
Reagan sedang duduk di kursi depan TV kamarnya, dan hanya menggerakkan matanya untuk menelusuri ruangan. "lama sekali" gumam Reagan pelan yang masih menunggu Eldpora.
...
"Jika 10 menit kau belum keluar aku akan masuk" teriak Reagan pada Eldpora.
"Tunggu sebentar, aku belum menemukan pakaiannya" jawab Eldpora yang masih mencari-cari baju yang pas untuk dirinya, dan ia agak tergesa gesa sehingga menimbulkan banyak suara.
"Apa kau mengacak-acak lemariku untuk balas dendam!" Ucap Reagan yang sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Tidak!, tunggu sebentar saja, aku hampir selesai" ucap Eldpora yang sebenarnya masih membuka-buka lemari milik Reagan, dan saat Eldpora membuka salah satu pintu lemari itu ia melihat banyak set baju-baju wanita.
"Heh, berapa banyak wanita yang dia punya?, emmm atau sepertinya dia memiliki istri?" gumam pelan Eldpora sambil melihat-lihat baju di lemari itu.
"Waww semua bajuanya aku sangat suka" lanjut Eldpora yang mengambil salah satu set baju di lemari. "aku akan coba ini" ucapnya.
Eldpora adalah salah satu wanita yang mementingkan penampilannya, yang sangat care atas apa yang dia pakai, karena menurutnya walaupun tidak menunjukkan secara menyeluruh tentangkepribadiannya, penampilan adalah hal pertama yang orang lihat pertama kali dan itu harus mendapatkan nilai 100%.
...
"Sangat cocok bukan?, wah aku suka ini" gumam Eldpora yang berpose di cermin.
Saat Eldpora masih merapihkan bajunya di depan cermin, Reagan tiba-tiba masuk dengan mendobrak pintu dan berteriak "kau ini pakai baju saja lama sekali!" ucap Reagan dengan nada tinggi tapi saat melihat Eldpora dia malah bengong.
__ADS_1
"Tunggu, baju siapa itu?" tanya Reagan.
"Bajuuu, wanitamu?" jawab Eldpora.
"Jawab dengan benar" ucap Reagan dingin sambil mendekat pada Eldpora.
"Ya tentu saja dari lemarimu!, lihat itu, banyaaak sekali baju wanita yang kau punya tuan. Sebenarnya berapa wanita yang kau ajak kemari dalam satu malam?!" ucap Eldpora yang menunjuk lemari tempat banyak baju-baju wanita disitu.
Reagan sepertinya tidak tahu bahwa ada banyak baju wanita di lemarinya, ia juga merasa tidak pernah membawa wanita ke apartemennya itu, apalagi membeli banyak baju-baju.
"Cepat turun kebawah" ucap Reagan setelah melihat lemari yang di tunjuk Eldpora lalu keluar dan menuju lantai bawah.
...
Saat Eldpora menyusul Reagan kebawah, dari atas tangga Eldpora melihat Reagan yang sedang memakai mantel hitam. "mau kemana? kau belum menjelaskan semuanya" tanya Eldpora.
"Apa yang perlu di jelaskan?" tanya Reagan balik.
"Ikut aku dulu, kau tidak boleh lepas dari pandanganku" ucap Reagan yang tiba-tiba memakaikan borgol ke tangan Eldpora dan juga ketangannya.
"Hey! apa-apaan ini!" ucap Eldpora.
"Tolong bekerja samalah untuk ini, sekali saja, bantu aku" ucap Reagan lembut sambil menatap Eldpora.
Kata yang Reagan lontarkan barusan membuat Eldpora seperi tidak bisa menolak perkataanya itu, muka Reagan seperti seseorang yang sedang dalam masalah besar, rasa khawatir, takut, itu terlihat dimatanya. Tetapi ekspresi wajahnya tidak menampakkan rasa papapun...
Dan akhirnya Reagan membawa Eldpora ke lantai basement apartemenya, dan membuka borgol yang mengikat antara keduanya dan hanya terpakai di kedua lengan Eldpora saja, lalu menyuruh Eldpora masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Sudah subuh begini mau kemana?" tanya Eldpora saat Reagan baru saja membuka pintu mobil dan duduk di sampingnya.
"Menemui Han" ucap Reagan singkat lalu memasukkan kunci mobil dan mengendarainya.
"Kenapa? bukanya dia tinggal bersama juga denganmu?" tanya Eldpora lagi dan mendapatkan kunci mobil Reagan dengan gantunganya yang terukir nama Reagan.
"Apakah segala sesuatu harus aku jelaskan semuanya padamu" ucap Reagan dingin, disitu Reagan menambah kecepatan mobilnya.
"Kunci itu... gantungan kunci itu..." gumam Eldpora dalam hati.
"Apa namamu Reagan hill?" tanya Eldpora perlahan.
"Mmm" jawab singkat Reagan.
Eldpora terdiam...
"Dimana handphoneku?" tanya Eldpora yang sedikit berubah nada bicaranya.
Sudah beberapa kali Eldpora bertanya, Reagan tidak menjawab...
Eldpora hanya diam menatap jalanan gelap, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan negatif yang tak sengaja di pikirkan...
"Aku bisa saja gila, tapi aku terlalu kuat untuk itu" gumam Eldpora dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih 🦛❤️