Nameless Crown

Nameless Crown
Chapter 38 - Valhala Palsu I


__ADS_3

Hawa kehadiran Nardhal semakin menguat, memekat, dan meluas. Seolah-olah sebuah ombak raksasa yang dapat melahap apa saja yang berusaha menghalanginya. Bahkan untuk seorang Ash saja yang cukup kuat melawan Vlad tampak tertekan.


Tubuhnya sedikit demi sedikit membungkuk, menurun hingga akhirnya jatuh berlutut seperti seorang kesatria yang menekuk kakinya. Sementara itu Lilith berusaha meringankan tekanan Nardhal dengan membungkus Ash serta dirinya dengan sebuah kubah merah berakar duri yang mengeluarkan aura kemerahan.


“Mereka yang membebani dunia—“


“—Terbungkus dalam danau tak berujung”


“Terlepas dari tanggung jawab—


“—Begitu pun takdir yang mengikat”


“Sekarang bangkitlah wahai “Diriku”, menuju panggung terakhir di mana segala sandiwara berujung pada sebuah tragedi yang manis!”


Kedua Nardhal yang sebelumnya terpisah dalam bentuk tak sempurna kini mulai menyatu. Bagian-bagian yang kurang perlahan dilengkapi dengan berbagai energi, tampang yang semula bagai anomali kini terlihat bak sebuah bulan cerah.


Tanpa mengenal gender alias tak berjenis kelamin apa pun. Penampilannya secerah bulan yang sering digandrungi oleh laki-laki pencari kesenangan, sementara suaranya semerdu aktor opera yang dapat menggemparkan seisi ruangan.


Kini sosok tersebut melayang di hadapan Ash dan Lilith. Berpakaian selayaknya bangsawan, kibasan rambut putih pucat menandakan jika dirinya telah siap dengan segala konsekuensi.


Di sisi lain jubah kebesarannya berkibar di belakang, tapi terhenti akibat aura dingin yang tiba-tiba saja menyerbak di sekitar Nardhal. Bukan jubah saja yang terhenti, bahkan tanah di bawah tubuhnya juga ikut membeku menjadi tanah es.


“Persiapkan diri kalian sebelum waktu eksekusi dimulai,” tuturnya lembut.


Begitu kedua bola mata berpupil indahnya itu berkedip, sosoknya pun menghilang, dan tiba-tiba saja sudah berada tepat di belakang Ash. Tangan kanannya terangkat tinggi mengindikasikan sebuah penghakiman, sementara telapak tangannya ia tegakkan.


Ketika Nardhal mengayunkan tangannya, Ash pun dengan refleks yang cepat langsung mendorong Lilith menjauh sementara tangan kirinya keluar bersama sebuah belati hitam.


DHUASSSSSS!


“Ash!—“


Lilith berusaha menjangkau lelaki tercintanya itu, tapi karena Ash mendorongnya sangat cepat, dan juga kuat. Ia tidak bisa meraih tangannya, alhasil tubuh Lilith terpental jauh menghindari serangan maut Sang Nardhal.


Namun, berkat refleks cepat Ash. Serangan mematikan itu berhasil ditahan, tetapi bekas dari tekanan serangan tersebut meledakkan sekelilingnya dengan bunyi dentuman suara melengking yang sangat nyaring.


HP awal Ash yang semula hijau pun seketika itu juga berkurang drastis hingga menjadi warna kuning cerah.

__ADS_1


“Gahkss!—“


[The Starling of Pandemonium, Nardhal Lv. 200]


“Menyerah saja. Tidak ada setitik cahaya pun yang dapat menyelamatkan kalian,”


Ash yang terkena efek stun pun terdiam dalam kesakitan, sementara itu Nardhal kembali mengangkat tangan kanannya. Partikel-partikel es kecil melayang pelan, mengelilingi tubuh makhluk penjaga itu dengan solid.


Di sisi lain, Lilith yang tercekat langsung bangkit, dan melepaskan sihir pengekang ke arah Nardhal. Namun, lingkaran sihir yang dilengkapi oleh sulur tanaman berduri yang mengeluarkan aroma darah itu sama sekali tidak mempan.


“Percuma saja.”


Karena semua sulur-sulur itu sebelum bisa menyentuh kulit Sang Nardhal langsung membeku. Menjadi keras lalu hancur berhamburan, bahkan lingkaran yang menopang semua sulur itu pun meledak berkeping-keping.


Tampaknya kondisi saat ini memang tidak ada harapan, eh? Batin Ash.


“Enyahlah dari dunia ini, wahai anomali!”


Udara mengentak, menyusut menjadi atom kecil yang meledak hebat, dan tekanan hebat itu kini diarahkan tepat ke tubuh Ash. Namun, seperti pepatah yang terus terukir di dalam sejarah “Apa yang kau tuai, itulah yang akan kau dapatkan suatu hari nanti”.


“[Force Arrow]!”


Sebuah anak panah yang dilapisi oleh aura Mana tiba-tiba saja muncul entah dari mana dan langsung menghantam Nardhal. Tidak seperti sulur-sulur sihir milik Lilith yang membeku kemudian hancur, anak panah itu sudah meledak sebelum mengenai Nardhal.


Dari ledakan tersebut keluar beberapa cambuk petir dan juga jarum-jarum cahaya. Berkat itu Nardhal menghentikan serangannya dan menjauh dari Ash.


“Whoaa! Aku tidak tahu kekuatan campuran bisa sehebat itu, Fion.”


Sebuah siluet muncul tepat di samping Lilith. Ia adalah Sera dan beberapa siluet lainnya pun menyusul, mereka adalah tim Andre beserta Fion.


“Tidak perlu dipermasalahkan. Lagi pula ini hanya untuk sementara saja, Sera”


“Tidak, tidak, tidak. Jangan merendah seperti itu, aku justru kagum karena idemu ini. Siapa sangka kamu akan mengusulkan hal seperti ini kepadaku”


“Setidaknya dengan ini aku bisa membalas utangku kepada kalian.”


Fion pun berdeham kemudian memperbaiki kacamatanya. Tepat di belakang sosok laki-laki itu Andre, Rokh, dan Elen yang sedang memanggul Fiona muncul. Sejak kejadian munculnya Endymion, Fiona belum juga sadarkan diri.

__ADS_1


Menurut keterangan Fion, Adiknya tersebut memang terkena serangan berefek rantai. Bukan saja DoT dan CC—Crowd Control, tetapi juga efek spesial yang dapat memungkinkan seorang Player mengalami tidur panjang hingga waktu tertentu.


Selain itu juga ketahanan Fiona terhadap serangan sihir tidak sebesar milik Fion. Itu artinya dampak yang ditimbulkan dari serangan Endymion kepada Fiona sangatlah besar.


“Anggap saja ini adalah caraku untuk membayar kalian. Selain itu kita juga perlu menyelesaikan Dungeon ini agar bisa keluar,” tutur Fion sembari memosisikan diri.


Sera pun mengangguk setuju. Gadis Elf tersebut pun merengut begitu sadar jika persediaan anak panahnya telah habis dan tak bisa membantu mereka lagi, tapi Fion dengan sigap menciptakan sebuah pohon kemudian menghancurkan lalu mengubah setiap batang kecil menjadi anak panah.


“Akan sangat berbahaya jika bagian belakang kita tidak bisa berperang aktif,” lanjutnya. “Aku tidak tahu seberapa bagus kualitas anak panah yang kubuat ini, tetapi setidaknya ini lebih cukup daripada tidak sama sekali”


“Heeeehhh. Ternyata kamu baik juga, ya.”


Elen pun melangkah ke depan setelah membaringkan Fiona di tempat yang aman.


“Seharusnya kamu mendengarkan pernyataanku tadi—“


“Sudahlah. Hal remeh seperti itu tidak perlu dipikirkan keras-keras, kalau mau membantu, ya tinggal bantu saja. Hehehehe, dasar pemalu,” potong Elen dengan senyum mengesalkan.


“Guh ....”


Sera pun tertawa kecil sementara Andre dan Rokh hanya bisa tersenyum. Mereka tahu jika sifat Fion memang sedikit rumit, tapi sebenarnya baik. Terlepas dari apakah mereka lawan atau kawan, karena saat ini berkat suatu kondisi spesial, mereka terpaksa menjadi satu tim.


Perhatian Elen pun kini beralih kepada Ash yang masih terkena efek stun, ia pun meneriakinya agar segera menjauh. Namun, sayangnya lelaki itu tidak bisa bergerak karena tubuhnya ditarik oleh kekuatan gravitasi milik Nardhal.


Berteriak seperti itu percuma saja, aku berterima kasih karena mereka berusaha menyelamatkanku. Namun, bukan seperti itu juga caranya, ‘kan? Batin Ash kesal.


Kekuatan ledakan anak panah Sera yang telah diperkuat oleh sihir Fion bukan saja mengusir Nardhal dari Ash, tapi juga melukai dirinya hingga ke titik tertentu. Alhasil durasi stun yang sebelumnya akan berakhir malah kembali diperpanjang.


Namun, berkat itu juga ia berhasil mendapatkan sedikit waktu untuk memikirkan rencana baru. Mendongak ke atas dengan susah payah, mulut Ash tiba-tiba saja menyeringai tipis.


Karena saat ini langit telah menjadi gelap dan ditambah dengan kebangkitan Nardhal yang membuat seluruh bagian tempat di sana terdistorsi. Pencahayaan yang semula disponsori oleh matahari kini berganti menjadi sinar sang raja malam.


Sempurna. Cerah. Penuh. Itulah yang dinamakan sebagai Bulan Purnama.


Ia pun mengaktifkan pemindaian panel lalu mengarahkannya ke status pribadi. Matanya menyusur ke bawah dan tibalah pada satu bagian yang sebelumnya tercoreng akibat kondisi khusus kini menyala terang.


“Kemampuan unikku telah aktif,” gumamnya pelan.

__ADS_1


[Would you use the Unique Skill “Continuity Evolution”? Yes/No.]


__ADS_2