
"cepat urus semuanya" ucap Han sambil berlari kearah Reagan.
"tuan, kau bisa mendengarku? tidak, jantungnya..." ucap Han panik sambil memeriksa keadaan tuannya itu.
"tuan, anda..." gumam Han di dalam hati setelah matanya mendapati infusan dan kapas lalu tangan Eldpora.
"cepat tutup luka mereka, dan pakaikan mantel dan topinya" ucap pengawal salah satu pengawal.
Semuanya benar-benar sangat panik, Han dan pengawalnya mengurus Reagan dan Eldpora dengan cepat, menutup lukanya dan memakaikan mantel untuk penyamaran lalu membawanya ke dalam mobil dengan cepat dan tanpa ketahuan.
"cepat jalankan mobilnya kerumah!" teriak Han dalam mobil.
Pengawal itupun menancapkan gas dengan cepat, Han yang duduk di kursi belakang terus memeriksa Reagan...
"kau, cepat telepon dokter Chen dan satu dokter lain, suruh dia untuk kerumah dan siapkan alat untuk operasi bedah" Suruhan Han pada si pengawal lalu si pengawalpun langsung memaguhinya.
...
...
Setelah beberapa menit merekapun sampai dan mereka langsung membawa Reagan dan Eldpora ke ruangan yang sudah di siapkan...
"ada apa ini! kenapa tiba-tiba saja dipanggil untuk operasi" ucap dokter Chen yang panik.
"cepat lakukan saja tugasmu" ucap Han yang sedikit panik.
"jelaskan keadaannya dulu!, mana bisa kalo aku tidak tahu kondisinya" ketus Chen.
"Reagan memiliki luka di kepala yang sedikit terbuka, lalu... penyakitnya kambuh. Dia pingsan setelah membantu gadis itu, dan denyut jantungnya melemah" jelas Han.
"baiklah" ucap Chen lalu masuk kedalam ruang operasi yang terdapat di salah satu ruang di rumah Reagan...
Kedua dokter itupun memulai oprasinya, dan kegaduhan sempat terjadi di antara pelayan, namun hanya sebentar karena Han mengeluarkan tatapan tajamnya pada mereka. "Jika kalian hanya bekerja untuk mengganggu, jangan bekerja disini!" ketus Han.
__ADS_1
Seketika para pelayan yang sangat penasaran dan yang bergosip itupun tiba-tiba menghilang dari ruang tamu...
"hahhh" desah Han sambil duduk di kursi ruang tamu.
"kalian!, bereskan CCTV dan masalah di apartemen tadi" lanjutnya yang merujuk pada dua pengawal yang membantunya tadi.
"baik tuan, kami pergi dulu" jawab si pengawal.
"lakukan sebelum matahari terbit" perintah Han.
Pengawal itupun membungkuk dan pergi...
"kenapa kau sampai membahayakan diri anda deminya tuan?, hahhh" gumam Han pelan sambil memegang kepala dengan satu tangannya.
...
Beberapa menit Han masih duduk di posisi yang sama dan dia tidak berkutik sama sekali, ia hanya melihat para pelayan yang sedang membersihkan sesuai tugas mereka masing-masing.
...
...
...
...
"darahnya sudah keluar terlalu banyak!, tuan Han!, tuan Han!, Tuan Han!" teriak dokter yang menangani Eldpora, dan Han langsung masuk ke dalam seketika mendengar teriakkan dokter itu.
" ada apa?" tanya Han.
"nona ini perlu tranfusi darah, darahnya sudah terlalu banyak keluar" ucap dokter itu.
"sial, apa golongan darahnya?" ucap Han.
"anda tidak tahu?" tanya dokter itu kebingungan.
__ADS_1
"tidak" jawab Han datar.
"merepotkan" gumam Han dalam hati.
"ini bahaya, kita harus segera..." ucap dokter yang terpotong.
"kau hentikan pendarahannya dulu, aku akan suruh pengawal mencari tahu" terika Han yang mengambil handphone nya di meja ruang tamu dan langsung menelepon pengawalnya yang ia suruh barusan itu untuk ke apartemen Eldpora.
"kau! cepat cari surat data golongan darah gadis itu di rumahnya, cari secepat mungkin" ucap Han di telepon.
"baik tuan" ucap si pengawal yang langsung mematuhi tuannya itu.
...
"tuan kita harus membawanya ke rumah sakit kota, agar perawatanya lebih cepat" ucap Dokter.
"yasudah kau bawa dia ke kota" ucap Han.
"pelayan! bantu dokter ini untuk memindahkan nona Eldpora!" teriak Han pada pelan, dan mereka yang mendengarnyapun langsung mematuhi perkataan Han itu.
"kau urus saja semuanya di sana, kau dokter dengan reputasi luar biasa, kau pasti bisa menanganinya, soal biaya kau tinggal memberikannya padaku" lanjutnya pada sang dokter.
"baik tuan" jawab dokter itu.
Dokter dan pelayan rumahpun memeriksa dan melakukan detail lebih sebelum keberangkatan, menutup luka Eldpora dan membawanya ke dalam mobil...
"urus itu sebagai kecelakaan" ucap Han depan pintu utama rumah.
"baik tuan, saya permisi" ucap dokter itu dari jendela mobil, dan ia diantar beberapa orang pelayan.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
•
terimakasih 🌤️