Nameless Crown

Nameless Crown
Chapter 24 - Sepenggal Pedang Berkarat


__ADS_3

Wind Hill, West Green Plain, Rumah Wendy


“Dari ekspresimu itu, aku bisa menebak kalau senjatanya pasti sudah selesai.”


Ash dan Lilith yang telah menikmati waktu mereka di  Kota Belgana langsung pergi menuju Rumah Wendy setelah gadis penempa besi itu memberitahu Ash tentang kabar senjata baru miliknya.


Berada di Kota Belgana selama dua hari lebih membuat tubuh Ash sedikit lelah. Pasalnya apa yang ia harapkan berbanding terbalik, bukannya merasa tenang tanpa masalah, tapi mereka selalu mendapatkan masalah remeh yang diakibatkan oleh pesona Lilith.


Kecantikan dari Sang Permaisuri Pemikat itu memang tiada tara, bahkan seorang Kakek encok yang menggunakan tongkat penuntun langsung dapat berlari ketika melihat kecantikan Lilith.


Namun, semua masalah itu langsung selesai ketika pesan Wendy masuk melalui status panel Ash.


“Kamu terlalu meremehkanku, laki-laki pemalu”


“Huh?! Pemalu? Aku?”


Namun, Wendy hanya tertawa cekikikan layaknya seorang anak kecil yang berhasil menjahili seseorang.


“Jika bukan karena atribut tambahan yang dibawa oleh barang langka itu. Mungkin aku bisa saja menyelesaikannya lebih cepat. Nah, bukan saja sendiri.”


Wendy meletakan sebuah barang yang ditutupi kain tepat di sebelah perapian. Di sisi lain raut wajah Ash kini mirip seperti anak kecil yang menantikan mainannya tiba, bahkan Lilith saja terlihat ingin menertawakannya, tetapi ia bisa bertahan, dan lebih memilih untuk mengamatinya dengan senyum lebar.


Setelah itu Ash membuka kainnya perlahan-lahan, lapis demi lapis, dan akhirnya sebuah benda panjang terpampang di depan matanya.


“Orang lain mungkin menyebutnya sebagai pedang, tapi dalam kategori pemilihan bahan, rasio, dan cara efektif dalam penggunaannya. Anak tercintaku ini mungkin akan cocok dengan seleramu sebagai seorang Assassin,” jelas Wendy sembari mengusap bawah hidungnya.


Sontak Ash terkejut dengan pernyataan Wendy. Ia tidak tahu bagaimana gadis penempa besi itu dapat melihat jauh ke dalam kekuatan seseorang dan menentukan senjata seperti apa yang cocok untuknya.


Walaupun bahan dasar dari pembuatan senjata Ash di dasarkan pada pandangan pertama. Jelas itu adalah sesuatu yang sangat sulit, apalagi Wendy hanya melihat sekilas senjata seperti apa yang digunakan Ash ketika bertarung melawan monster.


“Aku setuju dengan pernyataan itu. Sepertinya kamu tidak salah memilih seorang pandai besi, Ash,” timpal Lilith.


“Benarkah?”


Lilith pun mengangguk kemudian menyentuh ujung hidung Ash dengan jari telunjuknya. Kedua matanya mulai bersinar samar layaknya kunang-kunang di penghujung kegelapan.


“Aku memiliki mata sihir, mata yang mana dapat menilai suatu barang dalam sekali lihat, dan aku jamin kualitas senjata yang ada di hadapanmu ini bukanlah isapan jempol belaka”


“Hahahaha! Ternyata istrimu sangat hebat dalam menilai orang, Ash ....”


Sebagai informasi singkat, pada awalnya Wendy masih memanggilnya dengan Ryan, tapi ia langsung mengoreksinya setelah Lilith memberitahukan status mereka berdua.


Ash menggeram diam ketika mendengar bahwa Lilith merupakan istrinya. Ia bahkan tidak pernah melaksanakan upacara pernikahan atau hal-hal berbau sakral lainnya selain mengikat kontrak dengan wanita menyusahkan itu.


Lagi?! Kenapa banyak sekali yang menganggap Lilith adalah istriku?! Batin Ash menjerit.


“Sudahlah. Aku sudah tidak peduli lagi, masih ada sesuatu yang lebih penting untuk kutanggapi”


“Hehehe. Aku semangat itu, setidaknya kamu lebih baik dari si playboy Lesta itu,” sahut Wendy dengan satu kedipan.


“Firasatku buruk. Lupakan saja ..., sekarang menuju ke intinya. Berapa banyak yang harus kubayar untuk senjata ini?”


“Ummm. Sebenarnya kamu tidak perlu memberiku apa-apa”


Ash memiringkan kepalanya. “Yakin?”


“Ya. Lagi pula berkat dirimu juga aku bisa menciptakan mahakarya seperti ini. Selain dari biaya produksi dan kreativitas, barang pelengkap yang kamu berikan sudah lebih dari cukup untuk menutupi itu semua”

__ADS_1


“Hahhh. Ternyata seperti itu, ya?”


“Bukankah itu hebat, Ash. Kamu mendapatkan senjata gratis~”


“Senjata gratis jidatmu,” geram Ash sambil menyentil jidat Lilith.


“Ouchh ... “


“Kalian ini memang pasangan yang harmonis, ya?”


“Ughh ... terserah.”


Setelah itu Ash mengambil senjata buatan Wendy yang telah diperbaharui dan ditingkatkan dengan bahan langka. Ia juga membuka status panel dan memeriksa kualitas dari senjata tersebut.


[Acquired Juggernaut Dagger x1]


—Psy. Atk : +379


—Mag. Atk: +100


[Spesial Atribut: Aura yang dipancarkan oleh pesona dewa kematian dapat menimbulkan efek kutukan dan darah dalam jangka waktu beberapa detik. Setiap serangan yang dilancarkan dalam kurun waktu tertentu dapat meningkatkan spesial efek]


[Sebuah mahakarya yang dibuat oleh Sang Pandai Besi, Wendy. Terbuat dari bahan langka dengan unsur atribut kegelapan semi-kematian. Aura yang terpancar dari setiap serangannya dapat membuat monster tak berkutik]


“Wow!”


“Benarkan apa kataku. Senjata itu memang telah ditakdirkan untukmu, Ash. Jadi jangan sungkan dan ambil kepemilikannya.”


Begitu Ash selesai memeriksa senjata tersebut, ia pun mengambilnya kemudian menyimpannya dalam sebuah sarung khusus yang juga telah Wendy siapkan.


Selain itu di bagian sampingnya terukir beberapa huruf dan guratan yang berpendar samar-samar. Meski terlihat layaknya seperti cahaya dari benda terbang, tapi dengan karakteristiknya yang gelap serta berunsur misteri. Senjata tersebut memang sangat cocok dengan penampilan Ash yang serba misterius.


Pada pandangan pertama orang yang melihatnya mungkin akan menganggap Ash sebagai warga lokal, tapi kenyataannya ia menggunakan kemampuannya untuk menyamar.


Walaupun lemah, kekuatannya itu masih bisa melindunginya dari berbagai hal.


“Selain menciptakan senjata hebat ini, aku juga menginfus sari Mana dari Skeleton Nameless Crown. Alhasil kamu bisa melihat sandi Rune yang kuukir di bagian sampingnya”


“B-bahkan sandi Rune?! W-Wendy ... sebenarnya siapa dirimu?”


Tiba-tiba saja Lilith tersentak kaget dan ekspresi wajahnya yang kompleks berhasil mencuri perhatian Ash.


“Tentu saja pandai besi, siapa lagi, Lilith?”


Mendengar itu kini Sang Permaisuri Pemikat memasang wajah tak percaya.


“Sayang ... menginfus sari Mana dan memberikan Mana adalah dua hal yang berbeda. Menginfus Mana berarti orang itu harus memiliki kemampuan super dalam mengekstrak esensi Mana itu sendiri. Hanya segelintir orang yang dapat melakukannya dan ini termasuk ke dalam pekerjaan seorang Alkemis”


“A-Alkemis?”


“Terkejut? Ini masih belum seberapa, Ash. Kalau kamu bisa memuaskan rasa penasaranku, akan ada banyak sekali kejutan yang nantinya kamu terima di masa depan. Sebagai bukti ... senjata di tanganmu itu adalah salah satunya”


“Makanya dengarkan aku, sayang. Kamu selalu saja menilainya dari hal yang salah”


“Hehehe. Pasutri satu ini akrab sekali, tidak malu memanggilnya sayang? Masih ada aku lho, di sini,” goda Wendy dengan senyum usil.


“Ahh~ tentu saja tidak. Apa sih yang tidak untuk Ash-ku tercinta?~”

__ADS_1


Demi ****** Odin, singkirkan ekspresi itu dari hadapanku, madafaka! Jerit batin Ash.


“B-baik ... baiklah, aku mengerti. Jadi singkatnya Wendy ini orang hebat?”


Ash yang kembali pada kesadarannya mulai memasang pose berhenti dengan telapak tangan kanannya.


“Aku mengerti maksudmu, jadi bisakah kita ke intinya saja, dan menyelesaikan perbincangan ini?”


“Hahahaha. Padahal lagi di bagian serunya, tapi kamu malah ingin mengakhirinya begitu saja”


“Bukannya dengan sengaja, tapi aku masih ada beberapa misi yang harus segera diselesaikan”


“Oh. Jadi itu, ya? kalau begitu tunggu sebentar.”


Ash dan Lilith saling bertukar pandang. Mereka tidak tahu apa maksud dari perkataan Wendy, tapi mereka memilih untuk menunggu ketika gadis pandai besi itu pergi ke belakang ruangan.


“Sebagai tanda terima kasihku karena telah memberi kesempatan ini. Nih, ambil oleh-oleh dariku ... sebelumnya kamu pernah memakannya, bukan?”


Apa yang diberikan oleh Wendy adalah sekantung ubi dan juga rebung rebus matang yang masih hangat.


Tanpa pikir ulang, Ash langsung mengambilnya, dan berterima kasih kepada Wendy.


“Terima kasih. Ini benar-benar makanan rakyat”


“Tidak masalah. Lagi pula ini adalah makanan kesukaanku juga,” balas Wendy dengan senyum lebar.


“Ubi rebus?”


Di sisi lain Lilith kebingungan dengan makanan itu, karena ia belum pernah melihat atau merasakannya. Sebagaimana dirinya yang hidup dalam keterasingan dalam sangkar burung, melihat betapa senang Ash menerima, ia jadi ikut penasaran, dan mencoba mengambil satu ubi rebus dari dalam kantung itu.


Namun, dengan cekatan Ash langsung memindahkan kantung tersebut.


“Jangan di sini, nanti ada tempat yang lebih baik untuk memakannya”


“Oh? Aku kira kamu tidak ingin membagikannya denganku”


“Lilith sebaiknya kamu menuruti perkataan suamimu, dia adalah laki-laki yang ber-culture.”


Tak mengerti dengan itu, Lilith hanya mengangguk setuju karena sekali lagi ia dianggap sebagai istrinya Ash.


Ash yang mulai risih dan tak tahan dengan perlakuan Wendy segera pergi meninggalkan rumahnya. Lili menyusul di belakang dan Wendy melambaikan tangannya dengan wajah puas.


“Ash ... akan kulihat sampai sejauh mana perjalananmu di dunia ini. Selain itu sampai-sampai berhasil memikat saudari kembar Yang Mulia Ratu, aku kagum dengan nyalimu itu.”


Mulut Wendy menyeringai dan sekumpulan kupu-kupu merah muncul, mengitari tubuhnya dari bawah hingga ke atas.


Dalam waktu yang singkat itu penampilan Wendy berubah total. Bentuk tubuh sebelumnya menyesuaikan diri sebagai penempa besi kini lebih ke arah lemah gemulai.


Kulitnya yang kecokelatan pun menjadi putih bening, rambut cokelat sebahu menjadi panjang hitam legam. Lengkap dengan pakaiannya yang menyerupai seorang putri kerajaan. Hanya saja seutas cadar transparan menutupi bagian hidung hingga ke bawah mulutnya.


Dari balik tatapan mata berwarna ungu dengan pupil tajam itu, ia mengibaskan sebuah kipas tangan berukiran gambar dua pasang sosok legenda mitos—Naga dan Phenex.


“Apa takdir akan membawa kita kembali? Ataukah perjalananmu berakhir hanya sampai di sini saja? Aku tak sabar menantikannya.”


Statusnya sebagai NPC pun menjadi kabur dan dipenuhi oleh glitch hingga akhirnya hancur kemudian berganti menjadi identitas baru.


[Wendy, The Rune Blakcsmith]—>[Nyx, The Myth Night Empress]

__ADS_1


__ADS_2