Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
à quoi ça ressemblera


__ADS_3


"Bisa keluar dulu kak sebentar? saja mau bertanya" ucap pria itu .


Namun Eldpora terus menatap pria itu tak berkedip "Siapa yah? apa dia orang jahat? apa aku akan dalam bahaya?" ucap Eldpora dalam hati.


Ia pun membuka pintu dan keluar


"Maaf mengganggu, ini sudah malam apa kakanya ada keperluan sama seseorang disini?" tanya pria tersebut.


"Ah, iya saya ada keperluan" jawab Eldpora singkat.


"Ouiyah kalau begitu jangan kelamaan ya kak jalan disini gelap gelap lampunya pada mati belum di gantiin" lanjut pria itu.


"Ou iya terimaksih" ucap Eldpora sambil mengangguk.


"Kalo ada apa-apa bisa bilang kesaya, saya ada di sana" ucap pria tersebut sambil menunjuk suatu tempat dan perlahan berjalan menjauh.


"Iya terimakasih" jawab Eldpora


"Random banget, dari luar mobil apa keliatan jelas ada orang yah, pantes saja Reagan menyuruhku pakai ini" lanjutnya.


Eldporapun memasuki mobilnya, namun sebelum ia bisa menutup mobil dengan rapat terdapat kaki seorang pria dari luar yang masuk dan sontak membuat Eldpora kaget.


Belum sempat teriak, Eldpora sudah di bekap dan di gusur kearah villa yang lalu di tunjuk Reagan. "Jangan sampai masuk!" ucap nya dalam hati.


Eldpora memberontak namun pria satunya tiba tiba memukul kaki Eldpora dan menjambaknya sebari berkata "diam atau kau ku bu*uh sekarang?!". karena Eldpora terus saja menggerutuh ia mendapat jambakan dan tendangan pada tubuhnya.




"Wah wah waa!, siapa ini yang datang" ucap Yuni yang terlihat tengah berdiri di ruang tengah sebari menatap Eldpora yang baru saja datang.



Eldpora mendengar apa yang Yuni katakan namun ia tidak memperdulikannya karena Eldpora melihat Reagan dalam sudut ruangan yang memegang sebuah pi\*tol yang diarahkan kepada Yuni.



"Reagan!" teriaknya tidak jelas.



"Diam! jangan bergerak" teriak Reagan.



"Jangan mendekat padanya atau ku tembak kau!" teriak Reagan yang melihat Yuni terus mendekat selangkah demi langkah terus mendekatinya perlahan, namun Yuni tidak menggubrisnya dan sontak suara tembakan terdengar dari arah Reagan.


__ADS_1


Semua orang sontak menunduk karena terkejut. Reagan dengan cepat mendekat pada Eldpora dan menyerang dua pria disamping Eldpora.



Dalam perkelahian Yuni tidak tinggal diam dan mengambil pi\*tol di belakang bajunya dan menembak Reagan. Tepat pada pahanya Reagan terluka.



Eldpora panik dan mengambil pajangan lampu didekatnya untuk ikut membantu Reagan yang aga kesusahan.



"Diam kau Eld!!, jangan ikut campur" teriak Yuni.



Eldpora terus menyerang namun balasan yang ia terima malah lebih banyak, beberapa orang datang dan suasana semakin ramai. Eldpora yang tegang dengan memegang pajangan lampu itu memperhatikan seisi ruangan dengan orang-orang yang saling menyerang.



"Yuni sialan!" teriaknya sebari melempar pajangan itu kearah Yuni.



Eldpora kembali mengambil vas bunga didekatnya dan melemparkanya lagi "Mati saja kau!" teriaknya.




"Eldpora!" teriak Reagan yang terdengar.



"Apa-apaan kau ini breng\*ek!" ucap Eldpora.



"Jaga mulutmu" ucap Yuni sebari memukul Eldpora dengan ujung pi\*tol ke kepala Eldpora.



Eldpora terjatuh, kepalanya sangat sakit sampai pandangnya pun buram. disana Yuni menjambak rambut Eldpora dan menghadapkannya pada mukanya "Lihat! ini semua terjadi karena kau!" ucapnya teriak sebari membenturkan kepala Eldpora ke tembok dengan sangat keras.



Yuni terlihat semakin murka, ia menendang dan menampar Eldpora. Eldporapun terbaring kesakitan, pandangannya masih sama namun kali ini matanya perlahan seperti ingin menutup.



"Kenapa kau sekejam ini" ucap Eldpora yang tak terdengar.

__ADS_1



"Ckckck malangnya, inilah yang kau dapat jika kau mendekati adikku" bisik Yuni yang mendekat pada Eldpora yang tengah terbaring kesakitan sebari memainkan sedikit rambutnya.



Dan itulah kata-kata terakhir yang Eldpora dengar sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.



...


...



Beberapa hari setelah itu semuanya masih sama kacaunya, beberapa stasiun berita menayangkan penemuan mayat di lokasi villa waktu itu. Namun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Yuni ditahan atas tuduhan karena membantu pembunuhan, karena villa tersebut atas namanya.



Eldpora pingsan dan belum sadarkan diri sampai hari ini, Reagan terus menemaninya walau dalam keadaan terluka berat. "Tuan saya membawa makanan" ucap Han yang masuk dalam ruang Rumah sakit sembari melihat Reagan yang terus duduk disamping kasur Eldpora.



"Kau sudah tanya dokter? kapan dia akan terbangun?" tanya Reagan yang beranjak dari duduknya dan menghampiri Han.



"saya tidak bertemu dokter, lagian dia akan bangun juga kalau sudah waktunya" ucap Han.



"Lukamu juga parah kau juga harus banyak istirahat" lanjutnya.



"Aku benar-benar merasa bersalah" ucap Reagan sebari menyenderkan badanya di sofa.



"Seharusnya kita tidak melibatkannya sejak awal" lanjutnya.



"Tuan, ini bukan salah mu, yang sudah terjadi biarlah terjadi" ucap Han yang sembari mengeluarkan makanan.



"Lagian tujuan kita sudah tercapai, aset keluarga Bailey & kepemilikan Ciel sudah menjadi milikmu seluruhnya, tugas yang membebanimu selama ini tinggal kau jaga saja" lanjutnya.


__ADS_1


"Apa sekarang aku boleh setenang ini?" tanya Reagan


__ADS_2