Nameless Crown

Nameless Crown
Chapter 22 - Peninggalan Kerabat I


__ADS_3

Di sebuah rumah terbengkalai dekat dengan zona kematian daerah utara lantai pertama, dua orang bersaudara sedang bersantai. Sang Kakak duduk di meja kerja dengan tumpukan kertas serta berbagai dokumen, sedangkan Sang Adik merebahkan diri di atas meja sembari menjilati permen lolipop.


“Hei, Kak”


“Hmm?”


“Apa Kakak sudah mendengar tentang kabar kastel itu berhasil ditaklukkan?”


Fion yang sedang duduk membaca sebuah dokumen pun langsung terdiam. Ia menoleh melihat ke arah Adiknya dengan alis kiri yang sedikit terangkat.


“Begitu?”


“Umm. Aku dengar kalau orang yang berhasil mengalahkan Boss di sana adalah seorang Assassin”


“Dari mana kamu mendapatkan informasi seperti itu, Fiana?”


Gadis berjaket merah muda dengan hoodie menyerupai kelinci itu pun bangkit.


“Ahh, aku hanya mendengar desas-desusnya, tapi bukankah perkiraan Kakak meleset sedikit?”


Fion memperbaiki kacamata berframe persegi panjangnya dengan jari telunjuk. “Setidaknya sedikit dan tidak jauh. Lagi pula saat ini kita sedang menjalankan misi lanjutan Job, jadi aku tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal tak berguna seperti itu”


“Tak berguna, ya? hehehe. Kakak selalu serius, jadi tidak asyik. Padahal tempat itu juga memiliki salah satu barang yang Kakak inginkan, bukan?”


“The Skeleton King Crown? Memang benar itu adalah barang yang sedang aku cari. Namun, bukan berarti aku tidak memiliki alternatifnya”


“Ahahaha. Itu baru Kakakku. Ketika orang melangkah satu kali, Kakakku sudah melangkah tiga kali”


“Namanya rencana cadangan. Aku memerlukan bantuanmu, Fiona.”


Mulut Sang Adik pun menyeringai.


“Apa itu ‘menyenangkan’?”


“Jangan tanyakan itu dengan kriteriamu. Menyenangkan atau tidak, aku membutuhkan jawaban bukannya pertanyaan.”


Namun, Fiona hanya diam sebelum ia akhirnya berbalik sembari menurunkan hoodienya. Setelah itu ia pergi berjalan meninggalkan Kakaknya yang menghela napas.


“Dasar. Kebiasaan buruknya itu tidak pernah berubah.”


Fion pun mengeluarkan sebuah jam saku lalu menekan tombol kecil di bagian kirinya. Ketika penutupnya terbuka, sebuah foto yang menampilkan dua orang bersaudara sedang berpelukan dengan senyum lebar, dan wajah ceria tampak bahagia di sana.


“Sejak kapan Adik kecilku yang manja menjadi sesuatu yang berbeda?”


***


Daerah Selatan Taman Kecil, Lantai Pertama, Kota Belgana


Ash dan Lilith sedang melihat-lihat barang di toko pinggir jalan. Mereka berdua tengah menikmati masa liburan singkat nan padat, pasalnya ada beberapa misi yang perlu mereka selesaikan sebelum masa tenggatnya berakhir.


Selain itu Ash juga telah menyerahkan bahan-bahan yang perlu digunakan untuk pembuatan senjata kepada Wendy. Begitu gadis dengan tubuh atletis penuh keringat itu melihatnya, ia sangat kegirangan, dan langsung menutup pintu rumahnya.


Ash hanya termenung dengan tatapan tak percaya, tapi tidak lama kemudian pintu rumah penempa besi itu terbuka sedikit lalu menampilkan sebuah informasi pada panel Ash.


Dengan pesan sederhana singkat dan padat, Wendy menuliskan “Tunggu saja empat hari lagi, kujamin kamu pasti bakal puas” begitulah pesan yang tertera pada panel Sang Assassin.


Ia pun pasrah melihat keadaannya yang tidak masuk akal itu, sementara di sisinya Lilith tertawa kecil sembari menutup mulut. Melihat ekspresi laki-laki yang dicintainya itu terkena permainan kanak-kanak, pada akhirnya Lilith tak bisa menahan tawa.


Dan itulah kilasan balik mengapa mereka bisa ada di Kota Belgana saat ini. Dengan kata lain selain menunggu senjata buatan Wendy selesai, Ash juga perlu mengisi persediaan ramuan penyembuh.


“Aku juga sedikit kaget ketika melihat statusku sendiri. Ternyata Skill unik ada batasannya juga, eh?”


Setelah itu Ash mengeluarkan panel statusnya.


Name  : Ashiel Gremory


Race    : Half-Vampire


Job      :【Shadow Assassin Lv 20】


Vitality: 2521


Str       : 115    Psy Atk           : 131


Agi       : 201    Psy Def           : 125

__ADS_1


Int         : 90     Mag Atk          : 107


Luck     : 87      Mag Def          : 98


【Skill】


【Active】  =>


—Hidden Presence


—Shadow Stalker


—Phantom Dusk


【Passive】=>


—Counter Attack


—Back Stab


—Night Vision


【Tittle】


—Emperor of Bloodiast


【Unique Skill】


—Disdain Slave


“Itu benar, karena kemampuan itu hanya aktif ketika bulan telah memasuki kejayaannya. Jadi kamu harus berhati-hati jika ingin melakukan sesuatu sayang—upss, maksudku, Ash”


“Kamu sengaja melakukannya, ya? Bukankah kita sudah sepakat kalau panggilan itu hanya ketika berada di kamar”


“Maaf. Hehehe”


“Mungkin penampilanmu seperti wanita elegan yang memiliki pesona sejuta tiada tanding, tapi sikapmu itu, ya ... hahhh. Sama sekali tidak berubah.”


Ash pun melirik Lilith dengan tatapan pasrah kemudian menghela napasnya ketika mengingat apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.


Kehidupannya berubah 180 derajat dan berbagai hal yang sama sekali tidak ia tahu terus saja menghujaninya tiada henti. Pada akhirinya ia tidak kuat dan merelakan semua itu begitu saja.


Ia tidak bisa tenang ataupun beristirahat sambil menikmati dunia baru. Dengan kemunculan informasi baru mengenai Fairy’s Code—Sandi Peri dan teka-teki Taman Kecil, kini dirinya harus menemukan kebenaran dibalik semua itu.


Adapun keanehan yang terjadi pada perubahan statusnya. Beberapa keahlian tampak dicoreng oleh sebuah garis merah yang menyerupai sulur tanaman. Ketika Ash mencoba menggunakannya terdapat larangan yang muncul dari panel status yang menyatakan bahwa dirinya belum bisa menggunakan keahlian tersebut.


Bahkan statusnya saja menurun, persis seperti ketika ia berada dalam wujud manusia, meskipun saat ini statusnya sebagai manusia telah menghilang, dan beralih menjadi setengah Vampir.


Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Hanya bingung dan tidak tahu harus bagaimana, untungnya Lilith mengungkapkan fakta tersembunyi dari balik tercorengnya keahlian milik Ash.


“Pada dasarnya karena sekarang statusmu bukanlah manusia, maka hukum dunia berlaku seperti yang tertera pada kedaulatan Sandi Dunia. Di mana makhluk malam akan ditekan pada malam hari dan sebaliknya”


“Jadi maksudmu statusku akan kembali seperti semula ketika malam tiba, begitu?”


“Kurang lebih, tapi aku sendiri masih belum yakin. Untungnya dengan ikatan ini—“


Lilith menyentuh tengah dadanya.


“—Aku masih bisa merasakan apa yang terjadi pada dirimu, Ash. Jadi kamu tidak perlu khawatir,” tandasnya dengan senyum semanis buah persik di musim semi.


Ash hanya memejamkan matanya kemudian mengelus kepala wanita yang mengatakan kata-kata manis itu dengan pelan. Seketika itu juga kedua pipi Lilith memerah padam dan dari bagaimana ekspresinya penuh kenikmatan, uap-uap hasrat mulai muncul.


Namun, Sang Assassin tidak segan-segan dan mengubahnya menjadi pukulan kampak yang cepat.


“Jangan perlihatkan ekspresi itu di sini atau kita akan dikejar lagi oleh sekumpulan laki-laki bernafsu”


“Ahn ... maaf, habisnya itu tiba-tiba sekali. Kalau mau kenapa kita tidak pergi saja penginapan dan melampiaskannya?”


“Hahhh. Aku sudah muak dengan semua omong-kosong yang kamu katakan itu, Lilith. Cepat, kita harus pergi dari sini atau kota ini akan menjadi sarang bejatmu.”


Semua yang dikatakan oleh Ash mengacu pada ras Lilith yang merupakan setengah Sucubus dan Vampir. Keberadaannya saja sudah tabu karena dapat memikat hati setiap laki-laki yang ditemui olehnya.


Untungnya kini ia terikat oleh kontrak sumpah setia dengan Ash sehingga kekuatan itu dapat ditekan. Apalagi dengan sifat Ash yang sedikit dingin dan tidak peduli terhadapnya, kekuatan Lilith pun hanya seperti seorang gadis kecil berumur lima tahun.


Meski begitu, Ash selalu siaga apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Semisalnya ketika wanita elegan berpakaian seksi di sampingnya ini memperlihatkan ekspresi gairah penuh birahi.

__ADS_1


Ia tak segan-segan akan menyentil jidat atau memukul kepalanya sebagai bentuk pencegahan cepat.


Ini sangat melelahkan, kenapa juga aku harus membawanya bersamaku, hahhh , batin Ash.


“Jadi sekarang apa rencanamu, Ash? Hehehe”


Untuk beberapa saat, Sang Assassin menoleh ke arah sumber suara itu, tapi kemudian menghiraukannya, dan berjalan pergi meninggalkan Lilith tanpa berpaling sekali pun.


“Ash, Ash! Maafkan aku, jadi jangan pergi meninggalkanku begitu saja.”


Namun, tiba-tiba saja langkah Ash terhenti dan Lilith yang mengejarnya langsung menabrak punggung lelaki tersebut.


[ Event Spesial – Berburu atau Diburu, Dragonaut Fortress ]


Pesan itu muncul begitu saja di depan mata Ash. Melalui panel pemberitahuan, ia pun menekan lalu menggeser tanda panah ke bawah. Panel yang sebelumnya berbentuk persegi panjang biru kini menjadi lebih luas dengan keterangan serta informasi di dalamnya.


[ Mereka yang memiliki jiwa sebagai pembebas kehidupan. Tersebar di seluruh penjuru Taman Kecil, berkeliaran tanpa arah menunggu kehancuran, di mana kebenaran berpaling, dan kebohongan meraih. Apa kalian siap dengan tantangan baru demi merebut kejayaan? Inilah waktu yang tepat untuk memutuskannya ]


[ Taklukan Benteng Dragonaut yang akan terbuka dalam waktu dekat ini. Hancurkan jantung Sang Tirani dan bawalah hadiah sebagai imbalan nyata atas keberanian kalian ]


[ Quest: Seize The Dragonaut Fortress and Defeat The Tyrani of Aldebaran ]


[ Reward: Unique Skill Book x1, 70.000 EXP, and 300.000 Gill ]


“Jadi apa yang kita dapatkan sekarang?”


Ash masih fokus pada informasi yang muncul secara tiba-tiba itu.


“Misi baru ‘kah?”


“Kurang lebih, tapi sepertinya kita masih bisa menyelesaikan misi-misi yang sebelumnya”


“Hmm. Aku ingin menanyakan ini kepadamu, tapi raut wajahmu itu ... apa kamu baik-baik saja, Ash?”


“Aku?”


Lilith mengangguk. “Kamu seperti kesakitan, aku tidak tahu apa yang kamu lihat dari misi itu, tapi sebaiknya jangan terlalu dipikirkan.”


Ash hanya menatap Lilith tidak percaya, karena apa yang dikatakan oleh gadis elegan itu benar-benar tepat sasaran.


Membaca kata “Aldebaran” saja sudah membuat dirinya sedikit gundah dan cemas. Apalagi setelah melihat kata penaklukan dan juga pembasmian, ia sudah pada batasnya.


“Kamu tahu ... setelah aku melihat siapa diriku di masa lalu dan bagaimana semua itu berlalu. Sedikit demi sedikit ingatan masa itu seperti tumpang tindih dengan ingatanku yang sekarang”


“Apa itu penyebab kenapa raut wajahmu bisa kesakitan, Ash?”


Namun, Sang Assassin menggelengkan kepalanya.


“Nama dari penaklukan itulah yang membuatku saat ini sedikit gundah. Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya ... rasanya ini bukanlah seperti diriku.”


Saat itu juga Lilith meraih kepala Ash kemudian membenamkannya ke dada. Entah keajaiban apa yang muncul, tapi Ash tampak tenang, dan tidak melawan.


“Kalau kamu sedang gundah, maka biarkan aku yang menjadi obat untuk menyembuhkannya. Lagi pula aku adalah milikmu dan sudah sewajarnya sebagai pendamping seumur hidup, aku harus bisa menenangkan laki-laki yang kini telah menjadi suami tercinta,” tutur Lilith lembut di telinga kanan Ash.


Saat ini mereka telah berada di luar area padat penduduk. Berdua di bagian Kota Belgana, Lilith memandu Ash untuk duduk di bangku kayu terdekat.


Kota Belgana adalah kota biasa yang bisa ditemukan di mana saja. Apa yang membuatnya cukup spesial dan sampai masuk kolom rekomendasi para Player adalah bagaimana kota sederhana itu menyuguhkan pemandangan matahari terbenam.


Berdua tanpa seorang pun yang mengganggu. Kondisi Ash sendiri tampak tidak terlalu baik, tapi berkat kecakapan Lilith dalam bertindak, kini ekspresi Master sekaligus kekasihnya itu mulai membaik.


Setelah mereka berdua duduk, Lilith langsung menidurkan kepala Ash di atas pangkuan pahanya yang lembut nan wangi.


“Ah ... “


“Bagaimana? Apa sekarang kamu sudah baikkan, sayang?~”


Dengan nada memikat penuh kasih sayang itu mata Ash yang sebelumnya menegang perlahan-lahan mulai menjadi sayu.


Mulut Ash sedikit bergetar, tapi akhirnya santai, dan sebuah senyum tipis penuh kelegaan terukir dengan sempurna.


“Itu baru ekspresi sayangku yang ingin kulihat~”


“Kamu bisa aja ... terima kasih, Lilith.”


Untuk sesaat Sang Permaisuri sedikit terkejut, tapi setelah itu ia tersenyum lebar.

__ADS_1


“Sama-sama.”


Ash yang telah tenang mulai menikmati pemandangan dari bantalan paha Lilith dan mereka berdua pun diam sembari meresapi pemandangan yang ada.


__ADS_2