Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
Akan


__ADS_3


"Banyak kesempatan di hari-hari kemarin untuk kau bisa pergi, dan bahkan saat itu kau lebih memilih untuk menolongku ketimbang kau pergi lalu mewujudkan keinginanmu untuk membongkar semua kejahatanku. Bukankah begitu?" ucap Reagan.


"Bukankah aku yang menyebabkanmu terlibat dalam masalah?, lalu kau hampir mati dan namamu tercemar akibat ulahku..." lanjutnya.


"Rasa apa yang kau berikan padaku yang lebih besar dari rasa cintamu pada ibumu itu?" tanya Reagan pada Eldpora didalam hati pada dirinya sendiri.


"Selain rasa cinta lagi" jawab Reagan dalam hatinya.


Eldpora tertegun lalu terjatuh dan menangis, air matanya terus mengalir tak henti-hentinya. "Hentikan! hentikan!" teriaknya dalam hati.


Ia terus menyeka air matanya yang terus keluar itu, Eldpora sangat marah tentang apa yang di katakan Reagan, namun semua yang di katakannya benar. "Ibu, maaf, kumohon maafkan aku" ucap Eldpora dalam hati.


"Karena aku telah menyukainya" lanjutnya.


...


"Karena tidak ada siapapun lagi selain kau... hanya kau yang terus disampingku selama ini, sampai aku bisa menyukaimu" ucapnya yang terbata-bata karena menagis dengan nada yang pasrah.


"Aku tidak tahu harus kemana, aku tidak punya tujuan, semua ini terlalu tiba-tiba! duniaku hancur! sehingga membuatku ingin mat* menyusul ibuku" ucapnya.


"Aku juga ingin hidup seperti dulu bersama ibu dan ayah, tapi sekarang itu tidak mungkin terjadi. Aku merasa tidak bisa hidup ataupun mat*, aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, karena itu aku tetap disini. Aku telah jahat pada ibuku karena menyukaimu" ucapnya yang membuatnya semakin menangis.


"Sampai di titik jika kau mau membunuhku disini aku tidak akan keberatan, ataupun melawan. Itu memang pantas" lanjutnya.


"Hentikan" ucap Reagan.

__ADS_1


"Perasaannya sudah sampai seperti itu ternyata" gumam Reagan dalam hati.


"Aku berada di jalan buntu!" ucapnya yang tersedu-sedu.


"Aku akan beritahu soal Yuni sekarang, walau itu akan lebih menghancurkannya, maaf..." gumam Reagan dalam hati.


Reagan dengan tiba-tiba berjalan keluar untuk mengambil sesuatu di kamarnya, meninggalkan Eldpora yang masih menangis tanpa sepatah katapun. "Kepalku sakit" gumam Eldpora dalam hatinya sambil memegang kepalanya yang karena menahan tekanan sedih dari dirinya sendiri.


Tak lama Reagan kembali membawa laptopnya, dan meletakkannya di meja pinggir kasur. "Apa kepalamu sakit?, mungkin lebih baik kau istirahat saja" ucap Reagan yang menghampiri Eldpora.


Toktoktok


"Tuan maaf mengganggu, makanan anda sudah siap di bawah" ucap si pelayan sebari menundukkan pandangannya agar tidak melihat apa yang terjadi di hadapannya itu.


"Mungkin memberitahunya nanti saja" gumamnya sebari melihat Eldpora.


...


Setelah suara pintu menutup terdengar, Eldpora langsung berdiri dan menuju toilet, ia bercermin dan terus mengusapkan air matanya yang tak henti-hentinya itu. "Kenapa terus menangis!, berhentilah!" teriaknya dalam hati.


Ia pun mencuci mukanya berkali-kali dengan air namun itu hanya menyamarkan air matanya saja...


"Hahhh" desahnya yang menyenderkan dirinya di dekat wastafel...


"Kepalaku pusing sekali" gumamnya sebari memijat sedikit kepalanya.


"Perkataanku tadi pada Reagan membuatku lega, sepertinya aku benar-benar bergantung padanya sekarang, dan Reagan tau itu. Tapi kenapa harus menyatakan perasaan juga!! dasar bodoh" ucap nya sebari mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


"Aah kedepannya pasti akan canggung sekali" lanjutnya.


"Nona apa anda ada di dalam?" tanya seseorang di luar tiba-tiba.


"ya" jawab Eldpora agak terkejut, dan langsung berdiri untuk merapikan dirinya.


"Saya mengirimkan makanan anda kemari, saya sudah taruh dekat meja" ucap si pelayan lalu pergi.


"Iya terimakasih" ucap Eldora sebari sedikit membuka pintu toilet dan mengintip keluar.


"Sepertinya dia sudah pergi" lanjutnya sabari melihat-lihat dan berjalan kecil ke arah makanan yang sudah dibawa pelayan tadi.


Eldpora pun makan dengan lahapnya, namun dengan muka yang murung, di tambah dengan cegukan yang tiba-tiba datang mengganggu...


Dan tanpa sadar Reagan sedang melihat Eldpora dari atas dengan tatapan kosongnya itu, entah sedang apa, tapi makanan yang sepertinya ia bawa ke kamarnya yang ia taruh di atas mejanya itu di biarkan begitu saja. "Sepertinya sudah bisa menjalankan rencananya sekarang" ucapnya sebari mengambil handphone nya untuk menelepon Han.


"Han, mari jalankan rencananya sekarang" ucapnya di telepon.


.


.


~



terimakasih 🌤️🌤️🌤️

__ADS_1


__ADS_2