Nameless Crown

Nameless Crown
Chapter 21 - Obrolan Santai


__ADS_3

**                                         Vol 2. Berburu atau Diburu, Dragonaut Fortress


“Hari yang menyenangkan untuk memancing. Bertarung selalu menyenangkan, tapi juga terkadang membosankan~”


Setelah menyelesaikan misinya bersama Ryan—Ash, Elen pergi ke arah barat sendirian. Namun, di dalam perjalanannya itu ia bertemu dengan ketiga anggota Party sebelumnya. Mereka adalah Andre, Rokh, dan juga Sera.


Kini keempatnya memutuskan untuk pergi bersama dan tidak lama setelah itu mereka di tempat netral. Dekat dengan daerah perbukitan dan juga hutan lebat. Mereka menemukan sebuah tempat yang sangat nyaman untuk memancing di dekat sebuah danau jernih dekat dengan bangunan tua tak berpenghuni.


“Apa itu lagu buatanmu, Elen?”


Ketika Sang Gadis Gothik sedang bernyanyi menunggu umpannya ditangkap oleh ikan danau, tiba-tiba saja Sera datang membawa sebuah ember kemudian duduk di sampingnya.


“Ehemm. Benar, ini adalah lagu buatanku. Bagaimana menurutmu, Sera?”


Dengan riang dan bagaimana Elen membawakan pertanyaan itu, Sera hanya tertawa kecil. Ia menyingkap rambut sampingnya kemudian ia angkat ke atas telinga kanan.


“Itu terdengar indah, tapi apa kamu tidak keberatan jika aku duduk di sampingmu?”


“Hmm? Tentu, itu tidak masalah, Elen. Aku malah senang ditemani seorang Elf cantik seperti dirimu. Hihihi”


“Ah, dasar. Kamu bisa saja, Elen.”


Di seberang mereka Rokh dan Andre sedang mempersiapkan alat panggang serta kebutuhan tambahan. Di mana Andre mengurus perbekalan alat-alatnya sedangkan Rokh bertanggung jawab atas sayur-sayuran.


“Ini sedikit aneh.”


Andre yang sedang memasukkan arang ke dalam wadah seketika itu juga langsung menoleh.


“Aneh?”


“Ini bukan sesuatu yang terlalu besar, tapi ... hanya saja bukankah peran kita terbalik?”


“Jika kau berkata seperti itu, mungkin memang benar”


“Seharusnya bagian dapur adalah tugas perempuan, bukan? Melihat mereka santai dan tenang sambil memancing selagi kita mengurusi hal seperti ini ....”


Rokh pun menghela napasnya kemudian kembali memotong-motong sayuran di atas nampan kayu dengan ekspresi keberatan. Sementara itu Andre hanya mengayunkan tangan sedikit yang menyiratkan bahwa ia tidak keberatan.

__ADS_1


“Omong-omong, bagaimana kabar orang itu, ya?”


Andre pun berdiri lalu mengusap keningnya yang berkeringat.


“Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Bukankah Elen sudah menceritakan apa yang terjadi di kastel itu? Aku yakin dia baik-baik saja”


“Memang benar. Aku hanya sedikit mengkhawatirkannya, bahkan setelah semua kejadian aneh itu ... “


“Kau ini terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu, Rokh. Dibawa santai saja”


“Maklumlah. Kau sendiri tahu seperti apa kondisiku, Andre”


“Benar dan karena sifat itu jugalah yang akan membekas jauh ke dalam hati Adik kecilmu, Rokh.”


Mereka berdua berasal dari negara yang berbeda, tapi keduanya dirawat di rumah sakit yang sama. Meski pada awalnya Andre dan Rokh tidak saling kenal, tetapi berkat Adik Rokh yang cerewet mereka akhirnya menjadi seorang sahabat.


Sebuah kisah yang sederhana. Namun, berkat kedekatan itulah kedua saling mengenal jauh sama seperti sebuah keluarga. Andre mengetahui latar belakang Rokh, begitu juga sebaliknya.


Sayangnya mereka tidak memiliki waktu banyak. Mengetahui Kakak kandung serta orang yang dianggap sebagai Kakak keduanya, Adik Rokh terkadang sering menangis.


Namun, Rokh menguatkannya agar tetap menjadi seorang perempuan yang kuat. Tidak peduli apa yang terjadi pada dirinya di masa depan, Rokh menginginkan Adiknya untuk berjanji agar tidak menangis lagi.


Bagi Andre, Rokh seperti telapak tangan yang terbuka. Mudah untuk ditebak dan terlalu lembut ketika berhadapan orang-orang baik di sekitarnya.


“Namun, aku tidak menyangka kalau Ryan berhasil mengalahkan Boss di kastel itu. Sayangnya Boss tersebut bukanlah Boss lantai ... haaaa. Entah mengapa kita selalu mendapati situasi yang aneh”


“Jangan seperti itu, Andre. Syukur-syukur kita selamat dan tidak mati di sana. Jadi berpikirlah positif, mungkin ada artinya Boss itu bukanlah Boss lantai”


“Kau ini, ya ... tunggu sebentar ....”


Tiba-tiba saja Andre memasang wajah tegang, sementara itu Rokh hanya memiringkan kepalanya karena bingung.


“Jika itu bukanlah Boss lantai. Apa berarti kita masih ada di lantai pertama?”


“Mungkin. Entahlah, aku juga tidak terlalu mengerti, tapi jika kita bandingkan informasi yang kita dapatkan dari berbagai tempat, dan sistem pemandu. Kemungkinan besar kita masih berada di lantai pertama”


“Ya ampun! Kukira kita sudah berada di lantai dua, itu berarti Boss lantai dan penjaga pilar masih ada, ‘kan?”

__ADS_1


“Bukankah itu memang kenyataannya? Lihatlah mereka berdua,” jawab Rokh sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah Alen dan Sera.


“Hmm? Ada apa dengan mereka berdua?”


Rokh pun menghela napasnya.


“Bukannya tadi kau bilang dibawa santai saja, ya? Kalau begitu contohlah mereka berdua ... kapten.”


Mendengar ucapan itu, Andre hanya bisa mengusap hidungnya. Meninggalkan bekas garis hitam dari arang yang sebelumnya ia siapkan.


Memang benar kita masih berada di lantai dua. Baik sekarang atau nanti, kita lihat saja bagaimana arah angin membawa perjalanan ini, batin Rokh.


Elen dan Sera masih terlihat senang dengan tangkapan baru mereka. Ketika kedua teman laki-lakinya sedang susah payah mempersiapkan alat serta bahan baku lainnya. Elen hanya tertawa cengegesan, ia seperti tidak memedulikan mereka.


“Wah, tangkapan yang bagus!”


[Obtain Big Fish x1]


Sera pun bertepuk tangan dengan hasil tangkapan Elen. Meski terlihat ceria, gadis Elf ini memiliki kecemasannya tersendiri, tapi ia memilih untuk melupakan semua hal buruk itu.


Karena saat ini ia hanya ingin menikmati momen kebahagiaan singkat nan fana. Walaupun bukanlah dunia nyata, tetapi ia bersyukur. Tanpa perlu mengingat kejadian mengerikan yang membuatnya trauma, ia masih bisa menikmati kehidupan di Taman Kecil.


Ada pun Elen dengan segudang permasalahan yang ada. Sifat periang dan usilnya lah yang membantu semua orang di Party Andre menjadi bersemangat.


“Ayo, kita harus memberitahu mereka tentang ikan ini. hehehe”


“Umm. Kamu benar ... Andre! Rokh! Lihat, kami berhasil mendapatkan ikan besar,” teriak Sera sembari melambaikan tangan kanannya.


Teman Party laki-lakinya pun menyadari teriakan Sera yang riang, mereka juga ikut melambaikan tangan dengan senyum lebar.


Ukuran ikan yang berhasil ditangkap oleh Elen bukanlah seperti ikan kakap, tapi super ikan kakap. Satu, tetapi cukup untuk membuat perut keempat orang di sana kenyang.


Setelah itu mereka berdua langsung beranjak pergi dan segera berjalan menghampiri Andre dan Rokh yang telah menunggu mereka.


Beberapa saat kemudian mereka duduk melingkar sembari menunggu ikan bakar matang. Aroma yang keluar dari bunyi kematangan makhluk air itu sampai-sampai membuat Elen bengong melihatnya.


Sera hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Sang Gadis Gothik tersebut. Memang benar Taman Kecil merupakan sebuah dunia yang diciptakan dari berbagai data serta perhitungan yang sangat presisi, walaupun begitu sensasi yang ditawarkan oleh dunia ini persis seperti bagaimana dunia nyata pada umumnya.

__ADS_1


Baik dari fitur makanan, tingkat kelaparan, kelelahan, serta berbagai macam fitur-fitur lainnya. Karena itulah mereka tak sabar untuk melahap makan siang langsung berasal dari tempat asalnya.


__ADS_2