
Cermin merupakan perwujudan sebuah ego palsu, terlepas dari semua sumpah yang ada, tidak ada satu pun yang dapat menghancurkan persepsi itu. Baik secara lisan maupun fisik, karena jika ada orang yang berusaha melakukannya, hal itu hanya akan melukai dirinya sendiri.
Begitu juga dengan dua insan yang terpisah lama, mungkin mereka akan merasa saling melengkapi. Namun, kesalahpahaman kerap menciptakan retakan tak terlihat yang dapat menggugurkan rasa tersebut.
Pahit. Kesedihan. Kesakitan. Kesepian ... semua emosi yang terlibat dalam tragedi repetitif. Terus terulang dan terulang, tanpa henti, merenggut setiap hati yang rapuh. Menyisakan kenangan menyakitkan bagi siapa pun yang selamat meski harus membayar dengan harga mahal.
Itulah mereka ... Sang Gemini, Nardhal [Perempuan] dan [Laki-laki]. Ditakdirkan bersatu dengan keadaan samar hingga takdir memisahkan mereka menjadi dua individu berbeda dalam tubuh yang sama.
[Kemunculan Anomali telah dikonfirmasi. Perubahan dunia mulai terjadi, perhatian bagi semua Player agar tetap terus berkembang. Sebelum semuanya terlambat dan memakan nyawa kalian]
Pengumuman tersebut muncul di setiap panel Player di seluruh penujuru daerah Taman Kecil.
Mereka yang tertarik dengan perubahan hanya menyeringai dengan senang, sementara mereka yang khawatir berusaha mengumpulkan keberanian. Di sisi lain bagi mereka yang netral hanya terdiam dengan tatapan datar seakan tidak tertarik sama sekali.
Namun, semua itu berubah ketika panel selanjutnya muncul ....
[Taman Kecil akan melaju ke fase dua. Bersiaplah sebelum semuanya terlambat karena saat ini kalian akan diburu. Event kedua Taman Kecil telah dimulai “Berburu atau Diburu”]
[Persiapkan “Nyali” kalian hingga titik darah penghabisan]
***
Di sebuah gereja tengah kota, seorang perempuan dengan pakaian lengkap layaknya biarawati tengah berlutut, dan mengangkat kedua tangannya ke arah lukisan kaca.
Di belakangnya tumpukan mayat bergeletakan penuh darah. Dengan bangku-bangku yang ditujukan sebagai tempat para jemaat ikut berdoa hancur total. Sosok perempuan itu tampak tak bergeming.
Ia masih berlutut kemudian menyatukan kedua tangan kemudian ia dekatkan ke arah hidungnya.
[Kemunculan Anomali telah dikonfirmasi. Perubahan dunia mulai terjadi, perhatian bagi semua Player agar tetap terus berkembang. Sebelum semuanya terlambat dan memakan nyawa kalian]
[Taman Kecil akan melaju ke fase dua. Bersiaplah sebelum semuanya terlambat karena saat ini kalian akan diburu. Event kedua Taman Kecil telah dimulai “Berburu atau Diburu”]
[Persiapkan “Nyali” kalian hingga titik darah penghabisan]
“Demi Sang Pengasih, aku sebagai hamba-Mu akan selalu setia melayani kehendak-Mu hingga batas akhir hidupku lenyap ditelan waktu.”
Setelah ia mengatakan beberapa bait kata, perempuan itu bangkit dengan tangan dipenuhi oleh darah, dan sorot mata tajam yang sangat menyengat. Pupil nan tajam serta violetnya saja dapat membuat setiap orang bergidik jika berpapasan dengan dirinya.
Namun, tidak lama kemudian ia terdiam. Secara perlahan-lahan mulutnya merekah, mengeluarkan seringai paling buas yang belum pernah ia tunjukan kepada siapa pun.
“Akhirnya! Akhirnya! Akhirnya! Titah-Mu telah turun, sekarang saatnya lah aku akan melakukan penyaringan terhadap para pendosa,” ucapnya sembari menempelkan kedua telapak tangan ke pipi.
__ADS_1
Penampilannya yang anggun langsung luntur, pesona bak putri agung pun ikut hancur, dan kini apa yang terlihat hanya sekilas dari kegilaan suatu kepalsuan yang tidak pernah terungkap.
Ia adalah Anastasya, salah satu dari tujuh Player Unik. Dengan julukannya sebagai [Madness Nun], meski lantai kedua belum terbuka, tapi banyak sekali rumor yang mengatakan bahwa ia adalah seorang dewa kematian.
Banyak sekali hal buruk yang menimpa player-player lain ketika berpapasan dengannya. Itu dikarenakan konstitusi yang ia yakini lebih benar dibandingkan dengan konstitusi orang lain, sehingga ia menganggap mereka seorang domba tersesat yang perlu ia tuntun.
Namun, caranya dalam menuntun player malang tersebut adalah dengan mengeksekusinya di tempat. Tanpa sedikit pun penyesalan yang timbul pada cahaya matanya, Anastasya akan menghabisi player itu dengan sangat cepat.
Dan berkat kemunculan pengumuman yang baru saja muncul. Tubuhnya tiba-tiba saja merasakan sebuah ekstasi yang belum pernah ia rasakan. Bahkan memasukkannya ke dalam bentuk euforia baru.
Dengan anggapan bahwa sosok yang ia yakini telah memberikan tugas khusus kepadanya, ia pun bangkit lalu berbalik menghadap sekumpulan mayat Player yang tidak lama setelah itu hancur menjadi kepingan data virtual.
“Nah, sekarang ke mana lagi aku akan “membersihkan” sisa-sisa sampah yang berserakan?” tanyanya sendiri dengan wajah tak bersalah.
***
“Ini yang terakhir, huh?”
Duduk di atas tumpukan monster yang terbantai, Victor kemudian menyesap rokoknya dengan santai. Pria kekar berotot berpakaian kemeja hawai terbuka itu menatap langit seakan melihat lusinan permen kapas melayang di hadapannya.
Namun, ekspresinya berubah begitu melihat pengumuman baru muncul tepat di hadapan matanya.
[Kemunculan Anomali telah dikonfirmasi. Perubahan dunia mulai terjadi, perhatian bagi semua Player agar tetap terus berkembang. Sebelum semuanya terlambat dan memakan nyawa kalian]
[Taman Kecil akan melaju ke fase dua. Bersiaplah sebelum semuanya terlambat karena saat ini kalian akan diburu. Event kedua Taman Kecil telah dimulai “Berburu atau Diburu”]
[Persiapkan “Nyali” kalian hingga titik darah penghabisan]
Setelah itu ia melompat ke bawah, berjalan pelan sembari memutar-mutar sebuah kalung dengan asesoris segitiga biru. Player unik bernomor 03 itu hanya mencari kesenangan dengan berburu, bertarung, dan bertanding tanpa peduli dengan sekitarnya.
Begitu selesai dengan itu semua, ia pun pergi mencari kesenangan baru.
***
[Kemunculan Anomali telah dikonfirmasi. Perubahan dunia mulai terjadi, perhatian bagi semua Player agar tetap terus berkembang. Sebelum semuanya terlambat dan memakan nyawa kalian]
[Taman Kecil akan melaju ke fase dua. Bersiaplah sebelum semuanya terlambat karena saat ini kalian akan diburu. Event kedua Taman Kecil telah dimulai “Berburu atau Diburu”]
[Persiapkan “Nyali” kalian hingga titik darah penghabisan]
“Hah? Sangat merepotkan. Aku sama sekali tidak ingin mengikutinya, ini sama saja memaksaku bekerja di hari libur.”
__ADS_1
Menguap dengan mata sayu yang setengah tertutup oleh penutup mata, ia pun melampiaskan protesnya seperti seorang pekerja kantoran yang harus lembur tanpa dibayar sepeser pun.
Salieri, itulah namanya. Jika mengingat tokoh sejarah yang terkenal, ia sangat berbeda dari pandangan orang-orang karena dasarnya ia hanyalah seorang pemalas dalam tanda kutip.
Walaupun pemalas, tetapi bakatnya bukan sesuatu yang mudah untuk diremehkan, terutama jika itu menyangkut sesuatu yang dapat menarik perhatian Player yang satu ini. Ia akan mengejar hal tersebut hingga ke ujung dunia sekali pun, namun sayang, minatnya dalam ikut campur dengan fase kedua Taman Kecil sepertinya tidak membuahkan hasil.
Saat ini saja ia berbaring malas di atas sofa, lengkap dengan keripik kentang goreng, dan sebuah soda buatan.
“Jangan bermalas-malasan seperti itu, Sali”
“Huh? E-e-eh?! Jangan mengambil keripik kentangku!”
“Sendainya saja kamu bisa lebih aktif dan bersosialisasi, mungkin aku bisa bernapas lega karena tidak harus mengasuhmu seperti ini.”
Perempuan yang baru saja menghela napasnya adalah Livinia. Sama halnya seperti Salieri yang merupakan Player unik, ia juga dapat dikatakan sebagai seorang gadis suci berhati malaikat.
Kemampuannya dalam menyembuhkan seseorang sangat mengagumkan, apalagi jika orang tersebut baru saja patah hati karena diputuskan oleh pacarnya. Hanya dengan satu kedipan, luka di hati orang tersebut seketika itu juga akan sembuh.
Bagaikan keajaiban yang datang dari langit, Livinia juga sering dikenal sebagai malaikat anggun oleh Player laki-laki yang berpapasan atau setidaknya mengenal Livinia meski hanya sebentar.
“Urusi saja urusanmu, Livinia,” gertak Salieri dengan ekspresi geram.
Ia pun langsung mengambil kembali keripik kentang yang Livinia ambil. Perempuan anggun itu menggembungkan pipinya lalu menyentil kening Salieri dengan sangat “lembut”.
Namun, bukannya mendengar suara “Ouch” atau “Aww” apa yang Livinia dapatkan adalah tubuh Salieri yang terlempar jauh hingga menghancurkan sofa serta dinding di belakangnya dengan telak.
Seketika itu juga Salieri mendapat efek samping stun yang membuat tubuhnya tak berkutik dan tidak lama setelahnya ia pun pingsan di tempat.
“Upss ... lagi-lagi aku tidak mengendalikan kekuatanku dengan benar.”
Livinia pun dengan paniknya segera mendatangi Salieri yang pingsan.
***
[Kemunculan Anomali telah dikonfirmasi. Perubahan dunia mulai terjadi, perhatian bagi semua Player agar tetap terus berkembang. Sebelum semuanya terlambat dan memakan nyawa kalian]
[Taman Kecil akan melaju ke fase dua. Bersiaplah sebelum semuanya terlambat karena saat ini kalian akan diburu. Event kedua Taman Kecil telah dimulai “Berburu atau Diburu”]
[Persiapkan “Nyali” kalian hingga titik darah penghabisan]
Jauh di sudut lantai pertama, seorang laki-laki tengah duduk di ujung tebing. Ia hanya menatap santai pengumuman tersebut dengan ekspresi datar.
__ADS_1
“Jadi fase kedua akhirnya dimulai juga ....”