
Eldpora akhirnya berjalan cepat, dan buru-buru masuk ke kamarnya, menutup pintu dengan tergesa-gesa, iapun duduk di ujung kasur dengan bola mata yang tak bisa diam...
"Kaget sekali aku" keluh Eldpora yang menjatuhkan dirinya di kasur.
"Ini sudah pagi, aku lapar" gumamnya pelan sambil menatap langit-langit kamarnya yang tinggi.
Eldpora tiba-tiba bangun dengan muka murungnya dan pergi ke kamar mandi lalu mencuci mukanya, dan Eldpora juga tiba-tiba menatapi dirinya yang terpantul di cermin dengan tatapan kosongnya.
Toktoktok, suara pintu yang tiba-tiba terdengar, dan Eldpora langsung membukanya. "ada apa?" tanyanya biasa.
"Maaf telah mengganggu nona, saya mengantarkan baju untuk nona, ini dari tuan Reagan" jawab si pelayan.
"Baiklah terimakasih" ucap Eldpora sambil menyodorkan tangannya untuk menerima baju-baju yang si pelayan bawa.
"Ini biar saya saja yang bereskan non, masih banyak baju-baju yang lain yang belum saya bawa" ucap si pelayan.
"Saya mengganggu pagi-pagi begini agar saat nona mandi baju-bajunya sudah siap" lanjutnya.
"Yasudah masuklah" ucap Eldpora yang membukakan jalan.
"Lebih baik aku juga segera mandi" gumamnya dalam hati.
...
Selagi si pelayan membereskan baju-baju, Eldpora pergi untuk mandi...
Dan setelah beberapa menit, iapun selesai...
"Nona, bajunya sudah saya siapkan disana" ucap si pelayan yang melihat Eldpora sehabis mandi.
"Terimakasih, apa kau bisa keluar dulu?" ucap Eldpora agak aneh karena si pelayan tetap masih saja berada di dresa room saat Eldpora akan memakai bajunya.
__ADS_1
"hm?, nona bisa menarik kain di pinggir selah kaca ini" ucap si pelayan sambil menarik gorden.
"ouu, terimakasih" ucap Eldpora sambil terkagum-kagum.
"Nona tidak perlu berterimakasih itu sudah tugas saya" ucap si pelayan.
...
"Waww desainnya sangat gila, benar-benar klasik dan mewah, sepertinya ini bukan kamar tamu seperti sebelumnya" gumamnya dalam hati sambil memakasi pakaiannya.
"Tapi tetap agak aneh! kenapa menghubungkan kamar ini dengan kamar di atas! apa magsudnya?! agar bisa mengawasiku? dasar Reagan gila!" lanjutnya.
Eldpora merapihkan pakaiannya dengan pikiran yang entah kemana perginya, kepalanya terus kepikiran atas situasi-situasi yang telah ia alami...
"Hahhh, selesai, aku akan makan" gumamnya pelan sebari menahan perutnya yang sudah kosong.
Eldporapun membuka gorden dan berjalan keluar...
"Kenapa tiba-tiba ada disini?" tanya Eldpora.
"Menjemputmu untuk makan?" ucap Reagan datar.
"Apa-apaan kau ini" ucap Eldpora.
"Untukmu" ucap Reagan yang tiba-tiba memasangkan gelang pada Eldpora.
"Untuk apa ini?!, eh? ini bagaimana membukanya" ucap Eldora yang aneh melihat gelang yang tak terlihat komonen pembukanya.
"Tidak akan bisa di buka" ucap Reagan dingin yang langsung berjalan keluar.
"Apa! kenapa memasangkannya padaku?!" tanyanya sambil mengikuti Reagan dari belakang.
__ADS_1
"Agar kau tidak bisa lepas dariku" jawab Reagan biasa.
"Magsudmu?" tanya Eldpora spontan.
"Apa dia..." gumam Eldpora dalam hati sambil berpikir kemanapun.
"Aku memasang GPS disana, kau tak bisa lari walau sejauh apapun" ucap Reagan.
...
Langkah Eldpora seketika terhenti, dan pandangannya semakin fokus pada Reagan yang semakin jauh. "Benar, kau tak mungkin seperti apa yang aku pikirkan" ucap Eldpora pelan.
Perlahan-lahan Eldpora mundur selangkah demi langkah, dan berlari berlawanan arah dari tujuannya barusan. Eldpora menelusuri lorong yang indah dengan jendela terbuka yang memperlihatkan kebun dengan bunga-bunga yang indah disana, dan di ujung lorong ia terhenti...
"Kenapa aku berlari?" tanyanya aneh, dan tiba-tiba ia salah fokus pada tempat yang ia sudah lalui dan apa yang ada di hadapanya itu.
"Ruang apa ini?" tanyanya.
Karena penasaran akhirnya ia membuka sedikit dan mengintip dari celah pintu itu, "waww, itu sebuah kantor?" gumamnya sambil membuka lebih lebar pintu dan akhirnya masuk.
"Rumah ini benar-benar gila! ternyata jika lebih di telusuri, ini benar-benar besar" gumamnya dalam hati sambil melihat sekeliling tempat itu.
"Tapi tadi, aku berjalan lewat mana yah?" ucapnya yang kebingungan karena tak memperhatikan jalan.
"Sepertinya bangunan ini memisah dengan rumah" ucapnya yang melihat ruangan dengan bentuk lingkaran itu dengan mata yang tak berkedip.
"Apa maksudnya itu?..." ucap Eldpora yang terkejut yang mendapati sesuatu di hadapannya.
Dan ia berteriak setelah matanya mendapati Reagan sudah ada di depan pintu dengan tatapan mata yang biasa, yang terus mengarah pada Eldpora.
.
.
__ADS_1
Thanks