Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
rencana


__ADS_3


"Dia benar-benar tertidur sekarang" ucap Eldpora.


Eldporapun mengompres luka memar itu secara perlahan dan hati-hati, tangan yang sudah memegang handuk basah itupun dia taruh di atas luka memar itu, bersama dengan tangannya yang berada di atas handuk itu.


Dan jam pun terus berjalan, sudah menunjukkan pukul 03.00 subuh, disitu Eldpora sudah merasa lelah dan menyenderkan dirinya ke sandaran sofa di sebelah Reagan dan tanpa sadar memejamkan matanya dan tertidur. Kepala Eldpora perlahan mengenai bahu lebar Reagan, dan tangan Eldpora masih memegang handuk di atas perut Reagan...


Dan akhirnya Eldpora tertidur di sofa dengan posisi menyamping menghadap Reagan dan dengan tangan yang seperti memeluk tubuh Reagan.


...


Sudah satu jam mereka tertidur, dan setelah itu handphone Reagan berbunyi karena panggilan dari Han. Reagan yang sedang tertidurpun terbangun akibat nada dering handphone nya "ah? aku tertidur?" Ucap Reagan, lalu mendapati Eldpora tertidur juga disampingnya sambil bersandar di bahunya.


Reagan pun mengambil handphone nya yang ia simpan di sampingnya tadi, dan mematikan telepon dari Han. Lalu terdiam melihat Eldpora yang masih tertidur pulas.


"Enak sekali yah kau tertidur di bahuku" ucap Reagan tidak suka, namun ia sama sekali tidak bergerak.


Reaganpun melihat jam yang sudah menunjukkan jam setengah lima, ia pun membenarkan posisi tidur Eldpora dan menaruh handuk bekas kompresan di meja "aku harus segera pulang sekarang" ucap Reagan.


Ia pun beranjak dan mengenakan kembali kemejanya, lalu menggendong Eldpora kekamar dan membaringkannya di kasur.


Entah kenapa tapi Reagan terlihat terburu-buru beranjak dari tempat itu dan pergi...

__ADS_1


...


"Semuanya berjalan lancar?" Tanya Reagan pada Han yang sedang membukakan pintu mobil.


"Saya sudah melakukan semua yang tuan suruh" jawab Han lalu menutup pintu mobil dan langsung masuk ke kursi pengemudi.


"Tunggu, aku ingin menyelidiki rumah CTO itu, pergilah ke alamatnya" ucap Reagan pada Han.


"Tapi sepertinya anda harus beristirahat dulu di rumah tuan, dari kemarin anda sudah berusaha membereskan masalah ini, jadi sebaiknya sekarang anda beristirahat dulu sebentar" ucap Han pada Reagan.


"jalankan mobilnya, Mereka terlalu serakah, setelah membantai dan merebut semua aset perusahaan keluarga Bailey, mereka bahkan langsung bergerak untuk merebut perusahaan keluarga itu yang telah menjadi milikku. Kemarin aku agak sedikit beruntung berkat ibu gadis itu. Mulai sekarang kita tidak boleh lengah dan harus cepat merebutnya kembali dan memberi mereka pelajaran" ucap Reagan.


"Tapi jangan lupa tuan, kalau gadis itu juga terlibat dalam masalah ini" ucap Han pada Reagan.


"Tuan, apa anda menyukai nona Eldpora?" Tanya Han serius.


"Tidak tahu, walau aku menyukainya ataupun tidak, jika dia pelakunya aku akan membunu*nya" jawab Reagan cuek.


"Han bisakah kau menyiapkan cincin dan menaruh kamera tersembunyi di dalamnya?" Ucap Reagan.


"Baik tuan saya akan menyiapkanya" jawab Han sambil mengendarai mobilnya.


...

__ADS_1


Malampun berlalu, matahari sudah menampakkan sinar paginya yang indah dan mengenai wajah Eldpora, tetapi Eldpora masih tertidur pulas di kasurnya. Dan terlihat seorang wanita masuk kedalam kamar Eldpora dan menaiki kasur tempat Eldpora tidur...


"Ell! Apa kau sudah tumbuh dewasa sekarang?! Berani-beraninya kau bermalam dengan pria di kantor?! Hey, Ell ayo cepat bangun! Aku butuh penjelasanmu!" Ucap wanita itu sambil melompat-lompat di atas kasur, yang ternyata adalah Yuni, saat Yuni datang dia mencium bau parfum pria dan melihat bibir Eldpora yang agak sedikit bengkak Yuni jadi agak sedikit salah paham...


"Aaa jangan menggangguku, aku masih mengantuk" ucap Eldpora yang masih setengah sadar.


Yuni yang ingin Eldpora bangunpun menjatuhkan dirinya di kasur "Hey, kau bermain berapa ronde tadi malam? sampai tidak biasanya jam segini kau masih mengantuk? ayoo cepatlah bangun" Tanya Yuni sambil memukul punggung Eldpora.


"dua" jawab Eldpora bercanda.


"Astaga Ell!, kau benar-benar melakukannya? dengan siapa?" ucap Yuni.


"dengan tuan Kim" ucap Eldpora tidak jelas.


"Apa! Hey! katakan sekali lagi!" ucap Yuni marah.


.


.


.


Thanks 🤗

__ADS_1


__ADS_2