknya kau bisa menghindari serangan dariku, Oz.”


Itu adalah Oz yang kewalahan. Napasnya terengah-engah selagi darah terlihat hampir dari sekujur tubuhnya. Mata kirinya tertutup karena ada darah yang mengalir melewatinya.


“S-s-sial!!”


Sebuah tawa kecil muncul dan Vlad pun melayang rendah. Kini ia sedang berdiri di atas balkon luas yang telah hancur.


“Sebaiknya kau segera turun ke sini atau kau akan diterkam oleh beberapa Gargoyle liar, Oz.”


Oz hanya bisa mendecak kesal. Tubuhnya yang babak belur tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


“M-mengapa kau tidak pernah keluar dari kastelmu?”


“Hmmm. Tampaknya ada yang penasaran dengan kehidupan pribadi Sang Raja Keabadian.”


Tatapan dingin dapat dirasakan oleh Vlad.


“Huhhh... baiklah jika kau sebegitu putus asanya ingin mengetahui kehidupan Sang Raja Keabadian ini, maka aku akan menceritakannya.”


Vlad menggaruk belakang kepalanya, ia berbalik kemudian menatap bulan purnama.


“Alasan yang sungguh sederhana... karena aku bosan dengan dunia ini”


“Bosan!?”


Ryan yang berada di letak dimensi lain bersama Vlad versi burung kecil mulai keheranan.


(Bosan?)


[Ya... tentunya saat itu aku sangat bosan sekali. Apa yang kau rasakan jika dunia tidak pernah berubah dan terus saja seperti itu? Mungkin bagi manusia hal seperti ini adalah kedamaian. Namun, bagiku itu adalah penjara kehidupan yang penuh kebohongan]


Vlad mengatakannya dengan nada yang kecewa dan di akhiri helaan  yang panjang.


[Kau akan mengetahuinya jika kau abadi dan tidak pernah bisa mati]


Kali ini Vlad menatap Ryan dengan tatapan orang pesimis, dalam tatapannya itu seperti ada sebuah pesan yang berkata “Hai ... mengapa kau bodoh sekali, apakah kau tidak menyadari bahwa manusia takut kepadaku?” kurang lebih seperti itu.


Namun, anehnya Ryan masih tidak menyadarinya sama sekali.


[Kukira kau bisa mengerti bagaimana perasaanku saat itu dan betapa bodohnya aku ketika berharap hal seperti itu nyata]


Ryan memiringkan kepalanya. Vlad versi burung yang bertengger di bahu kanannya mulai mendesah walau yang terlihat hanya sebuah bola bulu yang mengangguk.


“Kau—tidak kalian para manusia bisa mengalami kematian, tetapi apa jadinya diriku yang terkurung di dunia ini selama hampir 1000 tahun. Aku tidak mengingatnya lagi dan tidak memikirkannya lagi”


Oz yang mendengarnya tidak bisa berkata apa-apa. Karena ia tahu bagaimana rasanya hidup selama itu. Selagi manusia dapat hidup dengan bahagia dan tenteram, Vlad harus membiasakan diri hidup sendiri di kastel itu.


Tanpa ada teman, kerabat ataupun seseorang yang bisa memberikan kehangatan kepadanya.


“Namun—”


Mata Oz melebar.


“—aku tidak gila karena ditemani oleh seorang perempuan yang cantik”


“HUH!?”


“Apakah kau tidak penasaran siapa perempuan itu?”


Kini Oz meremas kepalan tangannya sendiri.


“J-jangan katakan....”


Vlad menyeringai.


“Tentu saja... ia kujadikan sebagai bahan makananku selama ini, karena ia juga memiliki kutukan yang sama denganku”


“Vlad!”


Oz terusik oleh kata-kata bahan makanan yang Vlad ucapkan. Walau kakinya gemetar, ia langsung melesat cepat ke arah Sang Raja Keabadian dan langsung memukul wajahnya sekuat tenaga.


“AaaAaaa!!!!”


Kekuatan pukulan Oz tidak bisa di tahan oleh Vlad sehingga ia terlempar ke langit. Untungnya ia memiliki sepasang sayap, jika tidak mungkin saja ia telah jatuh ke jurang di bawahnya.


Vlad tertawa kecil.


“Kha... khahahahaha!”


“Mengapa kau tertawa?”


“Bukankah ini lucu ... mengapa seorang yang terbuang dan di takuti sama sepertiku mengkhawatirkan seseorang?”


“Bukan tentu—“


“Kau takut jika eksistensimu menghilang dari ingatan orang-orang, bukan?”


Sela Vlad dan ia pun kembali terbang rendah untuk dapat berdiri di atas permukaan balkon yang hancur.


Oz menggigiti giginya sendiri. Ia tak tahu harus merespons apa, karena mendengar semua itu membuat hatinya sakit.


“Kau mengambil pekerjaan sebagai pemburu iblis agar kau diingat oleh orang-orang, kau berkelana sejauh ini hanya karena eksistensimu diakui dan kau bahkan tidak segan-segan menolong sebuah desa dari serangan bawahanku dengan gratis.”


Lengan kiri Oz bergerak cepat dan langsung menembakkan sebuah peluru perak. Peluru itu berhasil membuat wajah Vlad terdorong sesaat, tapi kembali tanpa luka yang fatal.


Saat Oz melihat mulut Vlad yang sedang mengunyah, ia tidak percaya ketika Vlad memuntahkannya. Itu adalah peluru perak yang tadi ia tembakan, tetapi kini telah menjadi sebuah perak yang hancur.


“Tchh... kau memang bukan sembarang makhluk”

__ADS_1


“Tentu saja, aku memang bukan sembarang makhluk”


“Huhhh....”


Oz menghela napas, luka-luka yang ia dapatkan mulai sedikit membaik.


“Sebaiknya kau segera menyadari sesuatu... Oz~”


“Apa maksudmu?”


Vlad tertawa kecil.


“Sebenarnya aku yang bodoh untuk memberitahumu atau kau sendiri yang tidak menyadarinya sama sekali? Sekarang aku jadi bingung”


“Huh?”


“Dengarkan aku baik-baik, Oz.”


Namun, Oz menghiraukannya dan langsung maju menyerang Vlad. Dua buah pukulan ganda langsung melesat mengincar perut Vlad yang terbuka lebar.


Saat dua buah pukulan itu hampir mengenai perut Vlad, Oz tiba-tiba menunduk. Ia secara tidak sengaja mendengar Vlad menggumamkan sesuatu.


Tubuh Oz pun langsung merapat ke tanah, udara di sekitarnya menjadi berat dan Oz mulai memekik  kesakitan. Ia mengeluarkan sedikit air liur dari mulutnya sementara gigi-giginya bergemulutuk karena kesal.


“ Sebaiknya kau tetap diam di sana selagi aku bercerita”


“VLADDD!!!”


Selanjutnya Vlad menjentikkan jarinya satu kali. Sebuah sulur merambat dari bawah tempatnya berada, membentuk sebuah kursi yang cukup nyaman untuk ia duduki.


“Kerajaan... sebenarnya aku tidak ingin membahas ini, tetapi karena kau dilanda oleh ketidakpuasanmu, akan lebih baik jika kau mendengarkan ini baik-baik”


“Arggghh!!"


Oz berusaha bangkit dari gravitasi kuat yang membuatnya harus mencium tanah.


“Kerajaan terdahulu, pada saat aku masih berjaya itu memiliki sebuah kekokohan yang tangguh dan juga kuat. Mereka tidak takut terhadap diriku dan selalu menggencar kastel ini hampir setiap harinya. Bahkan aku sempat berpikir apakah mereka tidak letih terus saja menyerang tempat ini terus menerus.”


Vlad menghela sedikit kemudian mengingat hari-hari ketika manusia masih menyerang kastelnya.


“Apa yang bisa kubayangkan adalah ketakutan, ketidakmampuan, kepasrahan, keputusasaan, tetapi mereka semua ketika menyerang kastel ini membuatku merinding untuk melihatnya. Dengan wajah bersemi seperti diterpa oleh angin semangat dan tanpa rasa ragu untuk menyerang. Tebak apa yang kuucapkan pada saat itu terjadi?”


“Masa bodo dengan itu semua, cepat lepaskan diriku!”


“Huhhh... dasar sifat keduamu itu selalu saja mengambil alih kelakuanmu. Apa yang kukatakan pada saat itu adalah....”


Vlad menghiraukan Oz dan meneruskan ceritanya dengan mata sayu yang sedih.


“ ... ‘mereka bukanlah manusia, siapa mereka!?’—aku hampir saja kehilangan kewarasanku saat itu. Familiar serta bawahanku terus mempertahankan tempat ini demi kepentingan raja mereka, yaitu diriku. Manusia yang kubayangkan pada masa itu  sangatlah hebat dan tak kenal rasa takut, berbeda dengan sekarang. Manusia di zaman ini merasa ketakutan hanya dengan mendengar kisah-kisah yang diceritakan oleh nenek moyang mereka, melihat hutan kematian atau pepohonan mati saja mereka menjerit....”


Vlad mendesah kecewa.


“Sungguh menyedihkan, apakah kau tidak pernah mengetahui bahwa manusia sekarang telah terjerumus ke dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk tetap hidup? Membunuh satu sama lain, merampok, mengkhianati, bahkan memperkosa hanya demi memuaskan hawa nafsunya?”


Kini Vampir itu bangkit, ia pun menatap Oz yang masih mencium tanah dengan menyedihkan.


“Seharusnya kau segera sadar atau mereka akan berbalik menyerangmu jika kau lengah sedikit saja,” ucapnya dengan nada datar.


Kedua mata merah menyalanya itu mengisyaratkan penyesalan dan juga kesedihan. Dengan wajahnya yang putih pucat, terlebih rambutnya pun sama memiliki warna kematian.


Vlad hanya bisa merenungi semua itu dalam beberapa tahun belakangan ini. Ia juga tidak habis pikir kenapa manusia sekarang itu lebih menyedihkan dari pada apa yang ia lihat saat dulu.


“Kuharap kau mengerti dengan apa yang kuceritakan, Oz sang pemburu iblis.”


Vlad menekukkan kelima jari tangan kanannya ke atas. Tekanan udara yang mengekang Oz pun menghilang, sekarang ia terbatuk-batuk karena perannya terganggu oleh tekanan udara tersebut.


“Dan tampaknya sekarang aku bisa menyerahkan semuanya kepadamu.”


Oz bangkit sambil memegang lehernya yang sakit. Kedua matanya beralih dari Vlad yang berada di depannya dan akhirnya berakhir pada bulan purnama di atasnya.


“A-apakah jalan yang kuambil ini salah?”


Sambil bergumam, Oz sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya ke dekat Vlad.


“Apa kau tidak memiliki penyesalan sama sekali?”


“Semua itu sudah lama berlalu dan sekarang adalah zaman baru untuk perubahan yang lebih baik dari pada sebelumnya.”


Vlad yang sama sekali tidak ragu, membuat Oz merinding. Karena sesaat yang tadi mereka berniat untuk membunuh satu sama lain, tetapi kini niat itu hanya berlaku pada satu pihak saja.


“Hmmm... satu lagi, aku ingin kau menjaga “dia” untukku”


“Maksudmu?”


Vlad mengangguk pelan. Tubuhnya yang membelakangi Oz sama sekali tidak merasakan gairah yang sama saat ia baru terlahir sebagai Raja Keabadian.


“Dia sebenarnya bukan bahan makananku. Aku sengaja berkata seperti itu agar bisa membuatmu marah dan segera cepat membunuhku, tetapi ekspektasiku terlalu tinggi dan aku kecewa karena itu”


“Huhh?”


Selagi Oz mulai mendekati Vlad, bulan purnama di atas sana mulai berubah. Warnanya yang putih menerang mulai dilahap oleh warna merah yang kelam.


“Dan untuk terakhir, aku ingin memastikan apakah kau mau menjaganya atau tidak?”


“Jika itu adalah permintaan terakhirmu, maka....”


Vlad mengerti dan ia pun mengangguk pelan.


Di hadapannya sekarang terbentang sebuah hutan, pegunungan, lembah, pedesaan dan ia juga dapat melihat beberapa api kecil di bawah sana. Mereka adalah para kesatria dari kerajaan.


Sepertinya mereka datang untuk membunuh Vlad juga. Sayangnya kesempatan itu telah direnggut oleh seorang pemuda yang telah dipercayakan Vlad untuk menjaga sesuatu.


“Kalau begitu, jika pada waktunya kita akan bertemu kembali. Akan kupastikan untuk menyerahkan kekuatanku ini untukmu, Oz”


“Jangan mengkhayal. Apa kau pikir kita akan bertemu lagi setelah ini?”


“Pasti tentunya, tetapi dengan kondisi yang berbeda”


“Hmphh. Terkadang kau bisa membuat sebuah lelucon juga.”


Oz tersenyum kecil lalu menanggalkan pedang dari sarungnya, membuang sarungnya dan mendekatkan ujung pedang tepat ke tengah-tengah punggung Vlad.


“Sebaiknya kau memejamkan kedua matamu dan membayangkan sebuah padang bunga yang luas, karena ini akan sedikit ‘menyakitkan’”


“Hahahaha! Akan kuterima saranmu kali ini, Oz.”


Lalu darah pun membuncah keluar sangat banyak di barengi dengan tusukan cepat yang menembus punggung Vlad dan keluar dari dadanya. Darah pun merembes, Vlad terbatuk-batuk keras.


Ekspresinya benar-benar tidak memiliki penyesalan. Mulutnya menyungging lebar, senyuman lega begitu jelas terlihat di wajahnya.


“[From fate until reality, i whom wielding his sword thus exterminate the evil has ended his destiny in this calamity world]... selamat tinggal, kawan pertama dan terakhirku... Vlad”


“Ahh... semoga kita bertemu kembali.”


Vlad menoleh ke arah Oz dengan senyum lebar selagi sebuah pedang perak berhasil menembus punggungnya.


Ia pun tertunduk dengan lemah lalu menghilang menjadi sekumpulan kelelawar yang terbang dan menghilang begitu Oz mengedipkan kedua matanya.


“Semoga kau bisa beristirahat dengan tenang di alam sana.”

__ADS_1


__ADS_2