
“A-apa? ... R-Ryan? Apa yang terjadi dengan tubuhmu?”
Dengan kedua mata melebar dan mulut yang tergagap, Elen hanya dapat terdiam tanpa bisa berbuat apa pun. Dalam kondisi kritis dan tak berdaya itu, ia menyaksikan sebuah fenomena baru—tidak, tepatnya sebuah kelahiran baru.
Bulan purnama sempurna. Cahaya transparan bagai ilusi itu membungkus kegelapan yang mengelilingi tubuh Ash. Terlepas dari segala keabnormalan yang ada, langit pun secara perlahan menyesuaikan diri dengan warna darah.
Ash yang kini mengambang pelan di atas permukaan tanah mendongak ke atas. Pupil matanya semakin tajam, kedua taring pemalu memperlihatkan diri, rambut hitam pekatnya mengeluarkan garis samar kebiruan.
Dalam setengah detik itu siluet Oz muncul di sampingnya lalu menyatu, masuk ke dalam. Dua buah sayap kegelapan merekah dengan kibasan bulu gagak yang berguguran.
Perasaan ini ... sungguh menyenangkan. Sangat tenang di sini seakan aku bisa melakukan apa saja, batin Ash.
Tidak jauh dari sana Lilith melompat ke belakang, mendekati Sang Kekasih yang telah berubah seutuhnya. Ia mengerang lalu sebuah lingkaran sihir dengan pentagram keunguan muncul di tengah-tengah dadanya.
Dari tengah-tengah lingkaran tersebut keluar sebuah rantai astral tanpa fisik. Berwarna merah samar yang kemudian meliliti lengan kiri Ash. Bagai hubungan seorang majikan dan pelayan, keduanya saling terhubung dengan cara yang berbeda.
Meski berbeda dalam berbagai arti, tapi hati mereka tetap satu. Terhubung dengan landasan yang berasal dari hubungan kepercayaan, mereka menyerahkan diri kepada insting terpendam. Jauh. Jauh. Jauh di dalam hati kecil, di balik gelapnya emosi.
[Sinkronisasi berhasil. Menyiapkan katalis “The True Vampire”]
[“Disdain Slave” aktif. “The Empress of Lost” dan “Lord of Astralis” telah menjadi satu]
Tubuh Lilith yang sebelumnya solid langsung menjadi transparan dan bulir-bulir cahaya mengelilinginya sekaligus mengubah konstitusi Sang Permaisuri Pemikat itu menjadi roh.
Roh Lilith yang dapat bergerak bebas itu kemudian melayang ke arah Ash lalu merangkulnya dari belakang.
Kini dirinya telah menjadi sistem pendukung absolut bagi Ash. Bukan saja memberikan pilihan terbaik dan menyuplai energi serta Mana ke dalam tubuh Masternya. Lilith juga akan melengkapi Ash dengan segala buff dan menghilangkan debuff yang melekat padanya.
Ash yang kini telah berubah sepenuhnya menjadi Vampir sesungguhnya pun turun. Ia pun melihat ke sekeliling dan memastikan semuanya seperti apa yang dulu pernah ia rasakan.
Ketika berhadapan dengan Vlad [Palsu], ia dibantu oleh Vlad [Asli], dan memiliki kekuatan yang meluap-luap hingga dapat mengimbangi bahkan mengalahkan Boss anomali itu hingga titik darah penghabisan.
Namun, saat ini ia bukan dibantu oleh Vlad [Asli] melainkan oleh Lilith yang telah membuat kontrak dengannya. Pusaran Mana di sekeliling mereka pecah menjadi butiran debu yang samar lalu masuk ke dalam tubuh Ash.
Baik aliran Mana Lilith maupun Ash telah menyatu sehingga kekuatan mereka berlipat-lipat ganda. Ia tahu jika kemampuan unik miliknya itu permanen, karena itulah dengan waktu yang terbatas, dan dalam kondisi terpojok ia harus bisa memaksimalkan kekuatan itu dengan efektif.
Ash pun membuka panel statusnya. Hmm? Keanehan lagi? Batinnya.
Name :Ashiel Gremory
Race : True Vampire
Job :【Lord of Astralis Lv ???】
__ADS_1
Vitality: ???
Str : 870 Psy Atk : 1350
Agi : 1630 Psy Def : 970
Int : 610 Mag Atk : 900
Luck : 290 Mag Def : ???
【Skill】
【Active】 \=>
—Blood Phantasmal
【Passive】\=>
—Night Lurker
—Blood Seeker’s
—Blood Art Mastery
—Emperor of Bloodiast
【Unique Skill】
—Continuity Evolution
Apa yang ia lihat sangat berbeda, bahkan dalam kebingungan itu dirinya masih terlihat tenang. Sembari memastikan statusnya sendiri, Ash memejamkan mata sesaat lalu membukanya kembali.
Namun, apa yang dilihatnya memang bukan suatu kesalahan atau sebuah bug. HP dan pertahanan sihir serta level menunjukkan indikator tanda tanya. Ia tidak mengerti hal itu, tapi satu hal yang pasti adalah munculnya indikator tersebut pasti karena keterlibatan Lilith.
Ketika ia meminjam kekuatan Vlad [Asli], ia masih bisa melihat indikator angka pada statusnya. Itu berarti peringatan yang muncul dan ia hiraukan tadi telah memberitahunya semua yang ia ingin ketahui.
Seperti “Lord of Astralis”, “The True Vampire”, dan “The Empress of Lost”. Namun, bukan itu saja, ada beberapa kemampuannya yang hilang, dan menjadi berbeda.
Semisalnya kemampuan aktif dan pasif bahkan kemampuan uniknya pun mengeluarkan cahaya merah.
“Jangan khawatir. Aku selalu berada di sisimu, Ash. Tenangkan jiwa dan pikiranmu, sekarang kita menjadi satu, dan tentunya aku akan melindungimu dengan segenap hatiku”
“L-Lilith?”
__ADS_1
Ash menatap Lilith dalam wujud astralnya. Mengambang bebas di udara sementara dadanya dirantai oleh sebuah rantai magis. Meski begitu, ia bisa merasakan jika sosok yang mengambang di hadapannya memang benar Lilith.
“Saat ini kita terhubung menjadi satu dan aku sebagai katalis sekaligus penuntunmu akan selalu membantu. Baik ketika kamu kesulitan atau sedang kesepian,” tutur Lilith sembari mengelus pipi kanan Ash.
“Apa yang terjadi? Sebelumnya tidak seperti ini?”
Lilith hanya tertawa geli kemudian menyentuh kening Sang Kekasih dengan jari telunjuknya.
“Semua yang kamu ingin tanyakan akan aku kirimkan langsung menuju ke alam bawah sadarmu.”
Seketika itu juga semua informasi langsung masuk ke dalam alam bawah sadar Ash. Dengan jumlah informasi sebanyak itu, orang biasa mungkin akan gila karena melampaui kapasitas kerja otak, tapi Lilith telah meringankan sekaligus membuatnya tampak lebih ringan.
Ash pun sedikit tersentak, tapi ekspresi yang ia keluarkan sangat tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sementara itu, Elen masih tak percaya dengan perubahan yang terjadi pada temannya.
Apalagi mengetahui hal seperti itu pasti membuatnya syok. Di sisi lain Nardhal seperti terhenti oleh gelombang waktu yang muncul membungkam dirinya. Entah dari mana kurungan waktu itu berasal, tapi sepertinya ia mengerti, dan tahu asal dari segala keabnormalan tersebut.
Kedua matanya memicing. Menatap Ash lalu menunjuknya dengan jari telunjuk.
“Kau. Sumber masalah.”
Dengan suara dan nada yang sama, dua buah gelombang paduan suara itu menggema. Namun, Ash masih tenang. Detak jantung yang sebelumnya berdetak cepat karena perubahan itu kini telah menjadi permukaan air danau—stabil, tenang, dan dingin.
Nardhal mengibaskan lengan kirinya dan sebuah gelombang sabit yang menyasar Ash meledak hebat. Meratakan satu jalur tanah dan pilar yang menghalangi jalur serang gelombang tersebut.
Ash pun melakukan hal yang sama, tapi begitu lengan kirinya terayun, muncul sebuah siluet roh Lilith yang mengikuti gerakannya.
“[Blood Phantasmal],” ucap Ash dingin.
Kolam darah meledak, membuncah hebat membentuk gelombang badai yang dapat menyapu apa saja. Ketika kekuatan itu bertabrakan langsung dengan serangan Nardhal, tempat mereka pun berguncang hebat.
[Blood Phantasmal] merupakan gabungan dari seluruh kemampuan aktif milik Ash yang mana keahliannya dalam memanipulasi kecepatan, sihir, serangan, pertahanan, dan serangan balik diimbuhi oleh aura darah.
Alhasil meskipun gestur tubuhnya terlihat santai dan tidak memperlihatkan ancaman. Namun, sesungguhnya itulah letak kekuatan dari kemampuan ini. Di mana kemampuan ini memanfaatkan teknis aksi dan reaksi, jika musuh menggunakan kekuatan besar, maka apa pun yang Ash lakukan akan memiliki efek yang sama seperti serangan musuh tersebut.
Apalagi kemampuan ini tidak membutuhkan Mana sama sekali karena semua itu telah disuplai oleh Lilith sebagai penjaga astralnya. Ditambah dengan kemampuan pasif Ash yaitu, [Blood Art Mastery], [Night Lurker], dan [Blood Seeker] membuat kemampuan [Blood Phantasmal] semakin kuat.
Inilah yang disebut sebagai sinkronisasi. Perpaduan kemampuan yang berbeda, tetapi memiliki efek saling berkesinambungan. Melengkapi satu sama lain dan menjadikan sosok sebagai inkarnasi dari kehancuran nyata.
“Gunakanlah kekuatan ini dengan sepenuh hati, Ash,” bisik Lilith halus di telinga kiri Ash.
Sang Assassin pun memejamkan matanya sesaat kemudian menatap balik Nardhal.
“Ya ... lagi pula ini tidak akan lama ...,” ucapnya tenang.
__ADS_1